Hasan Minhaj: Homecoming King

Hasan Minhaj: Homecoming King

Download Indonesian Subtitle

Release info

Hasan Minhaj Homecoming King 2017 WEBRip x264-JAWN
A Commentary by seksipoker
Selamat Menikmati

Tags

webrip
web
x264
BRip
Published on: 2017-06-01
Downloads: 31
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Poker Online Aman Dan Terpercaya

Selamat Menikmati

Apa kabar?

Davis, apa kabar?

Aku pulang.

Aku kembali ke sini.

Netflix bilang, "Dimana kau mau buat acara istimewa?"

"LA, Chicago, New York?"

Kubilang, "Tidak. Davis, California."

Ini...

Ini adalah tahun yang indah untukku. Aku baru saja menikah.

Terima kasih.

Terima kasih. Aku butuh tepuk tangan.

Ini cincin yang sangat berat. Sangat berat.

Ini seperti pembalikan dari situasi "Lord of the Rings."

Dimana aku punya cincin lalu kemudian kehilangan kekuatanku,

Dan itu "Lord of the Rings" yang sangat berbeda.

Seperti, "Mendengarkan? Kompromi? Ambil cincinnya, Sam."

Filmnya selesai dalam 8 menit. Itu bukan saga 90 jam.

Kami baru saja merayakan hari jadi satu tahun,

Setahun sudah berlalu, masih selamanya lagi.

Dan itu menakutkan untuk dikatakan.

Kau tahu apa yang luar biasa? Itu semacam melepaskan.

Karena aku sudah tak peduli dengan temanku yang lajang.

Aku tak peduli dengan kalian semua dan itu memuaskan.

Karena kalian saat di rumah hanya mencari untuk cinta,

Dan mengeluh.

"Bagaimana kau menemukan orangnya?"

"Lesung pipi? Penggal kepalanya!" Seolah kau seorang raja.

"Rambut cokelat? Bukan tipeku."

Kubilnag, "Bung, kau kerja di Subway. Kau tak pantas banyak memilih."

Kita semakin lunak.

Kau sadar orang tuaku tak pernah bertemu secara fisik?

30 tahun lalu, di kota kecil bernama Aligarh, populasi 990,000.

Itu kota kecil di India.

Ayahku mendengar kabar di jalanan soal wanita bernama Seema, ibuku.

Dan Seema adalah wanita impian.

Tahun '82, Seema seperti...

Lihatlah Langa merah itu. Dia mempesona!

Dia seperti iPhone 8 di Aligarh.

"Kau pernah dengar Seema? Dia langsing. Keluarganya memiliki kamera."

Ayahku seperti, "Kamera? Aku tidak percaya itu!"

Dia berlari ke rumah kakekku dan berkata kepadanya.

"Ibu, Bapak, aku akan ke Amerika. Aku mau menikahi Seema. YOLO."

Dalam 10 menit, dia menikahi wanita yang tak pernah dia temui.

Itu seperti akun Tinder yang tak memiliki foto.

"Ya, aku menginginkan itu selama sisa hidupku."

"Kuharap dia punya kepribadian yang bagus."

"Ayo pindah ke Amerika Serikat, dimana kita bisa saling mengenal."

Aku sangat bersyukur dengan keputusan itu.

Najmi menikahi Tanda Tanya, pergi ke Amerika, aku dilahirkan.

Dilahirkan oleh ibumu seperti real estate.

Semuanya tentang lokasi, lokasi dan lokasi...

Aku lahir di sini. Semua kulit cokelat yang dilahirkan di sini, kita berhasil.

Kita adalah penyanyi rap yang berhasil.

Anehnya, aku tak pernah tahu keseluruhan cerita "X-Men Origins."

Itu gila, karena tak tak tahu apa-apa soal orang tua kita...

...dan orang tua kita tak tahu apa-apa tentang kita.

Contohnya, "Ayah, apa warna favoritmu? Stanford!"

"Apa? Tidak."

"Tidak, aku mau lebih mengenalmu."

"Kenapa kau mau mengenalku? Masuklah ke Stanford."

Dan menurutku itu bagian dari cinta rahasia para imigran.

Benar? Mereka menyukainya.

Mereka suka memendam perasaannya dalam-dalam,

Dan mengeluarkannya 30 tahun kemudian saat itu sudah tak relevan.

Jadi kau duduk disana dan berkata, "Apa, Ibu ninja, ayah komunis?"

"Kenapa kau katakan ini padaku sekarang?"

Aku merasa setiap percakapan dengan ayahku seperti film M. Night Shyamalan.

Itu hanya tayang selama 90 menit yang tak ada pengaruhnya.

"Itu akhirnya?"

Ayahku menikahi ibuku, mereka pergi ke Amerika, mereka memiliki aku,

Di Davis, California,

Tapi ibuku harus kembali ke India untuk selesaikan sekolah kedokterannya.

Jadi 8 tahun pertama, itu hanya aku dan ayahku.

Hanya kami berdua yang berusaha bertahan hidup di Amerika.

Minus semua cinta tak bersyarat.

Cinta orang kulit cokelat sangat tidak bersyarat.

Kau bisa lihat di seluruh foto, "Kau sebaiknya dapat nilai A."

Itu benar. Jujur saja.

Aku besar di sini. Berkembang... Aku besar di sini.

Ya.

Tapi Davis dipenuhi orang kulit putih. Sama seperti malam ini.

Nama panggilan adalah masalah. Itu hal penting bagi kita.

Siapa namamu?/ Jasura.

Baiklah, siapa nama panggilanmu?

Jasuriah./ Jasuriah?

Ya. Aku dipanggil "Hanson Minaja..."

"Sahan Minha."

"Saddam Hussein."

Itu dari guru bahasa Inggrisku. Aku seperti, "Bung, namaku bukan Saddam."

Siapa namamu?/ Biju.

Biju? Apa nama panggilanmu?/ Tatapan Kosong.

Tatapan Kosong?

Itu aneh, karena aku satu-satunya orang kulit cokelat di sekolah,

Dan ayahku satu-satunya di kantornya.

Itu cara teraneh yang menyatukan kami bersama,

Dan kami melakukan semuanya bersama. Dan buruknya...

Karena jika kau bersama ayah seorang imigran,

Kau harus berusaha memahami mereka.

Sementara aku masih tak bisa mengerti beberapa dari kalian hingga hari ini.

Seperti para paman di sini malam ini, tapi tak satupun dari kalian tersenyum.

Aku tidak mengerti. Kau bisa mati. Tertawalah.

"Kau tidak tertawa. Kenapa kau tertawa?"

Kau selalu tertekan dan selalu kelelahan.

Kau bisa bangunkan ayah imigran dari tidur 12 jamnya,

Mereka akan tetap...

"Kenapa aku harus membayar pajak?"

Kau seperti, "Astaga..."

Kami pergi ke swalayan bersama,

Aku ingat kami berada di sebuah swalayan.

Kami berjalan di lorong, dan ayahku mengambil yogurt.

Aku mencoba memahaminya, dan berkata, "Yogur."

Atau susu. Seperti...

Lalu aku melihatnya dan berpikir, "Astaga. Ayah tak suka yogurt."

"Dia benci susu."

Tapi aku paham tatapan itu sekarang.

Hidup itu sulit dan terkadang kau tak tahu apa yang kau lakukan.

Dia punya anak kecil dan aku tak membuat hidupnya lebih mudah.

Aku mengambil soda dan aku seperti,

"Jangan lakukan itu." Kubilang, "Aku masih kecil. Aku hidup selamanya!"

Kemudian aku tersandung sepatu Velcro-kus

Lalu aku menjatuhkan sodanya dan itu meledak.

Kemudian ayahku akan melakukan...

...apa yang dilakuan kebanyakan orang tua kulit cokelat.

Dia akan periksa jika lorong itu tak ada orang...

...lalu dia akan menamparku. Dan...

Aku menyukai itu. Terima kasih.

Kita memahami itu.

Dan bagi kaum liberal kulit putih yang merasa bersalah,

Dengar, imigran tak memukul anaknya seperti yang kau lakukan.

Americans memukul lengah dan membuat memar badan.

Imigran menampar wajahmu dan membuat memar jiwamu.

Itu Guantanamo pikiran.

Beberapa dari kalian mungkin berkata, "Hei, ini Davis, oke?"

"I mendengarkan NPR. Ira Glass berkata anak-anak adalah masa depan kita."

Kau pernah melihat acara berjudul "The Slap?" Ini tayang di NBC.

Ini acara sungguhan di NBC soal anak kulit putih yang ditampar di hari ultahnya.

Apa kau bercanda?

13 episode untuk anak ini? Apa kau bercanda?

Kau tahu kapan anak kulit cokelat ditampar? Setiap hari ulang tahun.

Dan biasanya bagi anak yang berulang tahun,

Kami akan berdiri di sana, menunjuk dan tertawa.

Kami akan bilang, "Biju ditampar di hari ulang tahunnya!"

Tapi itu yang menjadikan kami tangguh dan ulet.

Itu sebabnya kami menjadi kardiolog dan menang kontes mengeja.

Temparan itu penting. Itu meningkatkan permainanmu.

Pernah lihat anak India yang menang kontes mengeja?

Luar biasa!

Air es mengalir di nadinya. Itu dingind

Anak itu takkan memandang kamera. Dia akan menampar kamera.

Tentu saja dia bisa mengeja "Knaidel."

Knaidel. /Lihatlah wajah itu. Tanpa ekspresi...

Dia 12 tahun, tanpa ekspresi!

Dia baru saja menang uang tunai 30,000 dolar. Tanpa ekspresi.

Orang bertanya, "Dari mana itu berasal?" Lihatlah orang tua anak ini.

Anakmu baru saja menang Kontes Mengejar Scripps Nasional.

Lihatlah saudaranya. Saudaranya seperti, "aku kacau"

"Batasannya terlalu tinggi. Aku sebaiknya bunuh diri."

Orang berkata, "Dari mana Bobby Jindal berasal?"

Dari sanalah dia berasal. Itu dia sosiopat India.

Aku tahu apa yang terjadi saat aku bicara soal ini.

Orang berkata, "Orang tuamu tidak menyayangimu."

Kurasa orang tua kami menyayangi kami. Kami punya ayah yang hebat.

Hanya saja kurasa ayah kami tak mengundung software "ayah baik."

Pasti ada beberapa aplikasi yang hilang.

Hari ulang tahun bukan kesukaan mereka.

Setiap ayah imigran merasa jika mereka membawamu ke Amerika...

Selamat ulang tahun.

Starbucks, Wi-Fi, jalan raya, selamat ulang tahun.

Tak ada lagi ultah. Jadilah presiden. Seolah itu kebijakannya.

Pernah saat wawancara, wanita ini bilang, "Jelaskan ingatan hari ultahmu dulu."

Aku seperti, "Apa aku harus?"

Jadi, saat aku 6 tahun,

Ayahku membangunkan aku pagi-pagi sekali.

"Hasan, Bangun! Masuk ke Camry."

Mobil pilihan para imigran.

Kami naik ke Camry, kami pergi dari Davis ke Sacramento.

Di sana hanya ada satu mall. Arden.

Kami sampai di persimpangan, lalu aku menoleh ke kiri,

Di sana ada tempat yang setiap anak-anak impikan.

Toys 'R' Us.

Aku seperti, "Astaga!"

Ayah melihat katalog Toys 'R' Us di dindingku.

Dia melihat papan visiku.

Dia melihat BMX biru yang aku mau. Dia akan beri aku kejutan.

Belok kiri, belok kiri.

Belok kiri!

Kemudian dia belok kanan, dan aku, "Home Depot? Tidak!"

Kubilang, "Kenapa kita di sini? Ayah tahu ini hari apa?"

"Ya, hari Sabtu. Bukan, ini hari ulang tahunku."

Ayah lupa ini ulang tahunku?/ Dia bilang, "Hasan..."

"Bagaimana ayah bisa lupa ini hari ulang tahunmu?"

"Itu sebabnya ayah mengajakmu ke sini."

"Agar kau bisa pilih gagang pintu untuk kamar mandi."

Dan kubilang, "Kenapa ayah tak minta aku pilihkan toiletnya?"

"Karena ayah sudah mengotori mimpi-mimpiku."

Aku tak mengatakan itu. Aku bisa ditampar jika mengatakan itu.

Tapi aku sadar jika ada jarak generasional antara kita dan orang tua kita.

Seperti saat kau akan bertengkar dengan orang tuamu,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left