The first 200 lines.
Diterjemahkan Oleh tsubasaraa IDFL™ Subs Crew
Tolong aku.
Tolong aku!
Tolong aku.
Joo Eun-
Apa kata "Tolong aku" sedang populer di sini?
Ayo pergi...
ke luar angkasamu.
Bersiap.
Berangkat.
Kau adalah John Kim, 'kan?
Ya, benar. John Kim.
Mulai sekarang kami bertiga akan melatihmu.
Kubilang, kembalikan!
Semuanya tanda merah.
- Dasar. - Kau ini...
Pukul aku, sebanyak yang kau mau.
Dasar.
Karena tubuhmu adalah milikku.
Kau tak bisa mengatakan, "Tidak".
Young Ho di mana?
Apa terjadi sesuatu?
Hyung!
Aku bisa mencarinya di seluruh cabang RS. Gahong!
Termasuk yang di Amerika, Cina, dan bahkan ujung dunia...
Tolong pulanglah. Direktur Kim tak ingin menemui anda.
Tak apa-apa jika kau tak setampan dan seseksi dulu lagi.
Yang penting kau kembali.
Maafkan aku...
Aku tak mengatakan aku mencintaimu sejak awal.
Kau mungkin tidak tahu,
Tapi bagiku, kau yang menatapkulah,
adalah sebuah keajaiban.
Mungkin ini hanyalah malam natal yang biasa, tapi keajaiban natal yang sesungguhnya,
adalah saat kau berada di sampingku, bukannya begitu?
Episode 15
Sepertinya, aku tak bisa mengijinkan Kang Joo Eun pulang hari ini.
Memangnya siapa yang mau pulang?
Ini...
Kau melihatnya, ya?
Tentu saja. Aku bisa bertahan karena ini.
Maaf karena membuatmu menunggu, Kang Joo Eun.
Terima kasih sudah kembali, Pelatih.
Apa keinginanmu tadi?
Apa kau ingin tidak jatuh sakit lagi?
Bukan tentang diriku.
Kang Joo Eun, jangan jatuh sakit.
Aku ingin malam ini menjadi malam yang hangat.
Oke.
"Malam yang hangat."
Memangnya aku protes?
Hangatnya.
Apa kau tak sedikit keterlaluan hingga menyebutnya "malam yang hangat"?
Aku terbiasa memeluk si pria besar ini saat tidur.
Dasar, wanita ini.
Karena,
kau tak seharusnya kembali dan menemui wanita seksi ini.
Dasar...
Ya, sudah aku menyerah dengan malam yang hangat itu.
Malam yang menyenangkan saja, oke?
Oke.
Kang Joo Eun kau duluan yang mengundangku, loh.
Bukan ciuman ringan, 'kan?
Aku mau melihat wajahmu.
Aku tak bisa konsentrasi jika ada cahaya.
Aku harus bangun.
Mungkin sebentar lagi Joon Sung dan Ji Woong akan pulang.
Tidurlah.
Mereka mau makan dulu di rumah ibu Joon Sung sebelum pulang.
Kau mau apa lagi?
Ternyata ini memang bukan mimpi.
Syukurlah.
Memangnya... kau mimpi apa?
Oh ya...
Selain pergi kerja, kau tak boleh jauh-jauh dariku.
Awas saja kalau tidak.
Siap.
Kau sendiri yang selalu mau melihatku,
tapi kau malah membelakangiku begini.
Aku lapar.
Oppa. Aku lapar.
Jika kau mau makan,
kau harus pakaian dulu.
Kalau tidak, "malam" kita bisa berlanjut.
Kapan kau menyiapkan baju ini?
Jika kau mendapat masalah lagi.
Dan jika aku merobek bajumu lagi. Ya, untuk berjaga-jagalah.
Sangat cocok untukmu.
Oh, aku lupa!
Semalam, aku memasak ini,
tapi kau pasti menolak memakannya saat tengah malam.
Bukannya aku sudah memberitahumu?
Bagaimana dengan obat hypothyrodism?
Aigoo, aku ingat dengan semua peringatan makananmu itu, kok.
Lagian aku tak makan makanan berlemak.
Dan juga, aku tak perlu mengkomsumsinya sejak sebulan lalu.
Kadar kolesterol dan tiroid-ku sudah normal sekarang.
Kau jadi lebih seksi dan cantik sekarang.
Baguslah.
Bukannya sudah kubilang?
Jika aku mau, aku pasti bisa melakukan apapun itu.
Apa aku bisa memberikan sambutan sekaang?
Orang bilang, rasa rindu akan membuatmu merasa tertekan.
Saat merasakan tekanan itu,
dan menghilangkan hipotiroidisme,
bersama dengan Daegu Venus dan Kim Young Ho Venus,
Kang Joo Eun, sungguh berterima kasih atas perubahan ini.
Baiklah, aku terima sambutannya.
Bagaimana dengan Venus-nya? Perasaanku yang meluap-luap ini.
Ya, perasaanku juga merasakan hal yang sama.
Yey! Kau pasti merasakannya juga!
Aku sudah meraciknya,
hingga kalorimu tak akan meningkat,
jadi kau bisa memakannya dengan tenang sekarang.
Aku mau makan dulu.
Apa rencanamu hari ini?
Aku ada rapat malam nanti,
jadi sebelum rapat itu...
kita harus tetap bersama, dan...
Tetap bersama?
Ya, kita harus tetap bersama-sama. Oke?
Terkadang, kau bisa menjadi wanita yang agresif sekali.
- Setuju. - Setuju?
Setuju.
Setuju?
Dasar.
Apaan yang tadi itu?
Dingin.
Apa artinya tadi itu?
Tanganku semua penuh.
Aku baru ingat, sepertinya aku harus memeriksa sesuatu.
Aigoo, memeriksa apaan?
54, 55, 56, 57, 58, 59, 60.
Jadi, kau tak percaya bahwa aku sudah bisa melakukan plank?
Kau memang bilang sudah bisa, tapi nyatanya kau masih tak kuat.
Nah, sekarang mulai lagi!
Berapa lama lagi kau mau latihan?
Aku sudah melakukannya sebanyak 5 kali.
5 kali? Oke sudah cukup.
Baiklah, kita lanjut berlari selama 30 menit.
Latihan macam apa ini? Kita kan harusnya bermesaraan.
Apa dia sudah pergi?
Kau mau tetap bersamaku, 'kan?
Siap, Pelatih.
Apa latihan itu tidak masalah?
Apa kau tak terlalu memaksakan diri?
Tulang akan menjadi lebih kuat setelah mengalami proses patahan.
Dan tulangku sudah sembuh.
Jadi, kau sudah sembuh total?
Seperti Kang Joo Eun, tulangku sudah kembali normal.
Apa kau tak mau mulai berlari?
Ah. Siap, Pelatih.
Kau. Kenapa menyentilku begitu?
Ibuku menelepon!
Aigoo, maafkan aku, Ibu.
Oh, ibu. Di Seoul?
Aku ada di dekat sana, tunggu aku.
Oke.
Sepertinya sudah saatnya kita berpisah hari ini.
Ya, mungkin ibumu adalah "penyelamat" hari ini.
Kita masih bisa bertemu besok.
Dia mau bermalam semalam di sini.
Ibumu pasti sedang merindykan si Kang Joo Eun ini.
Aku mau ganti pakaian dulu.
Tapi, aku belum membritahumu di mana pakaianmu sekarang?
Aigoo, aku sudah tahu.
Semua kencan yang kita lewati selama setahun ini, kita bisa membayarnya, Kang Joo Eun.
Tanpa perasaan gelisah, aku akan menjadi lebih bahagia.
- Dan ibumu... - Nanti saja.
Kau bisa menemuinya kapan-kapan. Tak perlu terburu-buru.
Masuklah.
Nanti kutelepon lagi.
Tunggu.
Apa kau tak melupakan sesuatu?
Dasar...
Masuklah.
Aku masuk dulu.
Ibu, aku pulang.
Iya?
Kenapa ibu membawa banyak makanan lagi?
Mumpung aku tadi naik bus.
Kau juga kan harus makan.
Tapi, apa kau dari acara nikahan?
Apa?
Kau memang putriku yang sangat luar biasa.
Apa maksud ibu?
Apa kau tak malu dengan pernikahan mereka itu, lihat dirimu?
Bagaimana dengan pria yang sering kau bicarakan itu?
Musim makin berganti,
hari demi hari terus berganti juga, anakku.
Aku mau ganti baju dulu baru keluar.
Kau mau ke mana? Sarapanlah dulu.
Ibu Young Gi sudah punya 3 cucu.
Hidupnya sekarang sudah bisa tenang,
setelah kedua putra-putrinya menikah
Ibu kan juga sudah punya cucu.
Ibu bahkan punya menantu berusia 22 tahun.
Benar sekali, umurnya masih 22 tahun, dan umurmu sendiri berapa?
Apa kau tidak khawatir?
Ibu tak perlu mengkhawatirkanku.
No comments yet. Be the first to leave one.