The first 200 lines.
Sebelumnya di OLYMPUS...
Aku telah membawa Lexicon suci itu kesini
ke pintu Olympus.
katakan padaku bagaimana cara membuka pintunya.
Kau harus memilih.
Aku atau dia.
Aku telah membunuh satu satunya wanita yang aku cintai.
Sebagai Dewa abadi, kau akan memiliki kekuatan...
untuk membawa manusia kembali dari dunia bawah.
Bagaimana caranya aku menemukan Zeus?
Setelah masuk Olympus kau harus menyeberangi jembatan.
Siapa yang akan memandu kita melewati jembatannya?
Seorang yang bisa melihat dengan jelas tanpa menggunakan matanya.
Peramal Gaia.
Para dewa tidak berjalan dengan satu pikiran.
Mereka bertempur satu sama lain seperti halnya manusia.
Kau harus mencium
mulut hidup...
Gaia.
Kita saling perhatian, kau dan aku.
Berpergian jauh bersama-sama.
Kita sekarang bersaudara,
Yang disatukan oleh ikatan suci.
Apapun yang kau pikirkan padaku sekarang,
Apapun kepercayaan yang kau rasakan telah rusak...
Hatiku tidak pernah gentar,
Tidak sekalipun.
Dimana itu?
Lepaskan aku...
Atau aku akan menggunakannya.
Dengan 1 ketukan kecilpun
akan membuat dunia ini hancur.
Kau akan akhiri semuanya disini?
Sekarang?
Dalam satu saat kegilaan?
Kegilaan...
Atau jenius?
Sentuh itu, dan kau akan mati.
= O L Y M P U S = Season 01 Episode 13 :: T R U T H ::
Waktu telah terhenti.
Aku memperhatikanmu.
Kau pemberani,
Bijaksana,
Kepala batu.
Kerajaan kita milikmu.
Seberangi jembatannya
melewati Tartarus...
Dan temukan keinginan hatimu.
Peramal...
Maukah kau membimbing kita melewati jembatan itu?
Ini berhasil.
Mengapa bisa berhasil?
Ciuman kita sejati.
Tidak, itu tak mungkin.
Aku tidak mencintaimu.
Kau yakin?
Apakah kau mencintaiku?
Kita buat kesepakatan.
Maukah kau membimbing kita melewati jembatan itu?
Apa keinginan hatimu, prajurit bayaran?
Apa yang kau harapkan ditemukan disana?
Cintaku.
Ariadne.
Hmm?
Kau membawaku kesini
Untuk membimbingmu
Pada Ariadne?
Kau akan menemukan keinginan hatimu juga, Peramal.
Tidak, aku tidak punya keinginan...
Tapi untuk mengakhiri ini semuanya.
Apa artinya ini?
Ini padat.
Cobaan lainnya?
Kau seharusnya membimbing kita di sana.
Kau harus tahu apa artinya ini.
Inikah kehendak Dewa.
Bisakah kau lihat?
Jika kau menyingkirkan cemburu dan amarahmu,
Kau akan temukan pembebasan dirimu, juga.
Apakah kau tak ingin menyelamatkan adikmu?
Adikku terbaring dalam pelukan manis Gaia
Peramal hanya dapat membantu kita menyeberangi jembatan.
Terserah kita begitu sampai di sana.
Ketika ini berakhir, Peramal.
Kuharap aku tak pernah meminta padamu lagi.
Ketika ini berakhir,
Kuharap kau dibakar di dalam hukuman yang kekal.
Kita harus jaga emosi kita
dan gunakan kepala kita.
Pikir.
Apa artinya ini?
Apa ini benar² aku?
Ya.
Mengapa?
Dewa yang baik.
Apa yang terjadi padaku?
Seorang yang tua.
Tua? Aku...
Aku tak bisa setua ini.
Aku seharusnya usia 40 an.
Tidak...
50 an?
Berapa umurmu, Peramal?
22, 23 ? Aku tak tahu.
Jika kita tidak tahu umur kita,
Apa lagi yang telah dilewatkan kita?
Apa bedanya dengan sekarang?
Tidakkah kau ingin tahu?
Tahu apa?
Kebenaran.
Kebenaran kita?
Omong kosong.
Mengapa para Dewa peduli pada Kebenaran kita?
Tidak...
Ini pastinya ada hubungannya dengan cincin itu.
Bolehkah aku melihat cincinnya lagi?
"Nada."
Maka dari itu Hermes menyebut ini "nada..."
Ini mengeluarkan suara...
Dimana, di dunia kita
ini tidak berbahaya,
Tapi jika di sini, dalam kecepatan waktu ini,
Oh, kita harus hati-hati sekali dengan ini.
Kecuali...
Apa yang kau bicarakan?
Suara itu membuat guncangan kuil besar ini.
Gerakannya begitu cepat,
Getaran suaranya
Menyebabkan bumi...
Bergerak.
Ini senjata para Dewa.
Senjata dari dunia lain,
Jauh dari alam semesta kita,
Yang bisa membunuh dengan suaranya.
Jadi jika aku lemparkan ini ke pintunya...
Kebisingannya bisa menghancurkan,
mungkin akan membuat seluruh gunung ini
runtuh.
Mungkin kita harus mencobanya..
Mungkin tidak.
Kau lihat itu?
Apa?
Di kejauhan sana, di belakang refleksi kita.
Ada pintu yang lain
Tapi kita harus menerobos tembok ini
Untuk sampai ke sana.
Kau mau kemana?
Melihat apa yang ada dibalik pintu itu.
kau akan salah
Lihat itu.
Cepat.
Ayolah.
Jangan lihat ke bawah, hero,
Atau dunia terlarang ini Akan membakar matamu.
Ada apa?
Diam.
Aku harus mendengarkan Cahaya hitam..
Whoa...
Kita harus melompat.
Mengapa?
Ada patahan di jembatannya.
Aku tidak merasa jaraknya lebar, tapi...
Siap?
Tidak.
Satu...
Dua...
Tiga!
Peramal?
Daedalus.
Ini, uh, Apa yang kau pikirkan.
Ayo, kita tidak punya banyak waktu.
Cepat, cepat.
Maafkan aku, nak.
Gaia!
Bunda Suciku.
Alcimenes!
Tisander!
Aku tidak menyalahkanmu.
Jika aku dalam posisimu,
Aku ingin tahu kebenarannya juga.
Itu sangat bermanfaat?
Percaya padaku, barangkali ada perbedaannya.
Sekarang,
Jika kau melihat kesana, daedalus, anakku...
Kau akan menemukan kebenaran yang kau cari.
Aku sangat merindukanmu.
Aku sangat menyesal, Anakku.
Kau telah menderita terlalu banyak,
Mengorbankan hidupmu,
Kasihmu kepadaku.
Tidak, Aku rela menyerahkan diriku.
Kebenaran tersembunyi dalam sudut jiwa kita,
Tapi kau akan melihatnya
Dalam segala keindahan yang warnawarni.
Ariadne!
Siapa kau?
Kau tak mengenalku?
Apa kau dikirim oleh Tuan dan penguasaku?
Aku kekasihmu.
Hatiku milik Dionysus,
No comments yet. Be the first to leave one.