The first 200 lines.
Sebaiknya kau tak melempar bola itu di rumah ibu.
Lepaskan helm itu sebelum makan malam.
Apa kau sudah menyelesaikan tugas "Saat aku dewasa"?
-Sudah, Bu. -Reggie, kau tak punya cita-cita
selain jadi pemain futbol?
-Kalau dokter? -Tak ada yang suka dokter.
Semua orang suka futbol!
Aku ingin jadi pemain futbol,
tinggal di rumah mewah, dan semua orang akan menyayangiku.
Semua orang di rumah ini sudah menyayangimu.
-Ayah! -Hei!
Aku lupa hari jadi kita.
Untungnya, ada perayaan yang cukup untuk kita berdua.
Tidak! Ini untukku.
Ini untukmu.
Nak, tujuan bekerja keras
adalah memanjakan orang yang kau cintai.
Boleh ibu lihat sekarang?
Baiklah. Sekarang.
Reggie, kau tak perlu melakukan ini.
Tentu saja perlu!
Tahu berapa lama aku menonton pertandingan bocah ini?
Terima kasih, Nak.
Ayah tak sabar ingin mengatur posisi kursi sandaran.
Kemarilah.
Aku punya rumah baru!
THE BIG LEAP
Kau akan baik-baik saja hari ini?
Setelah semua yang terjadi di acara semalam?
Sampai kau mengatakannya,
aku belum memikirkannya sama sekali,
jadi, terima kasih.
Aku harus pergi.
Aku ingin ada di rumah saat Sam bangun.
Sampai jumpa di studio nanti?
Sebenarnya,
aku ada pertemuan sarapan dengan pelatih lamaku.
Mencoba melihat apa ada kesempatan
agar aku bisa kembali ke tim.
Apa? Luar biasa.
Mungkin. Semoga saja.
Aku harus mandi,
tapi aku akan buatkan makan malam nanti.
Semoga berhasil hari ini.
-Ya, kau juga. -Pasti.
Gabby?
Gabby, maafkan aku tentang semalam.
Jika ucapanku membuatmu kesal.
Aku tak bermaksud mengekspos aibmu di TV.
Kau tak perlu malu.
Kau benar-benar dimanfaatkan,
seperti aku dimanfaatkan
oleh produser dan ibuku,
dengan cara yang tak melecehkan.
Brittney.
Aku tak memikirkan kemarin.
Aku memikirkan hari ini.
Aku hanya ingin melangkah maju.
Bagus, aku juga.
Kau tak akan mengetwit menyindirku, bukan?
Atau memasukkan asam ke dalam alas bedakku?
Meluncur dengan setengah melenggang. Nona-nona masuk.
Pria berjalan melenggang.
Berpikiran terbukalah. Ini seru.
Orang tuaku suka tarian persegi.
Kalian berdua dipecat.
Aku perlu bicara sekarang.
Terima kasih. Dante, Alan, entah aku harus menyuruh apa. Mungkin daftar S2?
Pergi dari sini.
-Aku gagal S2 dua kali. -Dia memecatku dua kali kemarin.
Aku ingin dia keluar dari acara dan aku ingin perannya.
Aku suka energi ini.
Kita membicarakan Brittney, bukan?
Hei, turut sedih tentang kejadian semalam.
-Kau baik-baik saja? -Sama sekali tak baik.
Sam bersekolah hari ini, dan anak-anak akan bercanda
soal ayahnya yang melecehkan remaja.
Dia mengganggu anakku.
Sekali lagi, aku ingin dia keluar dari acara.
Aku ingin balas dendam.
Ya! Aku suka Gabby balas dendam.
Apa yang kau pikirkan?
Aku ingin menantang dia untuk perannya.
Sulit, jika kubiarkan kau melakukan itu, maka semua orang...
Tidak jika harus memenangkan kontes dahulu.
Hadiahnya adalah tiket tantangan.
Aku sudah punya rencana, ini tontonan hebat
dan pada akhirnya, Brittney akan jatuh.
Pertama, Gabby balas dendam, lalu Gabby rencana mematikan.
Aku merinding!
Ini bagus. Tapi bantu aku.
Jika kau benar-benar ingin membunuhnya,
pastikan ada kamera di sana.
Aku tak tahu kau bercanda atau tidak.
Tatap mataku. Aku harus buat rencana.
Ikut aku. Katakan rencanamu.
EPISODE 107 RENCANA PEMBALASAN
Astaga!
Katamu makanan adalah persembahan suci
untuk tubuh kita?
Hari absen diet itu penting
selama pemainku tak melihatnya.
Tahu secara teknis aku masih pemain, bukan?
Nyaris bukan.
Hei, ayolah, Bung. Aku tahu aku mengacau.
Hei, aku juga akan menskors diriku.
Tapi aku sudah bersih, berpikir jernih.
Aku siap bermain lagi. Ayo.
Aku mengenalmu sejak kau kuliah.
Jadi, aku akan jujur.
Semua kebodohan yang kau lakukan?
Itu alasan manajemen.
Permainanmu? Itu masalahnya.
Permainanku? Aku legendaris.
Usiamu bukan 22 tahun lagi.
-Pemula kita lebih baik darimu musim lalu. -Ayolah!
Anak baru tak akan tahu permainan itu sepertiku.
Aku butuh kesempatan.
Hanya itu yang kuminta, Treyson.
Sebelum aku bertindak untuk membelamu,
aku harus lihat kau masih hebat.
Katakan saja kapan dan di mana.
Hemoglobin meningkat.
Aku tak suka massa yang kulihat di sini,
dan aku tak suka kau sakit pinggul dan sakit kepala berpekan-pekan.
Mungkin karena menari.
Kita tahu dari percobaan terakhir
bahwa kankermu berpotensi sangat agresif,
jadi, kita juga harus begitu.
Jika hari ini ada waktu, mari kita lakukan biopsi bedah secepatnya.
Ya, tentu.
Jadi, aku akan memberimu waktu,
lalu perawat akan datang untuk membawamu ke atas.
Maaf, Paula.
Terima kasih.
Hei, kita tak bisa tiba di sini bersamaan.
Semua orang akan tahu.
Kita harus atur kedatangan kita.
Ya, kita mungkin harus menyamar juga.
Kau tahu ini bukan sembunyi-sembunyi, bukan?
Aku mengerti. Kita ada di acara TV.
Kita rahasiakan saja.
Jika kau bisa menjauhkan tanganmu dariku.
Aku akan baik-baik saja.
Untuk berjaga-jaga, mungkin kita harus punya kode.
Saat aku ingin mengatakan
"Kau tampak sangat tampan," aku akan bilang,
"Dusty Springfield."
-Aku tak tahu siapa itu. -Astaga.
Bilang saja,
"Ada Starburst di toko."
Sempurna.
Aku merasa seperti La Femme Nikita sekarang.
Baik, itu ciuman terakhir hari ini.
Baik, ciuman terakhir hari ini. Astaga.
Jadi, dia menandatangani hukuman matinya sendiri.
Itu cukup brilian, tapi itu berarti
tak ada yang boleh tahu hadiahnya tantangan.
Benar sekali.
Bisakah kau membuat hadiah palsu?
Ya, itu mudah.
Pekerjaanku berbohong.
Dengar, Gabby. Aku suka kerumitan, sungguh,
tapi kau bisa kehilangan segalanya di sini.
Ya, aku tak peduli. Dengar, aku harus melakukan ini.
Jika tak membela diri,
aku akan memikirkannya seumur hidupku.
Jadi, ya, aku mempertaruhkan semuanya.
Tindakannya tak bisa dibiarkan.
Tidak hari ini, tak lagi, tidak dengan wanita ini.
Itu seksi. Katakan itu di depan kamera.
Baiklah, aku ikut. Kita seperti akan merampok bank bersama.
-Perlu jabat tangan rahasia? Bagaimana? -Aku tak tahu.
-Perampok punya jabat tangan rahasia? -Mungkin tidak.
Aku suka kecurangan.
Aku merasa dekat denganmu. Maaf karena terlalu bersemangat.
Baiklah, aku akan mewujudkannya.
Semoga berhasil, Nak. Ada bukit yang harus kau daki.
-Kukira aku sudah memecatmu. -Aku sukarelawan.
Ini dia.
Astaga, apa inti acara?
Itu harus kohesif dengan narasi jelas.
Aku tak tahu apa yang kulakukan.
Jika tak berhasil, aku harus dapat lisensi real estat
dan jujur saja, maukah kau membeli rumah dariku?
Mungkin tidak. Kostum butuh jawaban.
Keduanya mengerikan.
Sepertinya kau buntu secara kreatif.
Kau punya gelar PhD dalam psikologi?
Tidak, hanya master.
Tapi sebagai orang kreatif, aku paham.
Saat aku butuh inspirasi,
aku akan menemui Frank.
Siapa itu Frank?
Dia seorang dukun.
Dia juga sopir truk. Dia mengemudikan van lima.
Monica, kesepakatan baru hari ini.
-Buang dansa persegi? -Ya, syukurlah.
Kita mengadakan kontes menari. Ini akan jadi drama maksimal.
Semua menari dengan gaya masing-masing,
No comments yet. Be the first to leave one.