The first 200 lines.
Aku lebih peduli tentang masa kini.
Aku tidak peduli jika kamu pernah memanfaatkanku.
Yang penting adalah kita saling mencintai sekarang.
Hanya itu yang penting bagiku.
Selamat malam, Ayah.
Apa kamu mabuk?
- Aku sepenuhnya sadar. - Lalu kenapa kamu begitu ceria?
Karena ini malam yang indah.
Malam yang indah?
Ibu.
Ibu.
Aku akan bawa pria yang cukup baik untuk Ibu banggakan dengan megafon.
Seperti ucapan penjual telur, "Telurnya di sini."
Ikuti perkataanku, Bu.
"Seorang suami ada di sini."
"Seorang suami yang besar dan segar ada di sini."
Hei, kenapa kamu menyebut suami dengan "besar dan segar"?
Aku lega karena dia seseorang
yang Ibu kenal.
Halo?
Aku menelepon dari UGD RS Universitas Daehan.
Ada yang tidak biasa dengan hasil tes darahmu.
Jadi, aku ingin merekomendasikan pemeriksaan kesehatan mendalam.
Pemeriksaan kesehatan yang mendalam?
Apa ada masalah? Apa ini sesuatu yang serius?
Entahlah, kami hanya diberi tahu tentang pemeriksaan ulang.
- Maafkan aku. - Baiklah, sampai jumpa.
Aku baik-baik saja. Kenapa perlu pemeriksaan mendalam?
Ada yang tidak biasa dengan hasil tes darahmu.
Jadi, aku ingin merekomendasikan pemeriksaan kesehatan mendalam.
- Nona Do. - Ya, Pak.
Buatkan sesuatu yang lain
yang mungkin disukai Seo Jun.
Apa kamu ingin telur dadar?
Tidak perlu.
Kamu sangat gembira kemarin tentang betapa indahnya malam.
Kenapa kamu begitu sedih hari ini?
Aku masih mengantuk. Itu saja.
Supnya enak.
Permisi.
Sayang, apa yang kamu lakukan di sini?
Apa?
Apa kamu menguping panggilan teleponku?
Ya, itu benar. Aku menguping!
Kamu meninggalkan sarapan
agar bisa bersikap seperti anjing yang terangsang. Kamu sebahagia itu?
Seekor anjing yang terangsang? Apa kamu...
Jangan pura-pura bodoh.
Kamu melumat bibirnya.
Siapa dia?
Kapan kamu mulai mengencaninya?
Kamu tidur dengannya, bukan?
Benar, bukan?
Aku tanya apa kamu menguping panggilan teleponku.
Apa? Apa kamu berbicara dengan seseorang di telepon?
Aku datang untuk mengambil obat karena pencernaanku terganggu.
"Ketua, Bang Yoon Tae"
Kemari!
Tuan, apa yang harus kulakukan pada mereka?
Pukuli mereka!
- Baik, Tuan. - Sayang.
- Bangunlah! - Tolong jangan lakukan ini.
- Tolong jangan lakukan ini. - Sayang.
Sayang!
Pak, apa yang harus aku lakukan dengan keduanya?
Pukuli mereka!
- Ya, Tuan. Berdiri! - Apa katamu?
"Ketua, Bang Yoon Tae"
Ketua Bang Yoon Tae!
Pukuli mereka.
Pukuli mereka!
Kalian pecundang berengsek.
Kamu bercanda lagi.
Apa aku sungguh perlu memberimu pelajaran?
Tidak bisakah kamu pura-pura terkejut sekali saja?
Aku memang terkejut.
Tidak seperti ini.
"Astaga! Tidak!" Aku ingin reaksi seperti ini.
Kenapa kamu tidak bisa memberiku kopi yang kamu beli dengan tenang?
Kamu selalu berusaha mengejutkanku.
Saat kulihat orang berwajah serius, aku ingin membuat mereka tersenyum.
Tapi semua orang berjalan dengan wajah serius.
Siapa yang tersenyum saat berjalan?
Aku.
Itulah senyum yang kuinginkan. Seolah-olah aku menyalakan lampu.
Astaga, ini sangat menyilaukan.
Apa kamu bahkan mendengarkanku?
Ya.
Apa kamu sudah bertanya pada So Yu?
- Bukankah kamu memastikannya? - Aku pikir kamu benar.
Apa?
Aku bilang, kupikir kamu benar.
Tapi aku tidak peduli.
Dia dibayar untuk membatalkan pertunanganmu.
Dia berbohong kepadamu meski dia tidak menyukaimu.
Tapi kamu tidak peduli? Bagaimana itu mungkin?
Aku hanya tahu dia tidak berbohong sekarang.
Seo Jun, sadarlah.
Apa kamu tidak ingat menyuruhku untuk memakai akal sehatku?
Kakak tahu So Yu bukanlah orang yang akan melakukan hal seperti itu.
Jadi, maksudmu
ibu yang berbohong?
Mungkin ada kesalahpahaman.
Kesalahpahaman?
Kamu baru mengenal So Yu. Beraninya kamu sok kenal?
Aku tidak bersikap begitu. Aku ingin percaya penglihatanku.
Aku tidak peduli apa pendapat Kakak dan Bu Hong tentang So Yu.
Perasaanku pada So Yu sekuat ini dahulu.
Tapi fakta aku melupakannya berarti ada alasan yang bagus.
Ya, aku tahu. Kakak sulit meragukan orang.
Jadi, berhentilah menyukainya.
Tapi aku malah memercayainya secara alami.
Bahkan jika semua orang di dunia ini akhirnya mengkritiknya,
aku akan berkeliling memberi tahu bahwa mereka itu salah.
Kamu gila.
Kamu harus gunakan akal sehat.
Bisakah kita bicara?
Apa yang kamu katakan kepada Seo Jun?
Bagaimana mungkin dia tidak peduli?
Bagaimana itu mungkin?
Apa kamu memberitahunya perbuatanmu yang sebenarnya?
Kamu menatapku seolah aku keliru.
Jika aku salah, beri aku penjelasan.
Ini kali terakhirku memintamu untuk menjelaskan.
Apa yang
ibumu katakan kepadamu?
Aku dengar kamu terima uang darinya
dan mengatakan kamu akan membatalkan pertunangan Seo Jun.
- Aku? - Bukankah itu yang terjadi?
Aku... Aku sangat takut.
Aku takut membuka pintu kamarnya
dan melihat ranjangnya berlumuran darah.
Aku tidak pernah ingin melihatnya lagi.
So Yu, kumohon.
So Yu, tolong bantu aku.
Aku minta maaf untuk semuanya.
Aku akan selamanya menebus semua perbuatan burukku kepadamu.
Jadi, kumohon... Tolong bicara kepada Se Hyun
agar dia tidak salah paham.
Itu sungguh bukan perbuatanku.
Apa kamu sungguh mendapat uang dari ibuku
dan berjanji kepadanya akan batalkan pertunangan Seo Jun?
Ya.
Itu benar.
Apa itu sebabnya kamu mengatakan kamu terlibat kekacauan
dan bahwa aku seharusnya tidak memercayaimu?
Ya.
Apa kamu bahkan memikirkanku
sebelum kamu memutuskan melakukan sesuatu seperti itu?
Jika kamu memikirkanku, katakan yang sebenarnya kepadaku.
Apa kamu pikir semua akan berubah jika kukatakan kepadamu?
Tidak, ibumu akan melakukan sesuatu yang lebih buruk.
Saat itu,
semuanya terlalu kacau.
Apa?
Apa hanya itu
arti diriku bagimu?
Maafkan aku.
Hanya itu yang bisa kamu katakan kepadaku?
Ya.
Jangan membenci ibuku.
- Apa? - Kamu ingin bersama Seo Jun.
Dan kamu hanya butuh alasan. Apa aku salah?
Apa ide itu
datang dari pemikiranmu sendiri?
Atau apa itu yang dikatakan ibumu?
Seperti itulah sikapmu.
Setelah ibuku memberi tahu apa yang terjadi,
aku berharap dia berbohong.
Dan kupikir ibuku memanfaatkanmu.
Tapi aku terus memikirkannya,
dan aku menyadari semuanya cocok.
Itu sebabnya aku tidak berani untuk menanyaimu tentang hal itu.
Aku takut kamu mungkin mengatakan bahwa semua ucapan ibuku benar.
Aku kira ibumu menang.
Teruslah bersembunyi di belakangnya dan jalani kehidupan yang aman.
Apa?
Aku akan pergi sekarang, Se Hyun.
Jangan panggil aku seperti itu lagi.
Kita
bukan lagi teman.
Apa yang kamu lakukan di sini?
Apa kamu dari kantor Se Hyun?
Ya.
Apa yang kalian bicarakan?
Aku bilang aku akan mengungkap betapa menakutkan dan mengerikannya
dirimu.
Apa?
Kamu membuat So Dam melakukan surogasi,
dan kamu membayarku agar merayu Direktur Eksekutif Choi.
Kamu mungkin berpikir kamu bisa lolos dari segalanya.
Tapi perbuatan burukmu akan terungkap suatu hari.
Jika kamu terus menuduhku meski tidak memiliki bukti,
kamu akan kehilangan pekerjaan.
Jadi, sebaiknya tetaplah tenang.
Aku hanya berusaha mengungkap kebenaran.
Apa alasanmu memecatku?
Ada banyak alasan yang bisa aku gunakan.
Menyebabkan kekacauan dalam perusahaan,
kurangnya tekad untuk bekerja, dan sebagainya.
No comments yet. Be the first to leave one.