The first 200 lines.
Keluar kau dari sana, Kunyuk!
Tidak!
Keren.
Kita semua pernah berbohong.
Bukan dia pelakunya.
Demi melindungi sesuatu.
Sudah kuduga!
Kalian dapat lembar jawabannya?
Atau demi menutupi..
sesuatu.
Kau yang akan dapat peringkat pertama dalam kompetisi Matematika ini.
Jadi X yang melaporkan Tae Woon?
Apa yang kalian lihat, Nyuk?
Sepertinya..
kebohongannya kali ini juga begitu.
Dia cuma dapat hukuman bersih-bersih selama seminggu.
Seminggu itu terlalu singkat.
Tae Woon itu berengsek.
Dia sangat menyebalkan.
Hei, ada Tae Woon tuh.
Kenapa dia percaya diri sekali?
Sepertinya dia memang sudah tak punya malu.
Pasti enak, ya punya ayah berpengaruh.
Bikin malu saja.
Jadi memang benar X yang melaporkan dia?
X benar-benar keren.
Kenapa kau bikin masalah untuk dirimu sendiri?
Kalau kau ketahuan bagaimana?
Bikin masalah apanya?
Jadi kenapa kau melaporkan dirimu sendiri?
Kalau tidak begitu, aku harus ikut lomba Matematikanya.
Jadi karena itu?
Kau kira aku melakukan itu demi seseorang?
Bagaimana kau melakukannya?
Begini..
Duduk di sini.
Ayahku menyuruhku untuk mengantarkan ini pada Bapak.
Astaga, padahal dia tak perlu repot-repot begini.
Sampaikan ucapan terima kasihku padanya.
Tentu saja, Pak.
Baiklah kalau begitu.
Oh, ya Pak.
Begini..
Soal kompetisi Matematikanya..
Aku hanya perlu menghafal jawabannya saja 'kan?
Kau pasti yang akan menang,
jadi hafalkan saja jawabannya.
Terima kasih, Pak Kepala Sekolah.
Aku akan menghafalnya dengan baik.
Bagus.
Itulah yang terjadi.
Keren.
- Kau memang cocok jadi X. - Benar 'kan?
Bagaimana kau akan menghadapi konsekuensinya?
Anak-anak pasti sangat marah.
Bodoh.
Kau cemaskan sajalah dirimu.
Astaga, harus kita apakan ini?
X, si berengsek ini sudah membuat masalah besar.
Gawat.
Sepertinya..
Bapaklah yang membuat masalah, bukan X.
Apa?
Kenapa Bapak hanya memberikan dukungan..
pada siswa-siswa kaya saja untuk memenangkan lomba?
Wajar saja kalau anak-anak jadi seperti ini.
Apa dia sudah gila?
Makanya.
Aku sepertinya sudah gila karena mengatakan sesuatu sesukaku.
Bukankah begitu?
Ayolah. Berikan aku saran..
solusi atau apalah.
Hasil evaluasi anak-anak sudah terpublikasi..
dan sekarang ada kecacatan dalam perlombaan.
Kementrian Pendidikan akan mengambil tindakan serius.
Pak Direktur pasti akan marah besar.
Lebih penting untuk meluruskan semua ini..
daripada menyelesaikannya saja.
Benar. Sepertinya..
Bapak harus minta maaf lebih dulu.
Minta maaf?
Kau mau aku minta maaf pada anak-anak?
Aku tidak akan melakukannya!
Tidak akan!
Anu..
Direktur sudah datang.
Pejabat dari Kementrian Pendidikan juga ikut ke sini.
Kami sudah menerima banyak laporan tentang sekolah ini.
Kami harus menyelesaikannya dengan saksama kali ini,
jadi kami mohon bekerjasamalah.
Tentang kebocoran hasil evaluasi siswa,
itu memang kesalahan dari administrasi kami.
Bukan hanya itu,
ada diskriminasi berdasarkan nilai, sistem pengurangan poin,
dan kecurangan dalam lomba Matematika.
Kalau kalian bisa menghargai kebebasan kami..
sebagai sekolah swasta,
kami akan memberikan hasil yang terbaik.
Direktur Hyun.
Sekolah bukan tempat untuk mencapai hasil terbaik.
Sekolah adalah tempat untuk menaikkan peringkat siswa.
Jadi..
Bagaimana reaksi anak-anak?
Sepertinya tidak baik.
Mereka semua tampak kesal.
Hukum saja Tae Woon lebih dulu.
Makanya kupanggil dia ke sini.
Dengan cara ini, anak-anak akan sedikit lebih tenang.
Melakukan sesuatu secara bersamaan hanya akan memperburuk keadaan.
Tetap saja..
Aku tak masalah.
Aku 'kan memang salah.
Kalau begitu..
Kapan kompetisi Matematika akan diadakan lagi?
Anak-anak baru akan tenang,
kalau kompetisinya digelar dengan jujur dan terbuka.
Silakan keluar.
Jaga perilakumu.
Baiklah.
Menurutku..
menghukumku saja tidak akan cukup membuat anak-anak tenang.
Sepertinya ada salah satu dari guru..
yang juga harus menanggung konsekuensinya.
Mereka semua marah.
Bisa saja mereka membawa orangtua ke sekolah.
Benar. Apa yang dia katakan itu benar.
Jadi siapa yang harus ikut bertanggungjawab?
Tidak mungkin 'kan..
Direktur Hyun yang bertanggungjawab untuk kita?
Kalau aku yang melakukannya..
sepertinya masih kurang.
Jadi siapa..
yang akan bertanggungjawab?
Siapa..
kira-kira, ya?
- Lihat. Coba lihat ini.
Orangnya sesuai dengan dugaan kita 'kan?
Apa itu soal Tae Woon?
100 persen pasti.
- Astaga. - Sudah pasti.
- Ya ampun. - Wajarlah.
Ya ampun, habislah sudah. Aku tidak bisa percaya ini.
Aku benar-benar kaget sekarang.
Aku tidak percaya Tae Woon kena hukuman.
Ini terlalu ringan bagi dia.
Apa yang dilakukan X? Harusnya dia memberi Tae Woon pelajaran.
- Benar, bukankah kalian setuju? - Astaga.
- Ya. - Itu sama sekali bukan apa-apa.
Benar-benar pemandangan yang menyenangkan.
Ya 'kan?
Hah?
Ini benar-benar seru.
Menyebalkan sekali. Semoga X melakukan sesuatu padanya.
Katakan lebih keras.
Kuharap X memberikan dia hukuman setimpal.
X.
Dia menyebalkan.
Tae Woon dapat hukuman.
Apa kita akan baik-baik saja?
Jangan cemas. Ibuku bilang dia akan mengurus semuanya.
Ya ampun, kepala sekolah bahkan sudah membantuku memenangkan lomba seni.
Kalau X adalah anak dari kelas kita..
kita akan jadi target selanjutnya. Apa kita akan baik-baik saja?
Makanya, kita harus segera menangkap X.
Tapi kelihatannya Dae Hwi sudah tahu soal ini semua.
Jangan-jangan dia X-nya?
Jangan cemas.
Ada banyak hal yang dibutuhkan Dae Hwi dari kita,
jadi dia tidak akan membongkar apapun soal kita.
Hei, ini 'kan markasku,
nyaman sekali kau masuk ke sini.
Lebih baik daripada harus mengendap-endap 'kan?
Minumlah.
Hei.
Sungguh karena itu saja?
Hanya karena kau tidak mau ikut lomba Matematika?
Aku tidak tahu..
kenapa aku melakukannya.
Sebelumnya,
aku hanya melakukan ini..
hanya untuk membuat orang-orang bodoh itu kesal.
Ada seseorang yang meninggal.
Apa pentingnya reputasimu sekarang?
Aku tidak akan membiarkan ini terjadi lagi.
Berhentilah mempermalukan ayahmu.
Dan?
Dan..
aku merasa kalau keisengan..
yang selama ini kulakukan ternyata ada manfaatnya bagi seseorang.
Seseorang?
Ya..
Bagi seseorang yang bodoh..
dan seseorang lagi yang menyebalkan.
Segar sekali.
Pertemuan hari ini sampai di sini.
Bagi kalian yang mendaftar untuk kompetisi Matematika,
lombanya akan diadakan di ruang 10-1 setelah jam pelajaran berakhir.
Semoga beruntung.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Apa hukuman Tae Woon hanya bersih-bersih selama seminggu?
No comments yet. Be the first to leave one.