The first 182 lines.
di malam Natal yang sangat sangat dingin
dan bersalju,
gadis penjual korek api tidak memiliki keluarga
dan harus bertahan menjual korek api di jalanan saat salju.
Tapi, berapapun harga yang diminta gadis kecil itu,
semua orang mengabaikannya dan tidak ada yang mau membantunya yang sangat menyedihkan.
Saat itu, ada seorang pejalan kaki yang kasar
menabraknya tanpa melihatnya.
Gadis kecil itu jatuh ke tanah yang bersalju.
Betapa tragis. Betapa menyedihkan.
Gadis kecil itu tidak punya ibu, hanya punya ayah yang jahat.
Dia tidak berani pulang jika tidak menjual korek apinya.
Dengan sedih, gadis itu menyalakan sebuah korek untuk menghangatkan badan,
Dia melihat bayangan ibunya dalam nyala api.
Gadis kecil itu tersenyum dengan senang.
Tapi ketika nyala api padam,
bayangan ibunya juga ikut hilang.
Gadis kecil itu sangat sedih,
jadi dia menyalakan korek lainnya.
Kali ini dia melihat ibunya menyiapkan pesta Natal yang luar biasa
dan dia sangat senang berada dekat ibunya.
Tapi sebelum dia menikmatinya,
pestanya menghilang.
Gadis kecil itu menyalakan korek satu demi satu
dan melihat bayangan dari semua impiannya.
Dia ingin pergi ke tempat yang jauh.
Dia ingin mencari ibunya.
Dia tidak ingin ditindas oleh siapapun lagi.
Akhirnya, salju terus turun dengan kuat.
Gadis kecil hampir mati membeku.
Tapi, dia tiba-tiba punya ide!
Jika ada sesuatu yang mengeluarkan panas,
dan bisa dibawa kapanpun,
bukankah lebih berguna dari korek api?
"Tuan! Tuan! Tolong beli sekotak korek apiku."
"Ambil uangnya dan simpan korek apinya untuk menghangatkan dirimu."
Lalu, gadis penjual korek api
menggunakan uangnya untuk menemukan sesuatu yang bisa dibawa untuk menghangatkan badan,
yaitu kantong penghangat!
Dan dia menjadi sangat kaya!
Hei, Gadis Penjual Korek Api tidak berakhir seperti itu.
Dia mati membeku.
Dia tidak punya ibu, kenapa dia harus menyedihkan seperti itu?
Aku ingin dia menemukan kantong penghangat dan menghasilkan banyak uang.
Ini adalah dongeng Hans Christian Andersen. Sudah diketahui seluruh dunia.
Tidak ada yang boleh mengubahnya. Dia mati membeku!
Kembalikan bukunya! Gadis kecil itu menjadi kaya dan sangat bahagia!
Jangan omong kosong! Dia mati membeku!
Tidak! Dia menjadi...
Apakah kita benar-benar pergi ke Taipei? Bagaimana kita ke sana?
Kalian lihat ini. Tempat yang paling terang adalah Taipei.
Asalkan kita terus ke arah utara, kita akan sampai.
Tidak semudah itu! Jika begitu, kenapa mereka menemukan peta?
Kau menyebalkan. Jika kau tidak mau pergi ke Taipei dengan kami, kau pulang tidur saja. Ayo.
Uh! Menyebalkan.
Ke mana kita pergi?
Kita ke utara.
Kau bercanda? Kita akan segera melewati lapangan.
Tapi kita tidak bisa terus ke utara jika tetap di jalan.
Aku tidak mau ke Taipei lagi! Kakiku sakit dan aku tidak bisa berjalan lagi!
Jangan menangis. Yuanyuan bilang jika kita terus berjalan, kita akan tiba di Taipei.
Kita bisa bermain gim secara gratis.
- Aku tidak mau main gim! Aku mau pulang! - Zhao Yuanyuan, kau mau ke mana?
Kita sudah sampai Taipei. Taipei di sana!
Taipei! Kita di Taipei!
Wuxian, Zicheng, Meixin, kita sampai di Taipei!
- Taipei! - Hou Zicheng, tunggu sebentar!
Di sana!
Monyet bau, tunggu kami! (T/N: Nama Zicheng terdengar seperti monyet
Tunggu kami!
Ini... Taipei?
Video gim, di mana?
Apa yang kau lakukan?
Lepaskan aku!
Ada lagi? Kau juga jangan bergerak!
Kalian anak nakal, apa yang kalian lakukan di kebun bungaku tengah malam?
Kalian mau mencuri bunga?
Kami ingin ke Taipei main gim, bukan mencuri bunga.
Taipei? Ini Changhua.
Kita berjalan semalaman, tapi hanya berjalan dari Yunlin ke Changhua?
Hei, jangan bercanda denganku.
Yunlin ke Taipei? Hanya kalian dua anak-anak,
walaupun kalian berjalan sehari semalam lagi, kalian tidak akan sampai!
Ayo, ikut denganku!
Pak, maaf, maaf.
Aku adalah ketua Panti Asuhan Kasih Sayang. Mereka adalah anak-anakku.
- Mereka anak-anakmu? - Ya, ya, ya. - Mereka mau mencuri bungaku
di tengah malam. Kau harus memperhatikan mereka.
- Aku tahu. Anak-anak suka bermain, ya? - Ya.
Maaf, maaf. Terima kasih.
Kalian terlalu nakal, ya? Apa yang kalian lakukan semalam ini?
Cepat, cepat. Pulang.
Wuxian? Yuanyuan?
Jika kalian berdua tidak keluar, aku akan meninggalkan kalian di sini.
Kenapa? Kenapa?
Jangan menangis. Ada apa?
Ibu berbohong.
Taipei sebenarnya sangat jauh. Kenapa dia berbohong padaku?
Sangat jauh dan dia meninggalkanku di sini sendirian. Kenapa?
Ibumu pasti salah.
Jangan khawatir. Aku pastikan kau tidak akan sendirian lagi.
Benarkah?
Aku janji.
Kalian berdua masuk ke panti asuhan ini dalam waktu yang berdekatan.
Kalian berdua tidak tahu nama kalian sendiri dan keberadaan orang tua kalian.
Ketika kami melakukan pendaftaran keluarga, kalian mengikuti nama keluargaku, Zhao.
Aku juga mendaftarkan hari lahir yang sama untuk kalian.
Nama kalian pun diambil dari ungkapan yang sama.
Kenapa kepribadian kalian sangat berbeda?
Wuxian,
nanti, kau harus menjadi kakak Yuanyuan.
Jika Yuanyuan melakukan hal yang salah, kau harus mengaturnya. Mengerti?
Bukan masalah!
Ketua Zhao, kau salah! Zhao Wuxian tidak seperti yang kau pikirkan.
Dia sebenarnya sangat nakal dan ambisius.
Karena dia tidak ke utara saat naik sepeda. Kalau tidak, kami pasti sudah di Taipei.
Kau sangat ingin meninggalkan tempat ini?
Aku ingin ke Taipei mengumpulkan uang.
Baik, aku akan memberikan kesempatan padamu untuk menghasilkan uang.
Berdasarkan peraturan, kalian hanya bisa di sini hingga umur 18 tahun.
Jika dihitung, masih delapan tahun lagi.
Kira-kira empat ratusan minggu lagi.
Setiap hari Minggu,
kau harus menggambar silang di kotak, aku akan memberikanmu 50NT$.
Terima kasih, Ketua Zhao!
Hei! Itu tidak adil. Dia memimpin kami kabur, dia mendapatkan uang?
Wuxian, sekarang kau adalah kakak. Kau harus mengalah pada adikmu
dan membuatnya senang, ya?
Ketua Zhao!
Ini sudah Minggu. Kenapa kau tidak mengambil uangmu?
Tidak, aku hanya...
Hanya...
Semangat.
Yuanyuan,
aku tidak menyangka kau akan mengisi semua kotaknya.
Ternyata, kau mengisi semuanya.
Simpan ini.
Ketua Zhao,
waktu kecil aku tidak patuh. Maaf membuatmu khawatir.
Aku hanya bisa khawatir hingga hari ini.
Mulai sekarang, kalian harus mengandalkan diri kalian sendiri.
Wuxian, kamu adalah kakak. Kau harus menjaga adik, ya?
Ketua Zhao, aku mengira
aku bisa lepas dari kakak palsu ini saat meninggalkan tempat ini.
Jika kau berani. akhiri pertemanan ini.
Kau sangat kekanak-kanakan. Aku tidak ingin bermain.
Ketua, jika ada yang nakal, beri tahu aku.
Aku akan kembali membantumu mengajari mereka.
Kau sangat senang berkelahi? Ketua Zhao, lihat dia, Si Monyet Bau pergi ke Taipei untuk menjadi penjahat.
Jangan biarkan dia pergi! Dia akan masuk penjara.
Kak Ah Ming, kuberi tahu, kau harus hati-hati dengan Meixin.
- Mungkin alasan dia menikahimu adalah uang. - Hei!
Jangan bicara sembarangan pada suamiku!
Sudah, sudah! Jangan main-main. Keretanya sudah sampai.
Yuanyuan...
Hei, ayo berfoto, ya? Aku membawa kamera.
Foto. Foto.
Ayo. Lebih dekat.
Ayo, bersiaplah.
Apakah babi kecil gendut?
Gendut!
- Sudah. - Oke.
Hati-hati.
Ketua.
Kami pergi. Kau harus jaga diri baik-baik.
Kalian juga.
Ketua, jangan khawatir. Aku akan menjaga mereka berdua.
Ketua.
- Ketua, aku tidak akan melupakan kebaikanmu! - Apa yang kau lakukan?
Ada ubi ada talas, ada budi ada balas! Sampai kapanpun!
- Sudahlah. - Ketua, terima kasih! - Sudah, cukup!
Aku mengatakan yang sebenarnya.
Sudahlah. Naik kereta.
Ayo pergi. Bagasi kita sudah di dalam.
- Pergi. - Ayolah.
- Ketua, sampai jumpa! - Sampai jumpa!
Meixin, sampai jumpa! Ah Ming, sampai jumpa!
- Semangat! - Sampai jumpa!
Ketua.
Dah, Meixin! Dah, Ketua!
Kau harus pulang berkunjung!
Kami pergi!
No comments yet. Be the first to leave one.