The first 168 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
SELAMAT DATANG MURID BARU SMA YUIL TAHUN AJARAN 2006
Hai, Heon!
Kita satu sekolah dan satu kelas lagi!
Kurasa ini takdir.
Omong-omong, Heon.
Kenapa?
Aku menyukaimu.
Aku tidak menyukaimu.
Kalau begitu, aku akan mencari cara.
SMA YUIL
BASMI KEKERASAN DI SEKOLAH!
MUSIM PANAS 2020, MASA KINI
Shin Sol-i!
Kau sedang apa di sini?
- Apa? - Kita terlambat.
Ayo lari sampai kelas!
Cepat!
Namaku Shin Sol-i.
Hal terpenting bagiku saat berumur 17 tahun…
Hal terpenting bagiku saat ini…
adalah dia.
MUSIM SEMI 2006
Heon, ayo kita pergi bersama!
Tidak mau.
Kurasa aku seperti selalu mengejar Cha Heon.
Cha Heon!
Heon!
- Shin Sol-i. - Maaf.
Sesering apa pun aku berbuat salah, Heon tak pernah memarahiku.
Masalahnya hanya satu.
Kakiku sangat pendek, sedangkan kaki Heon sangat panjang,
sehingga aku harus selalu mengejarnya.
Namun, tak apa.
Sebab aku percaya dia pasti menungguku.
Ada seorang pria
Yang amat mencintaimu
Ada seorang pria
Yang tak mampu mengatakan kata…
Jeong Jin-hwan, hari ini sudah 121 kali kau nyanyikan lagu itu.
Ya ampun!
Baru sebanyak itu?
Kalau begitu, aku harus terus berlatih, sebab aku anak rajin.
Ada seorang pria
Yang amat mencintai…
Kau anak berisik, bukan anak rajin.
Pria berisik, bukan pria biasa.
Sol, aku sedih sekali.
Masa, nyanyian calon bintang ternama ini kau anggap berisik?
Mau kubantu korek kupingmu?
Aku kumpulkan PR Matematika, ya?
Ini.
Ini.
Sebentar.
Shin Sol-i, kau menyontek lagi?
PR Matematika kali ini mudah sekali! Ya, 'kan, Su-jin?
Dasar aneh!
Mi-nyeo, PR Matematika mudah, 'kan?
Jawabannya mudah kupecahkan.
- Begitu, ya? - Ya.
SHIN SOL-I, 35
Kau tahu kenapa ibu panggil, 'kan?
Nilai memang penting,
tapi kerja keras lebih penting.
Dari lembar jawabanmu, ibu lihat banyak jawaban kosong.
Benar.
Maafkan aku.
Mau bolos belajar tambahan dan pergi karaoke?
Heon, kau ada waktu sekarang?
Ada apa?
Luar biasa, Oh Hui-ji! Kau suka Cha Heon?
Aku sangat peka soal ini.
Kau suka Cha Heon, ya?
Akankah kalian menjadi pasangan resmi pertama di kelas?
Begitu?
Aku kurang paham rumus matematika yang baru dipelajari.
Bisa bantu jelaskan?
Baiklah.
Hei, Jeong Jin-hwan.
Lebih kecil wajahku atau Oh Hui-ji?
Hei! Tentu saja Oh Hui-ji.
Jawabannya sudah pasti.
Jelas-jelas dia…
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan.
Sembilan? Kepalanya adalah satu per sembilan tinggi badannya.
Jauh berbeda denganmu.
Aku buat ini sendiri.
Kau buat ini sendiri?
Aku belum pernah bertemu seseorang sepertimu.
Astaga, ini bukan apa-apa. Kau tak perlu terharu.
Sol-i, kau perempuan terbaik yang kukenal.
Ukuran wajah tidak penting!
Puisi klasik. Hwang Jin-i.
"Inginku memotong pertengahan musim dingin panjang ini,
dan membalutnya dengan selimut sehangat angin musim semi,
lalu membentangkannya tatkala pujaan hatiku
kembali di malam hari."
Puisi Hwang Jin-i ini
mengungkapkan rasa cinta dan rindu terhadap kekasihnya dengan baik.
Ibarat sekarang, sama seperti surat cinta.
Bapak tahu betul karena sering menerimanya.
Maksudku, sering menulis.
Hal terpenting dalam surat cinta adalah rasa dan ketulusan penulis.
Maka, surat cinta yang tulus
dapat menggerakkan hati seseorang.
Ini adalah hal terpenting.
Biar bapak bacakan kembali.
"Inginku memotong pertengahan musim dingin panjang ini…
SURAT CINTA YANG DITULIS DARI HATI!
…dan membalutnya dengan selimut sehangat angin musim semi,
lalu membentangkannya tatkala pujaan hatiku…"
HALO, PUJAAN HATIKU, AKU SHIN SOL-I
Apa yang kau tulis?
Sial…
Bukan urusanmu.
Kau sedang menulis surat cinta?
Kau sungguh beruntung.
Apa maksudmu?
Jika Hong Sung-dae terkenal dengan The Art of Mathematics,
aku bisa dibilang terkenal dengan The Art of Love Letter .
Kau?
Hei, saat SMP,
- 1,000 surat cintaku… - Kau menerima 1,000 surat?
- Kau? - Hei, Bodoh!
Kau tak tahu Hong Sung-dae? Penulis The Art of Mathematics.
Jadi, maksudku, aku Hong Sung-dae pada dunia surat cinta.
Itu pun luar biasa.
Aku menulis satu saja sulit.
Coba kulihat.
Kau minta aku berikan semua ini?
Aku sering menerima surat cinta.
Jadi, patut kubalas.
Hanya balasan.
Jadi, kau mau belajar atau tidak?
Mau. Astaga…
- Matikan. - Baik.
Astaga! Apa-apaan kau?
- Sebentar. Maaf. - Astaga.
Sudah.
- Aku mau belajar. - Baiklah.
Kalimat pertamanya,
"Halo, Heon!" Bagaimana?
Astaga!
Tidak! Terlalu biasa dan membosankan.
Yang benar saja, Sol-i!
Pertama-tama, mulailah dengan tegas.
- Baiklah. - Beranikan dirimu
- dan mendekat. - "Mendekat."
- Kau… - "Kau…"
…bisa memilikiku.
Bukankah itu terlalu terus terang?
Tenang. Ada tahapannya.
- Dekati aku. - "Dekati aku."
- Kini kau… - "Kini kau…
- boleh… - boleh…
memelukku.
Jeong Jin-hwan.
Ya?
Kau hebat sekali!
Luar biasa!
Hei, aku tidak asal menulis semua ini.
Hei, Cha Heon! Aku menyukaimu Sejak kali pertama melihatmu
Kau sempurna dari ujung rambut Hingga ujung kaki
Kau sungguh tipe idealku
Jadilah pacarku!
Kau tidak boleh menolak
Tidak boleh!
Kalau kau menolakku…
No comments yet. Be the first to leave one.