The first 200 lines.
Penerjemah: xtalplanet
Pernah melihat meteor?
Tentu, kau?
Kau tahu harus apa, kan?
Maksudmu, buat permintaan?
Jika kau lihat meteor sekarang, apa permintaanmu?
Yeah, rahasia.
Kalau kau?
Mengetahui kenapa kau lama sekali.
Di kelas Biologi, kita duduk bersebelahan, kau bahkan tak ingat.
Aku ingat.
Baik?
Tahun berikutnya kita ada dua kelas, kau ingat yang mana?
Tak tahu. / Hei, itu tak benar.
Jadi, kita akan lulus dan sekarang kau memintaku keluar.
Kau mau memulai sesuatu? / Hei, maaf.
Oke? Kau harus memaafkan aku.
Terkadang, kau tak melihat apa yang ada di depanmu.
Ya, kau tak melihatnya.
Jadi, kau mau pergi?
Dengar, aku tak bisa ubah masa lalu, Emily.
Yang kutahu hanya malam ini.
Dan malam ini kaulah permintaanku.
Jadi...
Kau jangan...
...kau tahu.
Tempatnya bagus. / Terimakasih.
Wah. Sudah selarut ini?
Kukira orang tuamu sudah pergi. / Memang.
Aku lupa waktu. Mau kuambilkan minuman?
Tentu. / Yakah? Baiklah.
Aku akan kembali, ya? / Baiklah.
Hei.
Hei.
Aku mau menunjukkan sesuatu.
Apa?
Terimakasih. / Kembali.
Sangat rahasia.
Rahasia? / Dan harus berbagi.
Kau pernah lihat sesuatu yang mengerikan...
yang harus kau perlihatkan pada seseorang?
Maksudku, seperti film atau apalah.
Baik, aku punya film menakutkan yang pernah kau lihat.
Temanku menunjukkannya padaku.
Dia memberikan rekamannya.
Jadi... aku merekamnya untukmu.
Kau mengajakku kemari untuk melihat video?
Yeah, cuma dua menit, ok?
Dua menit saja, setelah itu selesai. Itu cuma film amatiran.
Kukira kita akan melakukan... / Kita akan melakukannya.
Tapi lihat ini dulu. Ini...
Bagaimana kalau setelah kita... / Tidak, kau harus lihat sekarang.
Ya?
Masukkan ke VCR,
tekan Play dan semuanya selesai, aku akan kembali lagi.
Kau pergi? / Ya, aku kan sudah menontonnya.
Lebih menakutkan jika nonton sendirian.
Dengar, temanku yang membuatnya, ya?
Ini sangat berarti bagiku.
Kau tahu, seperti... seperti kita berdua.
Seperti apa menakutkannya?
Llihatlah sendiri.
Mainkan saja.
Ayolah, cuma dua menit. Aku mohon.
Emily, mainkan kaset sialan itu!
Halo? / Tik tok, waktunya habis.
Bagaimana, bung? Sudah dapat orang untuk menontonnya?
Ya, cewek bodoh dari sekolahku.
Baguslah, takutnya kau tak percaya padaku.
Jika kau tak memperlihatkan pada orang lain dalam 1 minggu, kau akan mati.
Ini barang menakutkan, bung.
Sepupuku memberikan pada temannya, teman itu tak percaya padanya,
dia mati seminggu kemudian.
Jake?
Kau di sana?
Jangan mempermainkan aku.
Emily?
Emily!
Emily!
Emily, apa yang kau lakukan? / Aku memainkannya, tapi tak menonton.
Ayo, Aidan, kita pulang.
Itu pilihan bagus. Jangan membantah.
Aidan, makan malam sudah siap.
Sial.
Aidan!
Baik, sebelum berkomentar, aku memasaknya dari resep.
Hanya karena resepnya bukan dari majalah,
bukan berarti rasanya tak enak.
Rasanya enak, sayang. Membuat selera.
Dia akan bangga padamu.
Terimakasih, Rachel.
Dengar, kau tak akan mati jika memanggilku "ibu".
"Ma", "Mama".
Apapun selain "Rachel".
Ya, aku suka "Rachel".
Yeah, "Mom" kedengarannya halus juga, tahu.
Tapi "Rachel" itu lebih mengena kepribadianmu. / Benarkah?
Yeah, Rachel mengartikan waktu makan malam.
Itu sangat berhasil, menurutmu begitu?
Semua di angkasa dan udara ini.
Kita mempunyai halaman. Itu sangat hebat.
Dengar, sayang...
...kita tak berbuat kesalahan.
Kita melakukan apa yang dilakukan orang.
Kita yang memulainya.
Ya.
Hei. / Hei.
Kau tahu bagaimana cara bekerja di kantor berita?
Kau satu-satunya yang menutup pintu.
Kebiasaan.
Aku ingin bicara mengenai editorialku. / Itu berubah, oke?
Yeah, kuminta kau mengkopinya, mengedit dan menulis kembali.
Hanya di bagian ukurannya. / Itu keseluruhan bagian.
Yeah, jembatan yang menghasilkan uang, bukan sungainya.
Yeah...
Sudah semacam tradisi di sini kalau aku yang menulis editorial utama.
Itu koranku. / Tentu saja.
Aku yang punya dan aku mempekerjakanmu. / Benar.
Aku hanya tak ingin kita mencetak opini yang...
Kalimat apa itu?
Salah?
Kau tahu, ini berita besar di Astoria
itu pertemuan dewan sekolah, sebuah mobil ringsek dan kucing di pohon.
Itu berita besar.
Sekarang, kau yakin ini pekerjaan yang kau cari?
Yeah, aku akan punya banyak waktu bersama anakku.
Di kediamanku. / Alasan yang bagus.
Aku senang melihatmu menetap. Aku suka...
Hei, Max, selagi kau di sini,
kau sudah memberi masukan hal itu untuk besok?
Kau tahu apa? Jangan kuatir.
Maaf.
Ini 442 Ridgecrest.
Ulangi, apa tadi?
Ridgecrest. Ridgecrest!
Aku sudah menghubungi petugas medis. Mereka sedang kemari.
Skuadron 19 merespon.
Skuadron 19, bisakah kanal ini bersih?
Polisi menemukan mayat. / Kemungkinan pembunuhan.
Kukira kita begitu beruntung. / Mereka bilang apa?
"Pria SMU, 17 tahun. Alamat 442 Ridgecrest.
Ditemukan di rumah berlumuran darah, pacarnya sembunyi di ruang bawah tanah."
Pelaku atau saksi, mereka tak tahu. / Lelaki itu mati di depan TV.
Mereka berkomentar masalah wajahnya.
Wajahnya kenapa?
Detektif.
Detektif, kau punya waktu Itu pembunuhan atau apa?
Kau tahu bagaimana ia mati, kan?
Aku baru punya beberapa pertanyaan. Jika boleh akan kulakukan lagi.
Mengerikan sekali. Masih muda.
Tolong, jangan kemari.
Aku menemukanmu.
Kita hanya membuat satu salinan.
Oh, Tuhan.
Permisi, pak? / Sebentar. Ya?
Aku Rachel Keller dari Daily Astorian.
Kami akan buat pernyataan. / Aku ingin tahu mengenai gadis itu.
Kami akan buat pernyataan. / Dia tak mengatakan sesuatu?
Kau harus menunggu. Permisi.
Hati-hati. Duduk di sini, ok?
Duduk. Aku ingin kau tenang untukku.
Kau tak bisa menahan dia di sini.
Fokus pada dinding dan tenang. / Dia ketakutan. Kami ingin mengambilnya.
Dia akan bicara pada kami. / Aku mengerti perhatianmu.
Aku hanya akan bertanya sedikit. Aku mohon.
Kembali lagi, Emily. / Terimakasih.
Baiklah. Berikan nomornya. Ya.
Baik.
Emily.
Emily, dengar aku. Aku tahu apa yang terjadi.
Aku tahu.
Sekarang kau harus bilang padaku. Kasetnya.
Kau sudah menontonnya?
Kau tahu siapa saja yang sudah menontonnya?
Ada orang lain yang menonton itu?
Lalu dimana itu? / Hei, kau. Menjauh darinya.
Ray. / Emily, bicara padaku.
Aku mau dia keluar. Sekarang.
Kau bisa bilang padaku, Emily.
Tidak di sini, Samara. Tidak di sini.
Rachel?
Rachel?
Rachel?
Rachel!
Rachel!
Rachel!
Sayang, apa itu?
Ada apa? Hah? Ada apa?
Lihat aku.
Oke? Apa itu? / Aku bermimpi buruk.
Tak apa-apa, kita semua mengalaminya.
Oh, Tuhan, kau basah kuyup. Kau kedinginan.
Ayo keluar dari sini.
Aidan?
Kau mimpi buruk apa?
Aku terbangun dan kau tak ada di sini.
Aku di sini sekarang, sayang. Ya?
Dengar.
Kau cuma perlu panggil namaku dan aku akan mendengar suaramu.
Ya?
No comments yet. Be the first to leave one.