The first 200 lines.
"Acara berikut mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa dianjurkan"
"Suasana musim semi yang mendekat terasa di bulan April"
"Rumah atap bersinar hari ini"
Bukankah mulai pekan ini jam tayang kita berubah?
Benar.
Lebih cepat lebih baik. - Ya,
termasuk anggota staf dan kita sendiri,
banyak pemirsa kita yang memintanya.
Kurasa mukjizat bahwa kita bisa melakukannya.
Aku juga sering mendengarnya.
Mereka bilang waktu ini baik
untuk anak dan orang tua. - Kamu benar.
Waktunya sangat sempurna.
Halo, semuanya. Kita bertemu di rumah atap kami.
Selamat datang.
Aku tidak pernah membuka acara seperti ini.
Kita menyapa para penonton dengan sangat sopan.
"Dia senang bertemu para penonton"
Kini ditayangkan pukul 9 malam. - Mari tetap sederhana.
Kita teruskan hingga Yong Man berusia 60 tahun.
Astaga. Tidak perlu bicara seperti itu.
Kenapa? - Bukankah durasi itu
terlalu singkat?
Masih delapan tahun lagi. - Kamu tidak menyukainya?
Kamu tidak menyukainya? - Aku menyukainya.
Kita lanjutkan sampai usiamu 70. - Perhitungannya sempurna.
"Bukannya itu terlalu singkat?" - Aku sangat bersyukur.
Waktunya tidak terlalu lama. - Benar.
Dan para tamu kita hari ini
cocok dengan perubahan jam kita. - Ya?
Kudengar kita kedatangan para tamu energik.
Mereka energik? - Kudengar mereka energik.
Ada kata kunci untuk mereka.
"Kembar"?
"Kembar"?
Kalau mereka kembar...
Mereka energik. - Masuklah.
Masuklah. - Selamat datang.
Aku sudah melihat siapa mereka.
"Dia orangnya?"
Masuk saja. - Masuklah.
Apa? - Masuk saja.
Kamu bisa masuk. - Masuk saja.
Masuk saja. - Bukan itu.
Ayolah. - Semuanya masuk seperti itu.
Kenapa kamu gugup sekali? - Masuk saja.
Kita kedatangan tamu sangat penting.
Selamat datang.
Rupanya ayahnya si kembar.
Halo. - Dia teman kita, Lee Hwi Jae.
Halo.
Dia ayah Seo Eon dan Seo Jun. - Apa ini?
"Lee Hwi Jae"
"Dia komedian dan pewara terkenal. Ayahnya Seo Eon dan Seo Jun"
Apa ini? Kamu mencocokkan pakaianmu dengan Eun I?
Apa ini? Kita memakai sweater ungu.
Benar. - Karena mereka berteman.
Kami teman lama. - Kalian sangat akrab.
Kami teman lama. - Kami berteman sejak tahun 1991.
Sudah berapa lama? - Kudengar
kamu tidak bekerja di hari Minggu. - Benar.
Hari Minggu penting bagimu, bukan?
Ya, hari Minggu sangat penting bagiku.
Itu karena aku sepanjang pekan mengurus anak-anakku.
Istriku hanya mengizinkanku pergi di hari Minggu.
Kebebasan. - Menikmati kehidupan sosial.
Aku diundang di hari Minggu, - Ya?
jangan pernah berniat pulang sebelum tengah malam.
Apa maksudmu? - Kenapa?
Anak-anakku tidur sangat larut di akhir pekan.
Jika aku pulang saat mereka akan tidur,
mereka akan kembali segar.
Mereka tidur sejam lebih lambat dibanding biasanya.
Aku harus pergi dari sini setelah pukul 11.30 malam.
Begitu rupanya. - Kalau begitu,
kamu harus pulang setelah menunggu di parkiran selama dua jam.
Bersenang-senanglah sendirian.
Kami punya soal tambahan.
Jujur, kami tidak bisa pulang lebih cepat hanya karena ingin.
Benar. - Tentu saja.
Tapi bukankah Hwi Jae juga mahir untuk hal seperti ini?
Tapi... - Tapi Hwi Jae
memiliki pengetahuan luas namun dangkal.
Tidak, bukan begitu.
Bukan begitu? - Sungguh?
Dia nyaris tidak tahu apa pun. - Serius?
Biar kujelaskan. - Hei.
Bilang saja aku bodoh. - Mana bisa aku mengatakannya.
Hwi Jae cepat tanggap.
Tanggapannya cepat. - Tentu saja.
Tapi level pengetahuannya seperti ikan.
Harusnya kamu menghentikannya. - Kamu benar.
Ikan? - Kenapa bicara seperti itu?
Serius? - Kenapa bandingkan aku dengan ikan?
Maaf. - Kamu berniat lakukan segalanya?
Maaf. - Dia konyol.
Kalau mau pulang cepat, kita harus selesaikan berbagai soal ini.
Selamat datang di rumah atap.
Seperti biasa, kamu harus menjawab semua soal
untuk meninggalkan tempat ini. - Baiklah.
Sebelum kita memulai pemecahan soal ini,
kami berikan dua peraturan baru. - Apa saja?
Belakangan ini, banyak penonton
merindukan pengetahuan grupmu.
Kami akan mengikuti permintaan itu
dan kembali ke peraturan menyelesaikan soal
sebagai tim lagi. - Suasana damai lagi.
Akan tenang lagi. - Kita tidak bertarung.
Aku tiba-tiba bisa melihat bentuk hati di matamu.
Kita bersatu setelah sekian lama. - Benar.
Begitu rupanya. - Komunikasi.
Dengan begitu kita akan bisa menjawab semua soal.
Kurasa kita sangat cepat merespons permintaan.
Benar. - Masukannya...
Mereka bilang tidak bagus melihat kalian bertarung pekan lalu.
Apakah seburuk itu?
Orang-orang di sini bertarung dengan pengetahuan mereka?
Kami terlalu kompetitif, - Terlalu kompetitif.
Kami bahkan saling meneriaki. - Juga...
Tidak ada yang secerdas itu. - Lihatlah lebih banyak sisi baik.
Sekarang tidak ada lagi soal untuk camilan larut malam.
Lalu? - Sebaliknya, saat pulang,
kami akan menyediakan sajian yang sangat istimewa.
Sajian istimewa? - Pasti makanan untuk kabur.
Sajian itu direkomendasikan tamu kita, Hwi Jae,
sebagai sajian yang ingin dia bagi dengan kalian,
sajian syukuran rumah baru.
Sajian syukuran rumah baru.
"Nantikanlah"
Itu daging iga?
Daging iga? - Itu daging iga.
Restoran ini...
Nasi putih, iga, dan kimchi berpadu sempurna.
Campuran sempurna.
"Sajian favorit Seo Eon dan Seo Jun"
"Enak sekali"
"Nasi, iga, dan kimchi kamu habiskan tanpa kamu sadari"
"Satu set iga"
Itu apa? - Itu iga, bukan?
Itu iga.
Iga yang dimarinade? - Ya.
Tapi aromanya...
Aromanya luar biasa. - Ini iga.
"Mereka ingin memakannya"
Kalau bisa kuisap daging iga itu...
Saat kutanya si kembar mereka mau makan apa,
mereka selalu bilang daging iga.
Dari 10 kali, tujuh kali mereka mengatakannya.
Si kembar menyukainya.
Bukan sekadar suka. - Mereka sangat menyukainya.
Aku bahkan tidak bisa mendapat segigit pun.
"Sangat nikmat hingga melupakan ayah mereka"
Sajian itu dibiarkan begitu saja di depan kita?
Kita makan setelah selesai? - Begitu caranya?
Kurasa begitu.
Harusnya kita makan dahulu. - Ini keterlaluan.
Kita makan saja. - Ayo cicipi.
Entah kenapa aku merasa aturannya makin kejam.
Kalau begitu, lekas selesaikan semua pertanyaan itu.
Cepat selesaikan. - Makin cepat
akan makin baik. - Kita selesaikan dengan cepat.
Kalian tidak tanyakan bagaimana keadaanku dahulu?
Itu tidak perlu.
Kamu baik-baik saja. Untuk apa? - Tunggu.
Kamu sehat. mau tanya apa lagi? - Hwi Jae.
Kuno sekali membicarakannya. - Kami tidak perlu menanyakannya.
Yang terbaik tidak dengar apa pun. - Yah...
Kita teman, tidak perlu tanya. - Baiklah.
Kita bergegas karena ada makanan juga.
Bisa dingin. Jadi...
Kita harus cepat. - Ya, kita harus bergegas.
Ini soal pertama. - Baik.
Baru-baru ini tingkat bakteri ekstrem ditemukan
dari sesuatu yang dipakai anak SD.
Kebersihan benda ini
lebih buruk dibandingkan pegangan troli
atau bahkan meja ganti popok yang ada di kamar mandi.
Benda apa yang dimaksud?
Aku tahu. - Dipakai anak SD?
Sepertinya aku tahu. - Kamu hebat.
Mainan empuk itu? - Slime?
Sudah pernah disebutkan. - Slime?
Monster cair itu? - Ya.
Mungkin sesuatu yang anak-anak pakai saat berolahraga?
Kita tidak bisa membersihkan kuman dari alat pull-up.
Ya, tidak bisa dibersihkan.
Tunggu. Mungkin benda seperti bola sepak.
Apa? - Bola sepak?
Bola basket.
Tidak, biasanya kita pikir benda macam itu penuh bakteri.
Ini benda yang tidak kita curigai. - Bukannya bola jawabannya?
Berarti benda yang kita pikir tidak menyimpan bakteri?
Anak SD memakainya, bukan?
Pensil, mungkin saja.
Tidak. - Pensil?
Bukan?
Remote TV.
Biasanya remote memang kotor.
"Dia malu"
No comments yet. Be the first to leave one.