Release info

[Parasit - Sang Bidal] 05 Orang Asing
A Commentary by Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Published on: 2015-04-11
Downloads: 28
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kita bepergian cukup jauh juga, ya.

Masa?

Memangnya besok kau sibuk?

Tak juga.

Kalau begitu, jalan-jalannya agak jauhan lagi, ya.

Ada tempat bagus buat lihat pemandangan cahaya kota, lo.

Sabuk ini buat apa?

Oi, oi.

Jangan bilang kalau kau baru pertama kali naik mobil, nih.

Eh, kau itu apa-apaan, sih?

Tampaknya organ dalamku terluka parah.

Tubuh ini sebentar lagi mati.

Bagaimana keadaan si lelakinya?

Begitu, ya.

Jadi, itu kegunaan sabuknya.

Mau tak mau, aku harus segera bertranslokasi ke tubuhnya.

Terutama bagian kepalanya dulu.

Baik lelaki maupun perempuan, kalau hal menggerakan tubuh, pasti tidaklah berbeda.

Putuskan kepalanya,

sambungkan, lalu beregenerasi.

Semua harus kulakukan sesingkat mungkin.

Ada apa?

Bergeraklah.

Bergeraklah.

Bergeraklah.

you guys do not notice that we are gifted just by being humans

kalian tak sadar bahwa sebagai manusia, kita diberi banyak berkah

we are absolute predators

kita adalah predator alami

we do not even have any enemies

kita pun tak mempunyai musuh

maybe there are other animals watching us

mungkin ada hewan lain yang memerhatikan kita

and thinking that someday "we will beat them down"

dan suatu saat berpikir, "kita akan kalahkan mereka"

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Sang Bidal

oh, we have the brains to think hard

oh, kita punya otak 'tuk berpikir keras

Sang Bidal

Parasit

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Sang Bidal

ZainuddinAri

ZainuddinAri

mempersembahkan

mempersembahkan

Parasit

Sang Bidal

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

wear our favorite clothes

dengan berpakaian sesuka kita

we are at no doubt human beings

tak ada lagi keraguan menjadi manusia

many small lives

akan banyaknya kehidupan kecil

they were born with the fate of dying for someone

takdir mereka saat lahir adalah mati untuk orang lain

a human baby

bayi manusia

when will they find out

kapankah mereka 'kan mengetahui

that at the point they were born, we are

di saat semuanya dilahirkan, maka kitalah

winners of earth

sang penguasa bumi?

aa hitori naiteita

ah, diriku menangis seorang diri

tonari no kimi ga tooikakeru

karena dirimu di sampingku, terasa begitu jauh

dakara bokura yorisoi ikiru

maka dari itu, kujalani hidup ini

kirameku made

segemerlap mungkin

for what have I been living for?

untuk apa aku hidup selama ini?

when will I find out the answer?

kapan 'kan kutemukan jawabannya?

an answer that is only for you

jawaban yang hanya untukmu

what will myself and (the) first scenery I saw

akan jadi apa diriku di lingkungan sekitarku kelak

Orang Asing

Wah, gawat!

Aku telat!

Kenapa kau tak membangunkanku, sih?

Alasanmu terus terlelap,

karena tubuhmu masih ingin beristirahat, 'kan?

Tidur itu penting.

Ya, ya.

Kalau kau jaga kondisimu, maka kondisiku pun terjaga.

Kau, meski hanya sedikit, tetap saja bukan lagi manusia normal.

Yang dia bilang waktu itu, maksudnya apa, ya?

Fisikku ini terhubung dengan otakmu melalui jaringan saraf dan cairan tubuh.

Kemungkinan, itulah yang dia maksud.

Eh?

Berarti, bisa dibilang, otakmu itu sedang dalam masa perubahan.

Ryouko Tamiya pasti menyadari itu,

dan rasakan aura nonmanusia di dalam tubuhmu.

Nonmanusia?

Selain tangan kananku, sisanya tetap manusia biasa, 'kan?

Entahlah.

Setidaknya, bukan hal aneh lagi kalau nyatanya ada perubahan

pada mental psikologismu.

Aku lelah. Mau tidur dulu.

He, tunggu dulu!

Tak lagi normal?

Menarik juga.

Sepertinya, harus kuurungkan niatku untuk membunuhmu.

Tidak, aku ini manusia biasa.

Rasanya... Rasanya, ada yang berubah darimu.

Belakangan ini, kau agak berubah, ya?

Tidak!

Mana mungkin aku punya niatan membunuh dan memangsa manusia!

Oi, bangun kau!

Kenapa? Oi!

Nagai?

Jangan begitu, dong!

Siapa kau?

Dia teman sekelasku.

Izumi?

Hanya itu alasannya?

Memang aku tak tahu awalnya,

tapi bukankah ini sudah kelewatan, ya?

Sudah paham, Bocah Mata Empat?

Atau mau coba sekali lagi?

Sudahlah. Kasihan dianya, dong.

Temanmu itu, lagi ada urusan sama kami.

Salah satu kata hati yang paling sulit dipahami dari manusia itu,

adalah altruisme.

Berarti, seseorang lebih mementingkan orang lain,

ketimbang dirinya sendiri.

Sampai sekarang, aku sama sekali tak tahu alasannya.

Kata hati manusia?

Oi, buruan bangun.

Benar juga!

Manusia itu berbeda dari parasit!

Ba-Barusan kubilang, "hentikan", bukan?

Kalau mau berantem, jangan keroyokan begitu, dong.

Kau ini. Serius bilang begitu?

Te-Tentu.

Sebentar, kutarik lagi ucapanku.

More Indonesian subtitles for Parasyte -the maxim-

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left