Season 1

Release info

Grand Prince S01 2018 1080p NF WEB-DL DDP2 0 x264-Imagine
A Commentary by RumahKarangan
Resynced for NF

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Download Indonesian Subtitle Files for Mobile (20)
Choose the file for your episode
S01E01
Grand.Prince.S01E01.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 45 KB
S01E02
Grand.Prince.S01E02.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 55 KB
S01E03
Grand.Prince.S01E03.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 52 KB
S01E04
Grand.Prince.S01E04.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 55 KB
S01E05
Grand.Prince.S01E05.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 52 KB
S01E06
Grand.Prince.S01E06.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 69 KB
S01E07
Grand.Prince.S01E07.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 58 KB
S01E08
Grand.Prince.S01E08.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 53 KB
S01E09
Grand.Prince.S01E09.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 47 KB
S01E10
Grand.Prince.S01E10.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 49 KB
S01E11
Grand.Prince.S01E11.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 54 KB
S01E12
Grand.Prince.S01E12.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 50 KB
S01E13
Grand.Prince.S01E13.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 46 KB
S01E14
Grand.Prince.S01E14.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 49 KB
S01E15
Grand.Prince.S01E15.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 58 KB
S01E16
Grand.Prince.S01E16.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 50 KB
S01E17
Grand.Prince.S01E17.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 54 KB
S01E18
Grand.Prince.S01E18.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 59 KB
S01E19
Grand.Prince.S01E19.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 46 KB
S01E20
Grand.Prince.S01E20.1080p.NF.WEB-DL.DDP2.0.x264-Imagine.ind.srt 57 KB
Download Indonesian Subtitle
Translate with Pro
Show all subtitles
Published on: 2021-07-13
Downloads: 42
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Pangeran Agung

Pangeran Agung: Melukis Cinta

Kelinci! Kelinci! Kelinci!

Episode 1

Ayah.

Berita tentang sakitnya Raja, jangan sampai tersebar.

Kita akan berusaha jangan sampai tersebar.

Kalau sampai berita ini tersebar, semua orang yang bertanggungjawab akan dipenggal.

Ayah.

Tapi, dia sudah dengan berani menanggung ini selama bertahun-tahun.

Raja akan bangkit lagi.

Putra mahkota masih sangat muda.

Dia pasti akan bangun lagi.

Ini untuk istana Myung Rae.

Beri jalan. Kembali dari Utara, ini Yang Mulia Pangeran Eun Song.

Hari begitu dingin dan bedebah edan ini keluyuran seperti ini?

Kau tidak sopan. Jaga kelakuanmu di hadapan Yang Mulia.

Kalau kau mau terus bicara, tunjukkan tanda identitas atau tanda masuk ke dalam istana.

Beraninya mengaku Pangeran Agung Eun Song yang sudah meninggal dalam ekpedisi dan dikuburkan sejak lama?

Dia selamat dari kematian. Pergi dan laporkan ke Balai Agung.

Yang Mulia.

Kita hanya perlu memberi tahu Kepala Kasim atau pelayanmu.

Begitu mereka keluar melihatmu...

Aku tak bisa membiarkanmu pergi begitu saja. Beraninya kau memintaku minggir sementara kau memegang senjata?

Untuk mencari tahu dari golongan mana kalian para pengemis yang merencanakan pemberontakan,

Aku harus membawamu pergi dan menghukummu dengan siksaan sekrup-kaki!

Bawa mereka pergi!

Pangeran Agung Jin Yang, Lee Kang

Raja sedang koma dan hampir meninggal. Ratu sedang mencari ke mana-mana. Keberadaannya tidak diketahui.

Yoon Na Gyeom

Kerja yang bagus. Semoga selamat dalam perjalanan pulang.

Kita ada di tingkat yang sama.

Sebagian rakyat ada di pihak Raja dan Ibunya,

dan sebagian lagi ada di pihak kita.

Kau akan bagaimana? Raja sakit keras.

Ibu Suri tidak datang menemuimu atau para pejabat.

Kalau kau kehilangan waktu sebelum kematiannya ini—

Sebelum peristiwa ekstrem itu terjadi,

kita harus menemukan Gomyeong (surat wasiat Raja tentang pergantian tahta).

Sementara Pangeran Agung Eun Seong tidak ada disini,

kalau kau yang menerima Gomyeong ,

tahta itu akan jadi milikmu, Tuan.

Aku akan pergi ke istana.

Orabeoni, coba minta pada Perdana Menteri dan menteri lainnya agar bisa masuk istana.

Ya, baiklah.

- Aku akan membawakan seragam istanamu. - Nyonya, ada tamu.

Anggota keluarga kerajaan Weol Yeong mengirimkan lamaran penikahan ke rumahku.

Mohon minta padanya untuk membatalkan lamarannya. Dia adalah pengikutmu.

Jadi, mohon selesaikan masalah ini.

Apa kau tidak ingin mempertimbangkan pengantin pria lainnya?

Apa yang kau katakan?

Kau menolak untuk menjadi wanitaku selama tiga tahun.

Aku memberimu pilihan berbeda dengan kemurahan hati yang besar.

Apa kau memintaku untuk menjadi wanita pencari harta?

Hwi... tidak akan kembali.

Dia sudah meninggal.

Kau harus menerimanya.

Orang yang dengan kejam mendorong saudaranya sendiri

adalah kau, Pangeran Agung.

Dia pergi atas kemauannya sendiri. Dia memiliki rasa bertanggung jawab sebagai pangeran negara ini.

Apa kau... pada akhirnya berniat untuk menghancurkan hidupku?

Weol Yeong adalah sepupuku.

Menikah dengan seseorang dari keluarga kerajaan bermakna hidupmu menjadi hancur?

Gadis-gadis lain akan terkejut mendengarnya.

Aku bukan mencari pernikahan.

Aku tidak mau menjadi pengantin wanita siapa pun.

Apa kau begitu tidak menyukai Weol Yeong?

Jika kau benar-benar seperti itu, datanglah padaku.

Bahkan sekarang pun aku akan menerimamu.

Sia-sia saja yang kukatakan.

Dengan memercayai bahwa ada secuil kebaikan dalam dirimu,

aku bodoh.

Hati-hati di malam hari. Kau akan segera menjadi pengantin wanita.

Nyonya, apa yang kau lakukan?

Apa tidak cukup kau merusak satu pangeran agung?

Apa kau tidak punya rasa takut atau kau mengabaikan hukum?

Beraninya kau sembarangan menemui pria dari keluarga lain?

Apa kau sekhawatir itu?

Apa kau masih tidak percaya diri?

Apa karena itulah kau ingin melenyapkanku seperti ini?

Berterimakasihlah. Jika bukan karena usaha kami, kau akan mati sebagai hantu perawan.

Apa kau sudah melupakan semuanya ketika kita berteman?

Kau tidak tahu bahwa kaulah yang mengakhiri hubungan kita?

Ketika kau mulai menggoda para pangeran agung,

kita berhenti berteman atau apapun lainnya.

Hidupku dan takdirku

tidak akan ditentukan olehmu dan suamimu.

Jika kau begitu tidak mau menikah, kenapa kau tidak bunuh diri saja?

Ayo, Nona. Pura-pura saja tidak mendengarnya. Kita pergi saja!

Jka kau akan mati, kenapa kau tidak mati saja tiga tahun yang lalu?

Cinta yang hebat yang kau miliki itu, jika kau mati, kau akan dipuji atas baktimu pada satu orang.

Ayo. Cepat, ayo.

Semoga kau bahagia!

Tolong menikahlah, memiliki putra dan putri, dan hiduplah dengan baik!

Fakta bahwa kau seperti gadis lainnya di luar sana,

yang materialistis seperti mereka, tunjukkanlah pada seluruh dunia!

Ah, benar-benar.

Dingin!

Ah benar-benar. Biar kulihat, kulihat. Kemarilah.

Ini tidak mau hilang.

Apa kau mau mati?

Kita cuci sekali lagi.

Wajahku akan membeku!

Lihat semua kulit mati itu!

Embus, embus.

Sekali lagi. Cuci sekali lagi.

Akankah dia bisa melakukannya dengan baik?

Dia tidak bisa bicara bahasa Korea dengan baik.

Ratu. Tidak apa-apa ketika aku menemukan ratu.

Ibu. Ibu Suri.

Benar.

Ibu, Ibu Suri.

Tanda Masuk

Kau boleh masuk.

Apa pun yang terjadi, maju ke depan.

Ibu Suri.

Benar.

Ibu Suri Shim

Yang Mulia! Yang Mulia!

Tidak bisa begini.

Malam ini, tolong beristirahat di kamarmu.

Tidak, tidak apa-apa. Aku akan ganti baju dan kembali pada raja.

Jika kau terus begini, kau akan pingsan.

Ratu akan memiliki saat yang sulit jika dia sendirian.

Betapa lancangnya kau. Beraninya kau menghalangi jalan ibu suri?

Ibu Suri?

Ah, Ibu. Ibu Suri.

Apa kau tidak dengar? Seret dia sekarang!

Apa ada seseorang?

Panggil Pengawal Kerajaan. Pengawal Kerajaan!

Hwi

Yang Mulia.

Hwi

Hwi.

Ini...

Ini...

Darah Hwi.

Putraku, Hwi!

Ya.

Pangeran Eun Seong, Lee Hwi.

Putramu yang tak berbakti

sekarang sudah kembali dan

memberi hormat pada Yang Mulia.

Kau masih hidup.

Ke mana perginya wajahmu yang seperti giok itu?

Kasar sekali. Betapa sulitnya itu untukmu.

Raja...

sedang diambang kematian.

Langit pasti kasihan pada ibu

karena mereka mengembalikanmu padaku.

Kau tidak bisa masuk hari ini.

Karena Yang Mulia sakit, aku membawakan obat penenang.

Aku ingin membawakannya kepada Yang Mulia, tolong beri tahu mereka aku di sini.

Ibu Suri memberikan perintah yang tegas untuk tidak membiarkan seorang pun masuk ke dalam malam ini.

Apakah kau memperlakukan saudara termuda Yang Mulia seperti pengunjung biasa?

Mohon kembali di pagi hari.

Aku bilang aku akan memberi Yang Mulia obat penenang.

Jika sesuatu yang buruk terjadi kepada Yang Mulia malam ini

apakah kau akan bisa menerima konsekuensinya nanti?

Minggir!

Yang Mulia!

Yang Mulia.

Yang Mulia!

Ibu.

Ada apa?

Bagaimana dengan Yang Mulia?

Dia sudah meninggal dunia.

Kepala Kasim.

Bagaimana bisa kau membiarkan ini terjadi seperti ini?

Bagaimana bisa kau membiarkan Yang Mulia pergi sendirian tanpaku, keluarga terdekatnya, di sisinya?

Siapa di dunia ini yang akan menerima wasiat terakhirnya?

Jangan khawatir.

Pangeran Agung Eun Seong?

Aku yang menerima wasiatnya.

Sampai Putra Mahkota dewasa,

Ibu Suri yang akan memerintah

dan para pangeran agung akan memberikan janji setianya kepada putra mahkota.

Ini...

wasiat almarhum Raja.

Kau yang menerima

wasiat terakhirnya?

Aku kembali, Hyung-nim.

Aku tidak mati.

Aku hidup.

Mohon kembali kepada kami, Raja!

Mohon kembali kepada kami, Raja!

Mohon kembali kepada kami, Raja!

- Kau memiliki banyak luka. - Karena aku berada di medan perang sebelumnya.

Syukurlah kau kembali dengan selamat.

Aku tidak akan mati karena ada seseorang yang menungguku.

Karena kau sudah kembali di waktu terjadinya kemalangan di istana,

aku tidak bisa menunjukan kebahagianku atas kembalinya dirimu di tengah suasana kesedihan karena kematian Raja.

Pasti sulit bagimu karena kau tidak bisa berlari menuju wanita yang kau rindukan.

Tapi yang terbaik adalah tidak bertemu dengan seorang wanita yang akan menikah dengan pria lain.

Aku bicara tentang Nona Ja Hyeon.

Tapi, karena kalian saling menyayangi sebagai teman,

betapa senangnya dia melihatmu kembali dengan selamat.

Apa kau katakan Ja Hyeon akan menikah?

Dia akan menikah dengan anggota keluarga kerajaan Weol Yeong.

Yang Mulia! Yang Mulia!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left