Release info

비켜라 운명아 It's My Life EP108 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-04-05
Downloads: 10
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

"It's My Life"

"Episode 108"

Siapa?

Seung Joo, ini aku, Jin Ah.

Hei, Jin Ah.

Syukurlah kamu ada di rumah.

Kuduga kamu akan melarangku datang. Jadi, aku datang tanpa menelepon.

Ada apa kamu kemari?

Kupikir kamu akan butuh teman bicara.

Mengudap dan mengobrol dengan teman adalah obat terbaik.

Sudah berapa lama kamu menunggu?

Kamu tidak tahu Seung Joo sudah pulang?

Aku tidak tahu.

Kamu mau teh?

Tidak, terima kasih.

Menurut Anda, apa yang sebaiknya kulakukan?

Mana kutahu?

Kamu tidak bisa mengubah pikiran Seung Joo dengan bertanya kepadaku.

Dia tidak menjawab teleponku dan tidak akan mau menemuiku.

Aku bilang kami bisa pindah rumah dengan ibuku,

tapi dia terus menolak.

- Ya ampun. - Dia mungkin tidak punya pilihan.

Dia sepertinya berpikir dia melakukan yang terbaik untukmu.

Dia mengatakan itu kepadamu?

Ya.

Dia mengamuk tiap melihatku.

Bagaimana bisa aku tinggal serumah dengannya?

Kalian bisa pindah.

Lalu, putus semua hubungan dengannya.

Tidak.

Aku tidak bisa membuatnya memutus hubungan dengan ibu kandungnya

demi diriku.

Meski begitu, kenapa kamu harus putus dengannya?

Kamu mencintai Pak Ahn.

Kamu harus sabar menghadapi semuanya jika mencintainya.

Mundur bahkan tanpa mencoba

seperti bukan sifatmu, Seung Joo.

Jika kami tidak putus sekarang, Nam Jin akan makin menderita.

Dia tidak akan bisa berbuat apa pun terjebak di antara aku dan Bu Choi.

Mengakhiri hubungan kami seperti ini adalah yang terbaik untuk kami.

Ucapan Seung Joo tidak salah.

Jika kalian menikah dalam situasi ini,

itu akan seperti hidup bersama bom yang menunggu meledak.

Aku tidak mengerti kenapa ini sangat rumit.

Aku masih mencintai Seung Joo seperti dahulu.

Aku tidak mengerti kenapa semuanya hancur

hanya karena ibu kandungku terungkap.

Saat membuka toko permak baju,

andai aku bisa menceritakan perasaanku kepada seseorang.

Kupikir kamu akan merasa begitu. Jadi, aku datang.

Apa Nam Jin baik-baik saja?

Nam Jin sangat menderita.

Kamu tahu

dia tidak pernah membiarkan orang lain tahu penderitaannya.

Dia tidak mau membuat siapa pun cemas.

Jadi, dia biasa tertawa dan bercanda untuk menyembunyikan perasaannya.

Namun, aku tidak mendengarnya bercanda belakangan ini.

Dia tidak tertawa juga.

Aku mengeluarkan kata-kata kejam kepada Ibu hari ini.

Apa?

Aku bilang ingin pergi, tapi bertahan karena Si Woo,

dan jika dia merendahkanku lagi atau membuatku menderita,

aku akan pergi.

Bu Choi pasti terkejut.

Seung Joo, kamu sungguh akan putus dengan Nam Jin?

Ya.

Aku tidak mau membuatnya menderita lagi.

Jujur, itu tidak terduga.

Kupikir kamu akan menghadapi masalah ini dengan bijak.

Kupikir kamu akan bertengkar, lalu berbaikan dengan Ibu,

berdebat dengannya, lalu menghiburnya.

Lalu, kalian perlahan akan menjadi keluarga sungguhan.

Bu Choi dan aku

mungkin akan terus bertengkar tiap kami bertemu.

Bagaimana bisa Nam Jin menahan itu?

Aku mulai cemas.

Di mana kamu? Aku akan menjemputmu.

- Itu Si Woo? - Ya.

Aku tidak bilang akan kemari.

Jangan membuatnya cemas. Pulanglah sekarang.

Aku akan mulai bekerja besok.

Mulai bekerja?

- Kamu sudah mendapat pekerjaan? - Ya.

Aku memutuskan bekerja di perusahaan ayahku mulai besok.

Aku yakin menyibukkan diri bekerja akan membantuku melupakannya.

Aku percaya hubunganmu dan Nam Jin belum berakhir.

Pelan-pelan saja dan pikirkan itu.

Tidak. Hubungan kami sudah berakhir.

Cinta hanya membutuhkan dua orang,

tapi pernikahan membutuhkan lebih dari dua orang.

Apa kondisi Bu Choi buruk?

Ya. Setelah ibunya Jin Ah membuatnya terkejut kemarin,

kondisinya memburuk secara signifikan.

Aku juga mengatakan hal kejam kepadanya karena Seung Joo.

Jika Bu Choi tidak sakit,

Nam Jin dan Seung Joo pasti sudah menikah tanpa masalah.

Bu Heo.

Jika kamu punya miras buatan sendiri milikmu,

tolong bawakan satu botol ke sini.

Karena kita banyak pikiran,

ayo minum.

Sungguh?

Tunggu sebentar. Aku akan menyiapkan makan malam Bu Choi lebih dahulu.

Bu Heo.

Aku akan menyiapkan makan malam untuk Bu Heo.

Astaga. Kamu mencoba menghiburnya setelah perbuatanmu itu?

Gara-gara kamu, pikiran Bu Choi menjadi kacau.

Jadi, dia hampir merusak proyek penting.

Kamu tahu itu?

Kukatakan itu karena marah atas kekejamannya kepada Jin Ah.

Di mana bubur kacang merah yang kubawa?

Bubur kacang merah? Itu untuk Bu Choi?

- Ya. - Tunggu sebentar.

- Ibu. - Ya?

Aku akan menjemput Jin Ah.

Baik. Pergilah.

Aku akan menyiapkan makan malam untuk ibumu.

Terima kasih.

- Sampai jumpa. - Ya.

Kamu harus makan sesuatu.

Aku tidak berselera makan.

Meskipun kamu tidak berselera, makanlah satu sendok.

Kamu harus makan sesuatu untuk minum obat.

Apa ini?

Bubur kacang merah.

Katamu itu buruk untuk kandungan.

Aku membawa banyak.

Ayo makan semuanya.

Aku hampir lupa.

Bagaimana jika kamu bertukar kamar dengan Si Woo?

Apa maksudmu kami harus bertukar kamar?

Jujur, Si Woo seharusnya menempati kamar tidur utama.

Perut Jin Ah akan segera membesar.

Bukankah dia akan kesulitan naik turun tangga

dalam kondisi itu?

Jin Ah berkata menginginkan itu?

Jin Ah tidak mengatakan apa-apa.

Maksudku, kurasa itu lebih cocok dalam situasi ini.

Situasi apa?

Pikirkanlah. Si Woo adalah cucu sah.

Jujur, kamu tidak memiliki hubungan dengan keluarga ini.

Karena itu sudah terungkap, sebaiknya kamu berikan kamarmu

atau tinggalkan rumah ini dengan tenang

jika kamu orang yang berakal sehat.

Siapa kamu berani mengaturku?

Aku? Aku ibu mertuanya Si Woo

dan ibunya Jin Ah yang sedang mengandung anak dari keluarga ini.

Kamu seharusnya tidak merendahkanku dan Jin Ah

jika kamu dan Si Woo tidak memiliki hubungan darah.

Astaga. Kamu merendahkan kami karena kami miskin.

Kurasa kamu pantas mendapatkan itu.

Pergi.

Pergi dari kamar ini sekarang juga!

Astaga. Kacau sekali.

Aku bilang pergi!

Pergi! Pergi dari hadapanku sekarang juga!

Dia benar-benar gila.

Dia gila.

Astaga. Bagaimana ini?

Hentikan, Bu Choi.

Syukurlah kamu ada di sini, Nam Jin.

Wanita itu mengusirku dari rumah ini.

Kamu pikir aku akan membiarkan ini?

Tenanglah.

Seung Joo menyuruhnya, bukan?

Seung Joo menyuruhnya kemari untuk mengusirku dari sini, bukan?

Cukup, Bu Choi!

Seung Joo meninggalkanku gara-gara Anda.

Apa?

Kenapa Anda membuat semua orang menderita?

Kenapa Anda membuat semua orang yang mengenal Anda membenci Anda?

Cukup, Ibu. Tolong tenangkan diri Ibu!

Baiklah.

Ibu mengerti, Nak.

Ibu tidak akan mengatakan apa-apa.

Jadi, jangan marah.

Halo.

Halo. Kamu akan pulang?

Ya.

Ada apa?

Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja.

Kamu sudah makan malam?

Kamu tampak sangat pucat seperti belum makan apa-apa

seharian.

Ya.

Aku sudah makan.

Aku kasihan kepadamu.

Kamu diam di ruanganmu dari pagi sampai malam,

lalu bekerja pada akhir pekan juga.

Kenapa hidupmu membosankan?

Itu bisa tampak

membosankan untukmu.

Hidup kita membosankan.

Bahkan pada hari yang cerah...

"Astaga, hari ini cerah."

Kita tidak bisa mengatakan itu kepada siapa-siapa.

Hidup kita sangat membosankan dan tidak menarik.

Sampai jumpa.

It's My Life subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for It's My Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left