The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Tahukah kamu apa yang terjadi kepada Hae Sol karenamu?
Kamu melakukan itu kepada anakku!
Tenanglah.
Siapa dalangnya?
Siapa yang menyuruhmu?
Katakan kepada kami.
Katakan siapa yang menyewamu untuk menyebabkan kecelakaan!
Kang Jae Wook.
Itu perintah Wakil Pimpinan.
"Episode 80"
Kenapa Pak Joo harus tertangkap sekarang?
Kenapa kamu ikut campur urusan Jae Wook
dan menciptakan kekacauan ini?
Jika tidak, kita akan kehilangan Hae Rim.
Kamu mendapatkan Hae Rim, sebagai ganti kehilangan Jae Wook.
Baiklah.
Saat memikirkan Jae Wook, aku mau menghancurkanmu,
tapi aku menahannya demi kebaikan Hae Rim
karena akan berbahaya baginya jika terjadi sesuatu kepadamu.
Kita harus melakukan sesuatu.
Kita harus mengorbankan orang lain.
Orang lain? Apa maksudmu?
Aku sudah membuat rencana cadangan
jika situasi seperti ini terjadi.
Rencana cadangan?
Kenapa?
Kenapa Jae Wook
harus melakukan itu?
Aku tidak tahu detailnya.
Pak Kang Jae Wook
menyuruhku menyingkirkan suami Ki Suh Ra,
Han Ji Sup.
Aku sungguh menyesal.
Targetnya Han Ji Sup. Aku tidak pernah menyangka
anakmu akan berlari menghampirinya.
- Maaf. - Teganya kamu berbuat begitu
hanya karena disuruh.
Teganya.
Kamu.
Kamu dahulu mengurus ibumu.
Teganya kamu...
Bisa-bisanya kamu berbuat begitu untuk Wakil Pimpinan.
Wakil Pimpinan bilang
dia akan menjadikanku direktur departemen sekretariat.
Maaf.
Aku tidak berpikir jernih. Maaf.
Kang Jae Wook tidak bertindak sendiri, bukan?
Siapa sekongkolnya?
Apakah Hae Rim?
Apakah Anggota Dewan Jin?
Katakan yang sebenarnya!
Tidak.
Orang yang memberiku perintah
hanyalah Pak Kang Jae Wook.
Suh Ra.
Kamu baik-baik saja?
Pak Joo!
Pak Joo!
Jika Pak Joo bicara, tamatlah riwayat kita.
Itu kesalahan.
Aku seharusnya tidak meminta ayahku melakukan itu.
Dia hanya mengabulkan permintaanku,
tapi kini dia akan terluka.
Pak Joo tidak seperti itu.
Dia mungkin sudah mengkhianati Ibu,
tapi akan tetap setiap kepada ayahmu.
Dia tidak akan mengakui ayahmu menyewanya.
Baik. Apa mereka tampak memercayai
bahwa itu ulah Jae Wook seorang?
Kamu mengkhianatiku untuk melindungi Anggota Dewan Jin,
jadi, kamu sebaiknya tetap setia kepadanya.
Kamu tahu begitulah caramu menebus dosamu kepadaku, bukan?
Kerja bagus, Pak Joo.
Ji Sup.
Itulah alasanmu seharusnya pergi diam-diam
saat Jae Wook kembali.
Kamu memanfaatkan Hae Rim
untuk mengklaim tempat Jae Wook.
Kamu melakukan ini kepada dirimu sendiri.
Potongan puzzle kini mulai menyatu.
Jika Jae Wook sungguh dirinya sendiri,
dia tidak punya alasan untuk membunuh suamimu, Ji Sup.
Tapi jika Jae Wook sebenarnya Ji Sup,
itu masuk akal.
Karena yang asli kini sudah tiada,
yang palsu bisa bertingkah seperti yang asli.
Tetap saja, bagaimana bisa seseorang
berbuat seperti itu?
Orang bisa berbuat lebih parah
jika ambisi mereka menutupi mata dan telinga mereka.
Ambisi menjijikkan itu
mengorbankan putrinya sendiri.
Hae Sol
tampaknya merupakan variabel yang tidak terduga.
Ji Sup.
Aku tidak bisa memaafkannya.
Di luar dingin. Kenapa tidak menunggu di dalam?
Aku tidak kedinginan sama sekali.
Aku gembira bisa menunggu.
Kamu sesenang itu menunggu putrimu?
Ya.
Aku tidak pernah tahu betapa menggembirakannya
menyambut seseorang pulang ke rumah.
Tapi kamu memang sudah menunggu putrimu pulang ke rumah
selama 24 tahun. Aku paham.
Astaga, aku merasa bersalah, tidak tahu harus bilang apa.
Tidak perlu begitu.
Setidaknya kami bertemu lagi.
Itu...
Masuklah dengan Suh Ra saat dia sudah pulang.
Baik.
Berhentilah menghela napas dengan begitu berat.
Astaga.
Melihat Bu Park menunggu Suh Ra
membuatku merasa aneh.
Sebagian diriku turut senang,
tapi sebagian diriku merasa aku kehilangan hal paling berharga.
Jangan terlalu kecewa.
Suh Ra tidak pergi ke mana-mana.
Otakku memahami itu, tapi hatiku
belum bisa menerimanya.
Astaga.
Kenapa kamu pulang amat larut?
Ada apa? Ada yang terjadi?
Lihat kamu. Kamu kedinginan.
Kenapa Ibu di luar berdingin-dingin?
Tidak apa-apa.
Ibu tidak merasa dingin karena sedang menunggumu.
Ibu.
Ya, putri ibu.
Jangan menunggu di luar begini.
Aku tidak mau Ibu menungguku sembari gemetar kedinginan.
Apa yang terjadi di kantor polisi?
Kamu melihat wajah pembunuhnya?
Di sini dingin. Ayo masuk dahulu.
Baiklah, ayo masuk.
Tentu.
Kamu harus berpelukan dengan darah dagingmu.
Aku akan membuatmu merasakan sakit yang kuderita
karena bukan darah dagingmu.
Kalian berdua harus berpelukan erat untuk menghadapinya.
Bersulang.
Cha Ra, kita sudah berkencan
selama 6 hari, 20 jam, dan 30 detik.
Katanya pasangan akan putus jika terus dihitung.
Artinya kamu mau aku berhenti menghitung agar kita tidak putus.
Kamu belakangan makin pintar.
Cha Ra, bukankah kita seharusnya memberi tahu berandal magang itu
dan orang tuamu juga
bahwa kita berkencan?
Beri tahu apa? Jangan bodoh!
Hei, kalian berdua...
Dia mengetahuinya sekarang.
Jangan bertengkar. Aku akan membunuh kalian.
- Ra Hee. - Begitulah keadaannya.
Ini, minumlah. Dia melarang kita bertengkar.
Jangan menangis. Tegarlah.
Kamu harus tampak seperti ini untuk menjadi ibu wakil pimpinan.
Mi Hong, jalanmu berpahat emas di masa emasmu.
Jika dipikir-pikir, Ji Sup wakil pimpinan Grup Gangin.
Sungguh beruntung.
Dasar jalang hina.
Jalang hina?
- Astaga. - Jangan berbuat bodoh
atau kamu akan dipenjara.
Kenapa dia berkata mengerikan seperti itu dalam tidurnya?
Haruskah aku menyerah menjadi istri pimpinan
dan puas dengan menjadi ibu wakil pimpinan?
Jika aku hidup dengan pria tua sakit yang kehilangan seluruh kuasanya,
aku mungkin menghabiskan hidup untuk mengurusi dia.
Astaga. Sial.
Apa dia mendengarkan?
Kepalaku.
Astaga!
Astaga.
Dia mendengkur dengan mata terbuka.
Sungguh kebiasaan tidur yang mengerikan.
Astaga.
Apa yang harus kulakukan dengan pembuat onar itu?
Bisnis waralaba Pangan Gangin berkembang amat pesat.
Penjualan kita bukan hanya meningkat.
Kita juga terpilih sebagai perusahaan
yang menghargai pasar kecil dan hidup berdampingan
dengan dunia.
Kita menjadi sampul majalah bisnis.
Kesuksesan ini hanya mungkin
karena kerja keras dan keringat keluarga Gangin,
termasuk kalian semua.
Saat Pimpinan Kang Joon Chae mundur,
aku tidak bisa tidur karena memikirkan Gangin
berada dalam bahaya besar.
Tapi dengan keputusan cepatmu,
kita membuat lebih banyak perkembangan
daripada saat Pimpinan menjabat.
Benar. Tentu saja
Kang In Wook juga memainkan peran krusial,
tapi aku yakin kepemimpinan wakil pimpinan berkontribusi besar.
Benar.
No comments yet. Be the first to leave one.