The first 200 lines.
Menyelam adalah pengalihan paling menakjubkan yang bisa kita alami.
Aku menderita di luar air.
Seolah-olah kita pernah diperkenalkan dengan surga,
lalu dipaksa kembali ke Bumi.
Pemandangan yang indah.
Baik.
- Kapten, ini Jennifer. - Jennifer.
Apa rasanya di bawah sana?
Baik.
Fantastis.
Bayangkan tak memiliki bobot.
Bayangkan semua ini di bawah laut.
Kita akan bernapas saja dan kita mengapung.
Kita akan bergerak seperti ini, berenang di atas semua teman kecil kita.
Indah sekali.
Kapten, ada pertanyaan di sini.
Aku terpesona oleh elemen air.
Di dunia tempat tinggal kita di Bumi, kita selalu berjuang melawan gravitasi.
Namun, dengan menyelam, saat memasang Aqualung di belakang,
mendadak kita berubah menjadi malaikat.
Selaras dengan untaian tunggal
di mana semua bentuk kehidupan diciptakan.
Itu kebebasan.
Kau menggambarkan dirimu sebagai saksi perubahan.
Kapan sebenarnya kau mulai menyadari
bahwa planet kita ini berubah?
Saat aku dan teman-teman memulainya,
itu hanya untuk kami sendiri. Kesenangan menemukan.
Mereka menyelam!
Siap dengan pelampung! Falco dan Piel, bersiap!
Kupikir tugasku adalah menunjukkan isi lautan,
keindahannya...
agar orang mengenal dan mencintai lautan.
Lalu kami mulai menyadari bahwa hal-hal yang kami kagumi
mulai rusak.
Kita harus berbuat sesuatu.
Kita harus berjuang.
Karena kita akan melindungi hal yang kita cintai.
Selamat malam.
Aku yakin Anda mengenali wajah di layar di belakangku.
Yaitu Kapten Jacques-Yves Cousteau.
PERJALANAN
Selama 25 tahun, buku, film...
TIM COUSTEAU
dan serial TV Kapten Cousteau
menggapai ratusan juta orang di seluruh dunia,
berbagi dengan mereka, salah satu penemuan terbesar,
dunia bawah laut yang misterius dan tak tertandingi keindahannya.
Hadirin, mari kita sambut Kapten Jacques-Yves Cousteau.
Pertama, Kapten Cousteau, aku ingin tanya
bagaimana kau menjelaskan keasyikan seumur hidup dengan laut ini?
Waktu aku masih kecil,
aku sangat mengagumi elemen air
yang mampu menopang kapal sangat berat.
Tak bisa kupahami bagaimana caranya.
Kau bisa saja pelajari semua itu di museum,
dan mengarungi permukaan. Wawasan tambahan apa yang kau dapat dari menyelam?
Kau tak pernah mengalami perbedaan antara membaca buku
- dan melakukannya sendiri? - Benar juga.
Jika membaca buku tentang bercinta, tak akan sama.
TULISAN JACQUES COUSTEAU DIBACAKAN VINCENT CASSEL
"Semua penjelajah yang kutemui, didorong oleh rasa ingin tahu.
"Keingintahuan yang tulus, sulit dipuaskan, bahkan menggembirakan.
"Kita harus pergi dan melihatnya sendiri."
Sejak kecil,
aku punya hasrat luar biasa untuk mencari dan melangkah lebih jauh.
Jadi, pada usia 20 tahun, aku masuk Akademi Angkatan Laut.
Sebagai spesialisasiku, aku memilih pilot pesawat.
Aku sedang di sekolah pilot AL dan menyetir di malam hari.
Lalu aku mengalami kecelakaan sangat parah.
Lengan kananku lumpuh, 12 tulang patah,
kondisiku buruk.
"Aku sendirian di malam hari, berdarah, di jalanan desa,
"tanpa ada yang datang.
"Saat itu pukul dua pagi.
"Aku pendarahan.
"Menatap langit dan bintang-bintang, kukira aku akan mati.
"Namun, anehnya, itu menjadi
"peluang yang bagus bagiku."
KAPTEN
SUARA THOMAS TAILLIEZ
Cousteau disuruh pergi menemui kakekku, Philippe Tailliez,
salah satu penyelam bebas awal di AL...
...dan Frederic Dumas...
...yang bukan di AL, tetapi saat itu penombak ikan terkenal.
Tailliez dan Dumas berpikir mereka mungkin bisa membantu Cousteau
pulih, lewat berenang.
TOULON, PRANCIS 1936
Kami bertiga mulai menombak ikan.
Hal yang kita sebut snorkeling sudah dipopulerkan
oleh orang Amerika, Guy Gilpatric, beberapa tahun sebelumnya.
Yang tampak fantastis bagiku saat itu
adalah orang bisa menyelam di bawah permukaan
dan menangkap ikan.
Itu tampak seperti tindakan separuh dewa yang mitologis.
Ayo, kurasa sudah saatnya kita lakukan, bukan?
Begitu kepalaku masuk ke dalam air, aku terkejut.
Kami menemukan banyak keajaiban di atas kepala kami.
Kami serasa berada di bibir jurang baru.
Wilayah perawan sangat luas untuk dijelajahi!
SUARA KAPTEN PHILIPPE TAILLIEZ
Itu perjuangan semua orang yang ingin masuk ke laut.
Kami tiba di dunia baru, hal-hal baru...
Dunia mimpi.
SUARA FREDERIC DUMAS
Itu petualangan paling luar biasa dalam hidup kami,
petualangan kami bersama Cousteau.
Dengan para makhluk laut, yang kini menjadi teman kami,
tetapi awalnya kami membunuh mereka.
Saat keluar dari air, aku paham
bahwa mulai sejak itu seluruh waktu luangku
adalah untuk penjelajahan laut.
Saat kakekku dan Cousteau mulai menyelam bebas,
seluruh lautan itu milik mereka,
karena tak ada orang lain yang melakukannya saat itu.
Semua nelayan iri kepada tiga pria ini
yang langsung masuk ke air, dan keluar membawa ikan-ikan besar.
Dimulai dengan Philppe Tailliez dan Frederic Dumas.
Trio ini bertahan bertahun-tahun.
Pertemuan hebat dan indah ada di mana-mana.
Mereka cukup terkenal di Riviera Prancis.
Media lokal menyebut mereka, "Tiga Musketeer penyelam".
Simone, pada usia berapa kau bertemu Jacques?
Usia 17 tahun.
Bagaimana waktu itu? Pencerahan, cinta pandangan pertama?
Pandangan pertama!
Dia berbau laut.
Apa yang memikat dari perwira AL itu?
Tak ada! Menurutku dia sangat jelek.
Namun, dia baru kena sakit kuning.
Aku tahu jodohku perwira AL.
Itu penting? Harus perwira AL?
- Ya. - Aku hanya bahagia di laut.
SUARA JOCELYNE DE PASS BIOGRAFI SIMONE COUSTEAU
Simone ingin kehidupan sebagai pelaut.
Kedua kakeknya adalah laksamana
dan semua keluarganya pelaut.
Katanya, "Bukan darah, melainkan air laut yang mengalir di tubuhku."
12 JULI 1937
Saat menikahi Cousteau, dia membuat kesepakatan dengannya.
"Aku memberimu dua anak, Jean-Michel dan Philippe,
"dan kau beri aku laut."
Simone mulai ikut dengan kami dalam semua ekspedisiku.
Setelah dua tahun, kami sudah bisa menyelam dengan baik.
Namun, ada dorongan batin untuk menyelam lebih dalam dan jauh.
Selalu sama, kebutuhan.
Agar bisa masuk lebih dalam dan lebih lama,
aku menjadi penemu karena kebutuhan.
Aku yakin jika kita kembali ke awal mula peradaban,
ada bukti bahwa penyelaman telah menghantui pemikiran orang
sejak awal peradaban.
Orang memimpikan harta itu, kebenaran yang ada di dasar laut.
Kita tahu Leonardo da Vinci meninggalkan banyak sketsa liar.
Dia memimpikan kubah dengan tutup atau pipa untuk bernapas ke permukaan.
Sangat fiksi ilmiah untuk masa itu.
Sejak itu tentunya sudah ada banyak kemajuan.
Ada yang disebut penyelam "kaki berat",
karena memakai sol timah untuk berjalan di dasar.
Aku tak ingin pipa, aku ingin sepenuhnya mandiri.
Melalui ayah istriku, aku bertemu insinyur, Emile Gagnan,
yang mengembangkan regulator untuk menggerakkan mobil.
Aku pinjam satu, dan kupasang pada botol udara.
Di Marne, aku mulai menguji.
PENGUJIAN REGULATOR
"Aku bernapas normal dengan perlahan-lahan,
"kepala menunduk dan berenang ke kedalaman sembilan meter.
"Tak terasa ada tekanan air."
JY COUSTEAU DKK UNIT SELAM
"Itu alat yang baru dan menjanjikan,
"hasil dari upaya dan mimpi bertahun-tahun,
ini bisa mengubah penyelaman."
Di Mediterania, tiga perwira AL,
di bawah kepemimpinan Letnan Jacques Cousteau,
telah mengembangkan alat selam luar biasa
yang membantu mereka turun
lebih dari 60 meter tanpa baju selam.
"Bertahun-tahun kami menyelam di laut dengan kacamata.
"Kunci baru kami ke dunia tersembunyi menjanjikan keajaiban.
"Sayangnya, utopia kami ditakdirkan lenyap."
Dalam empat minggu yang singkat,
pertahanan Prancis dihancurkan.
Adolf Hitler mengeklaim Paris miliknya.
Setelah Prancis menyerah, istriku dan aku jarang tidur.
Selalu ada senjata di sakuku,
aku melihat keluar sebelum pergi.
Namun, selama masa itu, kami masih punya laut.
Bagi kakekku dan Cousteau,
menyelam adalah pelarian dari perang.
Karena di atas laut, tak ada yang masuk akal.
"Suatu malam, kucoba menilai masa lalu dan masa depanku.
"Aku bertekad punya karier.
"Di masa perang itulah kusadari bahwa baju selam mandiri
"bisa menjadi hal yang serius.
"Ada ratusan pekerjaan untuk penyelam di armada penenggelaman,
"dan di kapal yang ditorpedo di laut.
"Saat perang berakhir, kuberi tahu pejabat di Angkatan Laut
"tentang sistem baru yang kami kembangkan."
Kameradku Tailliez, Dumas, dan aku
membentuk Grup Riset Bawah Laut di Toulon,
untuk Angkatan Laut.
No comments yet. Be the first to leave one.