The first 200 lines.
Ayo mulai.
Halo, kami Dreamers.
Kita sudah terlanjur sejauh ini.
Kuharap Hyung orang terakhir.
Kaget aku./ Hai.
Halo./ Halo.
Halo./ Aku datang buat mewawancarai kalian.
Kenapa kau membunuhnya?
Kami merilis album baru kami.
Judulnya "Aku Tak Bisa Melupakanmu".
Dia leader kami.
Halo. Aku Seo Joon Oh, leader Dreamers.
Aku Choi Tae Ho, gitaris bass di Dreamers.
Hyung.
Penyebab kematian Yoon So Hee adalah pembunuhan.
Aku menyaksikannya.
Kalau begitu...,
...siapa orang yang membunuhnya?
Tidak!
Seo Joon Oh.
Apa yang dikatakan Choi Tae Ho memang benar.
Dia membunuhnya.
Mustahil.
Ada yang tidak beres. Tidak bisa begini.
Kau tak bisa lihat dia memberikan pernyataan sekarang?
Dan juga, ada kaki tangan.
Ada orang yang membantunya dan merahasiakan perbuatannya...,
...dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Siapa orang itu?
Katakan saja apa yang kau lihat.
Kau juga melihatnya.
Kau melihat Seo Joon Oh membunuhnya.
Apa?
Sekretaris Tae, barusan apa yang kaukatakan?
Kaki tangan itu...
...ada di sini.
Apa?
Apa yang kau bicarakan, Sekretaris Tae?
Apa.../ Kau tak boleh di sini.
Lepaskan aku. Sekretaris Tae./ Ra Bong Hee.
Dialah kaki tangannya.
Sekretaris!
Kita harus mengungkapkan kebenarannya.
Aku juga membunuh Tae Ho.
Itu jugalah kebenarannya.
Jika kita nanti bisa kembali...
...ingatlah apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar disini.
Kita harus mengingatnya.
Mungkin ini bukan waktu yang tepat buat mengatakan hal ini.
Sejak kita bertemu...,
...alangkah baiknya memberitahumu sekarang.
Apa itu?
Apa kau ingat kasus kau mengemudi dalam keadaan mabuk?
Terima kasih./ Iya.
Minumnya sambil duduk.
Oke.
Nanti kubayar./ Baiklah, duduklah dulu.
Choi Tae Ho! Bibi, dia Tae Ho.
Halo.
Tae Ho.
Jangan foto Tae Ho, ya.
Kau rupanya datang menjemputku.
Aigoo.
Saat itu setelah Shin Jae Hyun meninggal.
Saat karirmu terpuruk.
Kau dibebaskan tanpa tuntutan.
Namun...,
...artikel terkait kecelakaanmu...
...semuanya tersebar di internet.
Aku yang menulis artikel tanpa ragu-ragu tentang kau mengemudi dalam keadaan mabuk.
Lama sesudah itu...,
...aku dapat laporan tentang kasus Shin Jae Hyun.
Laporan apa?
Apa yang terjadi?
Penyidikan ulang pun dimulai.
Selama proses penyidikan tersebut...,
...aku menemukan sesuatu.
Dia bilang kau mengalami kecelakaan mobil.
Dia bilang kau penyebabnya.
Sepertinya dia mengemudi dalam keadaan mabuk.
Choi Tae Ho yang melaporkannya.
Kau sendiri pernah bilang ke media.
Kau memang minum-minum, tapi kau tidak minum sambil mengemudi.
Apa Anda minum sambil mengemudi?
Aku memang minum-minum, tapi aku tidak minum sambil mengemudi.
Itulah yang sebenarnya terjadi.
Tapi...
Apa untungnya mengatakan ini sekarang?
Jika orang ingin membantumu...,
...biarkanlah mereka membantumu.
Kau punya hak agar...
...karirmu kembali lagi.
Terus terang...,
...aku tidak tahu aku harus percaya apa lagi.
Aku juga tak yakin kau bilang begitu demi kebaikanku sendiri.
Aku mau istirahat dulu.
Selamat malam.
Beristirahatlah.
Izinkan aku bicara pribadi dengan Sekretaris Tae.
Dia bilang kaulah si kaki tangannya.
Apa lagi yang harus kaukatakan padanya?
Aku bukan kaki tangan.
Joon Oh juga bukan pembunuhnya.
Sekretaris Tae tahu betul hal itu.
Ada alasan kenapa dia tidak bisa...
Maksudmu orang itu...
...sedang diancam?
Apa itu pertanyaan retorik?
Kau orang yang keras kepala, ya?
Setiap kesaksian...
...menunjukkan bahwa Seo Joon Oh-lah pelakunya.
Dengan kata lain, kau berbohong selama kesaksianmu.
Ketika kebohongan bisa membuat sebuah cerita...,
...apakah kebohongan tersebut menjadi kebenaran?
Bagaimana kau akan membuktikan kalau dia berbohong?
Banyak orang yang memihaknya. Bagaimana kau akan membuktikannya?
Dengan bukti sebanyak ini...,
...aku bisa dengan mudahnya menyerahkanmu ke jaksa.
Kau mungkin menghadapi tuntutan serius atas sumpah palsu yang kaunyatakan.
Jangan sembrono dan berhati-hatilah...
...sampai aku menghubungimu lagi.
Pasti bukan itu alasannya!
Alasan Seo Joon Oh dijadikan pembunuh dan aku kaki tangannya...
...pasti karena Anda mengira Seo Joon Oh sudah meninggal.
Karena Anda tahu dia tidak akan kembali.
Jadi, menyalahkannya lebih mudah untuk melupakan semuanya.
Aku memang tidak punya bukti buat membela diri.
Namun, aku pasti akan menemukan Seo Joon Oh.
Kemudian aku akan membuktikan...
...bahwa selama ini Anda salah.
Apa ada masalah?
Kau tak boleh patah semangat.
Jika kau patah semangat, kau pasti cepat menyerah.
Sampai aku menemukan Seo Joon Oh...,
...aku tidak akan patah semangat.
Pada saat ini...,
...pasti dia juga mungkin sedang berjuang untuk kembali kesini.
Mana bisa aku patah semangat?
Aku sungguh baik-baik saja.
Aku baik-baik saja.
Kau tak apa?
Kau merasa mual lagi?
Jangan muntah di sini.
Kalau tidak, aku pasti yang membersihkan muntahmu.
Terima kasih atas kerja kerasmu.
Kau rupanya punya teman baik./ Apa?
Kau sepertinya jadi lebih stabil setelah bertemu temanmu.
Tapi...,
...Tae Ho Hang-ssi.
Mulai sekarang...,
...kau tidak bisa mengubah pendapatmu lagi.
Kesaksianmu di sini hari ini...
...sama berlakunya saat bersaksi di pengadilan.
Dengan kata lain...
Apa pun yang kau lihat dan dengar...
Kesaksian yang benar dimulai sekarang./ Aku tahu itu.
Aku boleh pergi sekarang?
Apa ada yang mencurigakan?
Tidak ada lagi info mengenai Seo Joon Oh, 'kan?
Ya, tapi kenapa Anda mengungkit-ungkit dia?
Ya kenapa lagi?
Kita perlu menemukan mayatnya, bukan?
Apa aku harus memastikannya?
Aku bisa menelepon, tapi perbedaan waktunya--
Jika aku menelepon ke pihak Cina--
Kenapa dia itu marah-marah padaku?
Selalu aku yang kena marah.
Astaga!
Kaget aku. Kau kenapa?
Kenapa kau tadi?/ Tidak kenapa-kenapa.
Kenapa kau bangun pagi-pagi? Kau harus banyak istirahat.
Kau tadi sedang apa?
Semua makanan berjatuhan.
Mungkin karena angin.
Hei.
Kemana dia?
Ada apa?/ Tadi ada orang lewat sini.
Makanan juga berjatuhan.
Ada yang aneh.
Apa itu?
Coba kau cek sana. Aku tadi dengar suara-suara./ Tidak mau.
Kau saja yang cek kesana.
Aku tidak mau.
Aish.
Halo?
Tunggu sebentar.
Ada apa, Oppa?/ Hei.
Radionya ada sinyal.
Apa maksudmu?/ Dengarkan saja. Aku jelas mendengarnya.
Kau dengar juga, 'kan?
Kita mendengarnya. Kita sungguh mendengarnya./ Tunggu sebentar.
Jangan dibongkar.
Ada apa?/ Radionya ada sinyal.
Serius?/ Iya.
Nyala?/ Iya.
Padahal sebelumnya tidak nyala./ Aku tidak dengar apa-apa.
Coba lihat.
Tidak nyala./ Nyala.
Tapi sepertinya tidak./ Ini tidak nyala.
Kubilang juga apa./ Nyala!
No comments yet. Be the first to leave one.