The first 200 lines.
"Episode 4"
Peramal membaca peruntunganku dan bilang ada angin di mana-mana.
Aku tidak ditakdirkan diam di satu tempat.
Kalau tetap di satu tempat, aku akan sakit.
Maaf.
Dia bukan hanya ketakutan.
Ini keterlaluan.
Tidak, dia akan menelepon. Dia akan menelepon.
Apa maksudmu?
Dia pulang beberapa hari yang lalu
dan sudah kembali ke kamar asramanya.
Tolong periksalah lagi.
Kim Dae Young, jurusan kedokteran.
Ya, dia mahasiswa tahun pertama.
Dia tidak terdaftar?
Baiklah, terima kasih.
Tidak.
Dal Sook, ini aku. Kamu sedang apa?
Benarkah? Bawalah mobilmu.
Akan kujelaskan dalam perjalanan. Ayo pergi sekarang juga.
Kita mau ke mana?
Ke kampus Dae Young.
Kupikir dia di asrama, tapi ternyata tidak.
Namanya tidak terdaftar.
Bukankah perlu nilai yang bagus untuk bisa masuk asrama?
Dia diberikan prioritas karena mendapat beasiswa.
Kalau begitu, mungkin dia pindah karena tidak suka kehidupan asrama.
Teleponlah dan cari tahu.
Aku tidak bisa menghubunginya. Ponselnya dimatikan.
Kita akan mengetahuinya saat bertemu dengannya.
"Bahan yang dipasok ke vila Jo Joong Il"
Seleksi alam.
- Seleksi alam? - Ya.
Apa itu?
Begitu rupanya.
Bapak akhirnya menyadarinya, begitukah?
Seleksi alam.
"Aku gagal beradaptasi terhadap lingkungan yang berubah."
"Karenanya akhirnya aku tertinggal."
Itukah yang Bapak sadari?
Bukan itu.
Lalu apa?
Mencatat untuk bertahan.
Hanya orang yang menulis yang bertahan.
Aku tidak percaya pada ingatanku.
Karenanya aku membuat catatan yang teliti.
Di dalam laciku terdapat banyak buku catatan
tempatku mencatat semua yang kulakukan.
Jadi, Bapak ke sini untuk menyombongkan itu?
Ya.
Tahun 2013.
Ini buku harian lima tahun yang lalu.
Namamu ada di sini.
Kamu direktur eksekutif junior saat itu.
Bagian ini tentang bahan-bahan yang dipasok ke vilamu.
Waktu itu,
kamu menyuruhku untuk berpura-pura tidak tahu.
Lalu kenapa? Bapak akan memakai itu untuk memerasku?
Itu bukan sifatku.
Anggap saja
tikus yang terpojok akan melawan dengan sengit.
Bapak ternyata cukup lucu.
Aku tahu.
Kurasa aku sebaiknya berusaha seperti itu mulai sekarang.
Jadi,
apa yang Bapak mau dariku?
Tidak terlalu besar.
Sesuatu yang kecil.
Biarkan aku bekerja setahun lagi.
Orang yang menulis akan bertahan.
Aku dapat.
Kurasa aku sedikit lebih kuat daripada Bapak.
Kurasa aku sedikit lebih bertekad daripada kamu.
Bukan kekuatan yang membuat berhasil. Melainkan tekad.
Mulai sekarang,
kulempar telur ke batu dengan gigih dan lihat apa batunya akan hancur.
Halo.
Aku sungguh tidak tahu apa yang dipikirkannya.
Dia cuti selama semester pertama.
Di mana dia dan apa yang dilakukannya?
Ini gila.
Apa menurutmu dia pergi untuk melihat pohon baobab itu?
Kalau benar, setidaknya dia akan memberi tahu kakaknya.
Tidak usah terlalu khawatir. Dia mengambil cuti.
Dia tidak ceroboh atau gegabah,
karenanya dia tidak akan terlibat masalah.
Dia terlalu banyak berpikir. Dia pelamun, itu alasannya.
Suamimu akan menjadi gila kalau mengetahuinya.
Apa yang akan kamu lakukan?
Aku tidak bisa memberitahunya.
Aku harus menemukan Dae Young dan bicara kepadanya.
Baiklah. Ayo pergi.
"Menggalang Dana untuk Amal"
"Menolong anak-anak penderita penyakit jantung"
Jangan pernah menyentuh itu.
Apa itu?
Itu catatan yang kubuat saat aku ada waktu.
Saat ini, itu seperti bala bantuanku.
Aku tidak tahu apa itu, tapi itu lebih baik daripada aku.
Mandilah.
Sekarang ini, tidak ada yang mati karena disuruh.
Semua orang berjuang untuk hidup.
Aku juga harus seperti itu.
Ayah sudah pulang rupanya.
- Apa dia bekerja sif malam? - Dia sudah pulang tadi.
Kamu mau ke mana semalam ini berpakaian rapi?
Untuk memeriksa sesuatu.
Sepertinya kamu akan menemui seseorang.
Itu juga.
Jangan berbuat konyol dan cepatlah pulang.
Baiklah. Sampai jumpa, Ayah.
Makanlah.
"Menggalang Dana untuk Amal"
"Menolong Anak-Anak Penderita Penyakit Jantung"
Tunggu.
Ini.
Bagaimana kamu mengetahuinya?
Takdir?
Penampilan yang bagus.
Kamu juga.
Siapa dia?
Juniorku di tempat kerja.
Begitu rupanya. Kalau begitu, sampai bertemu lain kali.
- Sampai jumpa. Sampai bertemu. - Hati-hati. Sampai jumpa.
Kakiku sakit dan aku juga lapar.
Perawat Baek.
Bisakah kamu membelikanku sesuatu untuk dimakan?
Apa kamu lapar? Kamu mau apa?
Bawa aku ke tempat yang bagus.
Tempat yang bagus?
Aku belum pernah ke tempat yang seperti itu.
Ayo pergi.
Kamu tidak apa-apa?
Ada apa?
Pergelangan kakiku terkilir.
Kemarilah.
Lepaskan sepatumu.
Berdirilah.
Coba lihat apa kamu bisa berjalan perlahan-lahan.
Terkilirnya parah.
Aku harus bagaimana?
Aku tidak bisa berjalan.
Aku agak berat, bukan?
Apa? Ya, sedikit.
Jawaban yang benar adalah "tidak".
Bilang aku seringan bulu
atau balon yang bisa terbang.
Tidak bisakah kamu mengatakan itu?
Ya. Itu penipuan.
Jangan hanya mempelajari pasienmu.
Pelajari juga tentang wanita.
Aku akan masuk saja kalau menjadi kamu.
Masuk sarang macan untuk menangkap macannya atau kamu akan dimakan.
Namun, kamu akan dimakan baik masuk ataupun tetap di luar.
Bisakah kamu diam saja, Soo Mi?
Direktur Kang.
Kenapa kamu ke sini? Duduklah.
- Baiklah, terima kasih. - Hai.
Hari ini, aku ke sini
dalam urusan resmi sebagai anggota dewan distrik.
Apa mengenai taman anjing itu?
Bagaimana kamu mengetahuinya?
Anggota Majelis Ji Hwa Ja? Dia juga tadi ke sini.
Ini masa jabatan pertamanya, tapi dia tertarik akan banyak hal.
Bagaimana menurutmu mengenai masalah itu?
Kamu tahu keadaanku saat ini.
Aku tahu dan mengerti posisimu,
tapi aku melakukan ini untuk kebaikan semua orang di Korea.
Sebaiknya kami pertahankan taman anjing itu atau tidak?
Aku tidak punya pendapat mengenai masalah itu.
Lihatlah itu.
Aku diusir.
Aku tidak punya tempat tujuan.
Apa menurutmu aku bisa memikirkan taman anjing?
Tetap saja,
sebagai direktur Rumah Sakit Hewan Love Animals,
- pendapatmu... - Baiklah, Heo Se.
Apa?
Kalau kamu menyelesaikan masalahku,
aku akan menghubungi
semua direktur yang kukenal dan buatkan kebijakan yang kamu mau.
Sepakat.
Apa yang kamu inginkan? Bercerai?
Bukan.
Apa kamu mau rujuk dengan istrimu?
- Benarkah? - Bukan.
Lalu apa kalau bukan ini atau itu?
Itulah masalahnya. Aku tidak tahu harus bagaimana.
Kamu mau aku memutuskan apa yang sebaiknya kamu lakukan.
Kembalilah bersama istrimu.
Itu mustahil.
Kita semua manusia. Apa yang mustahil?
"Baek Ho"
"Baek Ho"
Dia tidak bisa melupakanku.
Apa?
Kenapa aku harus meneleponmu?
Kamu menyuruhku jangan bercerai.
Lalu kamu mencampakkanku.
Siapa yang mencampakkanmu?
No comments yet. Be the first to leave one.