The first 175 lines.
Klinik Sanzu
Selasa, 8:30 pagi
Aku pulang.
Selamat datang.
Semuanya sudah berakhir.
Berkatmu, kecurigaan mereka pada kita sudah hilang.
Dengan begini, hidup kita bisa kembali normal.
Kamu yakin?
Aku juga tidak ingin tuduhan palsuku ketahuan.
Tujuan kita seharusnya sama.
Baiklah.
Tapi, waktu pencarian Nobuto hanya terbatas sampai hari Jumat ini.
Jika sampai hari itu keberadaan Nobuto masih belum diketahui,
aku akan membunuhmu dan melaporkan bahwa kamulah pelakunya.
Paham?
Salin semua kotak yang ada di ponselmu.
Lalu...
saat aku meneleponmu, kamu harus langsung angkat teleponnya.
Jika tidak diangkat, aku akan membakar rumahmu.
Aku tidak bisa terus melibatkannya.
Mulai sekarang, aku harus bertindak sendiri.
Episode 4: Dunia yang Kejanm
Pilihan kami bertahan hidup hanya tiga.
Pertama, aku harus menutupi semua tindakan kriminal yang kuperbuat.
Lalu mencari bukti kejahatan grup mereka,
dan melapor ke polisi sebagai anonim.
Tidak bisa.
Risiko keterlibatanku terlalu tinggi.
Kedua, melimpahkan kesalahan ini pada orang lain.
Aku punya tulang Nobuto yang bisa dijadikan sebagai senjata andalan.
Jika aku bisa meletakkan tulang itu di kamar orang lain,
maka aku bisa memindahkan kecurigaan pada pemilik rumah itu.
Tapi...
Ayah terluka lagi?
Iya, aku terjatuh karena tersandung sesuatu.
Tersandung?
Yah, aku sendiri tidak begitu ingat.
Kenapa tidak periksa ke dokter saja?
Jangan bilang Ayah bertemu Nobuto lagi?
Tidak, ada banyak orang di jalan.
Polisi pun pasti akan datang jika dia bergerak.
Iya, kan?
Serius?
Jangan cemas.
Begitu.
Benar, aku tidak boleh terus-menerus menambah dosa.
Reika.
Aku ingin minta tolong padamu.
Apa?
Pilihan ketiga...
Bisa pinjam beberapa foto pacarmu?
Begini, aku mau mengingat wajahnya agar kejadian yang sama tidak terulang.
Pilihan ketiga adalah membuat bukti seolah-olah Nobuto masih hidup.
Tidak perlu pasang ekspresi seperti itu.
Setidaknya, kamu ambil cuti saja hari ini.
Minggu kemarin aku sudah cuti.
Hati-hati di jalan, ya.
7:00 malam
Apa istirahatmu cukup?
Masih kurang, soalnya aku ada perlu ke Akihabara...
Ah, aku ke sana belanja. Aku beli ini.
Soalnya perban di kepalaku terlihat mencolok.
Dan di Akihabara kebetulan ada toko bagus...
Naik ke mobil.
Ah, baik.
Jika kamu sampai terlambat satu detik,
aku akan mengirim foto bugilmu ke semua kontakmu.
Foto bugil?
Semua informasimu akan kami sebar.
Termasuk soal kamu pernah membuntuti Nobuto.
Kenapa kamu membuntuti dia?
Sebelum membuntuti dia,
aku bertemu dengan putriku.
Karena melihat memar di wajahnya,
aku khawatir dan pergi ke apartemennya.
Saat itu, aku kebetulan berpapasan dengan pria yang menyebut nama Reika.
Pertemuannya sangat kebetulan, ya?
Sungguhan! Ada saksi yang bisa membuktikan.
Saksi matanya adalah ketiga teman Nobuto.
Singgung saja soal pria yang mereka lempari dengan puntung rokok...
Apa bicara jujur begini tidak akan jadi masalah?
Setiap kali aku membuat kebohongan baru,
aku makin takut untuk mengatakan yang sebenarnya.
Cosplay Peachy Academy
Sky Blue
Kenapa harus toko ini yang diselidiki?
Mari kita selidiki dari hari sebelum Nobuto hilang.
Ayo.
Baik.
Selamat datang.
Lama tidak jumpa, Kyoichi.
Maaf datang mendadak. Bisa tolong panggilkan Hibiki?
Segera.
Padahal pria itu sudah punya Reika, tapi masih datang ke tempat seperti ini.
Duh, ternyata Kyoichi.
Permisi...
Dia pacarnya Nobuto.
Kenapa kamu baru datang ke sini lagi?
Anak buah rendahan seperti kami ini sangat sibuk.
Su-Sudah punya Reika tapi masih mencari wanita lain.
Anu, siapa namamu?
Ah, aku....
Namaku...
Anu...
Aku Tet.
Tet? Mas Tet?
Begitu, ya? Kalau begitu...
Mas Tet.
Ya?
Kenapa dia menatapku begitu?
Aku minta bantuan paman ini untuk mencari Nobuto.
Apa maksudnya? Kamu detektif?
Ah, tidak. Bukan begitu...
Hi-Hibiki adalah pacarnya Nobuto,
benar begitu, kan?
Dugaanmu benar.
Bisa jelaskan Nobuto itu orangnya seperti apa?
Seperti apa?
Dia manis.
Manis?
Kalian bingungnya kompak. Lucu sekali.
Kenapa tidak dia saja yang bertanya?
Kami saling kenal setahun yang lalu.
Dulu saat aku masih bekerja di Chiba,
Nobuto sesekali berkunjung ke tempatku.
Dia menyuruhku ke Tokyo dan begitu aku tanya apa profesinya,
dia bilang sedang mencari gadis bar. Mendengarnya saja aku tahu dia itu bohong.
Dia manis, kan?
Tapi ternyata dia serius.
Dia betulan membawaku ke tempat ini.
Lalu begitu aku pindah ke Tokyo, Nobuto datang dan mulai tinggal bersamaku.
Kami berdua tidak bisa memasak, jadi kami selalu makan di luar.
Tapi setelah semua restoran terdekat kami coba,
dia akhirnya bilang, "Mi instanlah yang paling enak."
Lucu dan manis sekali.
Manis dari mananya?
Saking populernya, dia pernah punya lima pacar.
Aku langsung menangis setengah mati.
Dia akhirnya minta maaf sambil menangis dan bilang kalau akulah cinta sejatinya.
Saat itu, Nobuto...
Intinya, aku bisa merasakan kalau dia mencintaiku.
Ada apa? Kenapa cuma aku saja yang bicara?
Maaf.
Tapi, kudengar belakangan ini dia pacaran dengan gadis lain...
Maksudmu si Reika? Itu hanya untuk pekerjaannya.
Lagi pula, dia itu perawan yang tak pernah menonton porno dan payah di ranjang.
Dia payah di ranjang tapi masih saja ingin menempel ke Nobuto.
Memangnya suka cukup di mulut saja?
Kudengar Nobuto kemari sehari sebelum hilang karena diusir gadis itu.
Katanya gadis itu juga tidak sadar Nobuto sudah banyak membantunya.
A-Aku permisi sebentar.
Aku mau ke toilet dulu.
Ah, iya.
Duh, apa aku terlalu banyak bicara?
Aku ingin membunuhnya...
Tapi aku sudah membunuhnya.
Sialan, aku seharusnya tidak membunuh orang seperti dia.
Tidak, justru bagus.
Tidak...
Kyoichi
Cepat keluar!
Sial, lihat saja!
Akan kutunjukkan kemampuan seorang sales yang sesungguhnya.
Lo, ke mana Kyoichi?
Dia ke luar sebentar.
Mas Tet...
Apa kamu ayahnya Reika?
Sudah kuduga, kamu agak susah dikenali karena memakai topi.
Kemarin bosnya Nobuto memperlihatkan foto padaku.
Organisasi mereka juga tahu identitasku...
Yah, soalny foto yang kulihat adalah saat kamu terkapar di tempat sampah.
Tolong lupakan! Aku mohon, tolong lupakan!
Bisa dibilang kamu juga termasuk korban, kan, Mas Tet?
Kenapa kamu ingin membantu mencari Nobuto bersama dia?
Bisa dibilang ini demi putriku.
No comments yet. Be the first to leave one.