Release info

수요미식회 tvN Wednesday Food Talk E199 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Guest: Shindong Super Junior

Tags

other
Published on: 2019-03-21
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Selamat datang di episode 199 Wednesday Gourmet.

Selamat datang.

"Selamat bergabung di Wednesday Gourmet"

Topik kita hari ini adalah

daging lembut dengan saus pedas manis.

Sajian sempurna untuk disantap dengan nasi putih panas.

Rasa pedasnya benar-benar membuatmu ketagihan.

Tumis daging pedas.

"Topik hari ini adalah tumis daging pedas"

"Larut malam"

"Sajian pedas berbahaya membangunkan indramu yang tertidur"

"Tumis daging pedas"

"Selamat menikmati kecantikan daging ini"

"Saus pedasnya"

"Bertemu api dan menciptakan sajian ini"

"Inilah sajian dengan rasa asin, manis, dan pedas yang luar biasa"

"Kamu bisa mencampurnya dengan nasi"

"Atau menyantapnya dengan dibungkus sayur"

"Kamu juga bisa memakannya bersama bahan lain seperti keju"

"Rasanya sangat nikmat"

"Hingga membuatmu ketagihan"

"Godaan merah tumis daging pedas"

Saat bicarakan tumis daging pedas, kita tidak boleh melewatkannya.

Ini tahun kelima belasnya usai debut,

tapi dia masih dikenal sebagai genius acara makan.

Shindong dari Super Junior.

Senang bertemu denganmu.

"Shindong"

Dia dikenal sebagai Dae Jang Geum yang bisa menjadi istri yang baik

dengan kemampuan masaknya yang luar biasa.

Dia koki berbakat yang juga adalah penyanyi. Inilah Jisook!

Halo.

"Jisook"

Episode pekan ini seperti khusus penyanyi idola generasi tua.

Apa maksudmu?

Debut Rainbow sudah lama sekali.

Super Junior salah satu penyanyi idola tertua.

Kami belum tua.

Mereka seperti boy band tua, Sobangcha.

"Rasanya Super Junior setua Sobangcha"

- Memang kami setua itu? - Kamu anggota Super Junior.

Ayolah.

Kamu menyukai tumis daging pedas.

Aku sangat menyukainya. Entah bisakah aku mengatakannya,

tapi nama panggilanku adalah tumis daging pedas.

- Astaga, - Sungguhan.

- Benarkah? - Teman-temanku terus memanggilku

seperti itu sejak lama,

Kuberi tahu alasannya.

Saat aku masih peserta didik,

kami dahulu memesan makanan bersama.

Saat Eunhyuk atau Donghae memesan makanan,

mereka menanyaiku apa yang mau kupesan,

"Kamu mau apa, Shindong?"

Ada yang bilang, "Aku kimchi rebus."

Saat aku ditanya, kubilang,

"Aku mau tumis daging pedas" di hari pertamaku di sana.

Keesokannya mereka tanyakan hal yang sama.

Kujawab aku mau tumis daging pedas lagi.

Aku memesan yang sama keesokan harinya juga.

Aku terus memesan tumis daging pedas,

lalu aku bosan menjawab hal yang sama.

"Jangan tanya lagi, pesankan aku tumis daging pedas saja."

Karena aku selalu memesannya,

mereka mulai memanggilku seperti itu.

Lantas semua orang mengetahuinya.

Aku sudah mendengar cerita itu semenjak dia debut.

Mungkin ada yang belum pernah mendengarnya.

Dibanding aku, dia mungkin lebih mencintai makanan,

tapi aku sangat menyukai tumis daging pedas.

Jadi, saat mereka membawakan kotak makan siang

untuk para bintang ke sini,

aku selalu mencicipi sedikit tumis daging pedasnya

meski aku sudah makan siang atau mungkin tidak nafsu makan.

- Aku selalu mencicipinya. - Benar.

- Aku juga begitu. - Aku tidak cicipi bulgogi sapi,

tapi aku entah bagaimana selalu mencicipi tumis daging pedas.

Meski sangat menyukainya, aku tidak bisa memakannya tiap hari.

Belakangan ini kamu masih memakannya setiap hari?

Sepertinya aku menyantapnya

setidaknya lima kali sepekan.

"Terkejut"

- Apa? - Tumis daging pedas?

Orang tidak memercayaiku saat mendengarnya,

mereka pikir aku melebih-lebihkan.

Aku tidak memakan tumis daging pedas lima kali berturut-turut.

Anggaplah hari ini aku menyantap tumis daging pedas,

keesokannya aku makan gimbap tumis daging pedas,

setelahnya aku makan daging perut bumbu gochujang.

Begitu caranya.

Aku selalu memakan daging dengan bumbu pedas.

- Masuk akal. - Ya.

Aku juga selalu memakan duruchigi daging setelahnya.

Mengejutkan aku berharap

ada burger tumis daging pedas untuk Shindong.

- Aku sangat ingin membuatnya. - Terdengar hebat, ya?

- Aku sangat ingin membuatnya. - Lalu kenapa tidak membuatnya?

Sebenarnya, satu merek makanan cepat saji

sudah memiliki menu itu.

- Menu itu sudah ada. - Merek itu dimulai dengan L?

- Bukan. - Salah satu burger nasi.

- Burger nasi, ya. - Merek B.

- Merek B. - Ya.

- Ada satu dari merek itu. - Begitu.

Jadi, aku sangat menyukai menu merek itu.

Jisook sejak lama dikenal sebagai koki andal.

Dia sangat tertarik pada dunia memasak.

Kudengar kemampuan memasaknya luar biasa.

Ayahmu pemilik toko daging,

jadi, kamu pasti makan banyak daging sejak kecil.

- Aku iri sekali. - Aku juga.

- Benarkah? - Itu yang membuatku iri saat kecil.

Saat kamu masih kecil, selama masa SD dahulu,

kamu iri pada anak yang orang tuanya memiliki toko alat tulis,

- toko swalayan, atau restoran. - Restoran sajian Tiongkok.

Tapi begitu lebih besar, kamu iri pada yang memiliki toko daging...

Kelas yang lebih tinggi.

Aku iri pada pemilik toko daging sejak masih SD.

"Aku iri pada mereka sejak kecil"

Dia menyukai tumis daging pedas sejak lahir.

Sejak kecil aku iri pada

- pemilik toko daging. - Benarkah?

- Cepat sekali. - Aku biasa memanggang daging

sejak aku masih SD.

Saat ayahku melepaskan daging dari tulangnya,

dia meninggalkan sedikit potongan khusus.

- Potongan khusus. - Benar.

Potongan itu disebut "Daging punggung".

Dia meninggalkan bagian itu.

Aku langsung memanggangnya.

- Ya, ampun. - Biasanya aku begitu.

- Potongan khusus? - Ya.

Aku juga memanggang urat leher sapi.

- Saat kamu masih TK? - Ya, aku memanggangnya.

- Kamu melakukannya. - Aku banyak makan daging.

Pasti kamu tidak bisa makan banyak daging saat pelatihan.

Kamu harus mengontrol asupan sebagai penyanyi idola.

Benar, jadi, tumis daging pedas

sangat mengingatkanku pada masa aku siswa didik.

Aku tidak bisa makan banyak karena harus berdiet.

Jadi...

Saat aku mengingat yang paling aku inginkan,

aku akhirnya terpikirkan tumis daging pedas.

Memikirkannya saja sudah membuatku sangat senang.

- Benar. - Rasa pedas, manis, dan asinnya.

Sekarang pun aku ingin memakannya.

Makanan ini membuatku berpikir seperti itu.

Kalau membahas soal memakannya, kita bersikap seperti berhalusinasi.

- Kita sangat senang. - Ya, tidak ada yang tidak suka.

Kalau menyantapnya dengan nasi, rasanya luar biasa.

Kamu bisa meredakan stres hari itu.

Benar.

Ibuku dahulu sering memasakkannya saat aku masih kecil.

Menu itu pun populer dan selalu bisa ditemukan

di sajian Korea.

Ada di restoran Korea dengan stan camilan,

bahkan restoran sajian Tiongkok pun menjual tumis daging pedas.

- Benar. - Saat staf kami tanya,

Shindong katakan tumis daging pedas terbaik yang pernah disantapnya

adalah yang dimakannya semasa jalani wajib militer.

- Bagiku juga. - Biar kujelaskan alasannya.

Jujur, kalau kupikirkan sekarang,

itu bukan tumis daging pedas yang luar biasa,

tapi saat itu jumlahnya banyak sekali

dan aku selalu memikirkan cara untuk memakannya lebih banyak.

Saat lauk lain disajikan,

aku mendapat lauk di wadah-wadah kecil di piringku,

lalu aku memikirkan cara mendapatkan tumis daging pedas lebih banyak,

karena itu akhirnya aku memintanya menuangnya di atas nasiku.

"Tumis daging pedas di pusat militer dimakan"

"Dengan dituangkan di atas nasi"

Kalau tidak begitu, aku menyendok nasi ke wadah laukku,

lalu menuang daging itu di wadah untuk nasiku.

- Selalu ada orang seperti dia. - Ya, selalu ada.

- Itu cara mengambil paling banyak. - Kamu cerdas sekali.

Tidak ada cara lain.

Aku ingin lebih banyak tumis daging pedas

meski artinya harus mengurangi nasi.

"Meski aku harus mengurangi nasi"

"Aku mau tumis daging pedas lebih banyak"

"Kalau memakai garpu sendok untuk memakannya"

"Akan terasa luar biasa"

Di antara semua tumis daging pedas yang pernah kumakan,

aku juga paling suka yang kusantap selama masa wajib militerku.

- Benarkah? - Ini alasannya.

Saat mereka membuatnya di sana, mereka mengisi panci sebesar ini

- dengan daging. - Benar.

Saat mereka menyendok gochujang dengan gayung plastik...

Benar, kamu benar.

Setelah itu, mereka tiba-tiba mengeluarkan gula.

Benar begitu.

Mereka kemudian membawa sekop.

Mereka membuatnya seperti itu,

tapi minyak merah, rasa manis dan asinnya sempurna.

"Tumis daging pedas semasa wamil sempurna bagiku"

Tapi saat kami bersekolah,

kami tidak punya kantin sekolah.

Kami semuanya membawa makan siang.

Tapi kudengar tumis daging pedas di sekolah

membawa kembali banyak kenangan bagimu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left