The first 200 lines.
"Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa fiktif"
"Delapan jam sebelum Yeo Joo membeli gergaji"
Sedang apa kamu di sini? Mari makan.
Bunga lili merah berguguran.
Racun memenuhi
akar bunga higanbana di musim dingin.
Saatnya dipanen.
"Episode 14"
Apa?
Bersepakat dengan Kang Yeo Joo adalah bagian dari operasi kita?
Kamu tidak tahu?
Aku juga bagian dari itu.
Jadi, Pak Ma tidak melibatkanku?
"Badan Intelijen Nasional"
Kamu berharap aku memberi tahu semua orang?
Aku
bukan sembarang orang. Kang Yeo Joo tanggung jawabku.
Jika tidak percaya padaku, kenapa menempatkanku di tim ini?
Karena kamu cukup pantas
untuk pergi bersamanya.
Apa maksud Anda?
Aku sudah menyuruhmu
menghentikan Kang Yeo Joo
agar tidak menimbulkan lebih banyak masalah.
Bagaimana jika dia
sudah membuat masalah?
Kalau begitu, perbaiki.
Mengerti?
Pastikan tidak ada masalah.
Han Woo Sung akan mencalonkan diri sebagai presiden.
Awasi dia.
Kang Yeo Joo sudah menjadi masalah besar,
tapi sekarang aku juga harus mengawasi Han Woo Sung?
Ini makam lagi.
Tempat itu terhubung dengan Kang Yeo Joo,
seluruh area pegunungan, termasuk pemakaman itu.
Tanah itu milik Anggota Dewan Park Jae Geun.
Itu aset ayahnya.
Selama Park Jae Geun di sana, Kang Yeo Joo akan aman,
apa pun yang dia lakukan.
Jika kamu
berbohong kepadaku,
apa alasannya?
Aku pasti tidak mau
membuatmu khawatir.
Atau mungkin itu sesuatu yang bisa menyakitimu.
Aku yakin itu kebohongan putih, apa pun itu.
Pasti begitu.
Itu pertanyaan bodoh.
Kenapa kita ada di pemakaman?
Aku akan memberitahumu semua hal
yang ingin kamu ketahui.
Di sini?
Aku hanya bisa memberitahumu di tempat ini.
Bisa buka bagasinya?
Baiklah.
Apa kita akan menggali kuburan?
Kenapa? Kamu takut?
Hanya saja...
Ini bahkan belum satu hari sejak aku keluar dari sel.
Jangan takut. Kamu hanya perlu membawa tas itu.
Ayo.
Tidak ada orang di sini.
Berikan padaku.
Apa?
- Ini. - Bukan itu.
Apa ini akan berhasil?
Sayang.
Kamu punya rahasia?
Karena
aku akan memberitahumu rahasiaku.
Ini berbahaya. Kenapa kamu melakukan ini?
Kembalikan kepadaku.
Kita bisa membicarakannya.
Aku...
Apa kita harus melakukan sesuatu?
Gergaji sebesar itu
cukup untuk membunuh manusia.
Pak Ma.
Ini darurat.
Bolehkah aku mengekspos diriku
jika Kang Yeo Joo melakukan sesuatu yang berbahaya?
Jangan.
Jangan mengekspos dirimu kecuali dia dalam bahaya.
Anda serius, Pak?
Baik, Pak.
Apa yang harus kita lakukan?
Haruskah kutembak dia?
Ini bukan keadaan darurat.
Aku lebih mengenalnya.
Jika harus menembak, biar aku yang menembaknya.
Ada apa, Sayang?
Aku akan memberitahumu semuanya
hari ini.
Tidak perlu.
Jadi, serahkan itu
dan duduklah.
Astaga.
Kamu selalu mengeluh
aku merahasiakan sesuatu darimu.
Sayang, kamu tampak tidak sehat.
Duduklah. Sayang.
Itu tempat yang paling dia takuti.
Sayang!
Kepedulianmu sedikit berlebihan.
Aku juga bertugas melindunginya.
- Itu yang dilakukan suaminya. - Sayang!
Astaga.
Tunggu. Sayang!
Sayang, kamu baik-baik saja?
Kamu baik-baik saja?
Bernapaslah!
Bernapaslah!
Benar.
Aku tidak ingin orang tuaku khawatir,
jadi, tidak memberi tahu mereka soal ini.
Keputusan bagus.
Tidak perlu membuat keributan.
Lagi pula, dia tidak akan bunuh diri.
Dia mengamuk karena tidak mau ke Amerika.
Jangan terlalu khawatir.
Kamu membeli ini untuk merapikan makam?
Kukira kamu mau menebang pohon.
"Kang Yeon Ok, semoga kamu bahagia di sana selamanya"
Maafkan aku.
Ibu pasti sedih.
Aku punya alasan.
"Kang Yeon Ok, semoga kamu bahagia di sana selamanya"
Tetap saja, 25 tahun terlalu lama,
bukan?
Akhirnya,
dia menemukan makam ibunya
setelah 25 tahun.
- Halo. - Hai.
"Park Yeo Joo"
Kurasa aku sudah selesai. Ini cukup rapi, bukan?
Sayang, sapalah ibuku.
"Kang Yeon Ok, semoga kamu bahagia di sana selamanya"
Kamu akhirnya memperkenalkanku kepadanya?
Sejujurnya,
ini kali pertamaku kemari.
Tapi ini lumayan.
Aku khawatir makamnya akan berantakan.
"Lima tahun lalu"
Apa? Di sini.
Di sini. Kemarilah.
- Astaga. - Astaga.
- Hati-hati. - Baiklah.
- Awas. - Astaga.
Ada begitu banyak daun kering.
Astaga.
"Kang Yeon Ok, semoga kamu bahagia di sana selamanya"
Hati-hati.
- Tunggu. - Astaga.
Baiklah.
- Satu, dua, tiga. - Satu, dua, tiga.
Dingin, bukan?
Bu. Menantu Anda datang.
Aku pasti akan datang lagi dengan istriku.
Aku akan membuat Yeo Joo sangat bahagia,
agar dia melupakan semua kenangan buruknya.
Kamu menangis?
Tidak.
Aku lupa.
Tentang apa?
Tentang
perasaanku terhadapmu.
Aku tahu kenapa ibuku tidak bisa datang ke pernikahan kita.
Kamu tidak akan bertanya tentang ayahku?
Meski aku tidak bertanya, kamu akan cerita jika sudah siap.
Akan kuberi tahu suatu hari nanti.
"Satu tahun lalu"
Kamu mau ke mana?
Mi Rae. Tunggu. Mi Rae. Mi Rae!
Cepat buka pintunya! Mi Rae!
Buka pintunya sekarang juga!
Maafkan aku.
Jangan lakukan ini. Kumohon.
Kumohon.
Astaga, aku hampir dalam masalah.
Reset.
Apa?
Kubilang aku tidak akan menelepon. Maafkan aku.
"Kubilang aku tidak akan menelepon. Maafkan aku"
Tapi ini mungkin yang terakhir.
Aku hanya perlu
berpamitan padamu.
Terima kasih untuk semuanya.
Aku tidak akan pernah lupa.
Apa ini?
Aku punya firasat buruk.
Apa ada masalah?
Astaga.
Halo?
Halo? Mi Rae?
Kamu baik-baik saja?
Mi Rae.
Apa ada masalah?
Aku senang kamu baik-baik saja.
Ya. Aku menelepon karena khawatir.
No comments yet. Be the first to leave one.