Release info

우리들의-블루스-Our-Blues-E09-NEXT-NF
우리들의-블루스-Our-Blues-E09-WEBRip-NF
A Commentary by Anangkaswandi
Mumpung akun masih aktf 😁😁

Tags

other
Published on: 2022-05-07
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SUNDAE ABANG

Apa?

Jangan mencari gara-gara.

Aku baru bertengkar hebat dengan Hyeon,

tak bertenaga lagi untuk berkelahi denganmu.

Pergilah.

Dia ini benar-benar…

Kau tak mau keluar?

Tak mau pergi saat aku masih sabar, apa mau mati?

RAJA HEBAT

Duduklah yang nyaman.

Minumlah.

Biarkanlah anak-anak…

membesarkan anak mereka.

Aku dan kau

di kehidupan ini…

kita hidup begini tanpa peduli omongan orang.

Namun, anak-anak kita…

jangan sampai orang-orang menghujat mereka…

Siapa yang berani menghujat anak-anak kita?

Kau dan aku adalah ayah.

Kita memberi makan, membesarkan mereka,

jadi, boleh mengumpat pada mereka.

Namun, apa yang orang-orang lakukan sehingga mengecam anak-anak kita?

Siapa yang begitu?

Aku akan langsung ke sana dan memukul mereka!

Siapa?

Siapa orangnya?

Tukang pandai besi pasar, Pak Kim.

Lalu?

Bu Hye-ja, seorang haenyeo .

Penjual es, Pak Jang.

Siapa lagi?

Kau!

Kau…

bicara kalau Yeong-ju tak bisa menjaga tubuhnya.

Minta maaf.

Minta maaflah.

Aku minta maaf.

Terima kasih.

Pergilah sekarang.

Aku sudah meminta Yeong-ju pulang,

jadi, kau juga…

Maksudku, Kak In-gwon juga…

maafkanlah Hyeon.

Pulanglah.

Selain itu…

maafkan aku juga.

Mulai sekarang,

aku akan menganggapmu kakak.

Tidak ada di kartu keluarga, kakak apanya?

Panggil aku besan.

Pergilah, Besan.

Kau juga pasti lelah.

Terima kasih,

Besan.

Cepat pulang ke rumah sekarang.

Bilang terima kasih ke Bu Kang

sebelum kau pulang.

Ya.

DONG-SEOK DAN SEON-A 2

Aku beli empat wortel dan empat ikat bayam.

Ya.

Dengan yang sebelumnya, 50.000 won.

Beri diskon 5.000 won.

Mengapa setiap hari minta diskon?

Aku tak punya uang.

Kalau tak punya uang, ya sudah.

Ini 45.000 won.

Astaga. Ini.

Aku tak akan membeli darimu lagi.

- Meski kuberi ini? - Astaga.

Harusnya berikan dari tadi.

Terima kasih.

Bu, ikan layur atau tenggiri?

Tolong iriskan untukku.

Tanganku sudah lemas sekarang.

Untuk itu harus bayar 3.000 won,

tetapi karena untuk ibu, tidak perlu.

Hei! Pelan-pelan memegangnya!

Lihat ini.

Bukan begitu caranya, tetapi begini.

- Lihat. - Bukan, begini caranya.

Sebentar lagi habis.

Bagus, aku menang. Kali ini aku menang.

WARNET PREMIUM

Seharusnya lebih sulit.

Hei, namamu siapa?

Aku sedang bertanya. Namamu siapa?

Bocah ini ditanyai, tetapi tidak menjawab.

Padahal aku lebih tua.

Hei, kau tinggal di mana?

Apa kau murid SMP?

Masih kecil, tetapi ke arkade tiap hari.

Kau murid pindahan, 'kan?

Seoul? Busan?

Daegu? Mokpo?

Hei.

Hei!

Hei! Aku tanya kau dari mana?

Apa itu? Sial.

Berisik.

PARK JAE-GU

Aku hanya…

Karena anak kecil ini tak pulang dan selalu ke arkade setiap hari,

aku jadi khawatir.

Mengapa kau harus khawatir?

Hei.

Hei, Lee Dong-seok.

Sudah cukup. Berdirilah!

Berdirilah, Bedebah. Kakakku menunggumu.

Mengabaikanku? Kuhitung sampai tiga.

Satu, dua, tiga!

- Ya ampun, Dong-seok! - Kemari.

Lihat dia!

- Dasar… - Rasakan ini.

Hei! Dasar bajingan!

Kau benar-benar bajingan.

Hari ini aku sibuk, jadi, sudah dahulu. Besok kupukul lagi, ya?

Sialan!

Ayo.

SUSU SEGAR

COKELAT BATANGAN MY TIME

Sial.

- Dong-seok, aku pulang! - Ya.

ARKADE

Perlu tumpangan?

Jalannya licin, pegang yang erat.

Mau ke halte bus seperti biasanya,

atau sampai ke rumah karena hujan?

Sampai rumah. Hari ini lewat tepi laut saja.

- Nanti kau terlambat pulang. - Tidak apa-apa.

Kau tidak takut padaku?

Tidak takut.

Ya ampun, kau sampai kehujanan. Dari mana saja?

Dari mana lagi? Jual barang di pulau-pulau.

Ke mana saja uangmu? Mengapa tak beli rumah?

Setiap hari tidur di mobil atau motel.

Astaga. Pergilah!

Mengapa cerewet sekali?

Siapa wanita di kamar 201 itu?

Apa kau harus tahu segalanya tentang tamumu?

Bukan begitu.

Kudengar kau membawa wanita yang mencoba bunuh diri melompat ke laut.

Maksudku, mengapa kau bawa wanita macam itu ke motelku?

Mengapa menatap begitu?

Semua orang di Kota Seogwipo, juga Pureung-ri, mengetahuinya.

Wanita Seoul yang melompat ke laut diselamatkan para haenyeo .

Hei.

Aku tak bisa tidur karena wanita itu.

Kau sudah beristri. Mengapa tak bisa tidur karena wanita lain?

Apa kau insomnia?

Hei.

Wanita di kamar 201 itu sangat aneh.

Selama ada di sini, dia selalu sibuk.

Pergi subuh dan kembali tengah malam.

Kusapa, "Halo. Apa kau tidur nyenyak?" Meski begitu setiap melihatnya,

dia tak pernah menjawab.

Dia hanya berpaling dan tersenyum begini.

Lalu, beberapa hari lalu, dia pergi naik mobil.

Sudah tiga hari tidak kemari.

Entah apa wanita itu mencoba

bunuh diri dengan asap arang brisket di dalam mobilnya,

atau diam-diam mencoba gantung diri di motel…

Aku takut sekali dan tidak bisa tenang.

Sebenarnya wanita di kamar 201 itu siapa?

Apa hubungan kalian?

Berikan kunci kamar 201.

Masuk ke kamar yang tidak ada penghuninya?

Kau yang tanggung jawab, ya.

Kalau ada sesuatu, kau yang bertanggung jawab. Hei.

Astaga, itu mengagetkanku!

Hei, Dong-seok. Coba cek kamar mandi…

Dong-seok, apa wanita itu ada di situ?

SEON-A

Hei, Dong-seok.

Apa wanita itu tak di situ?

Ada atau tidak?

Hei, kau mau pergi? Ke mana…

Astaga. Hei.

Hei! Kau mau mencari wanita itu?

Hei! Hujan deras begini, kau mau cari di mana?

Pergi besok saja saat hujannya berhenti!

Tidak ada yang merapikan kamarnya sebelum bunuh diri!

Maka dari itu, besok saja!

Astaga. Dia tak mau dengar.

Hei, Dong-seok! Hati-hati!

BAHAYA RISIKO TERJATUH

SEON-A

- Sial! - Hentikan!

- Kau pikir siapa kau? - Lepaskan dia.

Kau gila? Kau menghabiskan semua uang Ayah!

Aku mau uang itu kembali!

Bisa berhenti? Tiap kali minum-minum…

Kau berani menghabiskan uang Ayah…

Ayah dan pamanku berkelahi lagi.

Biarkan aku menginap.

Sedang apa kau di sini?

Dong-seok. Dasar pecundang.

Lihat apa, Anak Haram?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left