The first 200 lines.
"Semua karakter, tempat, perusahaan"
"Dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi"
Aku menyukaimu.
Aku
menyukaimu.
Kamu bisa memercayai kami.
Dokter Cha.
Semuanya, ini Dokter Cha Yo Han dari Pusat Pengendalian Rasa Sakit.
Jangan keluar.
Dokter Cha, aku punya pertanyaan.
Bagaimana kondisi pasien saat ini?
Bagaimana proses pembuatan diagnosisnya?
Bagaimana perasaanmu mengetahui penyakit langka seperti itu?
Pertama, aku tidak bisa mengungkap informasi pribadi apa pun.
Jadi, aku tidak bisa mengatakan detail apa pun soal pasien itu.
Dia benar.
Namun, kamu bisa memberi tahu mereka soal melioidosis.
Kurasa lebih baik menanyakan itu
kepada para dokter di Divisi Penyakit Menular.
Sampai jumpa.
Bagaimana perasaanmu soal dipekerjakan kembali
setelah insiden eutanasia di RS Universitas Myeongwon?
Aku yakin itu masalah sensitif bagi para pasien.
Pernahkah ada pasien yang menolak ditangani olehmu?
Tidak juga.
Aku tidak memberi tahu orang bahwa aku melakukan eutanasia.
Bukankah rumah sakit harus memberi tahu pasien
karena mereka juga berhak tahu?
Bagaimana menurutmu, Direktur Kang?
Begini...
Mengenai masalah itu...
Kami tidak akan menjawab pertanyaan
mengenai persoalan itu.
Aku Han Myung Oh, pengacara rumah sakit.
Pengarahan hari ini mengenai pasien melioidosis.
Jadi, kamu bisa mengirim surel mengenai pertanyaan tambahan.
Permisi. Tolong beri jalan.
Dia benar.
Hari ini tentang Dokter Cha menemukan Pseudomonas pseudomallei.
Artikel yang kalian tulis hari ini hanya tentang itu.
Dia angkuh sekali.
Haruskah aku benar-benar kabur seperti ini?
Ini bukan sesuatu yang harus kamu bicarakan sekarang.
Jaksa Son datang tadi siang.
Dia bahkan mengunjungi Kepala Min kali ini.
Kenapa? Dia datang untuk memberinya peringatan?
Ya, dia bahkan menyebutkan fakta
bahwa anak-anaknya belajar darimu.
"Siswa yang belajar dari orang yang melakukan eutanasia
berusaha membuat ayahnya meninggal dengan bermartabat."
Dia bisa dengan mudah menciptakan skenario semacam itu.
Itu bahkan tidak akan terlalu sulit.
"Doctor John"
"Episode 9: Stadium Akhir dan Tidak Bisa Disembuhkan"
Masuklah.
- Apa? - Dokter Cha memintaku
mengantarmu pulang karena sudah larut.
Masuklah.
Kamu mengalami hari yang berat, bukan?
Dokter Cha mengalami hari yang terburuk.
Dia benar-benar keras kepala.
Aku tahu dia kompeten dan percaya diri.
Tapi dia sungguh mengkhawatirkan orang-orang di sekelilingnya.
Aku takut dia membuat kesalahan dan akhirnya menghancurkan hidupnya.
Kuharap kamu mengerti.
Aku hanya mengatakan ini karena dia menyusahkanku...
Dia benar-benar keras kepala.
Saat dia fokus pada sesuatu,
hanya itu yang dia pedulikan.
Setelah membuat keputusan, dia harus menyelesaikannya.
Jika seseorang berusaha menghentikannya...
- Dia menyuruhmu jangan berlebihan. - Benar.
Dia sudah mengatakan itu kepadaku berkali-kali.
Dia selalu mengatakan bahwa reaksiku berlebihan,
padahal dia yang berlebihan.
Itu karena dia sangat kuno.
Maksudku, siapa yang berusaha keras belakangan ini?
Dia benar-benar harus punya batasan.
Sepertinya kamu sangat mengenalnya.
Aku sudah mengenalnya lebih dari tiga tahun,
tapi dia jarang membicarakan dirinya atau membiarkanku membantunya.
Jadi, sangat sulit memprediksi apa yang ada di pikirannya.
Hati-hati di jalan.
Terima kasih sudah mengantarku pulang.
Sama-sama. Istirahatlah.
Baiklah.
Misi selesai. Di mana kamu? Di rumah?
Aku akan memeriksa artikelnya, jadi, kamu sebaiknya istirahat.
Selain itu,
jangan lupa bahwa semua orang harus berhati-hati sekarang.
Termasuk kamu, Kepala Min,
dan Dokter Kang.
"Riwayat panggilan"
Aku menyukaimu.
Aku
menyukaimu.
"Reporter Ahn Seung Hyun"
"Kurasa Cha Yo Han tidak akan muncul"
"Reporter Ahn Seung Hyun"
Halo?
Aku mengambil foto itu saat keluar setelah konferensi pers.
Mereka muncul di depan media bersama?
Itu kebetulan.
Aku ingin bertanya lebih banyak tentang kejadian tiga tahun lalu.
Tapi pengacara rumah sakit menghentikanku.
Aku mau kamu menerbitkan artikel besok pagi.
- Baiklah. - Selain itu,
aku akan mengawasi Cha Yo Han dan Kang Si Young untuk sementara.
Sepertinya hubungan mereka jauh lebih dalam
daripada sekadar profesor dan murid.
Kita tidak boleh menunjukkan kelemahan sedikit pun
kepada mereka yang menentang apa yang kita lakukan.
Skandal remeh ini tidak boleh merusak tujuan utama kita.
Aku juga mengkhawatirkan itu, jadi, aku mengawasi mereka.
Kurasa ini sudah waktunya,
karena kudengar dia sudah siap sekarang.
Apakah semuanya sudah siap, Pak?
"Pusat Medis Hanse Seoul"
Baik, silakan masuk.
Pastikan kamu memasang monitor di tempat yang tepat.
"Upacara Penandatanganan Perjanjian Bisnis"
"Zinmu Rijund?
Ini luar biasa.
Apakah akhirnya kita
dikelola oleh Zinmu Rijund?
Ayo. Cepatlah.
Mereka nomor satu dalam penjualan domestik dan peralatan medis
dan dikenal mendukung dokter dengan uji klinis dan penelitian.
Kamu sungguh membicarakan Zinmu Rijund yang terkenal?
Astaga.
Dokter Cha benar-benar membawa perubahan besar ke rumah sakit.
Ini semua luar biasa.
- Ayo berfoto. - Baiklah.
- Ayo. - Astaga, itu tidak perlu.
Cepat.
Wajah kita tidak sepenting itu.
Yang penting adalah menunjukkan logo Zinmu Rijund.
Ini dia. Satu, dua, tiga.
Halo!
- Halo. - Halo.
Silakan berdiri bersebelahan.
Bagus. Ini dia posenya.
Hati. Acungan jempol.
Semangat!
Bisakah mereka berdua berjabat tangan di tengah?
Silakan tepuk tangan.
Di mana Dokter Cha saat dia seharusnya menjadi bintang?
Benar sekali.
Aku bisa memahami keberadaan Direktur dan Kepala,
tapi kenapa Dokter Kwon ada di sana?
- Benar sekali. - Astaga.
Pagi ini, Kepala Min meminta Dokter Cha datang,
tapi dia menolak tawaran itu.
Dia sangat antisosial.
Benar. Dokter seharusnya bersosialisasi seperti mereka.
Baiklah.
Ini sebuah mahakarya!
Kamu tampan sekali!
Aku terlihat sangat tampan.
Bukan hanya itu, tapi kita menerima dukungan dari Zinmu Rijund.
Semua berjalan lancar, Bu.
Kamu benar. Media berusaha keras untuk menutupi aibnya.
"Menutupi aib"?
Pasiennya sangat puas dengannya.
Wajar jika orang-orang percaya bahwa dia kompeten.
Ya, kamu benar sekali.
Kudengar Dokter Cha kesayanganku akan presentasi besok di kolokium.
- "Dokter Cha kesayanganku"? - Kudengar itu tentang analgesia.
Ya. Itu tidak biasa.
Kupikir itu akan membantu dokter lain juga.
Jadi, aku menyuruhnya melakukan itu.
Itu keputusan yang bijaksana. Akan kuberi tahu tim humas.
Aku harus pergi sekarang.
Omong-omong, kamu sudah melihat artikelnya?
- Artikel apa? - Kamu belum melihatnya?
Artikel apa?
Halo.
Apakah tidurmu tidak nyenyak?
Seharusnya aku yang bertanya.
Jangan memancingku.
Kucingku menangis semalaman.
Kamu punya kucing?
Begini...
Itu terjadi begitu saja.
Halo, Dokter Cha.
Tolong jangan bercanda denganku hari ini.
Aku sedang tidak mau bercanda.
- Bukan begitu. - Kenapa kamu terus menggodaku?
- Tunggu. - Ada apa dengan Dokter Cha?
- Dia di belakang... - Aku tidak ada urusan dengannya.
- Naik. - Kamu tidak masuk?
Aku...
Kopi. Naiklah lebih dahulu.
Pintu ditutup.
Ayo beli kopi.
Apa?
Kamu pulang dengan selamat?
Ya.
Kenapa...
Kenapa kamu diam saja soal kejadian kemarin?
No comments yet. Be the first to leave one.