The first 200 lines.
Cepatlah, aku harus ke kamar kecil.
- Kau tahu mau ke mana? - Ini dia.
- Apa kita bawa tasnya? - Ya.
Hai.
Penerbangan 92 ke Miami, pintu keberangkatan 1.
Setelah Anda melewati kontrol paspor, itu di sebelah kanan Anda.
Terima kasih banyak.
Vicky, dia bisa bahasa Inggris.
Entah kenapa kau selalu bicara Spanyol yang buruk pada mereka.
Itu sopan, Janet. Kita di negara mereka.
Ya, tapi...
Mary Jennings?
Ya, itu namaku. Jangan pakai terlalu sering.
- Apa masalahnya? - Ikut denganku.
Maaf, tapi penerbangan kami segera berangkat.
- Kami bersama kelompok. - Kalian tunggu di sini. Tolong ikut aku.
- Mary. Kami harus apa? - Serius, apa masalahnya?
Aku tak mau ketinggalan pesawat. Aku punya tarif khusus.
- Namanya tarif ekskursi. - Silakan lewat sini.
Apa yang terjadi di sini?
Tunggu sebentar. Apa ini semacam Candid Camera ?
- Di mana kameranya? - Diam.
Maaf?
Kau pikir kami tak tahu tentang perselingkuhanmu dengan seorang pejabat?
Kami tahu siapa kau,
Nona Porter.
Kami bukan orang bodoh.
Bodoh, tidak. Kau berharap kau bodoh.
Bodoh seharusnya jadi tujuanmu. Biar aku tanya sesuatu.
Apa kau tak lelah berperan sebagai polisi preman khas Amerika Selatan?
Ya. Silakan, pukul aku lagi. Aku beri tahu pihak kami selalu menang.
Kami punya lebih banyak semangat dan sumber daya dari kalian.
Harganya hanyalah uang.
Tidak ada cukup ibu di dunia untuk memajukan urusan kalian.
Sial.
Maukah kau diam, Raoul?
Kau ingin ibumu juga, jika kau harus mengatakan semua ini.
- Cut. - Lowell, maafkan aku.
Penanda akhir.
Maafkan aku.
Maafkan aku, Lowell.
Kau tak bisa memakai semua itu? Kau membenciku sekarang, 'kan?
Tidak, itu lucu. Aku tak membencimu.
Aku benci diriku karena ingin melakukannya tanpa jeda.
- Tadi itu bagus sampai titik itu. - Ya.
Ayo, Semuanya. Kembali ke satu. Ke posisi.
Omong-omong, apa aku punya waktu ke toilet?
- Pasti. - Kembali ke satu. Ayo.
Cobalah untuk tak memukul dadamu karena mikrofon tubuh.
Aku beruntung bisa melalui pidato itu. Jika aku memukul dadaku, maafkan aku.
Kau akan lakukan juga jika harus bilang ini.
Bekerjasamalah, Semuanya. Kembali ke satu dengan cepat dan tenang.
- Memuat ulang. - Kau bisa mengatakan itu lagi.
- Aku akan, setelah adegan berikutnya. - Jika aku berhasil melalui semuanya.
Bagus sekali, Kawan-kawan. Keluarkan ini. Kembali ke satu, tolong.
Di mana tiket pesawatku?
Kau mengacau filmku, aku akan membunuhmu.
- Apa? - Kau tahu maksudku
begitu juga semua orang di set ini.
Aku tak peduli apa yang kau lakukan di waktumu, tapi ini waktuku.
Aku tak berniat agar aktris manja, egois, pengguna kokain merusak filmku.
Kendalikan dirimu dan bekerjalah dengan kami beberapa hari terakhir ini
atau akan kubunuh kau sebelum kau bunuh diri.
Aku melakukannya lebih baik. Kau amat tak sadar, mungkin akan mengacaukannya.
Kau bisa lakukan adegan ini dengan benar kali ini?
Ya.
Baiklah, kembali ke satu. Ayo coba lagi.
Siapa namamu?
- Cindy. - Cindy. Itu sempurna.
Cindy, keluar dari set ini dan jangan kembali.
Jika aku lihat kau di set, memasok narkoba padanya, aku akan panggil polisi.
Pergilah.
Apakah itu semuanya?
Ada lagi yang mau ditangkap atau dibunuh sebelum kita selesai?
Mari lakukan adegannya.
Aku merasa seperti tidur di bawah kaki gajah.
Pemalas.
Sudah hampir pukul 11:30.
Suz.
Putri Tidur?
Apa nama pria yang tidur selama 100 tahun?
Rapunzel. Tidak.
Rip van Winkle.
Nyonya Winkle, ini panggilan bangun pagi.
Suzanne.
Suzanne.
Suzanne.
Suzanne.
- Pengiriman! - Permisi?
Pengiriman. Aku mengantarkan seseorang.
Aku mengantarkan seseorang. Bukankah ini ruang gawat darurat?
- Ya. - Ini keadaan darurat.
Anda kerabatnya?
Tidak. Tak punya hubungan.
Aku nyaris tak kenal dia. Aku menemukannya seperti ini dan membawanya ke sini.
- Apa dia akan baik saja? - Aku tak tahu.
Di mana kami bisa menghubungi Anda?
Aku akan menghubungimu. Ada botol pil kosong di tasnya.
Aku rasa itu yang dia minum.
Terima kasih.
- Tahu apa yang dia minum? - Pil. Demerol, Percodan, kokain.
Berikan tanda vitalnya.
Tekanan darahnya 84/20 dan dia mengalami takikardia.
Suzanne.
- Apa katanya? - Sesuatu tentang konyol.
Kau bisa mengatakan itu lagi.
- Kau mau ekspektoran? - Dia terlalu tak responsif.
Kami akan memompa perutmu.
Apa aku harus ke sana?
Mimpi buruk?
Semua orang mimpi buruk. Akan kau alami untuk sementara.
Bagus.
Aku Julie Marsden, direktur unit rehabilitasi.
Aku di sini untuk mendaftarkanmu.
- Permisi? - Bagian mana yang membuatmu bingung?
Aku dalam rehabilitasi?
Ya, doktermu, Dr. Feldman dan ibumu memindahkanmu
- dari IGD semalam. - Aku di rehabilitasi?
Kau tidak ingat perutmu dipompa?
Itu yang...
Ibuku tahu?
Dia di sini saat kau tak sadar semalam.
Bagus.
Astaga.
Kenapa mereka memompa perutku?
Kau akan mati jika mereka tak lakukan.
Kenapa aku tidak bisa ingat apa pun?
Kau mungkin tak sadarkan diri.
Kau tak ingat mengonsumsi narkoba?
Ya, tentu.
Beberapa, tapi tidak, maksudku...
Bagaimana aku sampai ke ruang gawat darurat?
Seorang pria mengantarmu pingsan.
Siapa?
Suzanne, aku bukan detektif.
Aku di sini untuk mendaftarkanmu dan, semoga, membantumu.
Sekarang aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan.
Seorang pria mengantarku?
Apa kau sengaja mencoba bunuh diri?
- Tolonglah. - Aku minta maaf jika itu menyinggungmu.
Namun perutmu yang harus dipompa cukup menunjukkan perilaku bunuh diri.
Perilakuku mungkin begitu, tapi aku tentu tidak.
Aku ingin kau tahu bahwa aku tahu kau takut.
Ini adalah tempat untuk menanganinya.
Aku tak mengerti bagaimana aku hampir mati. Itu bukan...
Bukan itu yang ingin kulakukan.
Apa yang ingin kau lakukan?
Aku tak tahu.
Bagus.
Itu langkah pertama.
Aku hanya merasa jika aku tak melakukan yang kau mau
kau akan meninggalkanku. Kau akan menghukumku.
Baiklah, Baiklah. Ayo berhenti di sana untuk hari ini.
Kerja bagus, Carol.
Baiklah, Semuanya, sebelum kita pergi, aku ingin memperkenalkan
pendatang baru, Suzanne, yang baru saja keluar dari detoks.
Hai, Suzanne, selamat datang.
Orang tuamu tak seharusnya ada di sini malam ini?
Ibuku, maksudmu.
Tidak, ibuku bekerja.
Dia datang jika dia bisa.
Silakan berkunjung dengan kerabat beberapa menit.
Suzanne, bisa aku bicara denganmu?
Aku ingin kau menangani perasaanmu sebelum perasaanmu menanganimu.
Apa kau selalu bicara seperti stiker mobil?
Kecanduan bukan masalahnya, itu solusinya.
- Kau tahu. - Sampai kau menghilangkan solusi
kau tak dapat melihat apa masalahnya.
Kemarahan ini bukan tentangku. Pada siapa kau marah?
Halo, Sayang. Halo, Sayang.
Hai, Ibu.
Aku terlambat untuk pertemuan keluarga?
Ya, tapi tak apa-apa.
Aku tak ingin melewatkan itu. Bagaimana hasilnya? Ada apa dengan rambutmu?
- Entahlah, semua kemarahan di rehab. - Permisi, Suzanne.
Bisa aku bertemu ibumu?
- Tentu. Bart, ini ibuku. - Aku tak percaya aku bertemu denganmu.
Sejak usiaku 7 tahun, aku ingin jadi sepertimu.
Bart menirumu di pertunjukan drag.
- Ini kekasihku, Allen. - Halo, Allen.
Lagu apa yang kau bawakan?
"Whistling Pines." Aku memakai kostum hampir sama persis dengan milikmu
di lagu pembukaan That Marvelous Mrs. Markham.
Yang dengan korset? Itu sangat sulit dipakai.
- Ibu. - Maaf, Anak-anak.
- Senang bertemu denganmu. - Sangat senang bertemu kalian.
Maaf, tapi kau tahu betapa ratu drag mencintaiku.
- Dia terlihat menakjubkan. - Menurutmu siapa yang meriasnya?
Dokter Klein. Dia merias mereka semua.
- Ibu penasaran apa pekerjaan Allen. - Ibu, ini teman sekamarku, Aretha.
Apa kabar? Kasarnya aku. Aku antusias melihat putriku.
Aretha bukan nama yang biasa.
Aku tahu. Aku rasa orang tuaku mengharapkan seseorang berkulit hitam.
Apa kau berkulit hitam?
Tidak.
Senang bertemu denganmu. Suzanne banyak bercerita tentangmu.
Kurasa aku akan pergi menenun keranjang atau semacamnya
dan membiarkan kalian berdua berkunjung.
- Dia sangat aneh. - Ya.
Ibu senang kau punya teman baru.
No comments yet. Be the first to leave one.