The first 200 lines.
"Nomor satu"
"Episode 31"
"Han Ye Seul adalah Penyanyi Terbaik!"
Apa maksudmu tidak bisa menghubungi Ye Seul?
Dia lolos babak penyisihan
dan harus berkompetisi di final.
Tapi aku tidak bisa menghubunginya.
Dia bahkan meninggalkan tempatnya.
Dia pergi dari rumah?
Ya, dan dia tidak menjawab teleponku.
Bagaimana dia bisa melakukan ini padahal lolos ke babak final?
Kesempatan seperti ini tidak datang dengan mudah.
Bisakah Anda saja yang bicara dengannya?
Silakan tinggalkan pesan.
Di mana kamu?
Berandal. Kamu tidak bisa mengabaikan tugasmu begini.
Di mana kamu, Berengsek?
Kesempatan seperti ini?
Ini kesempatan yang muncul sekali seumur hidup.
Kamu pasti bercanda.
Telepon ayah begitu kamu menerima pesan ini!
Kemana keponakanmu pergi?
Sepertinya dia pergi mencarinya.
Tapi dia jarang berjalan-jalan.
Ke mana dia pergi?
Itu sebenarnya yang mau kutanyakan kepada diriku sendiri.
Sejak dia kecil,
yang dia pedulikan hanyalah menjadi penyanyi.
Dia melakukan semua yang dia bisa untuk sukses.
Akhirnya dia punya kesempatan itu, jadi, apa yang dia lakukan?
Kalau begitu, aku permisi.
Hei, Gwang Sik.
Dia bilang akan mendatangiku, tapi aku belum mendengar kabarnya.
Aku terjebak di sini menunggunya.
Tapi firasatku buruk soal ini.
Dae Chang,
apa ada cara untuk menemukannya?
Aku mengerti, Gwang Sik.
Apa itu Gwang Sik?
Ya, Ye Seul bilang akan mendatanginya,
tapi Gwang Sik belum mendengar kabarnya sejak itu.
Pasti ada sesuatu.
Kenapa lagi dia tidak menjawab teleponnya?
Dae Chang, ayo keluar dan mencarinya.
Angkatlah, ya?
"Ayah Bae Seul"
Kamu tahu nomor polisi truk itu?
Tidak, kita harus mampir ke perusahaan jasa pindahan.
Tentu.
Pelacak GPS dipasang di truk.
Terlalu banyak orang yang mengendarainya.
"Han Ye Seul adalah Penyanyi Terbaik!"
Ye Seul!
Astaga. Anak ayah sayang.
Ye Seul... Ye Seul. Astaga.
Ye Seul!
Astaga.
Astaga.
Ye Seul!
- Anak ayah! - Pak Han, jangan.
Ini terlalu berbahaya dan aku sudah memanggil ambulans.
Itu akan segera tiba, Pak Han.
Ye Seul!
- Anak ayah! - Tidak apa-apa.
"Pusat Perawatan Darurat"
Ada korban kecelakaan lalu lintas.
"Pusat Operasi"
- Anda keluarga Pak Han Ye Seul? - Ya.
Kondisinya tidak baik.
Dia mungkin butuh trakeostomi.
Trakeostomi?
Jika pasokan oksigen terputus, dia bisa mati.
- Kami harus menyayat leher... - Menyayat lehernya?
Trakeostomi bisa menyebabkan kerusakan saraf atau pita suara,
jadi, aku memberi tahu Anda lebih dahulu.
Jangan pita suaranya.
Dia berjuang keras untuk menjadi penyanyi.
Dia butuh suaranya.
Tanpa itu, hidupnya tidak berarti.
Aku mengerti maksud Anda.
Ye Seul, putra ayah.
Kamu harus hidup.
Jika kamu mati, ayah juga akan bunuh diri.
Ayah mohon, Ye Seul...
Ini aku.
Kamu sudah menemukan putramu?
Aku di rumah sakit.
Rumah sakit?
Bibi.
Ye Seul mengalami kecelakaan mobil.
Bibi dengar dia mungkin mati.
Tolong satu tiket ke Seoul.
Untuk apa sushi ini?
Ibu mencoba memutuskan mau makan siang apa.
Itulah alasanku membelikannya untuk Ibu.
Ibu sangat beruntung memiliki putra sepertiku.
Ibu tahu ibu beruntung.
Kamu tidak ada sidang hari ini?
Aku bilang kepada hakim,
"Kamu harus menunggu sampai aku selesai makan dengan ibuku."
Itu yang kukatakan.
Aku tahu kamu mengendalikan hakim.
Seharusnya ibu membiarkanmu menjadi hakim.
Ibu.
Ibu mengalami kesulitan karena aku.
Ibu hampir tidak bisa tidur saat malam mengurus Berkat.
Ibu bekerja keras seumur hidup untuk menjadikanku pengacara.
Aku pasti akan menebus semua itu.
Satu hal yang ibu inginkan adalah melihatmu hidup bahagia.
Kamu harus menemukan wanita baik dan hidup bahagia bersama.
Ibu mencarikan orang yang baik untukmu.
Tidak perlu.
Aku
akan kembali bersamanya.
Apa katamu?
Ibu rasa ucapan ibu sudah jelas, tapi kamu masih tidak paham.
Wanita licik itu.
Ibu, tolong pahami aku sekali ini saja.
Ini bukan soal memahamimu.
Bisakah dia membesarkan Berkat?
Ibu rasa tidak.
Dia sudah berubah.
Batu Ulsan di Gunung Seorak mungkin berubah, tapi dia tidak.
Kamu tidak andal menilai wanita.
Wanita yang akhirnya bersamamu...
Semua temanmu menikahi wanita cantik dari keluarga baik-baik.
Ada apa denganmu?
Apa itu bakatmu?
Kamu tidak diberkati dengan istri dan mertua.
Tapi aku diberkati dengan ibu dan anak.
Apa lagi yang bisa diminta duda dengan seorang putra?
Langkahi dahulu mayat ibu.
Astaga, Maria.
Apa yang harus kami lakukan dengan Berkat?
Dia melewati banyak kesulitan karena ayahnya yang bodoh.
Kasihan sekali kamu. Aku harus bagaimana?
Ibu akan membangunkan Berkat.
Apa kamu bahkan peduli dengan Berkat?
Aku sudah berpikir.
Aku akan membawanya kemari beberapa hari lagi.
Apa? Kamu tidak boleh membawanya ke sini.
Kami siap, Pimpinan.
- Lanjutkan. - Baik, Pak.
Ki Jin.
Heo Ki Jin.
Nomor yang Anda tuju tidak aktif.
- Silakan tinggalkan pesan. - Sial.
Dia tidak di rumah?
Kurasa dia sudah tahu dan kabur.
- Tunjukkan jalannya. - Baik, Pak.
- Selamat menikmati. - Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Halo. Kamu mau piza?
Di mana dia?
- Apa maksudmu? - Di mana Ki Jin?
Ada apa denganmu?
Beraninya kamu bicara seperti itu dengannya?
Kamu baru saja bertanya dia di mana tanpa penjelasan.
Bagaimana aku tahu?
Dia mungkin sibuk mengantar pesanan.
Sebaiknya kamu jujur kepadanya.
Kami mau mengirimnya ke Amerika, tapi dia kabur.
Kamu akan mengirim Ki Jin ke Amerika lagi?
Tidak bisa kupercaya.
Kenapa kamu kejam sekali kepada adikmu sendiri?
Kamu yakin kamu kakaknya?
Jika kamu mengirimnya ke Amerika, aku tidak akan membiarkannya.
Kamu sungguh tidak tahu?
Dia pasti meneleponmu.
Aku tidak akan berada di sini jika dia melakukan itu.
Aku akan membawanya ke suatu tempat dan mentraktirnya makan.
Anak malang itu.
Kurasa dia benar-benar tidak tahu.
Ini membuatku gila.
Bagaimana kamu tahu aku di sauna?
Ini.
Ke mana pun kamu pergi, aku bisa menemukanmu.
Kamu berada dalam genggamanku.
Kamu belum makan, bukan?
Aku tahu mereka akan mendatangimu, jadi, aku tidak meneleponmu.
Ini.
Jika kamu menghilang, mereka akan langsung mendatangiku.
Kamu yakin tidak dibuntuti?
Kamu pikir aku akan membiarkannya?
Apa yang akan kamu lakukan?
Lagi pula, aku tidak bisa pulang.
Aku harus memutuskan hubungan dengannya.
Kamu tidak bisa memutuskan hubungan dengan kakakmu.
Tidak ada lagi yang bisa kulakukan saat kakakku seperti ini.
Mari tinggal bersama saja.
Dia akan menerima kita setelah kamu hamil.
Bukankah itu cara yang kuno?
Membuat keluargamu menyerah dengan kehamilan?
Tidak apa-apa selama kita bisa membuatnya menyerah.
Aku tidak sabar menikahimu dan berkeluarga denganmu.
Dasar kekanak-kanakan.
Aku tahu tidak akan mudah hidup sebagai istrimu.
Ki Jin, kamu harus menuruti kata-kataku mulai sekarang.
Aku selalu menuruti perkataanmu.
Kalau begitu, ikuti aku.
No comments yet. Be the first to leave one.