Arthdal Chronicles

Arthdal Chronicles (아스달 연대기)

Download Indonesian Subtitle

Season 3

Release info

아스달 연대기 Part 3: 아스, 그 모든 전설의 서곡 Arthdal Chronicles S03E02 190908-NEXT-NF
아스달 연대기 Part 3: 아스, 그 모든 전설의 서곡 Arthdal Chronicles E14 190908-NEXT-NF
A Commentary by RuoXi
Ep. 14 [Netflix Ver.]. Synced for NEXT. Runtime > 01:17:12. Enjoy.... ;). Check out My IG @ruo_xi_ss for subtitles updates ^^. Note : E14 720p NEXT 1.63GB Gdrive Sharer download link > http://idsly.bid/ac14next

Tags

HD
Published on: 2019-09-08
Downloads: 20
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Selama beberapa waktu nanti,

sampai kita bisa membalas budinya,

ini akan menjadi bendera kita!

- Kita balas kebaikannya! - Kita balas kebaikannya!

Kenapa pakaianmu?

Kau memakannya karena lapar?

Diamlah sebelum kupukul kau.

Cari pria

yang berbibir ungu dan bertanda biru di punggungnya.

Dia tak akan jauh. Cari seluruh Gunung Hasi!

- Ya, Xabara! - Ya, Xabara!

Lihat ini.

Xabara dari Suku Momo pasti mencari

seorang budak dari Doldambul.

- Apa? - Kau dengar dia.

"Cari pria berbibir ungu."

Salah satu budak itu adalah Igutu.

Tak mungkin ada dua Igutu di tengah gunung.

Masih hangat.

Ada jejak di sini.

Ayo.

Ya, Pak.

- Sudah selesai? - Ya?

Bagus.

Nunbyeol.

Mereka beri milet dan sorgum sampai gohamsani selesai.

Kalian, ayo kembali sekarang.

Bagaimana Doti? Ke mana dia pergi?

Dia di sana.

Kemari dan lihatlah.

Lihat, tepuk perlahan seperti ini.

Tepuk perlahan. Begitu.

Ini.

Seperti ini.

Boleh kucoba?

Tentu.

Susu, bunga itu untuk dipakai di kepala.

- Begini. - Benarkah?

Kau suka warnanya?

Kurasa ini lebih cantik.

Apa itu?

Dia dapat itu dari semua orang,

katanya tak ada yang gratis di Arthdal.

Apa itu?

- Apa itu? - Astaga.

- Astaga! - Astaga!

- Kau tak apa, Doti? - Ya.

Chaeeun, kau tak apa?

- Nunbyeol! - Nunbyeol!

- Nunbyeol! - Nunbyeol!

- Nunbyeol! - Nunbyeol.

Apa yang terjadi?

Kata Ayah, sudah memutus silsilahnya, tapi...

Sudah tersambung kembali.

- Apa? - Nunbyeol masih bertumbuh.

Silsilahnya juga bertumbuh.

Mungkin blokadenya terbuka

karena dia sangat cemas saat itu.

Sulit dipercaya.

Bagaimana ini? Semua orang melihatnya.

Dia bahkan menguasai seni bela diri Saram.

Jika tersambung lagi...

Harus diputus lagi.

Bersiaplah.

Baik.

Aku, Bowu dari Suku Gadeul,

ingin menemuimu, Niruha, Kepala Suku Saenyeok,

komandan Pasukan Daekan, pemimpin serikat.

Dewa yang hidup, Aramun Haesulla.

Kita belum melakukan gohamsani.

"Dewa yang hidup"?

Jangan bicara gegabah.

Namun, itu akan segera terjadi.

Maaf jika aku menyinggungmu.

Tidak. Tak ada yang perlu dimaafkan.

Aku akan ingat sukumu.

Damai besertamu.

Terima kasih, Niruha.

Sudah selesai?

Masih ada satu orang.

Aramun Haesulla.

Semuanya keluar.

- Ya, Niruha! - Ya, Niruha!

Niruha, kita menang.

Sudah kubilang Tanya Niruha tahu

letak lonceng bintang itu.

Kau pikir kau bisa menipuku, atau hanya berlagak bodoh?

Kupikir aku tak menipumu

atau berlagak bodoh.

Kau dapat keuntungan dariku cuma dari berlutut begini.

Tanya Niruha bisa gantikan Asa Ron dan kemampuan sucinya.

Namun, aku tak tergantikan

selama hanya aku yang tahu rahasia tentang perunggu.

Kau benar.

Kalau begitu,

berlututlah di hadapanku.

Tak bisa kau lakukan?

Niruha.

Ini cara kami

menyambut raja di Remus.

Kau mau jadi raja, 'kan?

Kau akhirnya akan jadi raja,

dan Arthdal akan jadi kerajaan.

Sebanyak apa kau tahu tentang kebiasaan raja?

Aku lahir di negeri yang dipimpin raja

dan tumbuh besar dalam kerajaan itu.

Kau akan membutuhkanku, Niruha.

Aku yakin bisa membantumu.

Aku ingin lebih berguna bagimu.

Aku selalu memihak

orang yang paling berkuasa, itu saja.

Kau tahu itu.

Selama kau paling berkuasa di Arthdal,

aku tak akan

mengkhianatimu.

Benar, aku percaya itu.

Kau yang pertama akan mengkhianatiku jika posisiku terancam.

Kuanggap itu pujian.

Kau bergegas kemari bicara denganku sebelum gohamsani.

Kau sungguh akan pergi

ke Gunung Puncak Putih untuk gohamsani?

Apa maksudmu?

Asa Ron tak akan menyerah semudah itu.

Kau tahu Gunung Puncak Putih adalah benteng mereka.

Itu berbahaya.

Kenapa kau tertawa?

GUNUNG PUNCAK PUTIH

Kau biarkan mereka merebutnya?

Masalahnya bukan kehilangan posisi.

Jika Klan Asa kehilangan hak istimewanya karena ini, kita

tak bisa pimpin Suku Gunung Putih.

Gohamsani akan dilakukan di sini.

Hanya ini peluang kita.

Kenapa kau tersenyum begitu?

Aku bingung melihatmu mencemaskanku

seperti ini.

Juga, itu nasihat yang berguna,

tapi terlambat.

Tagon Niruha memerintahkanku untuk membantumu

dalam persiapan gohamsani.

Tagon, dia...

Masuklah.

Tak hanya di sini.

Situs tua, tepi sungai, Lembah Ular Putih juga.

Daekan dan para kesatria

Suku Saenyeok berjaga di seluruh Gunung Puncak Putih.

Mereka beraksi begitu menemukan lonceng bintang.

Mereka tiba di sini sebelum kita.

Kudengar mereka mengirim prajurit ke seluruh klan Suku Gunung Putih.

Mereka mau pastikan kita tak merencanakan muslihat.

Kurasa Tagon takut ke Gunung Puncak Putih.

Tagon.

Kita

akhirnya ada di sini.

Kita berhasil sejauh ini

karena kalian percaya padaku dan bertahan dari segala kesulitan.

Darah Atturad

dan sedekade Perburuan Besar Neanthal.

Lalu kita diminta memadamkam pemberontakan Suku Ago,

membuat tangga di Tebing Hitam Besar,

dan membawa budak dari Iark.

Namun, kalian percaya penuh padaku dan menahan segalanya.

Tentu, Niruha. Kau pun harus menahan penderitaan!

- Benar! - Benar!

Ya.

Karena itu, kita bisa melindungi Serikat.

Kita mencegah perang sipil karena bertahan.

Karena itu warga Serikat bisa bernyanyi dan memuja para dewa hari ini.

Kita berhasil sejauh ini tanpa menumpahkan darah.

- Sampai akhir yang panjang! - Sampai akhir yang panjang!

- Sampai dasar yang dalam! - Sampai dasar yang dalam!

Sekarang,

gohamsani adalah rintangan terakhir untuk diatasi.

Mubaek sudah menjaga Gunung Puncak Putih.

Jadi, aku mau kalian mengawalku ke Gunung Puncak Putih.

Bantu aku agar gohamsani bisa dilakukan tanpa halangan.

- Ya, Niruha! - Ya, Niruha!

Sejujurnya, aku punya rahasia.

Apa itu, Niruha?

Sejujurnya,

aku benci membunuh orang.

Astaga.

Kau sepertiku, Niruha!

Aku juga sangat benci membunuh orang.

Aku juga. Aku lebih suka menyelamatkan nyawa!

Aku benci membunuh orang.

Aku juga.

Aku tak suka membunuh orang.

Katamu punya rahasia.

Aku menduga-duga tadi,

tapi putramu...

Ya, dia putraku. Aku punya putra.

Kalian punya putra. Kalian pikir aku tak mau?

Namun, siapa ibunya?

Taealha.

- Astaga! - Taealha?

- Apa? - Maaf?

- Apa? - Taealha?

Sedang apa kau?

Gaunmu untuk gohamsani sudah siap.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left