The first 159 lines.
"Kebenaran dan Keadilan, Polisi untuk Masyarakat"
"Episode 10"
Kepala Polisi akan memberikan pidatonya.
Polisi
melindungi warga negara
kelas bawah.
Mereka membela keadilan dan membantu masyarakat.
Kalian adalah masa depan kepolisian.
Tolong jangan lupakan
harapan masyarakat terhadap kalian.
Bertanggungjawablah pada bangsa dan masyarakat.
Selalu dihormati dan bisa diandalkan.
Tolong jaga reputasi kalian.
Hormat kepada Kepala Polisi.
- Hormat. - Hormat.
Hormat.
Istirahat.
Saya bersumpah.
- Saya bersumpah. - Saya bersumpah.
"Saya akan mematuhi konstitusi dan hukum."
"Saya juga menghormati hak-hak."
"Saya bersumpah dengan setulusnya."
Wisudawan Polisi Chae Do Jin.
Akan ada penyerahan penghargaan kepada para lulusan terbaik.
Penghargaan Presiden.
Opsir Polisi Chae Do Jin.
Silakan maju.
"Akademi Kepolisian Kelas ke-31"
Hormat.
Hormat.
"Bangsa, Keadilan, Kehormatan"
- Dasar munafik. - Ada apa?
Ucapanmu di TV itu bohong!
"Cabut Penghargaan Presidennya"
- Ayahnya seorang pembunuh. - Lancang sekali kamu.
- Hei. - Pikirmu kamu siapa?
Beraninya kamu.
Kamu tidak pantas.
"Jangan membunuh kami dua kali"
"Autobiografi Yoon Hui Jae harus dimusnahkan"
- Minggir. - Minggir.
- Dia pembunuh. - Hentikan.
- Dasar munafik. - Pembunuh.
Kamu tidak boleh menjadi polisi.
Mana bisa dirimu disebut polisi?
Kamu bukan polisi.
- Bedebah. - Minggir.
Kumohon.
- Dia putranya Yoon Hui Jae. - Tolong tenanglah.
Dia membunuh ibuku.
- Dia pembunuh. - Kamu tidak pantas.
- Dia pembunuh. - Tidak boleh menjadi polisi.
Dia dari keluarga biadab.
Pak Presiden. Ini tidak adil.
Astaga. Sulit dipercaya.
- Astaga, lepaskan aku. - Kembalikan keluarga kami.
Tolong lepaskan mereka.
Aku tidak apa-apa.
Lepaskan mereka.
Bedebah.
Ayah dan putra sama saja. Kalian sama-sama bermuka tebal.
Selama ini kamu tahu dia pelakunya.
Beraninya kamu mengatakan itu di TV?
Ayahmu yang menyuruhmu?
Lihat ini. Lihat.
Ini sungguhan?
Kamu berpura-pura di depan kamera?
Orang sepertimu lulusan terbaik? Seorang letnan?
Ayahmu sangat menyayangimu.
Kenapa dia tidak tahu keluargaku juga berharga bagiku?
Kenapa dia tidak tahu? Kenapa?
Singkirkan tangan kotormu darinya!
"Pembunuh menghasilkan uang dengan autobiografinya"
Maafkan aku.
Sungguh.
Aku sungguh minta maaf.
"Cabut Penghargaan Presidennya"
Hentikan, Bedebah!
Kenapa kamu...
Bagaimana dengan ibuku?
Bagaimana dengan ibuku?
- Hei! - Pak.
- Bedebah. - Pegang dia.
- Pegang. - Bedebah.
- Hentikan, Pak. - Lepaskan aku.
Lepaskan aku!
Bedebah. Bagaimana dengan ibuku?
- Kumohon, Pak. - Lepaskan aku.
Lepaskan aku!
Hei, jujurlah.
Kemari. Bagaimana dengan ibuku?
Jujurlah.
- Kamu tidak menyesal. - Na Moo.
Kamu pasti tidak merasa bersalah terhadap ibuku.
Nak Won.
Kamu tahu kenapa ibuku menamaiku Na Moo?
Aku sudah pernah cerita?
Tentu saja.
Aku sangat tersentuh karena cerita itu.
Kamulah
yang membuatku mirip dengan pohon.
Aku sudah pernah bilang juga?
Persis seperti nama pemberian ibuku.
Seperti pohon sungguhan.
Tanpa melakukan hal jahat apa pun,
aku akan menjalani hidup
sampai menjadi orang dewasa.
Kamulah
yang membantuku melakukan itu.
Hei, Kamu!
Katakan. Singkirkan tanganmu.
- Kamu sungguh menyesal? - Sudah cukup.
Kamu benar-benar merasa bersalah?
Ibuku.
Sedang apa kalian?
Anakku tidak bersalah!
Kakak tidak apa-apa? Apa yang terjadi?
Lantas, memangnya apa salah ibuku?
Bagaimana dengan keluarga korban?
Memang kami salah apa sampai harus menderita begini?
Beraninya dia melakukan ini.
Pria itu
pantas ditikam dan dibunuh.
Tapi putraku tidak.
Dia mencoba menghentikan ayahnya agar tidak menerbitkan autobiografi.
Dia bahkan sampai masuk TV.
Dia mencoba
agar tidak sama seperti ayahnya.
Sayang.
Woon Myung.
Maafkan ibu.
Semuanya salah ibu.
Maafkan ibu.
Semuanya salah ibu.
Semuanya salah ibumu.
Bisa tolong jaga
ibuku dan So Jin?
Pasti.
Ibu.
Ayo pergi dari sini.
Terlalu banyak reporter.
"Orang tua wisudawan"
"Putriku juga punya mimpi, sama sepertimu"
Na Moo.
Dialah
yang dunianya
dirampas ayahku.
Aku harus menebus dosa seumur hidupku
atas sesuatu yang tidak kulakukan.
Aku harus melarikan diri seumur hidupku
dari sesuatu yang tidak kulakukan.
Surgaku
satu-satunya.
Kubilang katakan saja jika memang sakit.
Jangan memendamnya sendirian.
Jawab aku.
Na Moo.
Jawab aku.
Siapa kamu?
No comments yet. Be the first to leave one.