The first 200 lines.
KISAH BERIKUT TERINSPIRASI DARI KEJADIAN NYATA
Kami punya perjanjian dengan The Butcher,
dan dia akan membawa kalian kembali kesana.
Tak ada jalan keluar.
Oh, astaga. Mereka datang.
Apa yang harus kita lakukan?
Dari semua kengerian yang pernah kutemui...
yang ini mempengaruhiku... sampai ke dalam.
KISAH INI MUNGKIN MENGANDUNG GAMBAR YANG MENJIJIKKAN
PERINGATAN BAGI PENONTON
Aku menyerah. Tak ada jalan keluar.
Aku hanya coba mengingat tiap detik terakhir yang tersisa.
Hanya ada sedikit rumah di Amerika Serikat
yang punya sejarah semenarik
rumah besar yang dibangun tahun 1792
oleh Edward Philippe Mott,
di Sappony Road nomor 900.
Seperti ucapan terkenal Daphne du Maurier,
"Siapa yang bisa menegaskan atau menyangkal
kalau rumah yang menyembunyikan kami, anak-anak, orang dewasa
dan juga pendahulu kami,
tak melekat di dinding rumah itu,
jejak-jejak yang telah lalu,
penderitaan dan kegembiraan?
Aku tak bisa bilang ada kegembiraan di rumah itu,
tapi pastinya ada banyak penderitaan disitu.
Lelang kelima,
lukisan Portrait of a Nobleman , dibuat tahun 1789,
oleh John Alden Peale.
Tuan!
Tuan! Kami sedang melakukan pelelangan.
Nah, hentikan.
Pulang semuanya!
Aku akan beli semuanya.
Aku takkan kalah dalam pelelangan ini dan kalian buang-buang waktu saja.
Bahkan di kalangan orang kaya waktu itu
dia dicemburui karena kekayaannya.
Uang warisan, tentunya.
Edward mengidap kelainan yang dalam masa sekarang
disebut sebagai gangguan sosial yang parah.
Dia benci berada di sekitar orang-orang.
Jadi dia pergi sejauh mungkin dari kumpulan
dan kehebohan orang-orang Philadelphia.
Dia menemukan tanah kosong di daerah pedalaman di hutan North Carolina
di tepi sungai Roanoke dan membelinya.
Lalu dia menyuruh Shakers untuk membangun sebuah rumah,
tempat pelarian dimana dia dan karya seni kesayangannya bisa sendirian.
Selamat datang, Tuan.
Lukisan lagi?
Rumah ini hampir jadi.
Bagaimana pekerjaan bawah tanahnya?
Mereka menggali siang malam.
Itu kerjaan lambat, karena pohon-pohonnya.
Akar-akar yang dalam di hutan sini.
Itu harus diselesaikan.
Karya seni di rumah ini lebih bernilai dibanding
gabungan seluruh perkebunan tembakau di negara ini.
Jika pencuri datang kesini,
kita perlu tempat untuk menyembunyikannya.
Ada banyak insiden yang terjadi
selama pembangunan rumah itu.
Kisah-kisah aneh.
Kejahilan, kebanyakan.
Taruh ini di ruang tamu utama.
Peale ini taruh di rak dekat tungku.
Tunggu! Kemarilah.
Dia meninggalkan istri dan ahli waris mudanya di Philadelphia
dan memilih berada di kastil Carolina-nya
bersama kekasih dan karya seninya.
Dia menaruh setiap barang seninya dengan hati-hati,
sering memindahkannya dari ruang ke ruang.
Bawa Gainsborough kemari
dan taruh Peale yang baru didepannya.
Dia butuh seseorang untuk diajak bicara saat kita tak disini.
Mereka menghakimi kita.
Bisa kulihat dari tatapan mereka.
Aku harusnya menyingkirkan mereka semua selain dirimu.
Maka aku akan bekerja seharian daripada bermain
dengan ini.
Seni tak pernah menghakimi.
Aku iri dengannya.
Hidup di dua dimensi.
Membeku di keindahan abadi.
Melihat dunia berlalu tanpa beban gosip
dan luka dari orang-orang berdimensi tiga.
Aku mencintai mereka, kau tahu?
Lukisan-lukisan itu.
Bahkan melebihi cintaku padamu.
Berhenti bicara dan cumbui aku.
Baiklah.
Tapi mari saling warnai puting kita terlebih dahulu.
Edward belum ada 2 hari berada disana sebelum
keadaan berubah menjadi sangat aneh.
Tidak. Tidak.
Siapa?
Siapa dari kalian yang menghancurkan Peale-ku?
Bicaralah!
Sialan! Bicaralah!
Bicaralah! Bicaralah!
Tn. Mott!
Saya bersumpah... Saya melihat wanita gemuk kulit putih dan seorang pria muda
di pekarangan hutan itu
beberapa menit sebelum anda berteriak.
Bohong!
Bohong! Bohong! Bohong! Bohong!
Kalian akan berada disana sampai sang pembunuh mengakui kejahatannya.
Itu jatah bagi pencuri seperti kalian!
Kalian bisa saling rebut!
Tutuplah!
Jangan hakimi aku.
Perlu kuingatkan kalau kau adalah pelayan juga?
Jangan pikir lidah beludru-mu
dan penis ungumu cukup untuk membuatmu lebih dari itu.
Jangan mendekatiku di sisa malam ini!
Atau darah akan tertumpah!
Apa yang kita tahu di sisa malam itu,
dan keberadaan terakhir Edward Mott, diceritakan oleh Guiness.
Ugh!
Lepaskan aku, dasar bodoh!
Siapa kalian?
Ini tanahku! Milikku!
Kalian masuk tanpa ijin!
Tanah ini milikku.
Tanah ini akan selalu jadi milikku,
dan aku akan mengkuduskan hak suciku dengan darahmu!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Suatu waktu selama pencarian keberadaan Edward,
Guiness kabur dengan berkuda.
Tapi tak ada jasad atau bukti api besar yang ditemukan.
Guiness berakhir di penjara,
dituduh membunuh majikannya dan menyembunyikan tubuhnya.
Dia tidak memberitahu siapapun
tentang para pelayan di penjara bawah tanah itu.
Rumah itu tetap ditempati oleh Keluarga Mott
selama lebih dari seabad, namun diceritakan bahwa
kegilaan selalu menaungi keluarga itu.
Garis itu berakhir dalam skandal saat keturunan terakhir Mott meninggal
di South Florida tahun 1952.
Pada waktu itu rumah tersebut diperjualbelikan beberapa kali
tapi tak pernah ada yang bertahan lama.
Apa kau percaya rumah itu berhantu?
Bagaimana ya? Aku adalah ahli sejarah.
Itu akan membuat hidupku jauh lebih mudah jika orang mati bisa kembali.
Yang bisa kukatakan adalah takkan ada seorangpun yang bisa meyakinkanku
untuk tinggal di rumah itu di malam hari,
dan tentu tidak disaat bulan purnama.
Diterjemahkan oleh: iwashere
911, apa keadaan darurat anda?
Aku menelepon dari rumah di Sappony Road. Kami butuh bantuan. Ada kerumunan massa di luar.
Mereka mencoba membunuh kami. / Siapa yang mencoba membunuh anda, Pak?
Kirimkan saja polisi kemari!
Matt.
Serahkan dirimu
padaku,
dan akan kuberikan padamu
kematian yang berbelas kasih.
Itu terasa... aneh.
Itu bukan hanya suara-suara aneh yang berasal dari hutan
atau pisau-pisau yang tertinggal di loteng,
Itu adalah sebuah kerumunan massa,
dan mereka mendatangi kami.
Tak penting kalau mereka masih hidup atau sudah mati
atau apalah mereka itu, yang pasti kami harus pergi dari sana.
Perampas!
Waktu kalian sudah tiba.
Bulan berdarah sudah berada di atas kami.
Kami harus hormati perjanjian kami dengan dewa-dewa kuno
dan menyucikan tanah ini sekali lagi.
Kalian sudah diberikan kesempatan untuk menyerahkan tempat ini.
Karena kalian tak melakukannya,
kami akan bunuh kalian tanpa ampun.
Oh, astaga.
Apa yang harus kita lakukan? / Ambil kunciku.
Aku akan keluar dan menggiring mereka menjauh.
Oh, tidak.
Kau bawa Flora dan langsung menuju truk.
Matt, kumohon.
Kumohon, kita harus tetap bersama.
Dengarkan aku,
kau harus membawa Flora pergi dari sini.
Oke. Oke. / Kalian berdua harus aman.
Baiklah, saat kau pergi menuju pintu depan,
kau langsung menuju ke truk.
Tak peduli apa yang terjadi, jangan berhenti.
Oke. / Janji?
Paman Matt, aku takut.
Aku tahu, sayang.
Kau harus berani
sedikit lebih lama lagi, oke?
Oke.
Oke. / Oke.
Oke.
Ayo.
Lihat aku.
Pegang aku seerat mungkin yang kau bisa.
Kau mengerti? / Mm-hmm.
Jangan sampai lepas.
No comments yet. Be the first to leave one.