The first 164 lines.
Setelah aku lolos ujian seleksi astronot pertama dan kedua,
pemberhentianku selanjutnya adalah ujian ketiga.
Start!
Siapa saja tolong matikan!
Karena mereka bilang bukan mereka, jadi sudahlah jangan menuduh begitu.
Aku yakin solusinya akan menemukan siapa yang bertanggung jawab.
Pasti orang di ruangan ini.
Baiklah, bagaimana kalau begini?
Aku akan tidur di koridor kamar malam ini.
Kalau alarm itu berbunyi lagi, akan kuikuti sumbernya.
Makabe, apa kau mau sok jadi orang baik dengan menyeret satu orang dari tim?
Kalau kau yang harusnya bertanggung jawab, bisa saja kau berbuat seolah kau ini pahlawan.
Kami semua harus mempertanyakan apa kau sekadar mencari nilai dalam tim atau tidak.
Ulah siapa ini?
Siapa yang melakukan ini?
Aku rasa kau tak sengaja menginjak sesuatu lagi.
Hah?
Orang pertama yang ada di TKP lah yang paling mencurigakan.
Kalau begitu kau sendiri bagaimana?
Aku tak tahu.
Aku terseret dalam kekosongan, sekosong puzzle ini.
Kalau saja teori itu benar dan JAXA yang melakukannya...
Kenapa kauhancurkan jamnya,
Fukuda?
Aku akan naik,
menanjak,
dan meluncur menembus atmosfer
Tujuanku adalah nol gravitasi
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Lambaian orang-orang membanjiri persimpangan
seperti siluet samar yang mereka alirkan dahulu tanpa henti
Bagaimana aku kelihatannya di tengah mereka?
Ku tak tahu
Menyembunyikan tujuanku yang sesungguhnya mati-matian
Kuremukkan alasan-alasan yang tak jelas
Ambisiku ke luar angkasa yang telah ada sejak dulu
lemah dan rapuh
Bagaimanapun caranya aku mengitari globe itu
Aku tak punya rumah tempat 'ku berhenti
Percuma saja menatap ke peta
Aku akan naik,
menanjak,
dan meluncur menembus atmofer
sampai aku bisa melihat seluruh dunia yang ada di bawah
Aku akan teriak
menjerit
dengan hati dari baja
bahwa aku ingin ke nol gravitasi
#16 Alarm, tapi Tanpa Jam
#16 Alarm, tapi Tanpa Jam
Aku selalu mengira dia itu orang yang baik.
Aduh.
Ini sangat menggangguku, Nanba.
Apa kau yakin ini bukan ulahmu?
Apa kau yang rusak jamnya?
Kau ini bicara apa?
Tak perlu berpura-pura.
Aku tahu ini ulahmu.
Kau berusaha menyalahkan JAXA,
tapi kau sepintas mencurigakan.
Tunggu, itu karena...
Memang, tapi...
Aduh, Serika melihatku dengan curiga.
Sial!
Kalau begitu, aku beri tahu saja pada mereka kalau Fukuda pelakunya!
Tidak.
Sepertinya ada yang tak beres.
Karena kau tak bilang apa-apa, sama saja kau mengakuinya.
Tidak!
Bukan aku!
Perilakumu itu lebih buruk ketimbang kera!
Baiklah, baiklah. Bisakah kalian tenang?
Tak penting siapa yang melakukannya.
Biarkan aku fokus pada puzzle ini.
Waktunya tak mungkin cukup,
kita juga baru selesaikan setengah.
Kita sudah terlalu buang-buang waktu untuk bicara.
Waktu habis.
Kerja yang bagus.
Ah, tuh 'kan?
Sudah selesai! Sial!
Aduh.
Tenanglah.
Ini seperti gelang keberuntungan.
Gelang hitam ini membuat mereka bisa melihat siapa yang tetap tenang di antara kami.
Cih.
Silakan kembalikan puzzlenya ke kotak lalu-lalang.
Ini tak baik.
Aku harus membantu memperbaiki keadaan.
Apa ada yang bisa kukatakan supaya bisa membantu?
Berpikir.
Kita tak bisa perbaiki jam rusak itu,
tapi kita bisa perbaiki pertemanan kita!
Apa mungkin yang seperti itu?
Jangan, itu terlalu memalukan!
Akan kucoba yang lain.
Hei, semuanya.
Kita tak bisa perbaiki jam rusak itu,
tapi kita bisa perbaiki pertemanan kita!
Wah.
Kalau begitu perbaiki sana.
Dan sekalian perbaiki juga jamnya.
Ah, jadi itu yang akan terjadi.
Bagus aku tetap tutup mulut.
Baiklah.
Anu,
Fukuda.
Hmm?
Aku mau bicara denganmu.
Ini Makabe, dari Tim B.
Soal puzzle itu...
Rasanya tak nyaman kalau dibiarkan tak selesai,
jadi aku ingin menyelesaikannya selagi waktu bebas.
Bisa kembalikan puzzlenya nanti?
Apa?
Dia mau menyelesaikannya?
Ya.
Dia berbuat seenaknya lagi.
Terima kasih banyak.
Kalau begitu sudah dulu.
Baik.
Cerdas juga, Makabe.
Kau membuat dirimu tampak seperti pekerja keras.
Kau hanya empat tahun lebih muda dariku,
tapi sepertinya kau bahkan lebih muda dari itu.
Hah?
Kau masih terlalu mentah.
Aku akan tidur di koridor malam ini.
Kita bisa bergiliran.
Jadi begitu.
Jadi kau mengawasi.
Ya, aku belum bicara pada siapa pun.
Kenapa kaulakukan itu?
Ya, memang kenapa?
Hah?
Kalau kau bisa tahu sebabnya aku lakukan itu,
maka saat itu juga,
akan kujabat tanganmu.
Kudengar Brian Jay memiliki seorang putri, Teshima.
Hati-hati.
Apa putrinya melihat rekaman itu?
Sudah pasti,
kita yang orang asing saja dikasih lihat.
Ka-pe!
Apa kau pernah menyisirkan rambut putrimu?
Kusarankan kau sisir rambutnya setiap kali.
Gawat.
Aku mulai takut.
Takut takkan pernah bisa melihat
putriku tumbuh.
Dari mana datangnya?
Di sana?
Tak ada di sini!
Datang juga dari arah lain!
Ada apa ini?
Datang dari segala arah!
Di mana sumbernya?
No comments yet. Be the first to leave one.