Release info

육십일,지정생존자 Designated Survivor: 60 Days E14 NEXT NF
육십일,지정생존자 Designated Survivor: 60 Days E14 WEB-DL NF
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2019-08-13
Downloads: 28
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SEMUA TOKOH, ORGANISASI, TEMPAT, DAN KEJADIAN ADALAH FIKSI.

Ayo!

Terima kasih, Na-gyeong.

Aku takkan melupakan...

perbuatanmu untuk Jae-min.

Han-mo, kita akan memulai kembali, 'kan?

Kaki tangan pengebom itu masih ada di Gedung Biru.

Aku diberi wewenang menginvestigasi

dan aku butuh bantuanmu.

Aku tak dapat...

menempatkan keluargaku...

dalam bahaya lagi.

Maaf.

Jae-min!

Sepertinya Pak Jeong takkan bergabung dengan Agen Han.

Na-gyeong mestinya di balik jeruji, bukan bebas berkeliaran.

Presiden interim kita ini tidak peduli tentang mengganggu

hukum dan peraturan negara ini.

Pak Cha dan aku bertaruh.

Dia memintaku ikut kampanye Anda jika tingkat kepuasan Anda

melampaui Menteri Oh.

Kau akan melakukannya?

Kudengar Anda akan membahas

RUU Diskriminasi di rapat Kabinet.

Begitu RUU itu dibawa ke Majelis Nasional,

keinginan Anda akan terwujud,

tetapi tingkat kepuasan Anda

akan terus merosot.

Kemarin, mereka yang menentang RUU itu

sudah berpaling dari Anda.

Besok,

mereka yang menganggap Anda mengabaikan opini mereka

akan meninggalkan Anda.

Apa Anda begitu ceroboh

hingga tak menyadari

betapa pentingnya survei untuk pilpres,

atau Anda hanya arogan?

Apa RUU ini

keinginan dan semangat Anda,

atau Anda keras kepala?

Apa pun itu,

takkan ada skenario di mana aku...

ikut kampanye Anda.

Pak Kim akan membutuhkan salinan ekstra, bukan?

- Ya. - Baik.

Aku kaget.

Aku tak menyangka

kau akan menyetujui keinginan Presiden Park mengesahkan

RUU Diskriminasi.

Kukira yang penting bagimu hanyalah opini pemilih.

Pak Cha bukan pria berdarah dingin yang hanya ingin menang.

Dia sebenarnya berhati lembut, dan payah bermain basket.

Sial.

Momen-momen mengharukan juga membuatnya lemah.

Pidato humanitarianismeku membekas di hatimu.

Serius?

Aku tak menyetujui apa pun.

Presiden Park

sepertinya melupakan posisinya sebagai calon presiden,

aku bisa apa?

Dia harus mengalami sendiri

betapa sulitnya menaikkan tingkat kepuasan

yang sudah anjlok.

Jangan-jangan...

Kau berusaha menjinakkannya, ya?

Kita belum memulai kampanye yang benar.

Masih ada waktu untuk memperbaiki ini.

Kutarik kata-kataku. Dia berdarah dingin.

Ini terjadi sesuai keinginanmu.

RUU Diskriminasi

akan dibahas di rapat Kabinet hari ini.

Presiden Park

belum memiliki pola pikir politis.

KIM'S TAILOR

Aku harus menemui VIP.

Pak Kim!

Kau sudah lupa, Jenderal Kim?

Kau sudah berjanji sejak awal.

"Jangan cari tahu identitas satu sama lain.

Menemui VIP

hanya akan terjadi saat VIP memintanya."

- Tetapi... - Kau tahu alasannya.

Demi memastikan keamananmu dan kita semua.

"Kita semua"?

Itu mengindikasikan adanya kaki tangan selain Jenderal Eun.

Masih ada berapa orang?

Kita bisa menyimpulkan bahwa Pak Kim penghubungnya.

Na-gyeong,

mungkinkah Pak Kim itu Tae-ik?

Bagaimana analisis tulisan itu?

Hasilnya segera keluar.

Pak Kim.

Aku tahu lebih dari dugaanmu.

Ini bukan toko jahit biasa.

Kau, mantan mata-mata Korsel di Korut,

tak menyeterika pakaian di tempat ini

karena bakat yang terlambat ditemukan.

Orang yang cukup kaya

untuk membeli jas di tempat seperti ini...

Ini tempat untuk menemui

mereka yang bergabung di operasi itu

tanpa membuat mereka dicurigai oleh siapa pun.

Kami tidak perlu saling bertemu di operasi itu,

dan kau mengendalikan kami

dengan menyampaikan pesan VIP kepada kami.

Seperti seorang penjahit menyimpan informasi kliennya,

kau juga punya informasi kami.

Itulah satu-satunya tujuan keberadaan toko jahit ini.

Untuk seseorang yang tahu itu,

kau sepertinya...

- bersikeras menemui VIP. - Jangan salah.

Kau bukan VIP.

Aku ingin mendengar langsung dari VIP,

apa aku bisa dilindungi atau tidak.

Akan kusampaikan itu,

tetapi seperti biasa,

keputusannya di tangan VIP.

Aku percaya.

Asal tahu saja, tentara cukup naif.

Mereka hanya perlu menuruti perintah

demi melindungi negara mereka.

Tolong sampaikan itu

kepada VIP juga.

Baik.

KIM'S TAILOR

Aku sudah mendapatkan analisis tulisannya.

Setelah membandingkan

pesan kematian Myung Hae-jun dengan keterangan tertulisnya...

Bukan Tae-ik.

Tae-ik...

Itu lebih mirip "L" daripada "K".

Tae-il.

Bukan Tae-ik,

tetapi Tae-il?

KIM'S TAILOR

HASIL EPISODE 14

Pak Presiden, waktunya pergi

ke rapat Kabinet.

RUU DISKRIMINASI

Aku tampak rapi?

Ya.

Kulihat Anda ingin membahas RUU Diskriminasi.

Aku mendengar pidatomu yang memintaku menarik usulanku.

Anda percaya publik

akan tulus mendukung RUU Diskriminasi?

Apa maksudmu?

Karena latar belakang etnis, disabilitas, kebangsaan, afiliasi,

ras, agama,

bahkan kepercayaan...

Dalam segala cara,

masyarakat mencari cara untuk mendiskriminasi.

Itu cara agar seseorang bisa unggul

di dunia yang kejam ini.

Itu naluri dasar.

- Manusia... - Karena manusia,

kita takkan pernah mengakuinya dengan terbuka.

Tak seorang pun berani mengatakan mereka mendukung diskriminasi.

Karena itulah

orang menjadikan homoseksualitas alasan untuk keberatan

dengan bersembunyi di balik pembenaran agama dan tradisi.

Di balik topeng, kita makhluk egois

pendukung diskriminasi, penolak kesetaraan.

Itulah wajah buruk

dari kekuasaan

yang membuat dunia berputar.

Kau sungguh meyakini itu?

Besok,

aku akan mengumumkan pencalonanku.

Aku akan berlomba.

Meskipun kau memimpikan

sebuah negara

yang mendukung diskriminasi dan menentang kesetaraan?

Pemilih

cenderung memilih orang yang mewakili mereka.

Anda tidak tahu?

Pak Presiden,

Anda takkan pernah bisa mengalahkan aku.

Hai, Menteri Oh.

Presiden Park tiba.

MENTERI PERTAHANAN NASIONAL

WALI KOTA SEOUL

AGENDA RAPAT KABINET

Pak Cha,

kau masih berpikiran sama?

Kau berpikir bahwa masyarakat Korea

menentang RUU Diskriminasi, dan itu

takkan membantu tingkat kepuasanku?

Ya.

Tanyakan 100 kali kalau mau. Jawabanku tetap sama.

Itu fakta.

Ini merugikan Anda di pilpres.

Aku...

tidak setuju.

Kita mulai rapat Kabinet keempat.

WALI KOTA SEOUL

RUU DISKRIMINASI

Agenda berikutnya

adalah RUU Diskriminasi.

WALI KOTA SEOUL

MENTERI PERTAHANAN NASIONAL

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left