Release info

비켜라 운명아 It's My Life E93 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-03-15
Downloads: 10
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

"It's My Life"

Dia mengalami delirium?

Itu akan hilang saat dia pulih?

Ibuku juga mengalaminya

setelah operasi kankernya,

tapi itu sudah hilang setelah dia pulih.

Karena dia secara fisik dan mental lemah sekarang.

Kamu tidak memberi tahu Si Woo, bukan?

Tentu saja tidak. Aku tidak memberitahunya.

Baiklah. Tolong rawat dia baik-baik.

Jika terjadi sesuatu, langsung hubungi aku.

Baik.

Ini.

- Ibu, hentikan. - Apa?

Aku akan mengurus semuanya hari ini.

Duduk di sini dan tenanglah.

Astaga. Sulit dipercaya.

Aku diperlakukan seperti ratu.

Bu Yang, aku iri.

Apa yang harus kulakukan lebih dahulu, Bu?

Kamu punya tikar piknik dan kotak pendingin, bukan?

- Bawa kursi kemah juga. - Tentu saja. Akan kulakukan itu.

Tapi apa gimbapmu enak dimakan?

Kenapa kamu bilang begitu? Aku pandai membuat gimbap.

Benarkah?

Kalau begitu, berikan ujungnya.

Aku akan mencicipinya.

Astaga. Minum air pun ada aturannya.

Ibu harus mencobanya lebih dahulu. Ini.

Enak sekali.

Seung Joo, kamu tidak akan membuat Nam Jin kelaparan.

Berikan kepadaku juga.

- Enak sekali. - Enak?

Ya.

Kenapa kalian membuat gimbap?

Kalian akan pergi?

Piknik atau apa pun namanya.

Seung Joo mengusulkan kami membuat gimbap dan piknik.

Dia ingin mengajakku pergi agar bisa menghirup udara segar.

Begitu rupanya.

Nam Jin, ke ataslah dan kemas barang-barang yang kita butuhkan.

Ibu, jangan lupa memakai mantel hangat.

Benar. Baik.

Omong-omong, kamu mau ikut, Geum Soon?

Aku tidak enak karena sepertinya hanya aku yang diperlakukan khusus.

Ibu, ambillah mantel Anda, lalu kembali.

Selain itu, mengajak Anda piknik bukan perlakuan khusus.

Saat cuaca makin hangat, Nam Jin dan aku

akan mengajak Anda ke tempat lebih indah.

Mendengarnya saja sudah membuatku merasa makan 10 gulung gimbap.

Cepat ambil mantel Anda.

Baik. Aku akan kembali.

Baiklah. Misi selesai. Aku sudah mengemas semuanya.

Aku sudah memakai mantel juga.

Ibu terlihat cantik.

- Kita pergi sekarang? - Ya.

- Selamat bersenang-senang. - Sampai nanti.

Bu Choi, menyaraplah.

Aku tidak lapar.

Kalau begitu, aku akan belanja bahan makanan.

Makanlah apa pun di kulkas jika lapar.

Aku sungguh menikmati makanannya.

Astaga. Seung Joo.

Seung Joo, kamu cantik.

Kamu andal,

pandai memasak, dan ramah.

Nam Jin, kamu sangat beruntung.

Aku yang beruntung.

Aku bertemu pria baik seperti Nam Jin dan Anda

yang seperti malaikat.

Kamu juga selalu mengatakan hal-hal baik.

Kamu manis sekali.

Ibu mau teh?

Ayo menghangatkan diri.

Cuacanya cerah, tapi masih agak dingin, bukan?

Ya, ini agak dingin.

Aku akan duduk di sini. Kalian nikmatilah waktu romantis.

Aku tidak lamban.

Benar. Seung Joo, bagaimana jika kita naik sepeda?

Kamu tidak boleh naik sepeda karena baru dioperasi.

Aku tidak bisa naik sepeda.

Pejuang wanita macam apa yang tidak bisa naik sepeda?

Ayo. Akan kuajari.

Ayahku sudah mencobanya, tapi dia menyerah.

Aku tidak atletis sama sekali.

Jika kuajari, kamu akan bebas mengendarainya dalam 30 menit.

- Ayo. - Pergilah.

- Ibu, kami akan kembali. - Baik.

Astaga. Seung Joo sangat ceria.

Dia manis sekali.

Aku sangat bersenang-senang sampai lupa waktu.

Seung Joo sangat pandai naik sepeda.

- Anda bersenang-senang? - Tentu saja.

Astaga.

Aku bersenang-senang berkat dirimu, Seung Joo.

Terima kasih banyak.

Aku juga bersenang-senang, Ibu.

Seung Joo, ayo pergi ke suatu tempat.

Ke mana?

Kamu akan tahu saat tiba di sana.

Benar. Aku akan beres-beres.

- Jadi, pergilah. - Baik.

- Ayo. - Pergilah.

- Baik. Sampai nanti, Ibu. - Sampai nanti.

Saat kamu tersenyum, seluruh dunia menjadi lebih cerah.

Dia energetik dan berani. Itu daya tariknya.

Dia setia, cantik, dan mudah marah.

Dia bisa minum banyak dan sangat feminin juga.

Dia andal dan peduli kepada orang lain.

Siapa dia?

- Han Seung Joo. - Han Seung Joo.

Seung Joo, aku mencintaimu.

Maukah kamu menikahiku?

Ini

sebenarnya peluit.

Saat kamu, belahan jiwaku, meniupnya,

aku akan menemukanmu di mana pun dirimu.

Kamu memercayaiku, bukan?

Aku memercayaimu.

Tapi aku tidak perlu memberimu jawabannya sekarang, bukan?

Kamu tidak perlu memberiku jawabannya sekarang,

tapi kuharap tidak akan terlalu lama.

Dan jawabanmu harus "ya".

Aku juga sangat mencintaimu.

Dan...

Jika aku menikahi seseorang,

kamulah orangnya, Nam Jin.

Namun, aku tidak mau memikirkan pernikahan sekarang.

Kenapa?

Setelah semua beres, dan kita merasa tenang.

Kurasa sekarang bukan waktu yang tepat.

- Selamat! - Astaga. Hei.

Kenapa kamu sudah meniupnya? Dia belum menjawab.

Maaf. Haruskah kuambil kembali?

- Astaga. Anak ini... - Maaf.

Kamu tahu

aku tidak pernah bisa menerima Bu Choi sebagai mertuaku.

Bu Choi dan aku

tidak pernah bisa memperbaiki hubungan kami.

Akan kupikirkan harus bagaimana

lebih lama. Aku harus berpikir lebih lama.

Pak Jang, kita mendapat jackpot!

Mendapat jackpot? Apa maksudmu?

Desain Yeon Ji untuk babak kedua.

Itu mendapat jackpot!

Apa maksudmu?

Penjualan kita terpuruk karena itu.

Bagaimana bisa gaun payet bersinar mendapat jackpot?

Jin Ah mengirim gaun itu kepada grup penyanyi wanita. Ingat?

Beberapa hari lalu, mereka tampil di acara ragam populer

- memakai gaun itu. - Lalu?

Kita dibanjiri pesanan untuk gaun itu!

Kamu serius?

- Itu tidak ada gunanya sekarang. - Apa maksudmu?

Pak Jang, kamu tidak senang?

Pak Choi memutuskan mundur menjadi penerus bisnis ini.

Apa? Dia memutuskan mundur?

Bibirku pecah-pecah karena bekerja keras untuk tim ini

tanpa kapten atau navigator.

Bagaimana bisa dia memutuskan menyerah?

Tolong cegah dia.

Jika gaun ini laris, kita akan unggul.

Benar.

Tidak bisa kubiarkan ini mencoreng karierku.

Baik, akan kuatasi ini.

"Pengacara Korporasi, Heo Chung San"

Masuk.

Pak Jang. Ada apa kamu ke ruanganku?

Silakan duduk.

Aku butuh bantuanmu, Pak Heo.

Kamu butuh bantuanku?

Sepertinya Pak Choi memutuskan mundur menjadi penerus perusahaan.

Tolong cegah dia.

Pak Choi sakit, dan Bu Choi mengundurkan diri.

Bahkan Jin Ah dan Yeon Ji sekarang telah pergi,

tapi timku telah bekerja keras apa pun keadaannya.

Mundurnya kapten tim seperti ini

tidak bisa diterima.

Astaga.

Sudah kubilang. Aku sedang cuti.

Kamu tidak tahu arti "cuti"?

Bagaimanapun, jawabanku tidak.

Jika ingin kembali bekerja,

kamu harus meminta persetujuan Pak Heo lebih dahulu.

Baiklah. Aku akan meminta persetujuan darinya.

Itu tidak sulit. Astaga.

Kamu akan segera bertemu denganku.

- Pastanya lumayan enak, bukan? - Ya, enak sekali.

Semoga aku tidak mengganggu kencan kalian.

Kamu mengganggu,

tapi kami akan memaafkanmu.

Katamu Seung Joo memberitahumu tentang restoran itu, bukan?

Sepertinya Seung Joo tahu banyak restoran enak.

Mungkin Pak Ahn mengajaknya ke banyak tempat bagus.

Berkencanlah sesering mungkin.

Setelah menikah, menonton film bersama saja sulit.

Lalu, saat punya anak... Pasta? Lupakan saja.

Bahkan mencari waktu untuk makan ramyeon pun sulit.

It's My Life subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for It's My Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left