The first 200 lines.
Ga-on, aku akan menurunkanmu di depan gedung agensi.
Kau harus bicara dengan Pak Moon sebelum pulang.
Baiklah.
[ Aku yakin Woo Ga-on jahat di kehidupan sehari-hari. ]
Jadi, kau tak enak badan. Apakah seburuk itu?
Maafkan aku.
Kau tak perlu minta maaf kepadaku.
Kau harus minta maaf kepada pria itu dan penggemarnya.
Siapa namanya? No Sang-hoon?
Baiklah. Mari unggah surat permintaan maaf dengan tulisan tangan.
Kau bisa menulis permintaan maafmu kepada Bluemoon dan penggemar mereka.
Tidak akan.
Apa?
Aku bisa minta maaf kepada penggemar mereka,
tapi tidak kepada No Sang-hoon.
Hei, kau tak bisa menulis surat yang ditujukan hanya untuk penggemar
dan tak menyebutkan dia.
Baca komentar ini di internet.
Semua orang bilang mereka kasihan kepada No Sang-hoon.
Dengar. Kau membuat
band baru Jang Chun-sik menjadi sorotan.
Pria jahat itu. Astaga, dia sangat menyebalkan.
Aku akan melakukan apa pun jika ada cara lain.
Tapi aku tak akan minta maaf kepadanya.
Ga-on.
Ada apa denganmu?
Kau satu SMA dengan No Sang-hoon.
Apa terjadi sesuatu di antara kalian?
Begitukah?
Ga-on.
LUNA dikritik habis-habisan gara-gara kau.
Maka kau harus minta maaf demi band-mu.
Kalau begitu,
aku akan keluar dari band.
- Apa katamu? - Jika aku keluar,
LUNA tak akan dikritik.
Apa katamu? Hei!
Ga-on! Hei!
Ga-on!
Hei. Apa kata Pak Moon?
Aku akan siaran langsung nanti. Kau mau bicara?
Katakan kau tak enak badan. Aku akan membenarkannya.
Bagaimana menurutmu?
Lakukanlah tanpa aku.
Jadi, kau tak akan melakukan apa pun untuk memperbaiki kekacauan ini?
Sampai nanti. Bicaralah dengan Pak Moon.
Ada apa?
Katakan saja sekarang. Apa keputusanmu?
Hei, Ga-on!
Hei, Ga-on! Kau...
Ada apa ini? Kenapa kau berkemas?
Aku akan pergi.
Hei, ini milikku. Kenapa kau membawanya? Kau tak boleh membawanya.
Hei. Aku membelinya di Milan. Ini edisi terbatas. Jangan dibawa!
Kubilang jangan! Kau tak boleh membawa ini!
Ga-on!
Woo Ga-on!
Kau benar-benar akan pergi? Apa yang kau lakukan?
- Apa yang terjadi? - Tae-in, tadi...
Aku ingin keluar dari LUNA.
Apa yang kau lakukan?
Kau mendengarku. Aku akan keluar dari LUNA.
Aku sudah memberi tahu Pak Moon.
Hei. Ga-on.
Hei, Ga-on. Duduklah.
Mari bicarakan ini. Kumohon?
Apa terjadi sesuatu?
Ya, tapi dia tak boleh keluar dari grup karena ini.
Ga-on. Jangan terlalu dramatis!
Katakan alasanmu melakukan ini.
Aku hanya
tak mau melakukan ini lagi.
Kau serius?
Ya.
Baik. Pergilah.
- Hei, Tae-in! - Tae-in!
Kau mau ke mana?
Dia tak ingin melakukan ini. Jadi, biarkan dia pergi.
Tae-in. Kau serius?
Biar aku yang mengejarnya.
Ga-on!
Ga-on.
Apa yang terjadi?
Aku tahu ucapanmu tak serius.
Aku yakin Pak Yoon juga tak ingin kau pergi.
Kau tahu dia seperti apa.
Dia mengatakan itu karena harga dirinya. Ayo kembali ke dalam.
Jika malu untuk kembali ke dalam sekarang,
kau mau berjalan-jalan di sekitar sini?
Dokter Kang.
Ada dua hal yang ingin kuminta darimu.
Tolong jaga Marimo dengan baik.
Dan tolong...
Tolong bantu Tae-in sembuh.
Ga-on. Tunggu...
Dia tak seperti biasanya.
Pak Moon juga terus menelepon kita.
Yoo-chan, kau bersamanya sepanjang waktu.
Ada dia bertingkah aneh?
Entahlah. Aku yang paling sedih. Kenapa kau menanyakan itu?
Semuanya, berhentilah mencemaskannya. Dia memutuskan pergi.
Ada ribuan orang yang ingin bergabung dengan band kita.
Dia tak menginginkan ini. Kita tak butuh dia.
- Hei, Tae-in. - Kenapa kau berkata begitu?
Bisakah orang-orang itu menggantikan Ga-on?
Ini menyangkut band kami. Kau tak berhak ikut campur.
Aku mengerti aku tak berhak ikut campur,
tapi aku harus melakukannya.
Bahkan saat pegawai kantor
mengajukan pengunduran diri, bos mereka tak langsung menerimanya.
"Ada apa? Bisakah kau mempertimbangkan kembali?"
Setidaknya mereka berpura-pura mencegah pegawai pergi.
Apa anggota LUNA hanya kau?
Kau yang membuat semua keputusan? Apa kau sepenting itu?
Dokter Kang. Tolong hentikan. Kau sedang tak enak badan.
Dia tak menginginkan ini.
Jika memang payah, dia bisa berlatih.
Jika menyebabkan masalah, dia bisa memperbaikinya.
Tapi aku tak bisa membuatnya menginginkan ini.
Kau tampak murung hari ini.
[ Seseorang harus menikmati hal yang tak bisa mereka hindari. ]
Tapi apa yang harus kau lakukan saat tak bisa menikmatinya?
Sebenarnya, di zaman sekarang berlaku kebalikannya.
Hal yang tak bisa kau nikmati harus dihindari.
Terkadang, hal yang benar adalah menghindarinya.
Begitu rupanya.
Terima kasih.
Tidak mungkin. Apa dia berhenti karena ucapanku?
Ya.
Pak Yoon, aku masuk.
Kurasa Ga-on pergi bukan karena dia tak menginginkan ini.
Kurasa ada sesuatu dengannya.
Aku tak mau membicarakan itu lagi.
Sebenarnya, kurasa Ga-on mendatangiku untuk konseling.
Kurasa dia tak menceritakan semuanya.
Jadi, kita harus menemukannya sekarang dan mendengarkan ceritanya.
Ayolah. Sudah kubilang hentikan!
Kau di sini sebagai dokterku, bukan juru bicara Ga-on.
Kalau begitu, izinkan aku mengatakan satu hal lagi sebagai juru bicaranya.
Kenapa kau bergabung dengan band?
Jika ingin memutuskan semuanya, kau sendiri saja.
Hei!
Kalian semua di sini.
Pak Moon menggila.
Dia ingin menemukan Ga-on dan mencoba membujuknya.
Tapi Ga-on tak menjawab teleponnya.
Aku juga menelepon orang tua Ga-on, tapi mereka juga tak menjawab.
Jadi, aku akan ke rumahnya sekarang.
Aku saja.
Aku akan bicara dengannya dan membawanya kembali.
- Aku juga ikut. - Aku juga.
Untuk apa?
Apa yang akan kau lakukan dengan orang yang tak mau bersama LUNA?
Kau tak mencemaskannya?
Kau sungguh tak merasakan apa pun? Itukah alasannya?
Kau lupa dia tak mau bersama LUNA kemarin?
Jangan bawa dia kembali.
Woo-yeon. Kau mau ke mana?
Dokter Kang.
Aku akan pergi ke rumah Ga-on.
Benarkah? Boleh aku ikut denganmu?
Tidak. Kau harus istirahat lebih lama. Kau masih sakit.
Aku tak apa-apa. Biarkan aku ikut denganmu.
Sebenarnya, ada yang menggangguku.
Ada apa?
Beberapa waktu lalu, Ga-on dan aku mengobrol.
Ga-on bertanya kepadaku apa yang harus dia lakukan
saat tak bisa menikmati atau menghindari sesuatu.
Jadi, kau bilang apa?
Aku menyuruhnya menghindar jika dia tak bisa menikmatinya.
Seharusnya aku menanyakan apa yang ingin dia hindari.
Bagaimana jika ini caranya menghindari sesuatu?
Seharusnya aku tak mengatakan itu kepadanya.
Tak mungkin. Dia tak mungkin pergi hanya karena perkataanmu.
Kau tahu, ada saatnya kita tak yakin
harus berbuat apa saat dihadapkan dengan dua pilihan.
Ga-on mungkin bimbang tentang sesuatu.
Bagaimana jika dia memutuskan ini karena ucapanku?
Meskipun benar begitu,
kami yang lebih salah karena menempatkan dia di posisi itu.
Jadi, ini bukan salahmu, Dokter Kang.
Aku dan suamiku baru pulang berlibur.
Jadi, kami tak bisa menjawab telepon.
Kau tahu, Ga-on menyuruh kami liburan
untuk ulang tahun pernikahan kami.
Begitu rupanya.
- Ini. - Terima kasih.
Omong-omong, kenapa kau kemari, Woo-yeon?
Aku sedang di sekitar sini.
Aku ingin mampir karena memikirkan Anda.
Begitukah?
Begitu rupanya. Aku khawatir ada masalah.
Entah apa kita pernah bertemu.
Aku? Aku manajer baru.
Benarkah? Astaga. Tolong jaga putraku dengan baik.
Dia sangat pemalu. Dia jarang mengungkapkan isi pikirannya.
Dia berusaha menyelesaikan semuanya sendiri bahkan saat masih kecil.
Benar. Jangan khawatir. Aku pasti akan menjaganya.
Terima kasih.
Kalian tampak sangat manis bersama.
No comments yet. Be the first to leave one.