Bora! Deborah

Bora! Deborah (보라! 데보라)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

보라!데보라 True to Love S01E11 AMZN WEB-DL
A Commentary by YoungJedi
(1:08:28) E11: Tidak Sabar Menunggu Musim Dingin.

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2023-05-17
Downloads: 27
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

TRUE TO LOVE

TRUE TO LOVE

KARAKTER, ACARA, LOKASI, DAN KEJADIAN DI DRAMA INI HANYA FIKSI.

Kenapa? Apa ada yang salah?

Jangan pergi.

Tidak, kau tidak boleh pergi.

Apa maksudmu?

Bo-ra!

Jelaskan kepadaku ada apa.

Kau sudah berjanji akan pergi denganku hari ini.

Kau bilang kau akan menjadi ikan lelenya.

Kau bilang akan membiarkanku menggunakanmu.

Kau harus menepati janjimu.

Aku tahu tempatnya. Kau sebaiknya ke sana dahulu, ya?

Berikan kuncinya.

Dia mengirimkan undangan pernikahan.

Tapi masih memikirkan mantan pacarnya. Apa kau tak mengerti?

Dia hanya mengguncangmu untuk menghabisimu.

Ini seperti menembakmu lagi untuk memastikan kau benar-benar mati.

Mencampuri urusan orang lain dan melewati batas,

kau belum berhenti melakukan itu?

Ini urusanku. Aku akan mengurusnya.

Kau masih berpikir kau putus karena aku?

Jadi, jika kau beri dia cincin yang tak bisa kau buang,

kau pikir dia akan kembali?

Itu sebabnya kau pergi?

Kau membicarakan siapa? Bukankah itu tentang dirimu sendiri?

"Sudah tidur?"

Katamu itu tak berarti apa-apa.

Kalian jelas akan bertemu dan itu akan canggung.

Tapi kau bersikeras ke sana. Untuk apa?

Mendengar bahwa dia menyesalinya?

Apa itu yang kau harapkan?

Mendengarnya dari orang yang berusaha keras

memenangkan kembali mantannya, itu tidak begitu meyakinkan.

Atau itukah sebabnya kau sangat yakin?

Benar. Itu sebabnya aku sangat yakin.

Mantan yang menempel padamu, ingin balas dendam atau punya cinta lama.

Dia hanya ingin mantannya menyesal dan menangis.

Untuk memperbaiki harga dirinya yang sudah hancur,

meskipun dia tahu itu menyedihkan dan rendahan.

Terserah. Ini.

Ya. Pergilah.

Siapa yang peduli kau terluka atau tidak?

Itu bukan urusanku.

Kau tak bisa kembali jika pergi sekarang.

EP 11 TIDAK SABAR MENUNGGU MUSIM DINGIN

Apa kau minum semua itu sendiri?

SANG-JUN

Kau masih datang

saat aku bilang aku merindukanmu.

Aku lega.

Kau sebaiknya berhenti minum.

Ada apa?

Aku mencoba gaun pengantin hari ini.

Aku mencoba begitu banyak gaun sepanjang hari.

Tapi aku tidak menyukai satu pun.

Saat aku mencoba yang terakhir,

aku merasa pusing dan mual tiba-tiba.

Aku berlari keluar.

Tapi kemudian aku menangis.

- Su-hyeok, aku pikir... - Angkatlah.

Tidak.

Dia terus meneleponmu. Dia khawatir.

Jika kuangkat, aku akan bilang tak bisa menikahinya.

Haruskah aku tetap angkat?

Kau ingin itu?

Aku sangat menyesali

cara kita putus hari itu.

Seiring waktu,

aku mungkin menyesali detik ini saat aku masih bisa kembali.

Itu membuatku takut.

Aku juga menyesal.

Aku juga menyesali detik ini.

Buka kuncinya.

Kenapa kau begitu lelah?

Kau tidur lebih awal tadi malam.

Aku tahu.

Di mana kau saat subuh?

Kau tak di ranjang.

Di mana lagi?

Aku bisa ke mana lagi selain ke toilet rumah?

Kau mendapat telepon.

- Itu Bo-ra. - Aku tahu.

Hei.

Kami berangkat sekarang.

Yeon Bo-ra.

Naiklah.

Baik.

Apa yang terjadi?

Hai, Jin-woo.

Hei, apa kabar?

Kenapa kau begitu sedih?

Bukankah kau bersama Su-hyeok?

Aku tidak tahu.

Dia kabur.

Aku juga sangat mencintaimu saat itu.

Mungkin lebih darimu.

Aku tak bisa memintamu menjadi pacarku...

karena aku percaya kau sudah menjadi pacarku.

Jika aku akan menikah, aku ingin menikah denganmu.

Aku membeli cincin pertama kalinya dalam hidupku.

Tetapi...

Tetapi... Hari itu?

Aku bilang aku ingin putus.

Apa yang telah kulakukan?

Aku mengacaukannya.

Seharusnya aku tidak mendengarkannya.

Kenyataan bahwa kita putus karena orang lain,

itu sungguh...

Omong-omong,

kau baik-baik saja?

Kudengar kau bekerja dengan wanita itu, Deborah.

Kau jijik dengan orang seperti itu,

yang bicara sesuka mereka tanpa berpikir.

Aku tahu kau tak tahan berurusan dengan orang yang tak kau sukai.

Bukan begitu.

Dia meminta maaf kepadaku.

Maksudku...

Meski dia tak berutang permintaan maaf.

Kalau begitu, pada hari itu,

apa itu karena dia?

Saat aku memberimu undangan,

kau bersikap dingin kepadaku.

Aku rasa itu sebabnya.

Dia mengatakan itu?

Bahwa aku punya dua pacar dan langsung mencintai orang lain?

Jika aku sungguh begitu, bagaimana bisa aku menemuimu seperti ini?

Itu konyol.

Yu-ri.

Biarkan aku selesai bicara.

Alasan aku tak mengeluarkan cincin pada hari itu...

adalah karena aku tidak mau.

Sekeras apa pun kau menyalahkan dan menghinaku,

aku akan mengeluarkannya jika aku mau.

Itu masalah batas yang bisa dicapai hatiku.

Seandainya aku memberitahumu ini lebih awal,

akan lebih mudah bagimu untuk melupakanku.

Itu yang aku sesali.

Itu sebabnya aku datang.

Lalu...

Aku ingin mengucapkan selamat dengan tulus atas pernikahanmu.

Aku sangat ingin mendengar bahwa kau mencintaiku.

Aku tak menduga akan mendengarnya seperti ini.

Kau tak bisa mengucapkannya selama empat tahun.

Kurasa sekarang kau bisa, 'kan?

Ya.

Aku berencana untuk mencoba.

Aku tak tahu kau di sini. Aku mencarimu ke mana-mana.

Kenapa kau tak menjawab teleponmu...

Halo.

Aku Lee Su-hyeok, kakak kelasnya saat sekolah.

Halo.

Yang lain seharusnya datang untuk menerima undangannya hari ini.

Tapi mereka tak datang karena ada urusan.

Dia cukup kecewa dengan itu.

Tidak perlu menangis.

Kau seperti ini karena mabuk, 'kan?

Setelah bertahun-tahun, kau tidak berubah.

Apa itu benar?

Tak perlu menangis. Kau menangis tadi, itu membuatku khawatir.

Apa karena gaunnya?

Semuanya tampak cantik kau pakai.

Aku tidak bisa pilih mana yang terbaik karena kau selalu cantik.

Jadi, tolong jangan marah dan cerialah, ya?

Aku tidak marah...

Lihat ke sini!

Kau tampak cantik!

Tatap mata satu sama lain.

Cantik!

Mereka di sana.

Eun-ju!

Eun-ju!

Bo-ra!

Jin-woo!

Ya ampun.

- Kau tampak cantik sekali. - Cantik sekali.

Apa ini bagus? Terima kasih sudah datang.

- Selamat. - Selamat.

Aku senang kau datang.

Omong-omong, kau tak apa-apa?

Kau terlihat sangat tertekan.

Siapa yang mengira kalian akan berakhir begitu?

Bahkan aku sedih karenanya.

Benar.

Itu sebabnya orang bilang itu tak pasti sampai di aula pernikahan.

Omong-omong, riasanmu perlu diperbaiki.

Riasanmu sudah berantakan.

Maksudmu riasan lembap ini terlihat berminyak...

Kau benar-benar pelawak!

Ju-mi!

Aku pikir kau membawa pasangan hari ini.

Apa kau sendirian?

Ya, jadinya begitu.

Jadi, begitu.

Pokoknya, aku harap kau bisa merasakan kebahagiaan istimewa wanita yang menikah.

Kau tak bisa bertambah muda.

Entahlah, aku tak terlalu menginginkannya.

Siapa yang tergila-gila menikah di zaman ini?

Tetap lajang adalah trennya.

More Indonesian subtitles for Bora! Deborah

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left