The first 200 lines.
Bonus 0.25% Commision Grade A Bonus 0.7% Rollingan Casino
BKF Productions. Seru. Bebas. Nilai-nilai kekeluargaan.
Tradisi Amerika. Seperti biasa, pemburu disetujui.
Yohannes 3:16
Karena Tuhan begitu mencintai dunia,
Hingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal...
Dia keluar dari landaian, dia berada di padang rumput.
Satu tembakan melumpuhkan!
Hai. Aku Buck Ferguson.
Beberapa waktu lalu, aku putuskan mengikuti mimpiku...
...untuk memburu rusa ekor putih di seluruh dunia.
Singkat cerita, mimpiku jadi kenyataan.
Aku pernah melihat yang terbaik. Dan aku membunuh yang terbaik.
Sekarang aku ingin berbagi denganmu...
...keceriaan yang aku temukan dalam berburu rusa ekor putih.
Dari selama aku berburu, itu tidak diragukan lagi...
...makhluk paling menawan yang pernah aku lihat.
Kau lihat tanduk pada hewan itu?
Joseph sang pelompat!
Ya! Ya! Ya!
Apa...
Aku melihat dia dan berpikir, "Sekalian saja."
Aku sudah memiliki banyak prestasi,
Tapi episode malam ini tak hanya tentang membunuh rusa ekor putih.
tapi juga tentang keluarga.
Aku sarankan kau berkumpul dengan keluargamu...
...dan bersantai untuk menikmati edisi khusus dari Buck Fever ini.
Arahkan sedikit ke kiri, tolong.
Sedikit lagi...
Begitu kau akan duduk?/ Ya.
Turunkan lagi spionnya. Turunkan. Sedikit saja.
Sempurna. Lihatlah mata itu.
Itu ide yang bagus, Buck./ Kau bisa mendapatkan kami berdua?
Aku tak bisa dapatkan kalian berdua dalam satu bingkai.
Aku akan berpindah kiri dan kanan, mengikuti percakapan.
Tidak. Itu tidak bagus, Don.
Jaden dan aku harus berada di bingkai yang sama.
Aku tak tahu soal itu.
Pindah-pindah pengambilan gambar selalu menjadi ciri khas kita...
Jika ini sedikit komedi, tentu. Tapi ini adegan emosional.
Kita harus menjual kisah hubungan ayah dan anak dengan benar.
Aku terhalang pintu dan jendela ini, jadi aku tak bisa lebih lebar lagi.
Kita harus mencari cara. Jika kami tak membangun dinding,
Penonton takkan merasakan suasana emosional...
...saat Jaden membunuh rusa pertamanya. Itu takkan bekerja!
Baiklah. Buck, ini akan bekerja. Oke?
Aku mengerti soal membangun suasana emosional dramatis.
Aku tahu perjalanan ini sangat berarti untukmu dan Jaden.
Tapi percaya aku saat aku bilang padamu,
Semuanya akan bekerja seperti yang seharusnya.
Pengambilan gambar tempelan.
Apa?/ Pengambilan gambar tempelan.
Kamera diletakkan di kiri jendelaku, Jaden masuk ke dalam bingkai.
Kau bisa melihat Jaden, tapi hanya mataku.
Perlahan-lahan bergeser padaku saat aku berbalik melihat anakku.
Menyimpan pengungkapan wajahmu untuk tombolnya. Itu jenius.
Cobalah./ Biar aku lihat.
Wow, itu jelas akan bekerja.
Itu benar, 'kan?/ Ya.
Kau tahu, Don, ini akan menjadi video terbaik yang pernah kita buat.
Tidak, Don, tunggu di mobil./ Baiklah.
Hei, Buck.
Kelihatannya ada yang siap untuk pergi berburu.
Greg? Kenapa kau di sini?/ Kau pasti kedinginan.
Jaden di atas sedang bersiap.
Aku akan... Aku yakin itu dingin diluar sana.
Aku akan memanggil dia. Anggap saja rumah sendiri.
"Anggap saja rumah sendiri."
Hei, Buck./ Hei.
Aku membuat sarapan. Kau mau sesuatu untuk dimakan
Tidak, terima kasih, Linda. Aku tadi sudah singgah di McDonald.
Jangan beritahu Jaden. Dia akan marah kau tak bawakan dia McGriddle.
Kau membuat bakon
Bahan bakar manusia. Itu yang aku tunggu.
Terima kasih banyak.
Buck, aku mau kau bicara dengan Jaden.
Apa? Ada apa?/ Dia mulai bertingkah.
Jika aku banyak tanyakan dia soal sekolah, dia akan marah dan bermain video gim...
...lalu takkan bicara denganku sepanjang malam.
Kurasa tak naik kelas tahun lalu benar-benar mengacaukan kepalanya.
Jika kau tanyakan aku, menurutku itu salah guru.
Maksudku, semua orang tahu jika Jaden tak pandai dengan ujian.
Dia pelajar visual, seperti aku.
Dia bukan pelajar visual, Greg. Dia pelajar biasa.
Aku tak bermaksud begitu. Dia lebih tertarik dengan film...
Dia pelajar yang bisa. Biarkan tetap seperti itu.
Hai, Ayah./ Panjang umur.
Bagaimana kabarmu, Nak?/ Baik.
Siap untuk membunuh rusa ekor putih pertamamu?
Aku siap untuk menembak sesuatu.
Kau membawa gitar itu?
Tidak, aku membawanya demi kesehatanku./Jaden.
Baik, berpamitanlah pada ibumu dan Greg.
Tunggu sebentar, semuanya.
Aku mau berikan Jaden sesuatu untuk video berburu pertamanya.
Apa itu?/ Ayo. Bukalah.
Tidak mungkin!
Itu senjata yang bagus, tapi itu bukan jenis untuk berburu.
Kenapa tidak, Buck?
Itu senjata mesin, Greg. Terlalu banyak keributan.
Ini luar biasa. Klip pisang. Pandangan laser.
Hitam dop. Sangat keren.
Apa ini ada peredamnya? Tidak.
Ya, pak, ini jelas sangat keren. Terima kasih, Greg.
Sama-sama, kawan.
Kau ingat Don, 'kan?/ Ya, kurasa begitu.
Apa kabar, kawan? Lama tak bertemu, ya?
Kau melakukan hal berbeda dengan rambutmu? Faux-hawk?
Ini sebelumnya model klimis, tapi sekarang model duri-duri.
Aku juga melakukan sesuatu yang berbeda dengan rambutku.
Aku biasanya gundul. Sekarang aku biarkan ini tumbuh
Ikal tipis membuat mataku lebih terlihat.
Baiklah, Don, siap untuk bekerja?/ Ya.
Kita siap. Kita merekam.
Hei, Jaden. Lihat apa yang ayah bawah untukmu.
Sosis McGriddle! Ayah tahu kesukaanku.
Berhasil. Sempurna.
Kita berangkat, anak-anak.
Ini negara yang indah, Buck.
Dan ini sudah lama sejak aku ke atas sini.
Kau tahu, Jaden, ini adalah gunung aku membunuh rusa pertamaku.
Aku tak percaya hari ini sudah tiba.
Aku tak suka saat suatu tempat tak punya Wifi. Itu kelemahanku.
Percaya aku, Jaden, akses nirkabel takkan menjadi kekhawatiranmu...
...saat kau berada dalam perburuan rusa ekor putih pertamamu.
Itu benar sekali!/ Itu yang aku maksud.
Ucapan yang penuh warna. Itu sebabnya kita tinggalkan wanita di rumah...
Jaden, satu-satunya wanita yang ikut perjalanan ini...
Rosy Palmer dan kelima saudarinya. Hati-hati!
Mari bersenang-senang!/ Penuh percintaan, Don.
Goyangkan pinggulmu.
Sudah cukup./ Keluarkan penismu dan merancaplah.
Hei! Hei!/ Merancap akhir pekan dengan...
Kita sudah bicara soal permasalahan seks. Hentikanlah.
Ayolah, Buck! Kau mau?
Kalahkan dia, Ayah! Ayo!/ Tentu saja!
Ayo!
Ayo, Buck!
Baiklah, Don, selagi kita menunggu rusa,
Kau mungkin mau ambil beberapa gambar tambahan./Dimengerti.
Dan ingat, Don. Lakukan pengambilan gambar diam-diam.
Aku dan Jaden berusaha untuk terikat. Itu takkan terjadi jika kau...
Aku akan bersembunyi. Mengerti.
Baiklah. Bagus. Dimana Jaden?
Dia di sana mengobrol di ponselnya.
Hei! Jaden!/Itu alasan terbodoh yang pernah aku dengar.
Apa?
Ayo, Nak. Kau bisa hubungi dia kembali./ Aku harus pergi. Dah.
Kau bicara dengan siapa?/ Pacarku.
Dan dia marah denganku sekarang, omong-omong.
Terima kasih./ Kenapa?
Karena aku harus mematikan ponsel dan tak bisa bicara dengannya.
Jangan khawatir soal itu sekarang. Ayolah.
Hei, Don. Mulai merekam./ Sebentar.
Baiklah. Siap.
Baik. Kamera tersembunyi. Aku tidak di sini. Mulailah.
Kenapa kau tak duduk di samping ayah?
Ayah mau memberitahumu sesuatu.
Apa itu?
Bukalah, Nak.
Ini senjata tua./ Bukan senjata tua biasanya.
Itu Winchester .30-30.
Senapan itu milik kakekmu.
Ayahku berikan itu pada ayah di perburuan rusa pertama ayah.
Hari ini, ayah berikan itu kepadamu, Nak.
Ayah menyerahkan senapan gentel kepadamu,
Dan ayah juga menyerahkan warisan rusa ekor putih.
Sekarang aku punya dua senjata.
Jaden, tolong, ayah berusaha berbagi sesuatu denganmu, Nak.
Aku salah. Lanjutkan.
Senapan ini simbol ikatan keluarga.
Ayah yang mengajari anaknya berburu merupakan ritual dari masa lalu.
Dengan senapan ini datang tanggung jawab yang besar.
Dan yang kita lakukan di luar sini adalah belajar menjadi dewasa.
Nak, saat kau melihat rusa ekor putih pertamamu,
Itu akan terlihat manis dan menggemaskan,
Tapi kau tak bisa terikat dengan perasaan itu.
Kita bisa menghormati rusa, tapi kita tak bisa mencintainya.
Aku akan menghormati rusa dengan menembak kepalanya.
Bisa aku berikan satu kritikan?/ Tentu, Nak.
Satu hal kenapa senjatanya Greg lebih bagus dari senjata ini.
Yaitu bidikan lasernya. Itu masalahnya.
Apa menurutmu itu mungkin melepas bidikan laser dari senjatanya Greg...
...dan memasangnya di senjata tua ini?
Atau ini hanya sebagai senjata cadangan?
Sudahi merekamnya, Don. Kurasa kita sudah mendapat cukup.
Jaden. Jaden.
Singkirkan itu dan bantu ayah mengawasi rusa ini.
Biar aku selesaikan trek ini. Ini lagu favoritku.
Sekarang./ Baiklah.
Aku lapar. Kau tahu apa yang mau aku makan?
Kalkun panini. Panini itu enak.
Kita baru di sini 20 menit. Kau harus bersabar.
Aku bersabar. Tapi aku mulai merasa lapar.
Aku bahkan belum menembakkan senjataku.
Aku pikir kita akan langsung membunuh selama ini.
Ini membosankan./ Baiklah.
Kita akan menembakkan senjata.
Berburu lebih dari sekedar membunuh. Tapi juga tentang bersabar.
Baiklah, bisa aku telepon Caroline dan beritahu dia aku tak bisa menghubunginya?
No comments yet. Be the first to leave one.