The first 200 lines.
"Hotel Del Luna"
"Episode 5"
Ku Chan Seong.
Jangan menatapnya.
Jangan sampai dia mendengar napasmu.
Tapi aku dengar...
Jangan dengarkan.
Ada apa?
Dia tamu yang menginap di kamar ini.
Kamu bisa gila jika melihatnya.
Jangan berbalik.
Pergi dari sini begitu pintunya terbuka.
Pergi.
Nona.
Kamu tidak akan bisa keluar melewati pintu itu.
Maaf telah membangunkanmu.
Silakan kembali ke dalam dan beristirahatlah.
Sepertinya aroma dupa membuatmu menjadi gila.
Kamu terkurung di lemari itu untuk waktu yang lama.
Dan kamu masih saja marah ketika melihat manusia hidup?
Apa kamu ingin keluar dan melampiaskan kemarahan lagi?
Kamu tamu di sini.
Jadi, aku tidak akan memaksa untuk kembali ke dalam.
Sebaiknya kamu merangkak kembali dengan tenang ke kamar.
Ku Chan Seong.
Ku Chan Seong.
Ku Chan Seong.
Ku Chan Seong.
Ku Chan Seong.
Nona Jang?
Ku Chan Seong.
Ku Chan Seong.
Jangan bertindak bodoh.
Kamu tidak tahu betapa penakutnya dia.
Berapa kali pun kamu memanggilnya, dia tidak akan kembali.
Ku Chan Seong?
Nona Jang!
Apa barusan itu si Pilihan Ketiga yang lari secepat kilat?
Meski kamu melihat dengan satu mata tertutup, dia bukan Pak Ku.
Aku juga berpikir begitu. Rambutnya terurai berantakan.
Dia tamu Kamar 13.
Dia telah meninggalkan kamarnya.
Rencana kita gagal. Ini situasi genting.
Ku Chan Seong.
Arwahnya sudah pergi.
Kamu bisa melepasku.
Kamu...
kamu melihatnya, ya?
Hanya sepintas.
Jadi, apa kamu sudah gila?
Aku tidak gila.
Aku terlalu takut hingga tidak bisa menenangkan diri.
Apa kamu terluka?
Apa kamu baik-baik saja, Man Weol?
Ku Chan Seong.
Apa tadi kamu takut?
Tidak ada yang salah denganku. Aku baik-baik saja.
Kamu ini.
Kamu sudah agak gila.
Aku hanya bercanda.
Apa tadi kamu benar-benar ketakutan?
Kalau begitu, apa benar kamu bisa gila
jika melihat hantu itu?
Kupikir kamu mengatakan itu untuk menakutiku.
Ya, itu benar.
Kamu hanya menjadi sedikit gila karena hanya melihatnya sepintas.
Jika kamu melihatnya baik-baik, kamu pasti sudah gila.
Benarkah?
Dia tidak masih ada di sini, bukan?
Dia kabur.
Kukira kamu akan mengurusnya, tapi kamu bahkan tidak bisa hentikan dia.
Ya. Aku tidak tahu seorang pengecut akan mengumpulkan keberanian
dan berlari ke sini membuka pintunya lebar-lebar.
Dasar bodoh.
Apa...
Tunggu aku.
Seorang pengecut?
Apa kamu menyebutku pengecut?
Tidak ada orang lain di sini. Dasar bodoh.
Bodoh?
Tidak ada yang pernah menyebutku seperti itu selama hidupku.
Aku lulusan Harvard dan aku...
Diam!
Itu kekerasan verbal. Tolong tarik kembali.
Aku menariknya. - Yang benar saja.
Ada hantu! - Di mana?
Dasar pengecut.
Astaga. Kupikir ada hantu.
Aku pasti melakukan kesalahan saat membakar dupanya. Maaf.
Aku lega kamu selamat.
Ya.
Bu Choi, kamu harus mengurus kamar itu dengan baik.
Tamu berbahaya itu bisa saja menyakiti manajer umum kita.
Tidak, aku minta maaf karena membuat kalian cemas.
Kamu lihat caraku mengimprovisasinya?
Si Pilihan Ketiga sama sekali tidak tahu
bahwa kita sengaja menggiring dia ke kamar itu.
Entahlah. Kamu terlihat merasa bersalah.
Menurutku, Pak Ku yang bodoh karena menyadarinya.
Meski bodoh, dia pasti sadar saat si Pilihan Keempat tiba.
Hyun Joong harus menunda membawa si Pilihan Keempat.
Yu Na, kamu sedang apa?
Minggir.
Tadi kamu lihat Yu Na? - Ya.
Kudengar dia dirasuki arwah Su Jung. Sepertinya itu benar.
Kalau kamu panggil Su Jung, dia akan menoleh.
Benarkah? - Benarkah?
Mari kita coba dan lihat. - Ayo.
Coba kamu panggil namanya. - Dia benar-benar menoleh?
Aneh sekali.
Su Jung.
Pasti benar.
Mengerikan sekali. - Itu mengerikan.
Apa? - Apa ini?
Astaga.
Apa? - Apa?
Apa yang terjadi? - Apa itu?
Apa yang kamu lakukan?
Aku tidak ingin kamu terluka, jadi, kutangkap. Jatuh itu sakit.
Jika aku terluka, aku pasti akan terlihat manusiawi.
Sekarang mereka akan memanggilku monster.
Hei.
Tunggu aku.
Dia marah kepadaku karena telah menolongnya.
Kamu. Kenapa bisa menangkapku?
Hantu tidak bisa menangkap manusia.
Aku bukan hantu biasa.
Ada tasbih dan azimat di sini.
Jadi, pergilah, roh jahat.
Temanku.
Aku bukan arwah yang bisa diusir dengan kekuatan iman.
Aku punya hak untuk menetap di dunia ini.
Aku punya tempat tinggal dan juga pekerjaan.
Jangan konyol. Hantu apa yang punya pekerjaan?
Aku pebisnis hotel. Aku dari Hotel Del Luna.
Hotel Del Luna?
Kamu kenal pemilik dan manajer umum hotel kami, bukan?
Mereka membantumu tinggal di dalam tubuh itu.
Lalu? Kamu ingin aku keluar dari tubuh ini?
Kamu orang yang sangat berharga.
Kamu harapan berharga kami.
Kamu adalah pilihan keempat.
Pilihan keempat?
Kamu kandidat pilihan keempat sebagai manajer umum kami.
Sesuatu telah terjadi pada si Pilihan Ketiga, jadi, aku datang
untuk membawamu sebagai pilihan keempat kami.
Aku tidak mengerti ucapanmu.
Tapi kamu di sini karena membutuhkanku.
Ya.
Hantu bahkan punya ponsel?
Tentu. Aku punya pekerjaan, jadi, aku juga punya ponsel.
Aku punya hak tinggal di sini.
Wifi sekolahmu bagus.
Si Pilihan Ketiga tidak terluka. Si Pilihan Keempat ditangguhkan.
Apa maksudnya kamu tidak membutuhkanku?
Untuk saat ini. Tapi aku mungkin akan kembali membawamu.
Makanya,
teruslah belajar giat di sekolah.
Hei!
Berikan nomormu. Aku ingin berkirim pesan ke hantu.
Aku tidak pernah memberikan nomorku ke manusia.
Jadi, kamu tidak mau? Tidak bisa?
Kalau begitu lupakan saja.
Baik. Sekarang kita teman.
Manajer umum Hotel Del Luna?
Kedengarannya menarik.
Sudah.
Tunggu.
Pak Ji?
Aku senang melihatmu masih waras.
Terima kasih sudah benar-benar senang.
Kedengarannya seperti kalian semua mengharapkanku
menjadi gila di kamar itu.
Astaga.
Tapi kamu tidak gila dan itu yang penting.
Si Pilihan Keempat sudah bersiap.
Kami juga sudah membicarakan
beberapa cara lain untuk menyingkirkan si Pilihan Ketiga.
"Operasi Mengeliminasi Si Pilihan Ketiga"
Pertama, kita bisa mengirimnya
ke stasiun arwah di rumah hantu daerah Shincheon-gun.
"Arwah di Shincheon-gun"
Dijamin 30 tahun
jika dia menghindari Malaikat Maut lokal.
Berikutnya, kita bisa menggunakan arwah pendendam yang kuat
untuk membuatnya mendadak menemui ajal.
"Arwah Pendendam di Uijeongbu"
Dia pembunuh berpengalaman yang beroperasi di Uijeongbu.
Karena lokasinya yang dekat, kita bisa dengan mudah
Tidak, hentikan.
Ku Chan Seong tidak akan pergi.
Dia akan tetap berada di sisiku.
Bagaimana jika pohonnya terus tumbuh?
Ma Go mengirimnya ke sini dengan sengaja.
Anda harus mengusirnya.
Jika dia memang dikirim oleh seorang dewa,
mengusirnya tidak akan menyelesaikan apa pun.
Bagaimana jika bunganya mekar?
Bunga?
Biarkan mereka mekar.
No comments yet. Be the first to leave one.