The Third Charm

The Third Charm (제3의 매력)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

제3의 매력ㅡThe Third Charm E06 181013 HDTV H264-NEXT
A Commentary by Artha Regina
IDFL™ SubsCrew

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2018-10-14
Downloads: 31
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku datang bukan buat melihatmu.

Aku datang mau lihat si Penata Rambut Lee Young Jae.

Kau tak apa?

Sakit.

Sakit.

Untungnya, tulangmu kelihatan baik-baik saja.

Sepertinya keseleo ringan.

Ya.

Kau tidak perlu ke dokter...,

...tapi harus dikompres hangat.

Aku Choi Ho Chul. Namaku.

Tadi kaubilang, kau datang mau melihatku.

Betul.

Aku menyukaimu.

Aku sudah punya pacar.

Tentu saja wanita yang menarik sepertimu mana mungkin melajang.

Maksudku, aku menyukaimu sebagai sesama manusia.

Aku juga tak begitu suka Kim So Hee.

Ya.

Aku sendiri saja.

Young Jae.

Joon Young.

Halo, aku pacarnya Young Jae.

Maaf mengganggu.

Kami saat ini tengah mengejar penjahat.

Senang bertemu denganmu.

Senang bertemu denganmu.

Bukankah seharusnya kau ke dokter?

Katanya tidak serius kok lukanya.

Begitu, ya?

Bagaimana tadi?

Apanya?

Ya apa lagi? Peragaan busananya lah.

Bagus, kok.

Aku senang sekali.

Tadi kaubilang, kau datang mau melihatku.

Betul.

Aku menyukaimu.

Perasaanmu sepertinya lagi senang sekali.

Tentu saja.

Aku, Lee Young Jae, mengarahkan semua gaya rambut...

...untuk peragaan busana Perancang Hong. Bisa kau percayai itu?

Aku seperti sudah mencapai hal yang luar biasa.

Terima kasih selama beberapa hari ini kau rela tak menemuiku karena aku sibuk.

Jadi sekarang, ayo kita kencan sebanyak-banyaknya.

Kita 'kan besok libur. Jadi kita mau kemana?

Buat semalaman./ Kau ingin berlibur?

Baiklah. Begitu saja.

Plan Man (Tuan Buat Rencana), kutunggu liburan kita bersama.

Selamat!

Kerja bagus, Young Jae.

Wanita kita Young Jae. Dimana dia? Young Jae!

Kau orang pertama yang datang ke kantor dan yang terakhir pulang.

Kau seksi sekali hari ini.

Boleh aku cium pipi dia?

Ya.

Kau kenapa?

Kau mabuk? Padahal kau tidak minum tadi.

Apa maksudmu? Hari ini, aku mau mabuk-mabukan.

Aku takkan pulang!

Bukankah aku terdengar seperti Pak Hong?

Ayo./ Baiklah.

Sebentar.

Sebentar.

Ayo masuk.

Ohn Joon Young!

Ya.

Sedang apa disana?

Cari angin segar.

Masuklah. Nanti aku ke dalam, kok./ Cepat, ya.

Tadi kaubilang, kau datang mau melihatku.

Betul.

Aku menyukaimu.

Aku menyukainya?

Aku?

Maaf, pergi tak bilang-bilang.

Ada kasus mendadak, jadi aku ke kantor.

Jangan khawatirkan aku, kau bersenang-senanglah saja.

Young Jae memberitahunya kalau dia punya pacar.

Dan pria itu bilang kalau dia menyukai Young Jae sebagai sesama manusia.

Aku juga langsung muncul dengan percaya diri...

...dan memperkenalkan diri sebagai pacarnya Young Jae.

Tapi kenapa aku tidak bisa menyingkirkan perasaan tidak nyaman ini?

Pasti karena kau marah tentang sesuatu.

Benar, 'kan?

Kau mungkin marah lagi karena hal yang sepele.

Kalau bukan begitu, pasti kau takkan membatalkan jalan-jalan semalaman...,

...dan kau tidak akan membersihkan kamarmu sekarang ini.

Jalan-jalan semalaman apa?

Aku lihat kau mencari-cari akomodasi liburan dekat pantai.

Hei, kaupakai komputerku lagi?

Bukan itu yang penting sekarang.

Aku berani taruhan jari kaki kiriku, kalau kau tidak akan pernah meneleponnya duluan.

Tentu saja, itu bukan karena harga dirimu yang tinggi.

Namun karena kau berpikiran sempit.

Hei.

Kenapa kau potong kuku di kamarku?

Tapi jangan khawatir.

Young Jae Unni pasti akan meneleponmu duluan.

Banyak orang yang keliru soal ini, tapi...

...menelepon seseorang duluan bukan berarti....

...orang itu lebih mencintai orang yang satunya.

Itu cuma soal kepribadian.

Kenapa kemarin kau pergi tak bilang-bilang?

Kasusnya sudah selesai?

Oh, kasus?

Ya begitulah.

Kurang lebih.

Tapi kenapa kau tidak langsung meneleponku?

Padahal ini hari libur.

Jadi kita mau kemana? Sudah kaurencanakan semuanya?

Oh, rencana.

Bagaimana ya, tapi sepertinya aku tak bisa...

...menghabiskan waktu bersamamu akhir pekan ini.

Ada banyak kasus belakangan ini.

Kau dimana sekarang?

Aku lagi di kantor polisi.

Aku mau makan ramen. Kau mau makan apa?

Kalau mau ramen juga, sekalian masakkan buatku, ya.

Kau di kantor polisi?

Baiklah.

Kau sudah datang, Joo Ran-ssi.

Nah. Pegang ini.

Kendurkan bahumu.

Capek, ya?

Tak apa.

Sungguh tak apa?

Aku akan membantumu meraih batu berikutnya dengan tangan kananmu.

Baiklah. Pegang ini.

Melangkahlah pakai kaki satunya.

Aku seperti katak saja./ Bagus.

Sekarang, bersiap.

Coba raih yang di sebelah kanan?

Yang hitam?/ Ya.

Omo, omo./ Kau baik-baik saja?

Ya, aku tak apa.

Kau banyak olahraga. Bukankah kau harusnya makan lebih banyak juga?

Sebelum kompetisi, aku harus diet.

Joo Ran-ssi, makanlah. Aku menonton saja.

Ya.

Aigoo. Tuan Putri-ku.

Anjing pintar.

Kau bersenang-senang?

Bukankah anjingku membuatmu risih?

Kenapa risih? Anjing itu sangat menggemaskan.

Mantan pacarku dulu tak suka anjing.

Mustahil.

Mana mungkin orang membenci makhluk yang menggemaskan seperti itu?

Benar, 'kan, Tuan Putri?

Wanita biasanya tak suka olahraga berat yang membuat mereka berkeringat.

Begitukah?

Aku memang suka berolahraga selama akhir pekan.

Stresku jadi hilang dan aku jadi tambah semangat.

Sungguh?

Sepertinya kita sangat mirip.

Tipe wanita idealku orang yang suka anjing dan olahraga.

Omo, berarti mirip aku sekali.

Omo./ Bukankah mereka lucu?

Ya.

Mereka penyayang sekali.

Astaga.

Bauku air liur anjing dan keringatku sendiri.

Sakit sekali badanku. Baiklah.

Tidak ada yang mudah dalam hidup.

Haruskah aku seperti ini? Bagaimana caranya?

Begini?

Baiklah.

Aku menyukaimu.

Young Jae.

Apa jangan-jangan dia mendengarnya?

Tak tahulah. Pokoknya aku tak ada salah bilang apa-apa.

Dasar perempuan gila itu.

Apa ini nanti berbekas, ya?

Oppa, bukalah pintunya.

Mungkinkah kau...

...orang yang kukenal?

Mungkin saja.

Tapi aku tidak mengenalmu.

Siapa?

Tahu alamatku darimana?

Lagipula tak susah caritahu alamatmu.

Aku ke salon dan bertanya ke stafmu.

Harusnya kau menelepon saja.

Kau mungkin saja tak angkat teleponku nanti.

Kau selalu seperti itu.

Orang lain mungkin menghinaku di belakangku...,

...tapi mereka selalu sok baik di depanku.

Tapi kenapa kau bisa selalu percaya diri di depanku?

Padahal tak ada yang bisa dibanggakan darimu.

Hei.

Aku...

...sungguh tidak menyukaimu.

Kau tidak cukup berpengalaman untuk bisa bertanggung jawab atas peragaan busana.

Makanya aku merekomendasikanmu.

Karena kutahu kau pasti akan kegirangan...,

...tapi kukira kau akan menyerah setelah aku mempermalukanmu.

Aku ingin membuatmu sadar diri.

Tapi, kau...

...tidak pernah menyerah.

Lee Young Jae, baguslah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left