The first 145 lines.
35 Mari Nikmati Resor Ini
Pulau Resor...
Hap!
Pendaratan Super.
Jangan lompat, nanti jatuh.
Sebenarnya bagus seluruh Badan Keamanan dikerahkan untuk mencari perlaku pengeboman.
Tapi tetap saja pandangan mereka benar-benar membuatku resah.
Ayah.
Hm?
Aku dengar seorang ayah biasa di saat seperti ini,
akan lompat, girang, dan heboh bersama putrinya.
Ayo kita nikmati Pulau Resornya!
Ayah polos banget.
Bunda!
Dek Yor?
Bunda!
Pesannya sampai?
Iya.
Jadinya hari ini dapat libur.
Mukamu sedikit memar, ya?
Eh?
Ketahuan!
Apa kau baik-baik saja?
Ah, anu.
m 0 0 l -2986.5 0 l -2986.5 -13.375 l 0 -13.375 b 3.375 -12.625 5.25 -10.625 5.25 -6.625 b 5.25 -3.375 4 0 0 0
Hunter No Sekai
Now Watching
Pasutri yang diundang sempat bertengkar.
Spy x Family S2
Episode #10 / 35
Hunter No Sekai
Now Watching
Lalu saat kulerai malah kena sedikit.
Download di:
Begitu, ya.
Berarti undangannya?
Iya, gagal.
Tapi aku sudah melakukan semua yang kubisa.
Pada akhirnya mereka bisa tersenyum, jadi aku tetap puas.
Begitu, ya.
Hari ini Bunda bisa ikut main?
Iya, ayo kita main sepuasnya!
Let's enjoy!
Skuy enjoy!
Dombanya kayak Bond!
Damai sekali rasanya.
Iya, ya.
Padahal aslinya di dalam kapal sedang ambyar.
Semoga kedamaian ini, bisa terus berlanjut.
Demi itu diriku...
Ayah! Bunda!
Sekarang pengen yang menyelam di laut dan melihat iwak!
Eh? Tapi ini harus pakai baju renang, kan?
Ini gawat!
Kalau luka di tetekku dilihat, tidak bisa beralasan lagi.
Ah, nanti bisa saja dimakan hiu, tidak jadi, deh.
Eh, tapi...
Kalau baju renangnya begini, bisa disembunyikan.
Ayo kita coba, Anya!
Tenang saja, tidak ada hiunya, kok.
Kalau sampai ada, biar nanti diam-diam kubantai.
Hikannya huantik!
Ikannya cantik!
Ha, helihatana henak hehahi!
Iya, Kelihatannya Enak Sekali!
Selanjutnya mau berselancar!
Ayo kita coba!
Anya, ini dia ombak yang bagus datang.
Siap!
Aku dorong, ya.
Yak!
Gawat, baru selesai kerja jadi tidak bisa menahan diri!
Kau baik-baik saja, Anya?
Mau lagi, mau lagi! Tegang abis!
Jangan, deh.
Maafkan aku, maafkan aku, ya.
Sudah banyak main!
Kita puas main, ya.
Waktu sudah mau selesai, kita harus kembali ke kapal.
Benar juga.
Kurang tidur dan istirahat karena bertarung, jadinya mengantuk...
Eh, Yor!
Ayah, Anya juga mengantuk.
Capek.
Hah?
Walah.
Anya, sih, bukan masalah. Tapi kalau sampai Yor juga.
Ya, berarti pekerjaan Yor memang seberat itu.
Tapi dia tetap mau menuruti kemauan Anya.
Terima kasih kerja kerasnya.
Kasus Lorelei ini.
Walau tidak diumumkan secara publik, tampaknya banyak orang yang hilang.
Dan hampir semuanya identitas palsu.
Memang benar saya melihat beberapa orang yang mencurigakan,
tapi jika mereka kubu yang ingin memicu konflik Timur dan Barat, kita harus hati-hati.
Badan Keamanan mencurigai adanya campur tangan negara ketiga.
Yah, walau mereka pasti akan menutup-nutupi kasus itu.
Kita juga harus waspada kalau di Ostania ada kubu ekstremis yang belum diketahui.
Ini menyangkut Operation Strix.
Kuserahkan padamu.
Saya mengerti.
Lalu.
Kesampingkan perkara bom, bagaimana liburannya?
Apa Nona Anya senang?
Dia senang sekali. Bahkan lebih bikin capek daripada misinya.
Dasar, sebenarnya dia itu pria yang kikuk atau tidak, sih.
Membanggakan Liburan
Selamat pagi!
Ah, Kak Yor, sudah pulang rupanya.
Ih, Kak Yor curang. Bisa-bisanya pergi sendirian.
Oleh-oleh pelesir naik kapalnya mana?
Sudah kubilang itu tugas menjamu.
Iya, saya sudah beli oleh-oleh yang bagus dari atas kapal.
Ini, silakan.
Apa ini?
Gantungan kunci kerangka.
Uwah, ampun, deh.
Serius tidak butuh.
Seleramu itu kenapa, sih?
Oleh-oleh untuk teman kerja itu seharusnya anggur atau kue.
Biasanya bakal pilih barang yang bisa habis, kan?
Ja-Jadi begitu, ya?
Ayah tidak mau membelikan ini.
Belikan, donk, Bun.
Aku sudah bilang mau membelikannya, kan?
Ini keren sekali, Anya.
Aku juga beli buat oleh-oleh untuk Camilla dan lainnya, deh.
Bagaimana ini?
Mas Loid sudah beli kue untuk oleh-oleh Yuri. Apa dibagi itu saja, ya?
Tapi jumlahnya tidak bakal cukup.
Yah, Kak Yor memang begini, sih.
Eh? Jelas-jelas mending anggur.
Kukasih ke anak-anak saja, deh.
Senangnya hatiku, lalala~
Lalala~
Senang sekali tampaknya dirimu, Yuri.
Apa ada sesuatu tentang mbakmu?
Hebat sekali bisa tahu kalau tentang Mbakku.
Apa Letnan seorang esper?
Mungkin bisa jadi.
Mbak baru pulang dari perjalanan dinas.
Setelah pulang kerja, saya mau setor muka ke rumah Mbak.
Ah, Mbak setelah sekian lama! Mbak, Mbak, Embak!
Tapi kalau Mbak sudah pulang, artinya dia juga...
Begini seharusnya cukup.
No comments yet. Be the first to leave one.