異世界でチート能力を手にした俺は、現実世界をも無双する ~レベルアップは人生を変えた~
The first 193 lines.
Begitu rupanya.
Aku sudah paham hubunganmu dengannya.
Selain itu, Tuan Yuya, sihir apa yang kamu gunakan tadi?
Dari depan Sarang Iblis Agung, kita bisa langsung sampai di sini, kan?
Ah, aku sengaja membuat sihir itu sebagai sarana transportasi.
Memangnya kenapa?
Astaga, dengarkan aku baik-baik!
Sepertinya kamu masih belum tahu ini, tapi sihir teleportasi adalah sihir legendaris.
Sihir itu hanya ada di dalam dongeng.
Jika terbukti ada orang yang bisa menggunakannya,
dunia ini bisa kacau balau.
Ujung-ujungnya bisa ada perang.
Separah itu?
Benar. Jadi, berjanjilah padaku.
Jangan asal menggunakannya di depan orang-orang.
Ba-Baiklah.
Yah, Tuan Yuya memang selalu melampaui harapanku, sih.
Jadi,
sampai kapan kamu berpura-pura tidur?
Kamu sudah menyadarinya, ya?
Aku menyadarinya sejak awal.
Tuan Yuya juga menyadarinya.
Karena Tuan Yuya terlalu baik,
dia berpura-pura tak sadar untuk memeriksa keadaanmu.
Baiklah, maukah kamu menceritakan tentang dirimu?
Apa untungnya bagimu?
Entah.
Namun, aku ingin tahu tentangmu.
Konyol sekali.
Langsung bunuh saja aku.
Sebenarnya, aku juga ingin tahu tentangmu.
Termasuk motifmu melakukan ini.
Ini bukan cerita yang menarik.
Aku adalah anak yatim piatu.
Aku mengais sampah
dan mencuri barang orang.
Begitulah caraku hidup tiap hari.
Suatu hari, aku bertemu seseorang yang mau memungutku.
Orang itu mengajariku baca-tulis sampai berbagai macam ilmu akademis.
Dia juga mengajariku cara bertahan hidup.
Kebanyakan teknik yang dia ajarkan berkaitan dengan pembunuhan.
Orang yang menjadi guruku itu adalah spesialis membunuh.
Dia anggota serikat kegelapan, ya?
Serikat kegelapan?
Mencuri, menipu, mengedarkan obat-obatan terlarang, membunuh.
Mereka organisasi ilegal yang mau melakukan berbagai tindakan kriminal
jika dibayar orang.
Aku juga mengikuti langkah guruku dan menjadi anggota serikat kegelapan.
Setelah menyelesaikan begitu banyak misi pembunuhan,
aku mulai dipanggil "Pemburu Kepala".
Pemburu Kepala?
Itu pembunuh senyap terampil yang pernah kudengar rumornya!
Night, apa kamu tahu?
Kamu menyadarinya sejak awal, ya?
Beberapa hari lalu, aku menerima sebuah misi.
Misinya adalah membunuh Putri Pertama Kerajaan Arselia.
Namun, aku gagal.
Baiklah, aku sudah menceritakan semuanya.
Lakukan sesukamu.
Sesukamu?
Eksekusiku sudah dipastikan karena aku berani menyerang Putri.
Jika ketahuan gagal,
aku juga akan disingkirkan pembunuh dari serikat kegelapan.
Pada akhirnya, aku tetap akan mati.
Itu...
Tunggu, apa kamu mencemaskan orang sepertiku, Yuya?
Dari awal, bukankah hubungan kita hanyalah sebatas teman latihan sementara?
Tidak ada gunanya mencemaskan orang sepertiku—
Mana mungkin begitu!
Waktu kita bersama memang singkat,
tapi aku menikmati kebersamaan kita,
dan aku masih menganggapmu teman.
Jadi, jangan mengatakan hal menyedihkan seperti itu!
Namun, semuanya sudah terlambat.
Masa depanku takkan berubah.
Hei, bisakah kalian berhenti mengabaikanku?
Kenapa kamu bicara seperti sudah dipastikan mati saja?
Apa kamu mau mengabaikan tindakanku?
Bukan begitu.
Aku ingin kamu bekerja untukku.
Aku ingin kamu bekerja sebagai pengawalku.
A-Apa yang kamu pikirkan?
Cuma aku dan Tuan Yuya saja yang tahu kalau kamu ingin menyerangku.
Tak akan ada masalah jika kami tetap diam.
Selain itu,
serikatmu tak bisa macam-macam jika kamu menjadi pengawalku, kan?
Apa kamu belum paham juga?
Aku adalah pembunuh. Seorang kriminal.
Astaga, bikin pusing saja!
Diam saja dan bekerjalah untukku!
Ini tidak sesederhana itu.
Selain itu, orang sepertiku tidak layak berdiri di samping cahaya sepertimu.
Aku telah membunuh banyak orang dengan kedua tanganku ini.
Tanganku sangat kotor.
Apa yang kamu bicarakan?
Bukankah tanganmu elok?
Tanganmu benar-benar elok.
Bagaimana cara merawat tangan supaya mulus begini?
Itu karena bak mandi Yuya—
Tunggu, bukan itu!
Bukan itu maksudku!
Diam! Diam! Diam!
Kamu gagal membunuhku!
Karena itu, kamu sudah kalah!
Orang kalah sepertimu harus menuruti pemenang sepertiku!
Paham? Sekarang kamu menjadi pengawalku!
Iya.
Kapten, kami tak sanggup lagi!
Mari kita percaya pada pemuda itu dan mundur dari sini!
Sialan!
Astaga, Putri Lexia, semoga Anda baik-baik saja!
Apa kamu yakin dengan ini?
Berhentilah meragukan keputusanku!
Lalu, kamu harus memanggilku "Lexia" saja.
Aku juga akan memanggilmu "Luna".
Kamu adalah putri yang keras kepala.
Artinya, itu adalah perintah pertamamu, ya?
Baiklah, Lexia.
Iya.
Lanjutkan kata-katamu tadi.
Tentang bak mandi Tuan Yuya.
Dengarkan baik-baik dan terkejutlah, Lexia.
Yuya memiliki bak mandi yang dia dapatkan dari monster!
Bak mandi itu bisa menghilangkan rasa lelah
dan memulihkan energi sihir.
Terlebih lagi, bisa menambah kecantikan juga.
Apa-apaan itu? Tidak adil!
Aku juga mau coba!
Tuan Yuya, apa boleh?
Si-Silakan.
Mantap! Luna, ayo kita mandi bareng!
A-Apa?
Turuti aku saja!
Ah, apa kamu juga mau ikut, Tuan Yuya?
He-Hei, Lexia!
Tidak, aku tidak usah.
Oh, sayang sekali.
Rasanya nyaman sekali.
Bak mandi Yuya memang sangat luar biasa.
Jadi, apa kamu mencintai Tuan Yuya?
Ka-Kamu tanya apa?
Yu-Yuya itu...
Dia cuma temanku.
Apa benar?
Menurutku, kamu kelihatan jatuh cinta pada Tuan Yuya.
Palingan itu cuma imajinasimu.
Oh?
Jadi, tidak apa-apa kalau aku menikah dengan Tuan Yuya, kan?
Tidak boleh!
Tuh, kan?
Tidak, aku...
Jika hanya berteman, kamu tak mungkin keberatan dengan pernikahan kami, kan?
Aku memang menghormatinya sebagai rekan berlatih.
Namun, kalau membahas perasaan yang lebih khusus,
sejujurnya aku masih belum paham.
Aku sudah memutuskan!
Aku menyatakan perang melawanmu!
Me-Menyatakan perang?
Benar.
Mungkin kamu belum menyadarinya, tapi kamu memang jatuh cinta padanya.
Dan aku juga mencintai Tuan Yuya.
Cinta?
Karena itu, kita akan bersaing!
Jika aku dan Tuan Yuya menikah, artinya akulah yang menang.
Bagaimana menurutmu?
Apa kamu rela kalau Tuan Yuya kurebut?
Tidak.
Yuya itu milikku!
Jadi, kamu menerima tantanganku, ya?
Siapa takut!
Oh?
Artinya, mulai sekarang, kamu adalah pengawal dan sainganku!
Aku akan menyiapkan makan malam dulu.
Tunggu, Tuan Yuya!
Ada apa?
Aku saja yang masak!
Lo?
Ternyata susah juga.
Duh, kenapa tidak terpotong?
Lo?
Hei, Lexia.
Aku enggan mengatakan ini, tapi...
Enak!
Aku senang jika itu sesuai selera kalian.
Tuan Yuya-ku memang hebat!
Yuya!
I-Iya?
Begini...
Apa kamu bisa menyuapiku?
Hei, Luna!
Sebenarnya, aku belum sepenuhnya pulih.
Tubuhku masih terasa sangat lemas.
Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.