The first 179 lines.
Sebelumnya di
Space Brothers
Mutta sang kakak terkena sial.
Karena lahir di hari kemenangan, Hibito si adik menjadi moonwalker Jepang pertama.
Mutta sang kakak berusaha menjadi astronot, dan menepati janjinya kepada Bibi Sharon
untuk membuat teleskop di bulan.
Mutta berhasil pada babak pertama, tapi dia terus saja dapat masalah.
Saat ujian tertulis, nilainya paling rendah.
Alhasil, dia harus dapat instruktur terbang yang gila.
Tetapi, Mutta sang kakak
belum sadar kalau dia sedang mempelajari apa yang dia butuhkan secara cepat.
Bagaimana kabarmu, Hibito?
Ah, baik, kok.
Kau sudah sarapan?
Sudah, kok.
Bagus itu.
Syukurlah kalau kau baik-baik saja.
Oke, oke.
Nah, anggap saja rumah sendiri.
Dengar, Hibito.
Kali ini, kami ingin kau melakukan yang tak biasa kaulakukan di latihan ini.
Jangan membayangkan ada di luar angkasa.
Dan jangan bayangkan kau ada di bulan.
Kau hanya ada di kolam renang Houston.
Paham?
Oke, John.
Terima kasih.
Baiklah, ayo pakai helmmu!
Kami akan menenggelamkanmu, Hibito.
Ya.
Hentikan latihannya!
Angkat!
Apa?
Hentikan! Hentikan!
Tarik dia!
Cepat!
Cepat bantu!
Sini! Cepat!
Keluarkan dia!
Sini!
Cepat!
Lepaskan helmnya!
Kau baik-baik saja, Hibito?
Kami lepaskan helmnya.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Jelas kalau semakin banyak yang kita masukkan dalam kantung
maka akan semakin berat kantung itu
Semakin keras aku berjuang, semakin dekat aku dengan tujuanku
Tapi sayangnya aku tak bisa secepat itu
Kutatap langit di malam hari, tapi tetap ku tak bisa tenang
Sampai-sampai detak jantung ini terdengar keras olehmu
Ayo kita pergi
Rasa laparku pun tahu lautan bintang ini tak terbatas
dalam planetarium mimpi dan kenyataan ini
Sekarang kuperbarui kanvas impianku
Dengan gemerlapnya alam semesta dan bumi yang biru
Rasa laparku pun tahu lautan bintang ini tak terbatas
dalam planetarium kebohongan dan kejujuran ini
Sekarang ku bicara memakai kanvas impianku
di orbit takdir ini
sambil berapi-api
#72 Penyakit Hibito
#72 Penyakit Hibito
Kenapa begini? Sial!
Kalau begini,
aku takkan pernah bisa ikut lagi.
Dokter yakin kalau helm itulah pemicu serangan panikmu.
Seperti yang kauketahui,
anggota kru di misi bulan diharuskan mampu melakukan kegiatan luar pesawat.
Maaf memberitahumu hal ini, Hibito.
Tapi kami tak bisa mengirimmu ke misi bulan kalau kau tak bisa ikut kegiatan luar pesawat.
Aku akan mencari cara untuk menyembuhkan penyakit ini.
Selama itu, bisakah Anda rahasiakan ini di antara Anda, aku dan dokter saja?
Tolong beri tahu keluargaku, khususnya kakakku,
kalau aku masih latihan untuk misi bulan.
Baiklah.
Aku akan minta para dokter melaporkan kalau kau hanya sakit fisik untuk sementara.
Tapi, Hibito...
Terus menerus berbohong itu sulit.
Ah.
Gawat, aku lupa syalku.
Rusia itu dingin, loh.
Benar juga. Aku mau beli dulu sebentar.
Ah.
Ja-Jangan pergi sendiri, Kobayashi!
Loh? Tumben sekali, Hibito.
Kau tak pernah pakai topi.
Coba lihat sekeliling.
Banyak turis Jepang di sini gara-gara NASA.
Ah, benar juga.
Hibito di sini?
Kalau ketahuan, kau pasti disuruh tanda tangan seharian.
Apa lagi dengan kartun itu.
Ini hebat sekali.
Mata pianonya ringan sekali,
tapi suaranya mirip piano asli.
Senangnya.
Terima kasih.
Ya.
Bibi Sharon, sebenarnya aku
mungkin tak akan kembali ke bulan.
Aku tak bisa cerita.
Hei, Hibito.
Apa ada yang ingin kauceritakan?
Kenapa, Hibito?
Kalau ada apa-apa, kau bisa cerita.
Begini.
Penyakit panik.
Ya, katanya ada yang bisa sembuh ada yang tidak.
Kalau begitu kau pasti sembuh. Kau 'kan seperti itu.
Terima kasih sudah cerita, Hibito.
Kau terus berusaha keras, 'kan?
Ah, Bibi Sharon.
Jangan beri tahu Mu soal ini.
Tenang saja, Bibi paham.
Kau 'kan memang selalu begitu.
Apa pun yang terjadi, kau ingin bersikap biasa saja di dekat Mutta.
Kalau aku tak cepat sembuh, mereka akan tahu.
Ingat, periksalah bagian ini kedap udara atau tidak. Ini penting.
Kalau tidak, bisa gawat.
Regolith itu berbahaya.
Pastikan kalian bersihkan semuanya.
Bagaimana kalau regolith itu masuk ke pesawat?
Enak sekali si Kenji dan Nitta.
Aku juga mau latihan di modul bulan. Sialan.
Oh, Mu!
Oh.
Yo, sudah lama tak ketemu, Nanba!
Bagaimana denganmu?
Aku sedang asyik membuat buggy.
Andai kalian juga merasakannya.
Oh, sudah waktunya, ya?
Maaf, Mutta.
Bisa kautunggu 15 menit lagi?
Oh. Begitu, ya?
Seperti yang kalian lihat, bulan itu lebih berbahaya dari yang dikira.
Sudah kuduga, berbeda sekali.
Gravitasi bulan itu enam kali lebih ringan dari bumi.
Di sana juga tak ada tekanan udara.
Kalau kau 'ngebut, kendaraannya bisa terbang.
No comments yet. Be the first to leave one.