The first 200 lines.
Apa kau siap?
- Kau siap? - Ya.
- Cepat. - Ayo, Vince!
- Pisau lipat sudah siap! - Baiklah.
Ayo, Vince!
Cepat!
Lakukan! Cepat!
Ayo, Vincent!
Ayo, pisau lipat! Cepat!
Astaga!
Hei.
Menakjubkan.
Hei...
Ayo, kawan.
Tiga perayaan. Ayo.
Itu sempurna di sini. Terima kasih untuk birnya.
Hei, ingat kita sering terjun dari Jembatan Mercy saat kecil?
Itu sangat tinggi.
Dia tak kenal takut.
Tak kenal takut?
Aku masih tak takut denganmu.
- Mau berkelahi? - Ya.
- Tidak. - Majulah, bangsat!
Aku akan merindukan malam-malam ini.
Siapa bilang ini harus berakhir?
Kita juga tak punya tempat yang lebih baik untuk didatangi.
Aku tak tahu dengan kalian,
Tapi aku tak berencana tetap di tempat busuk ini selamanya.
Apa kau punya tumpukan uang banyak yang tidak kami ketahui?
Beritahu kami.
Aku bergabung militer.
Silakan jadi apa yang kalian mau, berengsek.
Tunggu, maaf. Kau di militer?
- Tidak. - Aku takut untuk kita semua.
Pasukan bersenjata.
Gaji, seragam keren, dan senjata?
Sertakan aku.
Ayolah, aku bisa dapatkan itu semua termasuk uang tips...
...di pekerjaan kasino ku.
Kau tidak serius.
Sangat serius.
Aku mulai Senin besok.
Hei, kau harus ikut mendaftar bersamaku.
Kita bisa jadi saudara seperjuangan.
Senjata ini untuk mencintai, oke?
- Bukan bertempur. - Benar.
- Alex, apa itu benar? - Aku bukan gadis seperti itu.
Sebenarnya, Jesse punya kabar yang cukup bagus.
Aku diterima di dealer baru di Parkland...
- ...sebagai mekanik junior. - Bagus.
Apa, kami harus memanggilmu Tn. Montir sekarang?
Mereka bahkan membayar dia untuk mengikuti pelatihan teknisi.
Aku beri kau lima bulan sebelum kau ikut bergabung bersamaku.
Membunuh untuk membayar tagihan.
Tidak. Takkan pernah.
Alex, apa kau punya sesuatu yang ingin dibagikan?
Tidak. Tidak.
Hei...
Kau harus tanya ayahmu...
...jika mereka memiliki ketentuan hari bawa anak ke tempat kerja.
Hei, Vince, jangan.
Dia bisa digendong di belakangnya,
Selagi ayahnya menjabat tangan semua orang.
- Itu ide yang sangat bagus. - Ya?
- Dia tidak suka itu. - Tidak.
Persetan denganmu, Vince.
Ayolah.
Itu lelucon.
Kau harus bersikap berengsek. Selalu.
Tak ada selera humor.
Tapi kau berengsekku.
Hei, sekarang kau punya dua.
Hei.
Lupakan Vince. Kau tahu dia bagaimana.
Aku tahu. Hanya saja menyebutkan dia membuatku kesal.
Semua orang tua memang kacau.
Setidaknya kita harus menantikan itu.
Siap? Ayo.
Ayo pergi! Ayo!
Ayo pergi, teman-teman. Ayo! Kita harus pergi!
Ayo, prajurit. Ayo! Bergegas!
Ayo pergi!
Skip, aku temukan situasi darurat dengan kontrol pesawat.
Aku menurun dengan cepat…
Aku bahkan tak tahu di mana.
Aku terjatuh. Aku terjatuh!
Aku berputar-putar dan aku tak bisa menahannya!
Mayday! Mayday!
Masih nihil?
Hukum Murphy.
Simpan mainanmu.
Ya, Bu.
Apa yang Axe katakan, Skip?
Aku belum hubungi dia.
Dia bukan tipe orang yang ingin kau buat menunggu.
Diam.
Kalian semua.
Dia akan tahu saat dia perlu tahu.
Kita tak bisa melihat apa-apa di sana semalam ini.
Kita pergi besok fajar.
- Cobalah menghormati, bocah sialan. - Kau akan diam saja?
Dia memberimu jari tengah.
Aku akan biarkan itu.
Kelihatannya baru kemari dia bocah yang urakan.
Kenapa kau belum beritahu Jesse kau akan pergi kuliah?
Karena itu masih belum pasti.
- Kau pembohong. - Memang tidak.
Lagi pula, ibuku akan sendirian,
Atau dia akan berduaan dengan ayahku, dan itu jauh lebih buruk.
Dan Jesse dan aku masih memikirkan situasi.
- Pasti menyenangkan. - Apa?
Ketika semesta memberimu tulang,
Kau tidak membuang itu seperti kemaluan berkudis di wajahmu.
Oke, tak ada jaminan aku akan dapat beasiswa.
Kau harus lulus wawancara. Maksudku, itu…
- Itu hal yang besar. - Jika itu aku,
Kita takkan membahas ini.
Minuman kocok apa yang kau mau?
Mereka mau vanila.
Pergilah, dasar mesum.
Hentikan!
Apa yang kau lakukan?
Kau bisa bayangkan dia bergabung militer?
Aku takkan halangi dia.
Itu salah satu jalan keluar, bukan?
Ya.
Dan siapa yang tahu,
Dia mungkin pandai dalam bidang itu.
Bantu aku dengan minuman ini. Ini.
Oke, kemari dan mari kita minum.
Pesanan siap. 68.
Ingat Bekka Burger saat kita kecil? Ukurannya dua kali dari ini.
Ya, karena kau badanmu dulu setengah dari ukuran ini.
Ibuku sebenarnya pernah kerja di sini saat seumuran kita.
Menurutmu saat orang tua bilang,
"Di masaku," mereka tahu saat mereka di masanya?
Orang tua apa?
Orang tua.
Mereka selalu berkata seperti…
"Di masaku, harga mobil sangat murah."
- Kau tahu? - Dia melantur.
Contohnya kita di masa depan,
Kita akan bilang…
"Hot dog dulu dibuat dari lidah dan bokong babi."
"Bukan kacang luar angkasa atau apapun itu."
Itu sangat menawan. Terima kasih.
Maksudmu kita akan mengoceh pada generasi berikutnya,
Sama seperti orang mengoceh tentang kita?
- Tentu saja. - Tidak.
Seperti, ini adalah masa kita.
Kita menjalaninya.
Kita harus melakukan sesuatu yang epik.
Kita harus pergi mendaki Migizi Falls.
Mendaki? Itu gagasan epikmu?
Ya.
Terserah.
Terserah, aku setuju.
- Tidak. - Itu bagus.
- Teman-teman, tidak. Teman-teman... - Satu.
Bukankah air terjun masih ditutup karena Danny Hagel?
Siapa Danny Hagel?
Dia anak yang lebih tua. Dia teman SMP kami,
Dan dia terjun dari air terjun saat karya wisata sekolah.
Bocah gendut itu ditemukan beberapa mil di hulu sungai.
- Vince. - Aku dengar itu bunuh diri.
Lihat? Semua orang ingat bagaimana dia meninggal.
Tapi bagaimana saat dia hidup?
Legenda.
Apa ini caramu berkata kau ingin lompat dari air terjun?
Pikiran itu tak pernah terlintas di pikiranku.
Kau tahu? Kalian bersenang-senanglah.
Aku tidak ikut.
Ibuku mungkin butuh bantuanku di rumah.
Bantuan di rumah?
Hei, kau hanya muda sekali.
Lalu kau mati dengan kematian yang lambat dan menyedihkan.
Kau sangat diam.
Tak ada alasan.
Apa kau pernah berpikir meninggalkan Clearview?
Kenapa aku mau pergi?
Aku tahu semua orang jenuh dengan tempat ini, tapi…
Semua yang aku cinta ada di sini.
Semuanya?
Semua orang.
Kenapa? Kau mau pergi?
Aku tidak tahu.
Maksudku, tentu, aku bertanya-tanya.
Tapi itu bukan hasrat yang membara.
Bagus.
Beritahu aku jika kau berubah pikiran soal besok.
Oke.
Sial.
Kau mau aku masuk bersamamu?
- Alex. - Aku akan baik saja. Serius.
Oke.
Alex, kau sudah pulang.
Ibu tak mendengarmu masuk. Bagaimana api unggunnya?
Hujan turun.
Aku sangat lelah, jadi akan langsung tidur, oke?
Oke, sayang.
No comments yet. Be the first to leave one.