The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
Aku paling suka yang ini.
Pak Choi memberi Anda runutannya?
Dengan kolaborasi bersama merek Italia ini,
kami akan menginterpretasikan gaya Eropa menjadi
gaya Korea yang unik.
Ya, kurasa itu ide bagus.
Konsumen belakangan ini sangat sadar fesyen.
Mereka tidak mau meniru tren Eropa.
Tim Satu dan Dua
akan mendesain Lini Signora untuk perempuan 40 sampai 50-an,
dan Lini Signorina untuk perempuan 20-an sampai 30-an.
Pertama, Nona Han akan menjelaskan konsep desain kami.
Ya. Pada Lini Signorina untuk perempuan 20 sampai 30-an,
kami akan menggunakan kain Italia berkualitas premium
dan menargetkan tren terbaru di kalangan perempuan muda.
Untuk warnanya, kami akan memakai sebagian besar nuansa netral.
Dari segi desain, kami ingin menggabungkan gaya retro
- dengan elemen baru yang modern... - Bu Choi.
Kamu baik-baik saja?
Keluarkan dia dari sini.
Siapa?
Tiap melihat gadis ini, aku merasa seperti akan pingsan.
Tolong keluarkan dia dari sini.
Tolong keluarlah!
- Bu Choi. - Bu Choi.
Kenapa Anda melakukan ini kepadaku?
Anda sungguh melakukan ini untuk memisahkan kami?
Seung Joo.
Anda sangat kejam.
Kali terakhir, Anda menyuruhku pindah ke Italia.
Apakah Anda akan terus marah seperti ini tiap melihatku?
Haruskah Anda melakukan ini?
Cukup, Nona Han.
Bu Choi sedang tidak sehat.
Tidak bisakah kamu mencoba mengerti?
Astaga, kacau sekali.
Kumohon! Tolong keluar!
- Bu Choi. - Seung Joo.
Tolong jaga Bu Choi.
Seung Joo.
Kita harus bicara.
Nanti saja.
Sekarang, aku tidak ingin membicarakan apa pun.
Jika kamu pergi seperti ini, aku akan gelisah.
Aku juga stres dan gelisah.
Seung Joo.
Ya, Pak Jang.
Ya. Aku akan pergi ke ruang santai sekarang.
Maafkan aku soal tadi, Pak Ahn.
Anda tidak perlu meminta maaf kepadaku.
Itu harus. Aku minta maaf karena membentak bawahanmu
di hadapanmu.
Mohon mengertilah.
Kurasa aku kurang tegas untuk mencegah kejadian itu.
Aku seharusnya tidak membiarkan Bu Choi dan Seung Joo bertemu.
Sampai kapan kamu akan memisahkan mereka?
Kamu akan melakukan itu bahkan setelah menikah?
Kamu tahu alasan Bu Choi marah tiap melihat Seung Joo?
Karena Bu Choi takut
kamu akan menolak menemuinya seumur hidupnya
sesuai permintaan Seung Joo.
Dia telah meyakinkan dirinya
bahwa dia tidak akan keberatan
jika kamu dan Si Woo memperlakukannya seperti serangga
asalkan dia bisa melihat kalian berdua.
Katanya, hanya itu keinginannya.
Ternyata kamu.
Kamu membujuk putraku, Nam Jin, agar mengusirku dari rumah ini!
Keluarkan dia dari sini.
Tiap melihat gadis ini, aku merasa seperti akan pingsan.
Tolong keluarkan dia dari sini.
Akan kugunakan kuasa dan koneksiku untuk membantu kesuksesan Nam Jin.
Kamu pikir bisa menghentikanku melakukan apa yang baik untuknya?
"Ayah"
Ya, Ayah.
Di mana kamu sekarang?
Memangnya di mana lagi? Aku di kantor.
Anak nakal, jangan membohongi ayah.
Ayah baru saja bicara dengan Pak Koo di telepon.
Katanya, kamu pergi tanpa mengatakan apa pun.
Apakah ada masalah?
Tidak ada masalah.
Aku hanya meninggalkan pekerjaan karena butuh udara segar.
Anak nakal. Jangan bersikap seperti itu di kantor.
Meninggalkan pekerjaan sesukamu atau bermalas-malasan
akan membuat Pak Ahn kesusahan.
Hanya hari ini.
Hanya sehari.
Tidak akan terulang lagi.
Di mana dia?
Katanya, dia meninggalkan pekerjaan untuk mencari udara segar,
tapi dia terdengar sangat marah.
Dia tidak berkeliaran di jembatan Sungai Han, bukan?
Astaga. Jangan berkata seperti itu.
Saat kudengar tentang rapat dengan Bu Choi,
aku mulai mendapatkan firasat buruk soal itu
seolah-olah itu menghantam belakang kepalaku.
Astaga. Apa yang dilakukan Pak Ahn?
Dia tahu apa yang terjadi antara Bu Choi dan Seung Joo.
Dia seharusnya mencegahnya sebelum itu terjadi.
Benar. Setelah yang Bu Choi lakukan kepada kita,
bagaimana bisa dia berlagak sebagai ibu mertua Seung Joo?
Dia tidak mencoba berlagak sebagai ibu mertua Seung Joo.
Dia hanya sangat syok atas apa yang terjadi
sehingga mengalami amnesia
dan gangguan panik. Itu sebabnya dia bersikap begitu.
Pak Lee, kamu memihak siapa?
Kamu memihak Bu Choi atau Seung Joo?
Aku? Aku memihak Nam Jin.
Ini masalah serius.
Bu Choi mengamuk
tiap melihat Seung Joo.
Tampaknya mereka sulit bekerja sama.
Kurasa pekerjaan ini terlalu berat untuk Bu Lee seorang diri.
Bagaimana kalau kita mempekerjakan desainer lain?
Aku juga berpikir begitu.
Namun, aku tidak yakin orang baru bisa bekerja sama dengan Bu Lee.
Karena ini situasi mendesak,
kurasa konflik bisa terjadi di antara mereka.
Bukankah ada desainer kompeten
yang siap untuk segera bekerja dan juga tinggal di rumahmu?
Desainer kompeten yang siap untuk segera bekerja?
Maksud Anda Jin Ah?
Ya.
Tapi dia sedang hamil. Apakah dia akan baik-baik saja?
Mari kita minta dia bergabung dengan tim hanya untuk kolaborasi.
Dia bisa kembali bekerja setelah melahirkan.
Selain itu, kalian tinggal serumah.
Jadi, kalian akan mudah berkomunikasi.
Pak Heo, Anda memang pemacu semangatku.
Namun, aku mengkhawatirkan Nona Han.
Benar.
Dia mungkin terlihat berani, tapi dia sebenarnya berhati lembut.
Aku merasa dia mengalami kesulitan karena aku.
Itu membuatku sedih.
Begini,
sampai aku bertemu denganmu, aku percaya
bahwa di suatu tempat di dunia ini,
pasti ada pemuda yang baik,
jujur dan optimistis.
Aku percaya orang seperti itu
menjadikan dunia ini tempat yang nyaman untuk ditinggali.
Saat bertemu denganmu,
aku menyadari bahwa apa yang kupercayai ternyata benar.
Astaga.
Jangan salahkan dirimu.
Berkat kamu, semua orang di sekitarmu berubah.
Selamat datang...
Ya ampun. Jin Ah.
Kabarmu baik?
Dae Sik, kamu terlihat sangat bugar.
Astaga. Kamu tampak bersemangat. Kamu senang bertemu dengannya?
Tidak. Bukan seperti itu.
Kamu satu-satunya untukku, Yeon Ji.
Tolong beri kami teh.
Tunggu. Beri Jin Ah jus saja.
Baiklah.
Kamu ingin mengatakan apa kepadaku, Yeon Ji?
Sebenarnya, aku membutuhkan bantuanmu.
Bantuanku?
Sejujurnya, aku bisa bergabung dengan Tim Desain Satu
berkat kamu.
Apa maksudmu? Kamu mendapatkan pekerjaan karena kamu kompeten.
Laporan yang kamu tulis.
Pak Jang merekomendasikanku karena laporan itu.
Sungguh?
Omong-omong, timku akan mengerjakan Lini Signora
untuk kolaborasi dengan merek Italia.
Pak Jang memintaku menulis laporan untuk konsep desain
dan aku bahkan tidak tahu harus mulai dari mana.
"Lini Signora"?
Bantu aku.
Kali ini, aku akan menyertakan namamu di laporannya.
Aku akan menyerahkannya atas namamu jika kamu mau.
Aku tahu kamu ingin kembali bekerja.
Bagaimana kalau kamu bekerja saja pada proyek ini bersamaku?
Aku harus menanyai Si Woo lebih dahulu.
Baiklah, akan kutulis draf untuk laporannya.
Periksalah itu nanti dan revisi jika perlu.
Kembali bekerja itu bagus,
tapi saat kamu memulainya,
kamu akan bekerja siang dan malam. Itulah yang kukhawatirkan.
Aku sungguh akan berhati-hati.
Aku tidak akan bekerja lembur dan pasti makan dengan teratur.
Kamu bisa berjanji?
Jika kamu bekerja lembur atau terlalu banyak seorang diri,
kamu harus mengundurkan diri, mengerti?
Baiklah.
Ibu.
Jin Ah, kamu berniat kembali bekerja?
Ya, Ibu.
Jangan. Tunggu sampai bayimu lahir.
Kamu lemah. Kenapa kamu berniat untuk kembali bekerja saat ini?
Aku sudah mengizinkannya.
Selain itu, entah Jin Ah kembali bekerja saat ini atau tidak,
itu bukan urusan Ibu.
Ada apa Ibu kemari?
No comments yet. Be the first to leave one.