The first 200 lines.
SEMUA TOKOH, ORGANISASI, TEMPAT, DAN KEJADIAN ADALAH FIKSI.
Anda tak perlu mencemaskan renegosiasi FTA.
Aku utus anggota kita untuk pastikan persekutuan dengan AS aman.
Hasil uji tingkat polusi udara yang disediakan EPA...
Ada kesalahan dalam angkanya.
EPISODE SEBELUMNYA
Tolong kontak delegasi Korea.
Dia bertanggung jawab atas insiden hari ini
dan dipecat.
Ada sebuah ledakan di Gedung Majelis Nasional
selama pidato kenegaraan Presiden.
Bangunan utama Gedung Majelis Nasional
telah runtuh.
Terima kasih
atas kedatangan Anda.
Anda dipercayakan
memangku segenap kekuasaan dan tanggung jawab
sebagai Presiden Republik Korea.
Bagaimana kalau aku mundur dari Presiden Interim?
Aku tidak memenuhi syarat.
Pemecatanmu belum resmi secara hukum.
MENTERI PARK MU-JIN
Tak ada waktu memprosesnya.
Ini perang! Kau tidak tahu artinya?
Kita tak boleh bereaksi emosional.
Tak ada waktu, Presiden Park.
Setujui pengumuman DEFCON dua.
Apa yang terjadi
jika kapal selam itu hanyut di wilayah kita?
Anda akan membahayakan nyawa dan keselamatan rakyat
dengan suatu ketidakpastian yang belum dikonfirmasi?
Bisa bawa Armada Sawagiri
pergi dari perairan Korea?
Orang paling berbahaya di bungker hari ini...
Park Mu-jin. Anda orangnya.
Ada aksi kekerasan di Mohyeon dan Bogil.
Perintah eksekutif?
Jika Anda ingin memberikan perintah itu, Anda harus memecatku.
Mulai sekarang,
Pak Han dipecat.
Ada bom! Aku menemukan peledak!
"Peledakan eksplosif"?
Metode pemicu ledakannya mensyaratkan fusi ditanam
di seluruh gedung agar sukses.
Jadi?
Para pengebom itu memicu ledakannya memakai jaringan kabel Internet gedung.
Ada pengeboman saat pidato kenegaraan
di Gedung Majelis Nasional yang kuboikot.
Itu saja sudah menghalangiku terbebas dari tanggung jawab moral.
Siapa yang lebih malang?
Keluarga korban tewas...
atau keluarga korban hilang?
Anda masih berpikir tidak menginginkan kekuasaan dan wewenang?
Bukan tak menginginkan kekuasaan,
dia hanya tak pernah dapat kesempatan.
WAFAT
HILANG
KIM JUN-O
Ada korban selamat di sini!
Korban selamat!
Ada yang selamat?
Di mana?
Ada korban selamat!
Di mana korban itu?
- Di sana. - Astaga!
- Ya, kami menemukan korban selamat. - Astaga!
- Ya ampun. - Semoga dia baik-baik saja.
Astaga!
- Di sana. - Bertahanlah. Sedikit lagi.
Pegang lengannya dahulu.
Hati-hati. Awas lengannya.
Satu, dua, tiga!
Cepat!
- Ayah! - Cepat!
Hei, kakinya juga.
Selimuti dia.
- Satu, dua, tiga! - Tiga!
- Ayo. - Ayah!
- Ayah! - Tolong mundur.
Tolong mundur.
Tolong mundur.
Pegang erat, ya?
- Ayah! - Pelan-pelan.
Pelan-pelan, ya?
Ayah!
Sudah. Aku memegangnya.
Pelan-pelan.
- Tolong mundur. - Aku cuma mau lihat...
- Izinkan kami... - Itu dia!
- Ayah! - Tolong mundur.
Kau ingat ledakannya?
- Apa yang terjadi? - Geser!
Mohon komentarnya.
Bagaimana perasaanmu menjadi satu-satunya yang selamat?
Identifikasi dirimu!
Kau ingat ledakan itu?
Kau di mana saat ledakan itu?
Korban yang secara ajaib selamat dua hari pasca ledakan
diidentifikasi sebagai anggota majelis periode satu, Oh Yeong-seok.
Pengeboman ini menelan sekitar 200 korban jiwa,
termasuk Presiden Yang,
Perdana Menteri, juga para anggota Kabinet.
Korban selamat pertama, Anggota Oh Yeong-seok...
Anggota termuda Majelis Nasional ke-21.
Dia anggota pertama dari Honam
yang terpilih mewakili distrik TK.
Itu terjadi karena dia independen.
Dia mengalahkan anggota majelis tiga periode yang jadi ketua fraksi.
Kau tak ingat?
Perhatian!
Garap berita utama tentang Oh Yeong-seok.
Kontribusi untuk distriknya dan di Majelis.
Ini periode pertamanya, selidiki asal-usulnya.
"Oh Yeong-seok sang pejuang.
Pembawa pesan harapan bangkit dari tengah kehancuran."
Bagus, bukan?
Mulai bekerja!
ANGGOTA MAJELIS OH YEONG-SEOK DITEMUKAN HIDUP
Selamatnya Anggota Majelis Oh
memberi asa bagi masyarakat kita
yang larut dalam keputusasaan.
Hidup ini cukup menarik, ya?
Seseorang menjadi suar harapan karena masih hidup.
Satu lagi mendapat kekuasaan tertinggi di Korea
karena masih hidup.
Tanpa kualifikasi
dan tanpa pernah disiapkan.
PENYELAMATAN DRAMATIS ANGGOTA MAJELIS OH YEONG-SEOK
Itu kabar gembira.
Semoga ke depannya
kita mendengar lebih banyak korban selamat.
Pak Presiden.
Orang-orang di lokasi
berpikir kemungkinannya kecil.
Besok, waktu emas penyelamatan, 72 jam, akan habis.
Kami juga mencemaskan runtuhan susulan.
Kupikir...
Pak Oh bisa jadi yang pertama dan terakhir...
Mungkin dia satu-satunya.
Aku akan mengirimkan ucapan selamat atas nama Anda, Pak.
Tolong lihat ini.
Ini tingkat kepuasan Anda berdasarkan pelaksanaan pemerintahan.
Jajak pendapat calon presiden,
Anda nomor lima, menyusul Bu Yun Chan-gyeong
dan Wali Kota Kang.
Kata reporter,
banyak media sedang menggarap berita tentang Anda.
Mungkin topiknya tentang kompetensi Anda sebagai calon presiden.
Aku jadi...
tidak tenang.
Aku akan kembali mengajar dalam 60 hari.
Aku tak mau dijadikan calon.
Melihat situasinya, itu tidak benar.
Anda mau aku mengendalikan pers karena tak mau berita itu?
Mereka akan menurunkan berita tentang pembatasan hak oleh Gedung Biru.
- Maksudku... - Kau tahu
bukan itu maksudnya.
Aku memaparkan informasi.
Setelah kepergian Pak Han,
semua ucapan Anda akan jadi cerminan pilihan politik Gedung Biru
terlepas dari apa pun niat Anda.
Media akan membicarakan Anda seolah salah satu calon presiden.
Selain itu...
Aku menerimanya.
Apa maksudmu?
Itu bukti masyarakat mendukung kepemimpinan Anda.
Anda pikir Presiden Interim biasa
bisa memiliki alat lebih berkuasa daripada Gedung Biru?
Apa?
Kurasa listriknya padam.
Tidak. Ada masalah.
Listrik Gedung Biru tak bisa padam.
Tolong tetap di sini!
Pak Presiden! Tolong jauhi jendela.
Ada apa?
Gedung Biru.
Kini tampaknya Gedung Biru jadi target serangan.
PENGAKUAN EPISODE 4
Ya, baik.
Ada apa? Apa yang terjadi?
Tembok api internal kita dibobol.
Putuskan tautannya.
Cepat! Putuskan!
Seluruh sistem tidak merespons, Pak.
Ini gila.
Di mana pembobolannya?
SISTEM DIRETAS
Jangan bilang jaringan kita telah diretas.
Jaringan Gedung Biru dirancang anti-peretasan.
Lantas bagaimana...
Pernah dengar kuda Troya?
Tembok apinya dibuka dari dalam
saat listrik kembali menyala.
Mungkinkah mengecek apa ada pembobolan data?
Bukan itu yang mereka incar.
Mereka meninggalkan video.
Lihat.
Benarkah itu?
Kami tak bisa memastikannya...
sebelum NSC menerima laporan
No comments yet. Be the first to leave one.