The first 200 lines.
Ini DNA Oh Man Sang.
Dia masih hidup.
"Episode 15"
Apakah ini mungkin?
Ya, setelah transplantasi sumsum tulang.
Dia menghubungi seorang wanita, memukulinya, dan membunuhnya.
Kami menyimpulkan bahwa Oh Man Sang tewas.
Kami menemukan bukti baru analisis DNA yang menunjukkan
bahwa dia mungkin masih hidup.
Kamu ingat kasus bagal narkoba di Incheon?
Dia mencoba melakukan hal serupa.
Menurutmu, siapa yang melakukan ini?
Siapa dia sebenarnya?
Nak.
Kamu pasti lelah, Putraku Sayang.
Bu, kenapa Ibu tidak mengencaninya?
- Apa? - Aku sudah menanyai perawat
dan katanya dia tidak punya pacar.
Dokter K.
Begitulah orang-orang memanggilnya.
Omong-omong,
kamu sudah menemukan sesuatu setelah kembali kemari?
Belum.
Aku kecewa.
Anggap saja itu berkat.
- Apa? - Jika orang sepertinya membunuh,
dia tidak terhentikan.
Minumlah obat Ibu.
Ini obat Ibu untuk besok.
Kamu tidak akan datang besok?
Ya. Aku punya rencana.
Kamu menemui perempuan?
Tidak, bukan.
Jika tidak ada yang bisa menghentikannya,
aku harus bagaimana? Astaga.
Dokter Sally.
Hai.
Kenapa kamu membeli banyak madu?
Ini permintaan dari Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan.
Banyak madu di pasar
bukan madu asli, mereka mau aku memeriksa yang palsu.
Aku harus membandingkan isotop karbon dengan ini.
Untuk analisis konsentrasi protein setelah ultrasentrifugasi,
aku setidaknya butuh dua sampel untuk setiap produk.
Aku mengerti. Aku tidak tahu kamu mengurus hal-hal seperti ini juga.
Aku harus mengikuti perintah.
Ya ampun, ini sangat berat.
Baiklah. Selamat bekerja.
Jaksa Eun, kamu tidak tahu cara berbelanja bahan makanan.
- Apa? - Produk susu dan telur
harus tetap segar.
Kamu harus membelinya paling terakhir.
Adakah aturan yang mewajibkan aku mengikuti urutan tertentu?
Ada lebih dari 70.000 produk di swalayan besar seperti ini.
Rentang produk yang dapat dibandingkan sekaligus hanya 120 cm.
Orang hanya melihat hingga rak keempat.
Orang-orang melihat produk dari kanan ke kiri.
Kamu pasti memilih produk dalam rentang tersebut.
Biasanya, semuanya dekat dengan tanggal kedaluwarsanya
dan harus dijual dengan cepat dalam rentang tersebut.
Begitu rupanya. Benarkah?
Aku dahulu bekerja sebagai pengawas produk penjualan.
Mau kuberi beberapa kiat cara berbelanja yang lebih baik?
Mari kita letakkan semua ini ke dalam mobil dahulu.
Hei, itu dia!
Aku sudah mencari ini sepanjang waktu.
Dia tidak terjebak.
Jadi, tolong biarkan kami memeriksa.
Astaga, kamu salah paham.
Biarkan kami memeriksa kamu hanya membeli ramyeon
atau meletakkan sesuatu di dalam koper.
Kenapa kamu memeriksa koperku?
Astaga, kamu tidak bisa melakukan itu.
- Astaga, apa itu? - Kenapa dia membawa semua itu?
- Ya ampun! - Itu sangat menakutkan.
- Apa itu? - Itu sangat menyeramkan.
Hai, Dokter Baek.
Baek, apa yang kamu lakukan di sini?
Hei, Nona Jane. Kenapa kamu di sini?
Siapa yang menghancurkanmu, Jane?
Jane?
Dia selalu menjadi jasad wanita tidak dikenal di LFN.
Di AS, kami menyebut korban wanita tidak dikenal sebagai Jane.
Korban laki-laki disebut John, dan korban wanita, Jane.
Anda mengenal pria ini?
Ya, kami tinggal di gedung yang sama.
Apa yang terjadi di sini?
Dia memasuki toko kami sambil membawa koper.
Kami membukanya karena mengira dia mengutil.
Ayolah. Aku tidak mengutil apa pun.
Tidak bisakah kamu melihatnya?
Aku Jaksa Eun Sol dari Kejaksaan Seoul Timur.
Aku bisa menjamin pria ini.
Dia bekerja di LFN.
Dia membawa koper ke dalam untuk eksperimen suatu kasus.
Pasti ada kesalahpahaman.
Begitu rupanya.
Maafkan aku sudah mencurigai Anda sebagai pengutil.
- Maafkan aku. - Astaga.
Jaksa, itu keren.
Kamu mau membeli ramyeon?
- Haruskah kubelikan untukmu? - Lupakan.
Maafkan aku. Akan kubeli ini lain kali.
Karena itulah dia tidak boleh hidup sendiri.
Aku harus bergegas.
Apa? Bergegas untuk apa?
Rencana B.
Rencana B?
- Apa rencana A-mu? - Aku melakukan itu sekarang.
Tinggal di sebelah Dokter Baek.
Begitu rupanya.
Baiklah kalau begitu. Semoga beruntung dengan madumu.
"Dicari"
"Dicari"
"Tutup"
Lebih cepat.
"Menutup"
Ayo turun.
- Geledah area ini. - Baik.
Di sini?
Di mana dia?
Ayo pergi ke sana.
"Toko"
Kamu melihat mobilnya?
Aku tidak melihatnya. Ayo cepat.
Kantor Kejaksaan Seoul Timur
bekerja sama dengan Kantor Kejaksaan Incheon
dan Kepolisian Incheon.
Mereka membatasi bandara, pelabuhan, dan jalan tol,
serta Pelabuhan Injoo dan semua jalan di sekitar Injoo
untuk menemukan Oh Man Sang.
Mereka juga menginterogasi Sekretaris Kepala Grup Sungjin
dan semua individu yang terlibat dalam pelariannya
untuk mencari tahu keberadaannya.
Sial!
Sekretaris Kepala Cha, kita dalam masalah.
Bisa-bisanya kamu terlihat oleh sopir taksi?
Semua orang dalam keadaan siaga sekarang.
Semua orang termasuk polisi maritim
dan pasukan khusus sedang mengejarmu.
Ini jebakan! Keluar dari sana!
Baik, Pak Kim.
- Hentikan mobilnya. - Ya, Pak.
Pak.
Anda harus bersembunyi. Mobil kita telah terpapar.
Aku akan mengulur waktu. Anda harus pergi.
- Kita tidak punya waktu. - Dasar bedebah sialan.
Sial.
Ayah.
Ayah!
- Wangsimni? Baik. - Baik.
- Terima kasih atas informasinya. - Terima kasih.
- Silakan tunggu. - Terima kasih.
Halo?
- Nona Eun, ini kacau. - Baiklah.
Kami menerima banyak panggilan yang mengeklaim melihat Oh Man Sang.
Apakah dia hantu? Dia terlihat di mana-mana.
Aku tidak bisa menyelesaikan pekerjaan mana pun.
Ini bukan pusat panggilan.
Ya?
Api! Ada kebakaran!
Di mana?
Saluran telepon kita sangat sibuk.
- Kamu mengejutkanku. - Dasar kamu...
Izinkan kami untuk beristirahat.
Telepon kami juga terus berdering!
Bisakah kamu mengangkat itu?
Kita perlu membuka jalur terpisah.
Kantor Polisi Gangdong juga menerima panggilan,
tapi mereka juga mendapatkan terlalu banyak panggilan.
- Aku tidak berbicara dengan Anda. - Baiklah, aku mengerti.
Aku yakin LFN juga sedang kacau.
Maaf, tapi kusarankan
Anda membuat laporan seperti itu ke kantor polisi.
Kami tidak punya hak atas penyelidikan.
Kami tidak memiliki cukup informasi tentang penangkapan.
Baik, terima kasih.
Apakah mereka menjebak kita untuk menanggung semua kesalahan?
Orang-orang menyebut kita pembohong.
Hei.
Ini semua karenamu.
Kita akan sering menerima panggilan seperti itu.
Tidak boleh seenaknya memperlakukan penelepon.
Mari usahakan yang terbaik untuk menenangkan mereka.
Astaga, usai Oh Man Sang ditangkap
orang-orang baru bisa tenang.
Itu tidak akan mudah. Dia pasti bersembunyi.
Astaga.
Mari kita tawarkan hadiah.
Berapa, Pak?
Kamu bisa bicara dengan Kantor Polisi Gangdong
dan mengajukan angkanya.
Ya, Pak.
Jika imbalannya terlalu tinggi, kita akan mendapat telepon palsu.
Kita akan tahu itu palsu atau tidak setelah menyelidiki mereka.
Anda benar.
Wakil Kepala Do, kita sudah sepakat bekerja
dengan Kantor Kejaksaan Incheon.
Harap fokus pada penangkapan Oh Man Sang.
Sementara itu, untuk Divisi Kriminal Delapan...
No comments yet. Be the first to leave one.