The first 200 lines.
Suatu hari di musim semi...
seorang murid memperhatikan dahan-dahan pohon yang bergerak tertiup angin.
Dia lalu bertanya kepada gurunya...
"Guru, dahan itu bergerak sendiri atau disebabkan oleh angin?"
Tanpa menoleh ke arah yang ditunjukkan oleh si murid...
sang guru tersenyum dan berkata...
"Bukanlah dahan-dahan itu maupun anginnya yang bergerak... "
"melainkan hati dan pikiranmu. "
Sunwoo, kau harus kebawah sebentar.
Mengapa?
Ada sedikit masalah.
Baik, akan kutangani.
Mohon maaf, jam kerja kami telah usai.
Silahkan berdiri dan tinggalkan ruangan ini, sebelum kuhitung sampai tiga. Satu.
Dua.
Tiga!
Duduklah, bodoh!
Min-gi, kunci pintunya.
Bangsat kau!
Mari pak.
- Kami pamit. - Silahkan.
Ya, pak. Akan kutransfer uangnya besok pagi.
Baik, akan segera saya tutup pak, pak.
A BITTERSWEET LIFE Diterjemahkan oleh: pakesbeye
Jadi, sudah kau selesaikan urusan yang kemarin?
Sudah, pak.
Bagus. Kau selalu bisa diandalkan.
Sepertinya anak ketua Baek yang membuat masalah.
Ya, bukan sepertinya lagi, ketua Baek sendiri terlibat dalam hal ini.
Anaknya dijadikan renternir...
Saya dengar ketua Baek tertarik dalam bidang ini.
Kerangnya, pak.
Ada kabar yang mengatakan bahwa ketua Baek membuat kesepakatan dengan Asia Tenggara.
Mengapa?
Dia berusaha untuk mempekerjakan wanita dari Filipina dan bukan dari Rusia.
Brengsek. Bapak dan anak sama saja.
Ini aku...
Moon Suk.
Seharusnya aku tidak membawa mobil...
Kuharap aku tidak mengganggu?
Oh, cukup.
Apa itu? Kerang?
Aku minta satu.
Baik, pak.
Aku minta maaf tentang masalah kemarin.
Aku tak percaya itu terjadi. Apalagi hanya kutinggal sebentar.
Padahal kau cukup sibuk diatas, kan.
Mereka kemarin hanya anak-anak sekitar sini.
Tidak perlu khawatir, pak.
Menurutmu apa yang kau lakukan?
Pak?
Apa kau berkepentingan disini?
- Aku hanya... - Keluar sekarang.
Keluar dan tunggu!
Jadilah cerdas.
Segala yang baik ada padamu sekarang.
Tapi dunia ini tidak mudah.
Seratus keberhasilan yang kau buat, bisa hancur hanya dengan satu kesalahan.
Baik, akan selalu kuingat itu, pak.
Akan kukaji ulang hubunganku dengan ketua Baek.
Akan tetapi, alasan sebenarnya aku mengajakmu bicara adalah...
Aku harus pergi ke Shanghai besok siang untuk sebuah urusan ...
Aku butuh bantuanmu sebelum aku pergi.
Ini tentang...
Tuangkan aku minum.
Oh, ya, pak. Maaf
Sebenarnya...
Aku punya pacar seorang gadis muda.
Seseorang yang sangat kuperhatikan.
Dia tidak seperti kita. Dia orang yang sangat istimewa.
Apakah aku membuatmu bosan?
Oh... selamat, pak.
Lupakan tentang "selamat."
Soalnya, aku berpikiran kalau dia menemukan pria baru.
Beberapa pria muda sering mengelilinginya.
Ini membuatku gila, dan aku tidak bisa memberitahu orang lain.
Kau tahu, kau adalah satu-satunya orang yang bisa kuajak bicara.
Tak seorangpun tahu seberapa besar kekhawatiranku akan hal ini.
Jadi, aku ingin kau mengawasi Heesoo selama tiga hari.
Mengawasinya?
Mengawasinya. Memperhatikannya.
Cari tahu, apakah dia benar-benar tertarik dengan orang lain.
Mungkin ada orang brengsek yang ingin mengganggunya.
Perhatikan apakah dia memberikan tubuh dan jiwanya serta semuanya.
Kau pasti tahu prilaku anak muda, pertama menyikutkan tangan kebahu...
lalu berpegangan tangan, berciuman, lalu... kau tahulah...
bagaimana selanjutnya.
Dan aku tak bisa menjauhkan pikiranku tentang semua itu darinya.
Tolol, kan?
Tidak, pak.
Bodoh.
Jadi ... aku ingin kau cari tahu siapa saja orang yang ditemuinya.
Dan apa yang dia lakukan saat mereka bertemu.
Hanya untuk tiga hari
Ini alamat Heesoo dan nomor teleponnya.
Kuharap dia tidak menemui siapapun, tapi jika dia...
Jika mereka terlihat seperti terlibat dalam...
Hubungi aku segera. Atau kau selesaikan sendiri.
Maaf?
Kau tahu, aku tidak suka jika dibohongi, kan?
Cinta bukanlah cinta jika kau dibohongi, kan.
Kau bisa menghubungiku di sini saat aku di Shanghai.
Langsung.
Selamat malam.
Kau punya pacar?
Tidak pak.
Pernahkah dirimu jatuh cinta
Tidak, kau tidak.
Itulah sebabnya aku mempercayakan pekerjaan ini padamu.
Itulah mengapa aku menyukaimu.
Ayo berangkat.
Selamat jalan, pak!
Ketua Kang menyuruh saya untuk memberikan ini kepada anda secara pribadi.
Maaf?
Ketua Kang menyuruh saya untuk memberikan ini kepada anda secara pribadi.
Apa itu?
Wow, ini terlihat sangat lucu.
Sangat mirip tuan Kang.
Ini lucu.
Bukan begitu?
Halo, belum.
Sudah siap? Tunggu sebentar ...
Presiden Kang mengatakan, aku juga harus mengantar anda.
Oh, aku bisa pergi sendiri. Kau bisa pergi, tidak apa-apa.
- Saya diperintahkan begitu. - Aku yang akan bilang padanya nanti.
Baiklah, sampai jumpa.
Jika anda membutuhkan sesuatu, silahkan hubungi saya di sini.
Terima kasih, aku tidak membutuhkannya.
Oh, sini, biar aku simpan.
Selamat tinggal.
Heesoo, Heesoo.
Mereka senang sekali berputar-putar... Apa karena mereka masih muda?
Mengapa dia tidak keluar?
Hei, Moon Suk. Apakah semua baik-baik saja?
Apa?
Ketua Baek, brengsek itu...
dia terus menelepon dan menggangguku.
Menanyakan bagaimana bisa kita melakukan ini padanya.
Dia bilang dia kehilangan muka karena kamu.
Dia ingin bertemu denganmu.
Aku bilang tidak, anak buahnya yang harus disalahkan.
Tapi dia bersikeras ingin bertemu denganmu.
Dia meneleponku setiap sepuluh menit.
Kupikir kau harus ...
Apa lagi ini ... Siapa yang menggangguku sekarang?
Lihat? Dia menelepon lagi. Aku sudah muak dengan ini.
Kau urus sendiri.
Halo, disini Kim Sunwoo.
Jika ada yang ingin kau katakan, kemarilah dan katakan langsung padaku.
Aku tutup teleponnya.
Sudah kuurus.
Halo, halo. Dia ... halo? Halo?
Bangsat itu menutup teleponku.
Dasar bajingan tak tahu diri. Halo?
Haruskah aku?
Biarkan!
Tertawa? Kau pikir itu lucu? Lucu ya?
Apakah kau selalu tersenyum seperti orang idiot begitu... Tak heran jika seseorang menendang pantatmu.
Dasar brengsek, lihat aku.
Lihat aku, bangsat.
Lucu?
Maaf, pak.
Kau pikir ini lucu?
Lucu, lucu, lucu?
Lucu?
Sial!
Apa yang ada di otakmu? Kau hanya akan memperburuk suasana!
Hei, ini karena ulahmu.
Aku mengurusnya sebab kau tidak ada disana.
Sebenarnya ini adalah pekerjaanmu. Seharusnya kaulah yang menyelesaikannya.
Mereka ingin berurusan dengan kita...
...dan yang mereka lakukan adalah menggertak kita.
Tidak pahamkah, kau?
Jadi kau menguliahi aku sekarang?
Hei, taruh teleponnya disini.
Ya, pak.
Disini, pak.
Apa-apaan kau ini?
Kau pikir aku mesin penjawab telepon?
Tidakkah kau berpikir kalau kita perlu menekan angkanya?
Kau suruh aku menekan dengan mulutku?
Bajingan bodoh.
Panggil Moosung dari Samseongyo.
Ya, pak.
Kau tidak menjawab teleponku, jadi aku meninggalkan pesan ini.
Jika kau punya waktu senggang, aku perlu bantuanmu sebentar.
Hubungi aku sebelum jam 3 sore. Lebih dari itu, tidak jadi.
Jika kau menerima pesan ini ...
Ya, ini aku, Sunwoo.
Ah, ya. Jam berapa? Dan sekarang jam...
Aku akan sampai dalam satu jam.
Aku dalam perjalanan .
Tuan Kang bilang, kau seorang pria yang menakutkan.
Maaf?
Dia bilang begitu?
Ya...
Kau ini semacam aparat penegak, begitu ya?
Aku memberimu kartu namaku tempo hari.
Aku bekerja di sebuah hotel.
Jadi kau seorang aparat penegak untuk hotel?
No comments yet. Be the first to leave one.