Billions

Billions

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Billions s01e04 webrip Netflixindo
A Commentary by HerrySis

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2017-02-26
Downloads: 56
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sebelumnya...

Jadi, kunci untuk menangkap Axe adalah... ?

Pete Decker.

Tn. Decker, ada banyak yang harus kita bicarakan.

Kau pikir kau bisa memeras aku?

Kau akan melihat, mendengar, dan laporkan.

Kami punya surat panggilan untuk investasi orang tuamu,

dan kelihatannya mereka terlibat dalam Pepsum.

Aku datang hari Senin.

Aku tiba-tiba kehilangan sihirku.

Sudah hilang.

Semua punya dua-digit.

- Aku tidak. - Kaudengarkan suara yang salah.

Aku sebut itu dilema tahanan.

Kau tak suka sebut itu. Memang itu namanya.

Apa tak ada yang periksa omong kosongmu?

Kau harus tanya dirimu,

"Apa yang akan dia serang berikutnya?"

Cari cara untuk mengubur bajingan itu.

Aku belum bisa menelepon Garth Sykes.

Dia keluar, itu melukai kita.

Kapan aku bisa temui Axe dan bicarakan itu?

Ini bisnis hancurkan lawan. Seperti film Highlander.

Hanya bisa ada satu.

Aku beri jual cepat agar kau tak keluar.

Kau tahu Cross-Co.?

Aku tak lihat jual cepatnya.

Aku tak butuh kaulihat. Aku butuh kaukerjakan.

Jatuhkan senjatamu! Angkat tanganmu!

Jatuhkan senjatamu sekarang!

Maju!

Oke. Di mana?

Aku ke sana.

Bagaimana kabarmu?

Aku hargai ini.

Oke.

Kau sudah makan. Polisi sudah jauh.

Ini saatnya kaukatakan apa yang kaupikirkan.

Menghilangkan stres, kurasa.

Kau sudah tidak gagal lagi.

Aku lihat pekerjaanmu. Kau berhasil lalui itu.

Jalan terbuka di depanmu.

Itu hari $8 juta yang baik.

Aku minum.

Tiga gelas.

Menonton Yankees kalah.

Kemudian yang ada hanya... hampa.

Aku tak rasakan apa pun.

Seperti cubitan saat teler. Tak terasa apa pun saat sadar.

Itu terjadi.

Kau pernah tegakkan posisi kursimu

dan hanya menatap layar?

Mencoba untuk menahan uang itu di dalam?

Tidak.

Apa itu bisa membuatmu senang?

Seperti apa itu cukup?

- Tidak. - Benar.

Karena yang mendorongmu tak mengerti "cukup."

Setidaknya semalam aku lakukan itu... Menatap angka.

Aku memalingkan wajah dari layar ke jendela,

aku lihat mereka di luar,

memakan semua yang kita tanam

seperti bar selada untuk mereka.

Dan kemudian...

amarah

terhadap betapa bodohnya mereka.

Makan, bergerak, berak. Ulang.

Bagaimana benda sebodoh itu berani menempati tempat yang sama denganku?

Apa itu masuk akal untukmu?

Ya, lebih dari kaupikir.

- Apa itu Pete Decker? - Apa?

Dia dulu bekerja di tempat Axe.

Punya urusan dengannya?

- Siapa? - Decker. Itu.

Kurasa aku melewatkan dia.

Aku cinta kau.

Nanti bicara lagi, oke?

Dengar, tak akan ada catatan untuk kejadian di sini.

Ini sudah diselesaikan.

Tapi aku akan ingat.

Aku tak bisa lakukan ini.

Aku tak bisa berikan alasan agar dunia benci kita.

Tak bisa beri celah masuk penegak hukum.

Kau mengerti?

Ambil kopi untuk dirimu. Mandilah di gym.

Jangan bicarakan ini pada siapa pun.

Tenanglah.

Mengerti?

Yang kau perlu tahu sebelum kita mulai ialah seberapa dekat mereka.

Mereka bersyukur, dan mereka takut.

Mari kita mulai.

Ini adalah sesi proffer, juga dikenal sebagai Ratu Sehari.

Semua dokumen yang kautandatangani menyatakan semua tindakan ilegal

yang kaulakukan di industri sekuritas, terutama berkenaan dengan Axe Capital,

sebagai gantinya surat pengurangan masa tahanan.

Jika kau tak jujur atau sembunyikan fakta, kau bisa dan akan dituntut.

"bernyanyi untuk makan malam dan kau akan dapatkan sarapan."

Tapi yang tidak mereka beritahukan di situ

adalah apa yang terjadi jika kaulupa nadanya.

Yang terjadi, kau dipenjara Pete, begitu pun orang tuamu.

Jadi, penjara atau bicara?

Hanya begundal dengan uangnya sendiri.

Aku sedang sial.

Oke.

Mari kita lakukan.

Bagaimana hari dimulai di Axe Capital?

Apa yang Axe lakukan?

Jawabannya adalah, apa pun semau dia.

Saat kau di posisinya,

kau seperti negara dan bukan seseorang.

Tak ada jadwal yang dia ikuti.

Maksudku, saat dia muncul, rapat dimulai.

Aku mengerti, dia kaya.

Kaya?

Kaya adalah terbang dengan helikopter.

Ini seperti."Hei aku ingin cheese steak.

Kirim orang ke Philadelphia dan beli untuk semua."

Dari Jim atau Shank?

Keduanya. Dan Tony Luke.

Intinya dia tak perlu adakan rapat.

Ke mana dia pergi, mereka mendatangi dia.

Dia seperti kapal induk di tengah formasi penyerangan.

Saat dia belok kiri,

kapal perang, penghancur, dan kapal selam, mereka ikut berbelok kiri.

Aku ingin kopi.

- Ada yang mau? - Sebentar.

Teruskan.

Kau tak tahu dia akan fokus ke mana.

Kadang kau berharap dia fokus padamu. Kadang kau berharap tak terlihat.

Karena jika dia fokus padamu, dia lihat semuanya.

Tidak.

Aku dapat tawarannya, tapi aku tolak.

Itu yang ingin kuberitahukan.

Bagus.

Karena sepertinya kau berkata

jika aku tidak samakan, kau akan pergi.

Tidak, aku... mencoba untuk loyal.

Kau tak mencoba. Kau loyal.

Atau tidak.

Aku loyal.

Itu mengharukan, Mafee.

Aliran informasi.

Jika kau Bobby Axelrod,

kau tak cari informasi. Informasi mengalir padamu.

- Seperti apa? - Semuanya.

Bisa pemilik tim olahraga mengundangnya duduk di ruangannya

di pertandingan all-star

atau pemimpin negara Afrika meminta pertolongan.

Sementara kita seperti semut, bekerja keras,

dia lihat secara keseluruhan.

Kau selalu bilang hubungi nomor ini,

dan hanya nomor ini, saat kondisi seperti ini.

Aku mengerti.

Percakapan ini harus bertatap muka.

Kuberi tahu waktu dan tempatnya.

Hei, terima kasih atas teleponmu.

Kau teman yang baik.

Kau tak tahu apa dan kenapa dia lakukan itu.

Dia mungkin bilang ke Maroko melihat hotel bintang tujuh,

tapi kau baru tahu ia ke Hangzhou membuat permainan web-portal.

- Pouch mau bertemu denganmu. - Nanti.

Metallica ada konser Amerika Utara tahun ini.

Malam ini. Quebec.

Kita pergi?

Kau hampir benar. Kau ada konferensi, bung.

Dan seperti kubilang...

Jangan kacaukan. Aku tahu.

- Ini dia. - Hei.

Ini dia.

Hancurkan semua!

Ya hancurkan semua!

Axe!

Sialan, kawan. Senang jumpa kalian.

- Bagaimana kabarmu? - Metallica?

Aku tak bisa lebih semangat

bahkan jika Jillian Barberie menunggangiku.

Itu indah. Aku mau di nisanku.

Semua untukmu.

- Mana Freddy? Tak datang? - Telat, seperti biasa.

Kau tahu? Kita tinggalkan saja dia.

Jika kau diberi tumpangan,

pemilik datang terakhir, masuk pesawat,

tutup pintu, berangkat, kan?

Kau pemilik pesawat, jangan tunggu.

Itu aturannya, tapi tidak untuk kalian. Takkan pernah. Ayo.

Itu bukan Freddy. Sial.

Bung.

Aku harus ke mana agar tak diganggu?

Kuharus mengejarmu...

- Maaf aku telat. - Freddy!

Freddy! Apa kabar, bung?

- Hei. - Hei, masuklah.

- Tunggu sebentar. - Oke.

Aku harus bicarakan jual cepat Cross-Co.

Aku tak mengerti permainan saat kauminta.

Sekarang sudah.

- Kita harus keluar. - Aku tak lakukan itu.

Hanya itu cara untuk hindari konflik kepentingan.

- Tak ada konflik. - Ayo.

Takkan terlihat bagus.

More Indonesian subtitles for Billions

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left