The first 200 lines.
"Semua karakter, tempat, dan organisasi"
"Dalam drama ini fiktif"
Malam itu,
sangat gelap tanpa cahaya bulan,
seperti malam ini.
Dia...
Dia menghancurkan dan mengacaukan hidupku.
Setiap kali memikirkannya,
aku tidak bisa tidur karena kemarahanku.
Aku harus melihatnya mati sebelum diriku.
Dia datang dan pergi seperti hantu.
Bahkan polisi tidak bisa berbuat apa pun.
Hanya kamu yang kini bisa kupercaya.
Jangan cemas.
Aku pasti akan menangkapnya dengan cara apa pun.
Jika merenggut nyawa seseorang adalah dosa,
maka aku akan menangkapnya dan menerima hukumanku.
- Itu dia! - Ya.
Dia datang.
- Kena. - Kita mengenainya!
- Astaga. - Kita menangkapnya.
- Syukurlah. - Kita menangkapnya.
Astaga.
Kita berhasil menangkapnya?
- Ap ini? - Kita menangkapnya.
Apa yang terjadi?
- Ayo. - Kita akhirnya menangkapnya?
- Ayo kita lihat. - Astaga.
- Akhirnya kita menangkapnya. - Sudah lama sekali.
- Dia sungguh menangkapnya. - Ini besar.
Bagaimana dia menangkapnya?
Ini besar.
Astaga. Manajer Cabang Noh bilang dia mendapatkan medali perak
dalam kontes menembak. Dia tidak bohong.
Astaga, bedebah ini
makan banyak.
Lihat betapa gemuknya dia.
Seekor babi harus gemuk.
Jika tidak gemuk, maka dia bukan babi.
Kita mendapatkan babi hutan yang gemuk.
Nyalakanlah api dan bawakan makgeolli.
Manajer Cabang Noh, kamu sudah berusaha dengan baik.
Sebaiknya kamu minum sebelum pergi.
Tidak, Pak.
Penangkapnya harus melaporkannya.
Kamu akan terlibat masalah jika hanya memakannya.
Kamu bisa dituntut atas perburuan ilegal.
- Begitukah? - Aku akan menanganinya
dari sini,
jadi, sebaiknya kalian pulang dan beristirahat.
Sebagai balasan, datanglah ke cabang kami
dan buka tabungan masing-masing seperti yang kalian janjikan.
Tolong jangan lupa.
Awas. Di sana!
- Apa? - Astaga.
- Bagaimana ini? - Bersiaplah.
Apa-apaan ini?
Dia mengenainya?
Astaga.
Dia mengenainya.
Tolong satu akun per orang.
"The Banker"
"Episode 1"
"The Banker"
Silakan ke sebelah sini.
Astaga, Presdir Kang.
Selamat atas peluncuran autobiografimu.
Terima kasih.
- Presdir Jang. - Astaga.
- Selamat, Presdir Jang. - Terima kasih.
- Ya. - Antar mereka masuk.
- Mari ikut aku. - Baik, kami masuk lebih dahulu.
Presdir Kang, aku mengagumi Anda.
Selamat atas peluncuran autobiografi Anda.
Selain itu, beberapa perusahaan yang kukelola
mengirimkan beberapa karangan bunga.
Tolong sampaikan terima kasihku.
Siapa yang mengirim karangan bunga di zaman sekarang?
Itu tidak ada gunanya.
Aku meminta orang-orang mendonasikan beras alih-alih bunga.
Semua beras yang Anda dapat hari ini
akan didonasikan ke panti wreda atas nama Anda.
Begitukah?
Berkat kamu, aku bisa melakukan hal baik. Terima kasih.
Itu bukan apa-apa.
Ini balasan dari semua kebaikan yang telah Anda berikan.
Presdir Kang.
Astaga.
Astaga.
Selamat atas autobiografimu.
Semoga bisa menjadi saran dan aturan bagus bagi kaum muda.
Kita berkewajiban membagikan pengalaman.
Terima kasih.
- Akan kuantar ke kursi Anda. - Baik.
Biar aku yang mengantarnya.
Belakangan ini, siapa pun bisa meluncurkan autobiografi.
Maka dari itu.
Menjabat tiga periode bukan hal yang perlu disombongkan.
Dia sudah terlalu lama menjabat. Saatnya dia pergi.
Ayo.
- Astaga. - Astaga.
Anggota Majelis Jung.
Astaga, kamu menyempatkan datang meskipun sangat sibuk.
- Senang bertemu denganmu. - Silakan duduk.
- Baik. - Astaga.
- Selamat bersenang-senang. - Terima kasih.
Omong-omong, Anggota Majelis Jung,
kamu sudah membeli buku yang dia luncurkan?
Belum.
Aku punya beberapa.
Bagaimana jika kamu mencoba membaca milikku?
Bahkan saat musim dingin mendekat, kamperfuli
harus memastikan melekat kuat pada akarnya.
Ya.
Hanya kamperfuli yang bertahan di musim dingin
yang bisa mekar menjadi bunga cantik di musim semi.
"The Banker"
"Layanan cuci mobil swalayan di Gunja-dong"
"The Banker"
"Pemeriksaan rutin"
"Apel"
Kamu menerimanya dengan baik?
Jika terlalu lama di satu tempat, mereka akan menemukan kita.
Tolong minta mereka menuntaskan di cabang saat ini,
lalu pindah ke cabang lain.
Cabang di Gongju tampak bagus.
Jika membuka rekening di sana,
akan kupastikan untuk menahan pengawasan arus kas
di cabang Gongju untuk sementara ini.
Nasabah nomor 77!
2,4 persen bukan bunga yang tinggi.
Itu tidak benar, Pak.
Sebenarnya 2,0 persen,
tapi manajer kami menawarkan bunga terendah hanya untuk Anda.
Kami juga sedang memiliki promosi, jadi, Anda bisa dapat hadiah.
Di sebelah sini, kami punya tumbler
dan payung.
Aku hanya dapat satu?
Aku datang jauh-jauh kemari.
Bagaimana jika dapat keduanya?
Silakan melihat-lihat dahulu.
Payung ini sungguh besar dan bagus.
Sepertinya kamu sibuk.
Hari ini tenggat ayah untuk membayar bunga,
tapi ayah tidak bisa menghubungi agensi.
Bisakah kamu meminjamkan ayah 5.000 dolar dahulu?
- Pak, bisa sahkan ini? - Tentu.
"Pengesahan rekening baru"
- Sudah kusahkan. - Baik, Pak.
Omong-omong, jam makan siang hampir habis.
Kenapa manajer cabang kita belum kembali juga?
Kurasa dia akan memakai seluruh waktu istirahatnya.
Tidak heran pencernaanku bermasalah.
Nasabah nomor 78!
Silakan maju ke meja empat.
Silakan sebelah sini.
Ya.
Coba lihat.
"Distribusi Seomin".
Astaga, Anda sudah menyiapkan
semua dokumen dengan lengkap.
Tanpa ada yang kurang.
Anda mendapat rekomendasi ke cabang kami?
Tidak, kantorku dekat.
Anda beruntung.
Kantor cabang kami mungkin kecil, tapi di sini terkenal
dengan kerjanya yang efektif.
Anda bisa menganggapnya
sebagai cabang ahlinya Provinsi Chungcheong.
Akan kuurus ini dengan cepat.
Pak, bisakah Anda mengirimku ke kantor pusat di Seoul?
Entahlah.
Aku pernah bekerja di Bank Chase Manhattan, New York selama sepekan.
Di antara 500 karyawan baru di Chase Manhattan,
akulah yang nomor satu!
Seharusnya aku tidak mengurus uang kecil di Gongju.
Jika karyawan bertalenta seperti aku disia-siakan di Gongju,
bukankah Bank Daehan akan rugi?
Rugi? Maumu!
Memangnya Gongju kenapa?
Jika semua orang pergi ke Soul, bagaimana dengan bagian provinsi?
Perekonomian lokal akan sangat jatuh!
Bukan begitu, Manajer Cabang Noh?
Ya, tentu saja.
Seharusnya aku menetap di Manhattan apa pun yang terjadi.
Ibu ribut dan berkata akan mati.
Bukankah bagus kamu bisa mendapatkan
hidangan hangat setiap makan siang?
Kita semua membutuhkan makanan enak.
Ayo, Pak.
- Terima kasih makanannya. - Bukan masalah.
Halo.
Halo.
Kulihat semuanya segar hari ini.
Kamu tahu barang kami selalu segar.
Bisnis Anda berjalan lancar?
Bisnis apa? Kami bahkan belum bisa mulai.
Sejak dibukanya swalayan besar di dekat sini,
kami tidak punya pelanggan.
Sepertinya itu masalah.
No comments yet. Be the first to leave one.