The first 200 lines.
"Episode 81"
Dasar bedebah!
Duduklah.
Kita hanya bisa bicara setelah Anda duduk.
Baik.
Mari kita dengar apa yang akan kamu katakan.
- Ambil. - Apa ini?
Anda menggugatnya karena menginginkan uang
setelah mengalami macet kredit.
Kupikir yang paling Anda butuhkan
adalah uang.
Kamu mau aku menerima ini dan tetap diam?
Benar, Anda harus melakukan itu.
Dasar bedebah. Bukan main kamu.
Pikirmu aku kemari untuk uang yang sedikit ini?
Jika memikirkan perbuatanmu, aku makin marah.
Aku tidak bisa tidur selama berhari-hari.
Bagaimana bisa kamu terlibat dalam kekacauan ini?
Kamu tahu betapa gilanya hal ini?
Kakak iparku
kini menjadi besanku.
Lalu, apa salah kami?
Apa? Kamu tidak tahu?
Go Ya adalah putriku dan kamu keponakan Oh Na Ra.
Kami tidak perlu melewati semua penderitaan ini
jika kalian tidak berselingkuh.
Kenapa kami harus putus karena kesalahan kalian?
Tidak, kami tidak akan pernah putus.
Kamu sudah benar-benar gila.
- Kamu tidak bisa menutupi ini. - Itu sebabnya
aku memutuskan hubungan dengan bibiku.
Go Ya juga melakukan hal serupa kepada Anda.
Sekarang, kami hanya akan fokus kepada diri kami sendiri.
Aku tidak tahu kenapa kamu sangat percaya diri.
Bagaimana jika aku memutuskan untuk bertindak?
Anda mau melakukan apa?
Bagaimana jika aku menemui ibumu dan memberi tahu semuanya?
- Apa? - Bagaimana jika kutemui Yang Sook
dan membeberkan semuanya juga?
Pernahkah sekali saja
Anda memedulikan Go Ya?
Anda tidak pernah tahu betapa sakitnya ditinggalkan, bukan?
Meskipun dia ditinggalkan oleh ayahnya,
dia tidak bisa melupakan Anda dan merindukan Anda seumur hidupnya.
Meskipun Anda memperlakukannya seperti itu,
dia sangat ingin bertemu dengan Anda lagi.
Tapi apa yang Anda lakukan?
Anda membohonginya dengan bilang akan menolong adiknya yang sakit.
Anda menggugatnya dan meminta uang.
Seakan-akan itu belum cukup, Anda pun memukul gadis malang itu.
Mau berbuat serendah apa lagi
sampai Anda bisa melepaskannya?
Ini sudah sangat terlambat, tapi aku akan membahagiakannya.
Dia tidak pernah dicintai ayahnya,
jadi, aku akan mencintai dia dengan semua yang kupunya.
Hanya itu yang kami minta.
Kenapa Anda menyulitkan dia lagi?
Akhirnya kami bahagia.
Jadi, kumohon...
Jadilah ayah yang baik baginya untuk sekali ini saja.
Dia tidak tahu apa pun soal ini.
Kumohon lupakan saja.
Jadilah ayah yang baik baginya untuk sekali ini saja.
Kamu dari mana saja?
Itu...
Aku keluar untuk mengambil investasi.
Kapan kamu akan mendapatkannya?
Omong-omong, apa yang kamu katakan waktu itu?
Apa yang kukatakan?
Bagaimana dengan istri Ji Seok?
Kenapa tidak? Aku tidak boleh melihatnya?
- Tidak boleh. - Kenapa?
Aku menemui kakakmu beberapa hari lalu.
- Kapan? - Dia menyuruh kita
melupakan soal Ji Seok dan istrinya.
Katanya dia tidak pernah menyebutkanmu ke istri Ji Seok.
Dia terlalu malu.
Apa?
Akan buruk jika kamu menemuinya.
Tolong jangan lakukan itu. Kamu benar-benar tidak boleh.
Tidak, aku malah makin ingin menemui istrinya Ji Seok.
Memang dia bisa melakukan apa? Sulit dipercaya.
Jika kamu melakukan itu, dia akan mencari tempat tinggalmu
dan mungkin datang untuk mencekikmu.
Aku tidak takut.
Kamu yakin mau dia melihatmu tinggal di rumah semacam ini?
Dengan harga dirimu itu,
kamu mungkin tidak mau dia melihatmu hidup seperti ini.
Jangan menekannya.
Aku pernah berurusan dengan dia
dan dia tidak mau mengalah jika sudah marah.
Kamu baik-baik saja di Amerika
tanpa bertemu dengan Ji Seok.
Jadi, lupakan saja dia.
Coba pikirkan. Dia yang pertama memutuskan hubungan denganmu.
Go Woon, kamu bisa tidur?
Tidak. Rasanya Kak Go Ya masih ada di kamar itu.
Benar.
Akhirnya ini terasa nyata.
- Kakak sudah tidur? - Belum, kenapa?
Aku tidak bisa tidur karena merasa sangat hampa.
Kupikir perasaan Kakak pasti lebih buruk.
Ibu sudah tidur?
Kenapa kamu kemari?
Aku akan tidur di sini malam ini.
Astaga.
Kamu tidak pernah suka berbagi kamar dengan kakakmu.
Kamu akhirnya sendirian. Kenapa kemari?
Seharusnya kamu merayakannya, bukan?
Kupikir begitu,
tapi rasanya sangat aneh. Terasa hampa.
Terserahlah. Minggir.
Tunggu, apa aku dan San Deul harus membawa bantal juga?
Go Ya adalah putriku dan kamu keponakan Oh Na Ra.
Kamu tidak bisa menutupi ini.
Bagaimana jika aku memutuskan untuk bertindak?
Go Ya.
Kamu sudah kembali.
- Semuanya berjalan lancar? - Ya.
Kenapa kamu di luar? Malam ini dingin.
Aku menunggumu.
Kamu terlalu cantik.
Bagaimana jika kamu diculik?
Aku andal berjudo.
Kamu tahu aku sangat andal.
Aku bisa membela diri.
Aku juga bisa melindungimu.
Syukurlah kalau begitu.
Aku merasa di puncak dunia sekarang.
- Mari masuk. - Baik.
Ayo.
"Kelas Memasak Jang Ok Ja"
Apa yang kamu lakukan?
Seperti yang kamu lihat, aku menyiapkan sarapan. Duduklah.
Apa? Biar aku saja.
Ini hampir selesai.
Duduk saja di sini seperti lukisan yang indah.
Aku akan menyiapkan sarapan setiap pagi.
Aku mahir memasak.
Bukankah itu seksi?
Ibu akan marah jika mengetahui ini.
Jangan khawatir. Dia sudah tahu.
Impianku adalah menikahi wanita
yang bisa menikmati sarapan buatanku.
Baiklah.
Jadi, nikmatilah.
Kamu membuat sup rumput laut daging sapi? Akan kucoba.
Sebaiknya aku memasak lebih enak untuk makan malam.
Kamu mahir memasak.
Nenekku adalah koki profesional.
Aku bahkan berniat menambahkan perisa.
Aku merasa sangat tertekan.
Ini.
Ini bahkan lebih enak karena kamu menyuapiku.
- Tambahkan nasinya. - Nasi?
Siapa itu? Tunggu sebentar.
Ibu.
Kamu sudah bangun.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Apa itu?
Ibu takut kamu tidak sarapan.
Ibu membuatkan sup rumput laut daging sapi.
Ada nasi?
Kamu juga membuat sup rumput laut daging sapi?
Apa?
Tunggu. Kamu yang membuatnya?
Ya. Kenapa?
Karena ini hari pertama, Ji Seok bersikeras mau melakukannya.
- Besok aku akan melakukannya. - Tentu saja.
Suamimu bekerja keras seharian.
Kamu harus menyiapkan hidangan enak untuknya.
Bagaimana bisa kamu membiarkan dia yang menyiapkan sarapan?
Apa masalahnya? Bukan masalah
selama kita bisa menikmati hidangannya.
Go Ya juga bekerja seharian.
Ibu benar. Aku akan menyiapkan makan malam dan membawakannya.
Nenek bilang tidak perlu mampir untuk menemui kami
saat berangkat bekerja nanti.
Ibu berharap
kamu menemui ibu setiap pagi.
Rumah kalian sangat dekat.
Bayangkan saja kami tinggal jauh, bukan di lantai atas.
Tapi kami akan mampir saat pulang kerja.
Nikmati sarapan kalian.
Baik. Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Ada apa?
Aku melakukan kesalahan pada hari pertama.
Dari mana kamu sepagi ini?
Aku membawakan sup untuk Go Ya dan Ji Seok.
Tanpa menelepon dahulu?
Aku hanya ingin mengantarkan sup.
Pikirku itu tidak perlu.
Tetap saja itu tidak pantas.
Kamu sangat ceroboh.
Apa aku harus berhati-hati saat mengunjungi rumah putraku?
Aku biasa mengantarkan jus
ke kamar Ji Seok setiap pagi.
Itu saat Ji Seok masih melajang.
Kini dia sudah punya istri.
No comments yet. Be the first to leave one.