The first 200 lines.
MUSIM PANAS TAHUN 1935
Cepat, anak-anak, nanti kita ketinggalan kereta!
Ada yang melihat Roger?
-Awas! Perompak di haluan kanan! - Tolong panggilkan Roger.
-Siap tembakkan meriam. - Taksi sudah menunggu!
Baik, Kapten!
Tembakanmu meleset, dasar bandit!
Taksi sudah datang.
Kalian tak akan menangkapku hidup-hidup.
Selamat tinggal. Nikmati musim panasmu.
Jika kututup mataku, keruwetan itu akan hilang.
PORTSMOUTH INGGRIS
Ayo.
Ayo, hampir sampai.
Kereta menuju Glasgow di peron 1 akan berangkat jam 9.
Menuju Southampton, Oxford..
Kau harus berhati-hati kalau jalan.
Atau kau takkan sampai tujuan.
Guk!
Sana.
-Kita di sini. Aku harus duduk. -Tutup dulu jendelanya.
Gadis pintar. Bisa?
-Hentikan, Roger. -Tidak.
Patuhlah, Roger.
Kuharap Ayah ada di sini.
Aku tahu, sayang. Kita semua berharap.
Tapi Ayahmu harus berlayar. Itulah tugas seorang nakhoda.
-Kapalnya di mana? -Hong Kong.
-Hong Kong itu di mana? -Di laut Cina selatan.
-Laut Cina selatan itu di mana? -Sebelah selatan Cina.
Tapi Ayah kalian memberimu ini.
Sebagai ucapan "Selamat berlibur".
Ayah memberiku buku astronomi.
Buku harian. Kini aku bisa menulis banyak cerita.
-Ini pisau Ayah. -Dia tinggalkan pesan buatmu.
"Kepada John, kuberikan pisauku padamu,"
"...untuk meraut batang, memotong tali,"
"...dan mengusir perompaknya Tatty."
"Maaf Ayah tidak bisa ikut bersamamu. Ayah."
Semua naik! Kereta ini siap berangkat!
-Aku mau pisau. -Kalau kau sudah sebesar John.
"Petualangan dimulai ."
GERBONG PENJAGA
-Maaf! -Kau dimaafkan.
-Maaf, kabin ini sudah terpakai. -Ibu kami sebentar lagi kembali.
Baguslah.
Hei!
Maaf, kawan. Tempat tidur sudah penuh.
Kecuali kau mau tidur dengan 5 anakku yang berisik.
Oh, tidak. Terima kasih.
Turunkan adikku.
Jangan beritahu siapa-siapa,..
...atau kau akan kucari dan kubungkam.
Dan aku akan membajak kau dan kau. Ingat.
Sedang apa dia?
Cepat tutup jendelanya!
-Siapa itu? -Jelas seorang perompak.
Aku tidak suka orang itu.
Semuanya baik saja?
Ibu, tadi ada,..
Tatty!
Jangan menakuti Roger.
Permisi, nyonya. Saya mencari suami Anda.
Suamiku? Dia di Hong Kong.
Oh, maaf. Salah orang.
Ringman!
Barang bawaanmu sedikit.
-Mana sisanya? -Perjalanan darat.
-Halo, Tn. Jackson. -Halo, Tn. Jackson.
Terima kasih.
Siapa mau naik bak mobil?
-Aku! -Aku!
-Lihat, Holly Howe ! -Lihat, Roger. Rumah petani!
Lihat John!
Kita sudah sampai. Halo, Ny. Jackson!
Tetap diam.
-Roger, lihat dombanya. -Diam di situ, nak.
Wow.
-Lihat domba hitam itu. -Semua sudah terhitung hadir.
-Kau tambah besar. -Ny. Jackson, aku juga.
Masa? Kelihatannya kau masih cerewet.
Ayah sedang di Hong Kong.
Benarkah? Kukira dia senang istirahat.
Kamar yang sama seperti tahun lalu?
Boleh kami bermain ke bukit Darien dulu?
Kau beruntung, aku sudah cape menolak.
-Balapan ke Darien Peak ! -Minum teh jam 6. Ingat, jangan telat!
-Kau juga, Tn. Jackson. -Kau sudah kenal aku, Ny. Jackson.
Ayo.
Itu danau kita.
Bukan. Kita cuma mengunjungi kediaman liburan kita.
Kediaman itu apa?
Rumah. Susan makanannya kamus.
Pulau yang belum terjamah masih ada di sana!
Pulau tak bisa ke mana-mana. Kau harus mendatanginya.
Ayah bilang mau mengajak kita tahun ini.
Ayah sedang tidak di sini.
Aku baru saja dapat ide cemerlang.
-Ayo. -Aku tahu tempatnya.
Perahunya cantik, 'kan?
Perahu itu masih bisa dipakai.
Belakangan ini waktuku sempit.
Aku terlalu sibuk mengejar domba.
Astaga.
Kumohon, Ibu. Kami mau tinggal di sana selamanya!
Tidak selamanya. Hanya selama liburan.
Kami bisa berkemah.
Kami akan tidur beratapkan bintang.
Kami akan membuat gubuk dari batang dan daun.
Berburu kambing, kami kuliti, lalu kami panggang.
Aku tak suka kambing.
Kambing takkan menyukaimu kalau kau memanggangnya.
John nakhodanya. Kami awak kapalnya.
Besok kami berlayar menggunakan Swallow.
Oh, begitu? Lalu apa kata Tn. Jackson?
Dia tak keberatan. Dia sangat baik hati.
-Aku sangat baik hati. -Ya, karena khilaf.
John belum pernah ajak kalian mengarungi danau.
Dan setidaknya jarak pulau itu 3 mil.
Aku bisa. Ayah bilang tahun lalu
...aku berhasil melakukannya.
Aku tak bisa biarkan kalian berlayar tanpa seizin Ayahmu.
Bagaimana kalau kita berkemah di kebun?
Apa Ibu tak bisa izin Ayah lewat surat?
Kami semua bisa menulis. Kumohon, Ibu. Ini takdir kami.
-Baiklah kalau begitu. -Ayo ambil pensil!
Jangan lupa tuliskan soal takdir.
Makan dulu. Suratnya nanti. Singkirkan pensilnya.
Awas! Panas!
Apa ini?
Kambing.
-Berapa lama suratnya akan terkirim? -Pakai kapal menuju Laut Cina selatan?
Tiga minggu lebih.
Tapi ini soal hidup dan mati.
Kalau begitu kusarankan pakai telegram.
Biar aku saja, sayang. Telegram harus singkat.
Ayo, Roger, kita beli jaring ikan!
Aku datang!
Pelan-pelan!
Halo.
Halo.
Saya tahu kau punya kamar kosong.
Kamar kami tinggal satu. Karena ada karnaval.
Oh, satu kamar cukup.
Kujamin lebih dari cukup.
-Apa tersedia dua ranjang? -Tentu saja.
-Termasuk sarapan? -Tak perlu sarapan, terima kasih.
-Kalian kemari mau memancing? -Semacam itulah.
Kami penulis sedang kejar berita, tapi jangan bilang siapa-siapa.
Andai kau tahu berapa banyak rahasia yang kusimpan.
Aku tak banyak bicara.
Mungkin kau kenal rekan pegawai koran kami.
Kami yakin dia tinggal di sekitar sini.
Di sini hanya ada seorang pegawai koran.
Namanya Jim Turner.
Tapi dia sering bepergian.
Seorang penulis perjalanan, katanya.
Ya, itu dia. Jim yang baik.
Bukan, pasti Jim yang lain.
Aku tak suka bergunjing tapi watak orang ini sangat kasar.
Kami akan memberinya peringatan keras.
Kau melihatnya belakangan ini?
Belum dengar kabarnya.
Dia tinggal di danau, di sebuah perahu butut.
Di danau? Kedengarannya romantis.
Situasinya pas.
-Perahunya dia simpan di mana? -Bisa di mana saja.
Dia sering pindahkan perahunya.
Danau itu besar sekali.
Ada sesuatu di bawah sana!
Tunggu aku!
Aku akan menangkapmu, Roger!
-Apa itu? -Rumah perahu.
Perahunya kosong. Awaknya pasti tenggelam dalam badai dahsyat.
Aku mau tinggal di perahu.
Ayah tinggal di atas perahu.
Ayah tinggal di kapal perang.
Cari batu pipih.
Apa batu itu ceper?
John!
Sekarang kita dalam masalah.
Itu cuma perahu tua. Tak ada penghuninya.
Terima kasih, anak-anak.
Terima kasih.
Pikirnya dia lolos dari kita di kereta.
Sementara biarkan dia mengiranya begitu.
Susan!
Susan.
Itu lelaki yang ada di kereta.
Dia adalah perompak.
-Berhenti mengada-ada! -Lihat!
Lihat perahu asing itu. Itu Kapten Flint dan burung beonya. Kabur!
Ny. Walker, bisa turun sebentar?
Maaf soal perahumu, Tn. Turner,
...tapi aku tak yakin apa kaitannya dengan kami.
Kata Ny. Jackson anakmu banyak. Kulihat ada 4 anak.
-Bukan berarti mereka anakku. -Baik, buktikan jika aku salah.
-Apa kau selalu kasar begini? -Aku tadi bersikap sopan.
Bukankah kau satu kereta dengan kami?
Bukan, aku tidak pernah naik kereta.
No comments yet. Be the first to leave one.