The first 200 lines.
Channel 3 Dan Good Feeling Company Limited
"Mempersembahkan"
"Candle in the Sun"
"Episode sebelumnya"
Lari! - Kamu berkomplot dengan budak
untuk membahayakan para bangsawan.
Penggal kepalanya!
Phra That Sri Chom Thong, ampuni aku
dan angkat sumpah yang sudah dibuat.
Kamu hanya menyalahkan orang lain. Kamu tidak melihat dirimu sendiri.
Aku mencintaimu. Aku ingin tetap bersamamu.
Kamu yang harus menyelesaikan ini denganku.
Kalau begitu, kita berdua,
akan menikah.
Ben! - Lin, awas!
Ti, benarkah kamu berniat menabrak Kalin dengan mobilmu?
Jika aku tidak terlibat denganmu sejak awal,
hal-hal buruk ini tidak akan terjadi.
Bisakah kamu bangun dan bicara denganku?
Satu-satunya hal yang bisa membawanya kembali
adalah cinta
dan ikatan antara kamu dan dia.
Kenapa kamu tidak bangun?
Ini karena kamu perayu wanita,
karena itulah kondisi Ti seperti ini!
Ini semua salahmu, In!
Ada apa dengan Ti, Dokter?
Hasil pindai CT menunjukkan
ada penggumpalan darah di otak kirinya.
Kami sudah memberikan antikoagulan untuk penggumpalan darahnya.
Dia masih belum sadar.
Namun, dia mungkin tidak sama seperti sebelumnya setelah siuman.
Ini semua salahmu
dan wanita simpananmu.
Wanita bernama Kalin itu!
Kurasa kamu harus makan sesuatu untuk mengembalikan kekuatanmu.
Kamu bisa tidur?
Melihat Ti seperti itu, aku merasa tidak berdaya.
Aku yang terburuk, bukan, Mac?
Aku suami terburuk, bukan?
Kamu tidak perlu mengatakan itu lagi.
Aku tahu kamu merasa sangat bersalah sekarang.
Permisi.
"Ibu"
Kurasa kamu tidak perlu bicara dengan Nyonya Dussadee sekarang.
Itu akan membuatmu merasa lebih buruk.
Orang tua Ti dan Pam
selalu bersamanya di rumah sakit.
Kurasa kamu harus beristirahat.
Jika ibuku tahu aku di rumah, aku tidak akan bisa beristirahat.
Tapi jika kamu pergi ke tempat lain,
ibumu akan terus menanyakan keberadaanmu dariku.
Jika aku membohongi ibumu,
aku pasti akan dipecat kali ini.
Hei, Mac.
Ya?
Aku tahu harus ke mana.
Ibu tidak akan berani mengikutiku meski tahu aku di mana.
"Ibu"
Jika tidak mau bicara, kenapa tidak dimatikan saja?
Atau mungkin
kamu menunggu seseorang meneleponmu.
Aku tidak menunggu telepon dari siapa pun.
Tapi mungkin saja pihak rumah sakit perlu menghubungiku.
Atau,
mungkin akan ada yang meneleponku
tentang Ti.
Jika perkataanmu benar, ayah senang
mendengar bahwa kamu tidak memikirkan Kalin lagi.
Aku tidak memikirkan Kalin, Ayah.
Itu...
Itu hanya menyebabkan masalah bagiku.
Terkadang, kesulitan bisa berguna.
Kesulitan membantu kita menyadari diri kita yang sebenarnya
dan membuat kita menyadari pemikiran kita.
Aku tidak mengerti, Ayah.
Setidaknya sekarang
kamu memikirkan tugasmu, tanggung jawab, dan apa yang benar,
alih-alih memakai caramu sendiri seperti dahulu. Benar, bukan?
Kurasa kamu harus menelepon ibumu.
Dia pasti sangat mencemaskanmu.
Lama sekali. Kamu hampir membuat ibu menggila.
Sejak kamu masih kecil sampai sekarang,
ibu masih harus membereskan masalah yang kamu buat.
Para reporter dan orang tua Ti
terus menelepon ibu tanpa henti. Ibu tidak tahan lagi!
Ibu beruntung kerabat dari pihak ayahmu
tidak menelepon untuk mengkritik ibu
tentang cara membesarkan putra ibu menjadi penuh skandal,
yang terus menodai nama baik keluarga mereka.
Omong-omong, di mana kamu?
Aku di rumah ayahku.
Dengar.
Aku mengumpulkan banyak informasi tentang masa itu.
Tapi tidak ada yang menyebutkan Dokter Louis secara spesifik.
Hanya ada informasi tentang misionaris pada umumnya.
Tapi aku tidak yakin apa ada hubungannya dengan Dokter Louis.
Di sini tertulis
setahun usai Bapa McGilvary pindah ke Chiang Mai bersama keluarganya,
Pendeta Jonathan Wilson dan keluarganya pergi dari Bangkok
untuk membantu pekerjaan Bapa Agung McGilvary dan istrinya.
Makin lama waktu berlalu, makin warga kota memuji pekerjaan mereka.
Yang membuat Bapa Agung dan istrinya populer di kalangan penduduk lokal,
yang berujung kepada penentangan dari Penguasa.
Penentangan dari Penguasa.
Penggal dia!
Namun, untuk menghentikan popularitas misionaris
dan menjadikan mereka contoh,
Penguasa menghukum mati Noi Suriya dan Nan Chai
karena meninggalkan ajaran Buddha dan pindah ke agama Kristen.
Tapi...
Jadi, ternyata aku
yang menyebabkan peristiwa ini?
Jika Penguasa marah
bahwa para misionaris
berbaur dengan rakyatnya,
lalu bagaimana dengan Louis?
Apa yang akan terjadi kepadanya?
Parn dan Nao.
Jika aku tidak ada,
berjanjilah kalian tidak akan meninggalkan Ben.
Kenapa kamu bicara seperti itu?
Benar, Lin. Pantang bicara seperti itu.
Maksudku adalah
jika aku tidak sempat merawat Ben,
kalian berdua tidak bisa membiarkannya sendirian.
Katakan sekarang apa yang kamu pikirkan.
Aku tidak memikirkan apa-apa.
Aku lelah.
Aku akan pulang dan beristirahat.
Kalau begitu, kamu harus pergi dengannya.
Aku akan menjaga Ben.
Terima kasih, Nao. - Tidak masalah.
Aku akan mencari perawat
untuk menyuruhnya mengawasi Ben. Aku akan segera kembali.
Aku akan menunggu di sini. - Baiklah. Aku akan bergegas.
Halo.
Bisakah kamu menjaga Ben, pasien di kamar 1001 untukku?
Tentu saja.
Terima kasih banyak. - Tidak masalah.
Kenapa dia lama sekali?
Tunggu.
Mungkin kondisi Ben masih buruk. Itu sebabnya dia lama sekali.
Aku akan mencarinya. - Silakan.
Permisi. Kamu melihat Kalin?
Dia sudah pergi.
Dia tidak datang menemuimu?
Benar. Dia menyuruhku menjaga Ben sebelum dia pergi.
Nao!
Kurasa Lin mengelabui kita lagi. - Apa?
Apa maksudmu?
Dia pergi.
Pantas saja dia membuat kita berjanji menjaga Ben.
"Chiang Mai"
Ini kesempatan terakhirku
untuk memperbaiki perbuatanku.
Aku meminta semua roh suci
untuk melindungi dan mengampuniku.
"Gerbang Chang Phuak"
"Gerbang Chang Phuak"
Parn!
Parn!
Parn, bangun! Kemarilah sekarang!
Apa Ben baik-baik saja? - Ini bukan tentang Ben. Kemarilah.
Lihat!
Seseorang berbagi foto Lin di Chiang Mai.
Tiankhum! - Louis!
Kamu masih hidup.
Aku senang sekali.
Bukan hanya masih hidup,
aku juga menunggumu setiap hari sesuai janji.
Omong-omong,
apa yang terjadi kepadamu hari itu?
Bapa Agung McGilvary membantuku hari itu.
Bapa Agung Daniel McGilvary?
Ya.
Dia memohon kepada Penguasa untuk membebaskanku.
Dia meyakinkan Penguasa
jika kasusku masih belum selesai,
para misionaris tidak akan membantuku kabur.
Penguasa
pasti takut menyinggung Bapa Agung McGilvary.
Lagi pula, tuduhan terhadapku tidak jelas.
Jadi, Penguasa mengalah
dan menunda keputusannya.
Aku ikut denganmu.
Aku akan menjadi saksimu.
Apa pun yang terjadi,
aku tidak akan meninggalkanmu lagi, Louis.
Bisakah kamu tinggal di sini sendirian?
Aku akan memeriksa ibumu.
Makananmu, Tuan.
Taruh saja di sana, Khampaeng.
Aku tidak lapar.
Bagaimana kondisi ayahmu, Tuan?
Kondisinya masih sama, Khampaeng.
Di mana ibumu dan Nona Wongduen?
Aku tidak bertanya.
Tapi syukurlah mereka tidak ada di sini.
Jika tidak, mereka akan terus berkomentar soal Tiankhum.
No comments yet. Be the first to leave one.