The first 200 lines.
- Siap buat check suara? - Ya. Selalu.
Kita mulai saja.
- Kemarikan pita biru itu. - Kau tahu kisah misterinya.
Baiklah.
Itulah sebabnya semua ini.
- Ya? Well, karena... karena... itu... - Hey.
Ya benar.
Aku ingin minum teh. Buat tenggorokanku.
Tenggorokanku gatal.
Apakah kursinya cocok buat pinggulmu?
- Ya. - Okay. Apakah kita sudah bisa mulai?
- Sedikit lagi. - Baiklah.
Angkat gulungan kabelnya. Seksi video maju disana.
Okay, tunggu, tunggu. Yang satu itu disini.
Stop. Stop disitu.
- Agharta? - Ya itu.
Coba kulihat.
Osaka, Japan. 1975.
- Funky. - Ya.
Well... pelankan sedikit suaranya.
So, Miles, Aku tahu akan selalu ada kemajuan, bergerak kedepan.
Dan aku tak ingin hanya sekedar semacam doa saja.
Narkoba, wanita, inspirasimu.
Seandainya kita kembali kebelakang,
menelusuri dan mengkaji musik-musik lamamu, modal jazz,
- dan pengaruhnya... - Aku tak suka sebutan itu, "jazz."
Jangan ... Jangan sebut itu "jazz," Bung.
- Itu kata yang dibuat-buat. - Baiklah.
Mencoba untuk mengkotakkan seseorang. Jangan sebut musikku adalah "jazz."
Baiklah.
- Sebut "Musik Gaul". - Okay.
Musik gaul. Bagus sekali.
Well, Mengapa kau berhenti saat berada diatas?
Aku tak punya... sesuatu yang dikatakan.
Tak ada yang bisa kukatakan.
Well, apa yang anda kerjakan selama itu?
Banyak kegiatan, tak ada hubungannya dengan musik.
Miles Davis, lima tahun, tak main sama sekali. maksudku, itu ...
Apa yang menyebabkan anda kembali?
Anda tahu. Banyak penyebabnya.
Ada banyak pikiran di benakmu saat anda berhenti.
Banyak yang dipikirkan.
Adakalanya pikiran-pikiran itu bertarung satu sama lain. Seperti suatu peperangan.
Bintangku Gemini, itu sebabnya... Aku dua person, kau tahu?
Aku terlahir mendua. Ini dan itu.
Ada kalanya anda duduk disana dan sesuatunya cocok.
Begitu saja. Dan anda mulai bermain.
Begitulah.
Apakah anda mendapatkan... Mendapatkan sesuatu dari semua itu?
Teman teman, bagaimana, apa kita sudah siap?
Aku sudah siap.
Mengapa tak ada yang memberitahu, kalau sudah siap?
Baiklah. Aku siap.
Hitungan ke tiga, dua...
Pada tahun 1975, salah satu dari musisi yang paling produktif di musik,
tidak terdengar selama lima tahun,
- meninggalkan dunia untuk... - Bung, anda bukan Walter Cronkite.
Bila anda akan menceritakan sesuatu,
harus punya sikap, Bung. Jangan, anda tahu...
Jangan jadi omong kosong.
Baiklah, well, anda adalah artis, Miles. Bagaimana anda menyebutnya?
Sialan, pita rekaman itu. Brengsek!
Hindari mereka!
Cepat, cepat, cepat, cepat, cepat!
Ke kanan! Belok kanan!
Brengsek! Apakah itu dia?
Sialan! Belok! Belok!
Sial, mogok! Keluar! Ayo, kabur, kabur!
Miles, keluar!
Demi Tuhan, lari!
- Musikku! - Jangan kembali kesana! Tidak! Tidak!
Miles!
Tepatnya tiga menit menuju jam 1:00, Jack Johnson...
Johnson selalu yang pertama masuk.
Begitu serius dia melakukan ritual...
Mr. Davis, jika anda tak keberatan bukakan pintu sejenak.
Sementara diluar, ratusan orang yang tak dapat tiket, menunggu hasil pertandingan.
Jeffries menyandang reputasi sebagai orang terkuat yang pernah masuk ring.
Apa yang kau lihat?
Apa?
Jangan bermain-main dengan hidupmu, pemabuk.
Aku beri kau kokain. Kau tahu artinya?
Sialan kau, Mack. Bersabarlah.
Semua ada di layar agar dunia tahu.
Panas terik, matahari gurun menghanguskan...
Suhu meningkat begitu pula emosi.
Bel berdering untuk ronde yang ke lima.
Satu pukulan uppercut dan tiga sengatan mendarat!
Jeffries terjatuh!
Phil Schaap bersama anda di WKCR-FM New York,
Miles Davis festival.
"So What" lagu inovatif dari album "Kind of Blue", 1959.
Salah satu lagu untuk kapsul waktu, sobat semua.
Salah satu yang akan jadi perbincangan dalam 1000 tahun.
- Yang akan anda selamatkan dari kebakaran rumah. - Sialan ini.
Tempat tinggi. Puncak gunung tertinggi.
Lebih dari 100 rekaman, dan saat ini berhenti.
Lima tahun terasa sangat lama.
Dunia merindukanmu, Miles. Kembalilah bermusik.
WKCR-FM.
Ya, ini Miles Davis. Aku ingin bicara dengan Phil Schaap.
- Sungguh? - Ya, ini benar aku. berikan padanya.
Ya. Okay, okay. Tentu.
Beneran nih?
Ya Tuhan, sobat, Aku yakin saat ini kita terhubung dengan Miles Davis.
Mr. Davis, benarkah itu anda?
- Ya, ini aku. - Suatu kehormatan.
- Aku baru bercerita untuk pendengar... - Dengar, Schaap. Dengarkan.
Anda terlalu berlebihan, bung.
Kapsul waktu? Kapsul waktu untuk hal yang sudah usang.
Sudah mati, okay? "Kind of Blue" sudah berlalu
Berlalu? Tapi Mr. Davis,
Kupikir orang akan berkata itu adalah masterpiece.
Apa maklsud anda sudah berlalu?
Hey, ini bukan wawancara, okay?
Bung, kalau ini kau rekam, ku bunuh kau. Kau mengerti?
- Ya, tuan. - Bagus.
Ya, tuan. Aku tak bermaksud membuat anda gundah, Mr. Davis. Maafkan aku seandainya...
Tidak. Tidak. Lupakan saja, bung.
Dengar, putarkan aku satu lagu dari album "Sketches of Spain".
Solea.
Ini buat anda, Mr. Davis.
"Solea" dari album "Sketches of Spain".
Frances.
Frances.
Permisi, bung, kau tahu dia ada didalam atau tidak?
Bagaimana aku tahu?
Mr. Davis, hanya minta waktu anda sebentar.
aku berada didepan pintu rumah mu sedari tadi.
Aku yakin anda ada didalam.
Kantor George Butler.
- Ini Miles. - Ya, tuan.
- Hello, Miles. - Cek-ku tak ada hari ini, George.
Dimana uangku? 20, 000?
Kau ingin membuatku marah, bung?
Tentu saja tidak, tapi mana rekaman sesi-nya?
Kami takkan mengeluarkan uang lagi sampai...
- Omong kosong yang sama. - Sampai Columbia memperoleh musik yang baru. ~~ Columbia Record = perusahaan rekaman ~~
20, 000 adalah uang receh dibandingkan dengan bisnis yang akan kita lakukan.
Aku tahu ada emas di pita rekaman sesi itu, bung.
Biarkan dirimu bertarung untuk mulai bekerja lagi.
Hey, Aku tak kemana-mana, George.
Kau menginginkan musik, kirim uangku kepadaku.
Baiklah...
Mr. Davis, bisakah anda buka pintu untuk minta waktumu sebentar...
- Apa? - Mr. Davis,
Maafkan aku sudah mengganggu waktumu.
Namaku Dave Braden, dari majalah Rolling Stone.
Aku meliput cerita tentang kembalinya anda.
- Okay, mundur sedikit... - Yeah.
Enyahlah dari hadapanku...
Brengsek!
Hey, tak perlu begitu. Sial!
Buka pintunya!
Brengsek!
- Hey! - Hey, tenanglah, Mr. Davis!
Hey, buka pintu sialan...
Kau kehilangan otakmu?
Brengsek gila!
Aku tak ingin bermain-main denganmu!
Hello?
Buka pintu, sialan!
Lebih baik jangan kau sentuh apapun disana, brengsek!
Bukakan pintu ini!
Ya, ya, ya.
Didalam sarang yang kusut dari sang master,
rumor menjadi kenyataan.
Persembunyian Howard Hughes-nya jazz terungkap.
Buka pintu...
Baiklah. kubuka. kubukakan.
Baiklah, Mr. Davis, Akan kubuka pintunya,
tapi kuharap anda tenang. Tak perlu kejam seperti itu.
Buka pintunya!
- Mr. Davis. tolonglah. - Keluar dari rumahku!
- Keluar dari rumahku! - Tenang... Tenang lah!
Kau salah jalan, brengsek!
Dengar, anda tak perlu begitu
Aku disini hanya ingin bicara denganmu.
Sial! Sial!
Columbia!
Perusahaan rekamanmu mengaturnya.
- Columbia? - Ya, Aku hanya penulis, bung.
Kau bisa mengemudi, brengsek?
Bangsat.
Buka pintu.
- Apa? - Buka pintu.
- Apaan tuh? - Tak keberatan?
Bung, singkirkan benda itu dari dasbor mobilku.
Orang Irlandia brengsek.
Ayo berangkat.
Itu... Itu dia! Miles!
Miles!
Kupikir kita hanya salah melangkah.
Aku hanya butuh sedikit latar belakang.
Maksudku, Aku bisa menulis beberapa omong kosong di majalah,
tapi aku ingin mendengar sendiri ucapanmu,
Kisah Miles Davis. Ucapanku.
Akan luar biasa.
Ke arah kanan.
Okay. Aku lahir.
No comments yet. Be the first to leave one.