Season 2

Release info

마음의 소리 The Sound of Your Heart E03 161223ㅡKBS2ㅡREM
마음의 소리 The Sound of Your Heart E03 161223ㅡKBS2
마음의 소리 The Sound of Your Heart E02 161216ㅡKBS2ㅡREM
마음의 소리 The Sound of Your Heart E01 161209ㅡKBS2ㅡREM
A Commentary by anyhow
Subtitle ini dibuat manual oleh Ayu, Leo26

Tags

other
Published on: 2017-04-21
Downloads: 54
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Yaa, tapi... apa boleh aku berkunjung?

Bukankah orang tuamu akan merasa tidak nyaman?

Tidak kok. Waktu aku bilang kamu akan datang, mereka sangat senang.

Benarkah? Mereka sangat senang?

Iya.

Baiklah.

Ibu, tolong restui pernikahan kami.

Berani-beraninya kamu menggoda putraku!

Aku memasukkan dalam jumlah banyak. Putuslah dengannya!

Ibu. / - Jangan panggil aku "ibu"!

Ae bong datang.

Halo.

Aigoo, Ae-bong. Selamat datang.

Senang bertemu denganmu.

Maaf, aku mendadak kemari, jadi aku tidak membawa apa-apa.

Tidak apa-apa.

Ae bong? / - Halo.

Berani-beraninya kamu mengencani putraku!

Apa?

Aku memasukkan dalam jumlah banyak. Seharusnya ini sudah cukup.

Aku memasukkan dalam jumlah banyak cumi keringnya!

Dia menirukan adegan drama di TV. Jangan dianggap serius. Maaf.

Selamat datang, Ae bong!

Sayang, ada apa? Ada apa?

Dia menyelamatkan hidupku.

Astaga! Kamu dewi keberuntunganku!

Pria tua ini sepertinya benar-benar ingin bercerai!

Ibu, kalau ibu bereaksi, dia akan terus melakukannya. Abaikan saja.

Ae bong, kamu juga abaikan saja. / - Ae bong apa aku lucu? Hm?

Lucu, kan?

Lucu, kan?!

Ae bong, kamu mau mie atau nasi?

Aku makan mie saja. / - Baiklah.

Sayang, aku makan yang seperti biasa saja.

Kamu ini pria tua menyedihkan yang banyak maunya.

Makan saja yang ada di meja.

Makan saja yang disediakan! Itu yang seperti biasanya. Puas?

Tunggu! Karena kalian semua ada disini, aku harus mengatakan ini.

Sebenarnya Seok bukan putra yang aku lahirkan.

Kamu dilahirkan ibumu.

Terkejut kan?!

Ae bong, kamu terkejut kan?

Ae bong, nikmatilah! Terkejut, kan!

Halo, namaku Jina. / - Jina.

Sayang!

Yaa!

Seok!

Ae bong!

Ae bong! / - Abaikan saja, abaikan!

Dia hanya cari perhatian.

Baiklah. Apa kalian mengabaikanku?

Oke, mari kita lihat apa kalian akan bisa mengabaikanku.

Aku selalu ingin melakukan ini. Mari kita lihat.

Seok, tolong bawakan ayah segelas air ke kamar.

Air, aku bilang bawakan air!

Ayah ambil saja sendiri!

Air, aku bilang bawakan air! Air! / - Apa-apaan ini?

Sayang, tolong garukkan punggungku! / - Berisik!

Aku bilang garukkan punggungku! / - Yang benar saja, mengganggu saja!

Apa? / - Air, air!

Garukkan punggungku, punggung, punggung!

Air, punggung, air, punggung.

Air, punggung, air.

Bukan yang itu, air dingin.

Ah, segarnya.

Ambilkan koran.

Jika tidak, aku akan memberitahu Ae bong

kalau kamu punya wasir.

jadi Ae bong akan tahu

kalau kamu belum disunat.

Koran, koran.

Koran, koran.

Seok, ambilkan koran. / - Aish!

Seok, ambilkan koran.

Sudah hentikan.

Aku masih belum puas.

Ring-Ding-Dong, Ring-Ding-Dong.

Ring-Ding-Dong. / - Untuk pacarku.

Ring-Ding-Dong... / - Ring Ding Dong.

Kamu benar-benar sudah gila!

Hentikan! / - Tolong hentikan!

Akhirnya kalian datang juga! Tolong matikan lampunya.

Aku sudah tidak tahan lagi.

Kita benar-benar harus buang speaker-speaker ini.

Oh? Apa ini?

Oh, ini masih baru! Asik!

Oh, ini masih bagus.

Seok, tolong bawakan air! Air, air!

Air!

Oh speakerku!

Kenapa speakerku hilang?

Mulai sekarang aku tidak akan mengabaikanmu. Sudah hentikan.

Tolong hentikan. Aku juga tidak akan mengabaikanmu lagi.

Kamu suka sup ikan, kan? Cepat kemari.

Serius? Apa kalian serius tidak akan mengabaikanku?

Benar. / - Serius. Aku serius.

Oh, sup ikan kesukaanku.

Oh, sup ikan kesukaanku.

Oh, lezatnya!

Selesai.

Matikan speaker komputer.

Apa ini sudah terhubung?

Kalau begitu, mari kita nonton film.

Oh, sudah terhubung.

Suara dari speaker bluetooth memang sangat jernih!

Oh, rasanya nikmat. Lezat!

Yaa, tagihan listriknya tinggi sekali! Kenapa begini?

Yaa, tagihan listriknya tinggi sekali! Kenapa begini?

Kamu harus menghemat listrik. Cari uang itu sulit. Oke?

Kenapa begini?

Adegan ranjang.

Bukan hanya kuantitasnya, tapi kamu harus mementingkan kualitasnya.

Aku bisa. Tiga kali lagi.

Apa cukup hanya dengan tiga kali?

Tetangga depan melakukannya sepuluh kali.

Sepuluh kali? Wah!

Keras bukan? / - Untuk apa keras? Toh kamu tidak pernah menggunakannya.

Karena kamu mengungkitnya, haruskah aku menggunakannya sekarang?

Omo! Ada apa? Menggelikan!

Bilang saja kalau suka.

Nanti orang yang diluar bisa dengar!

Jangan lakukan!

Hentikan!

Dasar gila, bukannya sadar kamu malah berselingkuh lagi?

Dimana wanita itu, hm?

Keluarlah sekarang juga!

Lari kemana dia? / - Oh, ada apa?

Yaa! Ini kali keberapa? / - Tidak, aku bilang tidak!

Musik bagus untuk bayi.

Bayiku, ibu akan memperdengarkanmu lagu yang bagus.

Sayang, bayinya menendang!

Dia suka lagu ini!

Halo? / - Ayah.

Apa? / - Ayah!

Apa kamu tuli? / - Ya, aku sudah makan roti.

Min jun, kamu lebih suka ibu atau ayah?

Ayah.

Ayah.

Apa kamu tuli?

Apa? Aku lagi di kafe, disini berisik. / - Apa kamu tidak akan kemari?

Sedang apa kamu disana? Cepat kemari!

Sayang, aku takut mendekati putra kita. Cepatlah pulang.

Cepatlah kemari! Apa kamu tidak akan kemari?

Tuhan, tolong katakan sesuatu.

Aku akan menuruti perkataanmu.

Ya, ini aku

Oh, Cheol Wang. / - Aku sibuk.

Ya Tuhan! Ya Tuhan!

Pinjamkan aku uang.

Uang? Aku tidak punya uang.

Aku tahu kamu punya uang.

Dasar kikir! Kenapa pelit sekali?

Oh, tidak, tidak!

Dan... / - Ya?

Kalau kamu punya waktu luang, mari kita minum bersama

Apa? / - Kenapa? Tidak mau?

Tidak, mari kita minum bersama.

Aku akan mendatangimu. Sampai jumpa besok.

Besok?

Besok aku akan mendatangimu.

Oh, tidak! Aku masih ingin hidup.

Besok aku akan mendatangimu.

"MASIH BERFUNGSI JADI JANGAN DI KEMANA-MANAKAN"

Astaga, sayang. Tetangga kita bermasalah semua.

Memangnya ada apa? / - Pasangan suami istri di lantai atas ingin bercerai.

Bercerai? / - Iya.

Istrinya yakin kalau suaminya membawa wanita lain ke dalam rumahnya.

tetapi suaminya bersikeras kalau dia tidak melakukannya.

Astaga, kenapa aku harus mendapatkan tinju di wajahku?

Dasar pria jahat!

Terus, kamu tahu kan orang yang di rumah nomor 304 yang punya bayi?

Astaga, bayinya dirasuki setan.

Setan?

Aku takut sekali!

Terus, ibu-ibu yang dirumah nomor 501 sudah tidak waras.

Dia bilang dia akan segera mati.

Ada yang akan mendatanginya. / - Oh.

Tolong jangan datang, aku mohon!

Aku masih ingin hidup.

Jadi hanya rumah kita yang normal.

Hm? / - Benar.

Tempat ini aman.

The Sound Of Your Heart - Subtitle ini dibuat oleh ayu, leo26, anyHOW -

Ya, Ae Bong!

Apa aku boleh minta nomor telepon kakakmu?

Kakakku? Kenapa?

Aku hanya ingin tahu saja.

Oh... B-- baiklah.

Makasih ya.

Menyatakan perasaan...

...pada

mu...

Sedang apa hyung?

Astaga, bikin kaget saja.

Kamu akan menyatakan perasaan lewat surat?

Kenapa lihat-lihat?!

Hyung mana mungkin menyatakan perasaan lewat surat.

Aku hanya menuliskannya agar tidak lupa.

Tapi... apapun itu... kenapa terburu-buru?

Apa urusanmu.

More Indonesian subtitles for The Sound of Your Heart

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left